
"gunakan kertas sihir untuk memanggilnya" putra mahkota menatap tak percaya "tidak boleh ,kalian hentikan dia benar-benar tak bersalah cukup sampai disini kejadian ini tidak ada kaitannya dengan nya" putra mahkota tak bisa menahan diri lagi dan berbicara atas nama zhisu
"putra mahkota ,tempat ini dikenal dengan keadilan nya , sesuatu terjadi di kota Wu dan itu adalah sebuah hal yg tak bisa kita abaikan" putra mahkota mencengkram kerah baju penasihat "kau membicarakan keadilan di depan ku ? ,kau tanpa izin ku menggunakan senjata ku untuk mengintrogasi manusia !!" penasihat menahan tangan putra mahkota
"bergerak ,cari di tubuhnya kipas nya dan bukti di tubuhnya jika tidak dapat maka telanjangi saja" zhisu menegang "tidak !! KALIAN BERANI MENYENTUH NONA AKU BERSUMPAH SURGAWI AKAN MENGHUKUM KERAJAAN INI !!" zhisu terdiam
"bagaimana bisa ,surgawi akan menyayangi putra mahkota kami ,dia bahkan menyiapkan pernikahan ,lakukan" algojo datang dan mulai merobek
belum selesai dengan jubah luar zhisu sebuah kipas terbang dan mengamuk "Guan Yu lindungi nona" kipas itu semakin bergerak melindungi zhisu
penasihat yg geram menusuk Feng Xu di jantung lalu memotong kepalanya hingga terputus , zhisu terdiam kepalanya menunduk tubuhnya bergetar ,"kalian...." semua orang menatap zhisu yg masih menunduk
Xue Qin dan Xue yang segera maju melihat para pengawal ingin langsung mengeksekusi Yue Qian , "penasihat ,kau sudah bergerak berlebihan kenapa kau membunuh dia !!" Xue Qin mendengus "benar-benar tak tahan diri ,lebih baik membunuh nya"
Xue Qin melirik Yue Qian yg masih menunduk "penasihat ,kau kenapa membunuh nya !!" putra mahkota mencengkram penasihat dan menjatuhkannya ke tanah , "kalian terlalu berani ,hanya manusia biasa tapi berani menyinggung KU.... BENAR-BENAR"
tali abadi yg mengikat zhisu terputus ,di susul aura dingin dari kipas Guan yu , zhisu bangkit matanya berubah "aku sudah sangat baik hati loh ,aku selalu ingin menghancurkan tempat ini semenjak menginjakkan kaki tapi aku menahan diri dengan baik ,lalu...." zhisu mencengkram erat kipas nya
"putra mahkota ,kau tahu kesabaran ku ada batasnya" zhisu mengusap lengan jubah luarnya yg sudah rusak dan seketika jubahnya di gantikan oleh jubah putih indah dengan bordiran bunga Krisan .
"pe-" zhisu tertawa kecil "biar aku mengatakan sesuatu, sudah ratusan tahun semenjak aku mengamuk loh benar-benar langka ada yg berani menuangkan minyak di dalam api ku" zhisu menghela nafas
"XIANG JUE...DATANG DAN RATAKAN TEMPAT INI" seketika sebuah petir datang menyambar ruangan membuat ribuan lampu mati dan di gantikan nyala lilin biru
"a Jiang ,jangan lakukan itu surgawi..." putra mahkota ingin mendekat tapi terhenti oleh sebuah tabir "masih membahas surgawi di hadapan ku ? ,sadar lah kau yg sekarang tidak berhak berkata-kata lagi" zhisu melangkah keluar dari aula ia tersenyum melihat langit mendung
"lihatlah , anak-anak yg aku rawat turun dan berkunjung persiapkan diri mu kaisar memuakkan ,ini adalah hukuman yg paling tidak pantas kau terima" ketika pintu terbuka semua orang dapat melihat ribuan pasukan menggila dan di serang dari berbagai arah
zhisu sebelum menjauh tersenyum "oh ya ,Shimei dan shixiong tidak perlu ikut campur ,mereka tidak akan melukai kalian ataupun shizun ,mereka hanya menyerang orang yg berkaitan dan putra mahkota kalau kau ingin menghentikan ku mari bertempur aku menantikan nya"
zhisu membuat tabir besar karna terjadi serangan ,orang yg di dalam tak bisa keluar dan orang di luar tak bisa masuk .
semua orang bertempur hingga lelah ,putra mahkota melangkah keluar "pejabat Chen ,tolong hentikan dan berikan kami ampunan" zhisu menatap datar "kau meminta itu dari ku ? lalu bagaimana dengan pejabat surgawi sebelumnya !! dia meminta kau menyelamatkan ku dan melepaskan ku kan ? tapi kau tidak melakukannya"
__ADS_1
putra mahkota terdiam "aku ingin tapi tak bisa ,lalu aku harus bagaimana ? tetap memaksakan diri begitu ? kalau begitu aku dan kakak ku akan bertempur dan tidak akan ada kebahagiaan" zhisu mendengus
"kebahagiaan ? sudah seperti ini masih membicarakan itu ,kau tidak malu sudah hampir beberapa bulan aku menahan diri ,aku bisa meratakan kerajaan ini dalam sejenak tapi aku tak ingin karna mengingat mu ,lalu sekarang kau kembali melakukan nya"
putra mahkota menunduk ia tak bisa berbuat apapun "Chen..." zhisu menatap datar "putra mahkota ,anda mundur ,saya yg akan bicara dengan saudaraku" Xue yang maju "Shimei...bisakah kau berhenti ,aku mengerti kau merasa tidak diadili mari berhenti dan menghukum dengan baik" zhisu menggeleng
"shixiong ,kau tidak perlu ikut campur ini masalahku dengan kerajaan ini ,aku tidak memiliki hak untuk mundur selangkah pun" zhisu melompat pergi .
setelah zhisu mundur tiba-tiba saja sesuatu seolah datang ,ia berbalik dan terlambat
"shi..." Xue yang terkena pedang entah dari mana yg mengenai tepat di jantung nya ,zhisu segera menahan tubuhnya yg hampir jatuh ,ia memberikan energi dan esensi kehidupannya
Xue yang menggeleng ia berusaha bangkit dan menaruh tangan zhisu di gagang pedang "ku-ku mohon...cabut" zhisu menggertak ia terpaksa menarik pedang karna gerakan tiba-tiba Xue yang . ketika pedang tercabut Xue yang menjadi linglung dan jatuh dari atap .
Xue Qin dan Hao Xiong melihat hal itu ,Xue Qin tak tahan segera melompat ke hadapan zhisu , "kenapa kau membunuh nya !! dia datang dengan niat baik" zhisu mengerti Xue Qin pasti salah paham "shi- ,Xue Qin maaf aku bukan orang yg membunuhnya tapi kalau kau memang ingin menyalahkan ku dan membunuh ku coba lah"
zhisu tidak berani mengatakan yg sebenarnya jadi ia akan mengulur waktu sembari menarik sedikit demi sedikit pasukan nya untuk mundur .
setelah beberapa kali bertukar pukulan Xue Qin tidak sebanding dan terluka cukup dalam ,zhisu tidak berniat membunuhnya jadi ia akan mundur tapi tanpa di duga Hao Xiong malah menghalanginya
__ADS_1
"shizun... berhati-hati lah..." Hao Xiong menatap tenang "pulihkan dirimu sendiri ,a Qian apa benar-benar ini yg kau inginkan ?" zhisu diam menatap tenang tak menunjukkan ekspresi apapun .
"siapa sebenarnya kau ? ,kenapa dendam mu sangat dalam terhadap kekaisaran ?" zhisu menunduk sebentar ,lalu melangkah mundur "shizun ,orang yg mati beberapa bulan lalu adalah orang penting bagiku ,dan ditambah orang yg mati sebelumnya di aula kemarin !!"
Hao Xiong menatap tenang "apa kau tidak menyesal ? karna kejadian ini ribuan pasukan mati" zhisu menatap sekeliling "ya ,aku membunuh mereka ,aku juga membunuh shixiong ,lalu apa shizun ingin mengadili ku dengan cara membunuh ku ?" Hao Xiong menatap wajah zhisu
"shizun ,bunuh lah iblis itu" Hao Xiong melirik Xue Qin yg sedang menerima pertolongan dari putra mahkota ," penatua Hao ,aku mohon jangan membunuh nya mau bagaimana pun ini tidak sepenuhnya salahnya"
zhisu tersenyum "kenapa putra mahkota sangat peduli padaku ? ,aku membunuh kakak mu loh oh tidak ya ,dia masih selamat bukan ?" Hao Xiong menatap heran "Yue Qian biasakah kau tidak bicara dengan wajah bahagia seperti itu ,apa itu sangat menyenangkan ?"
zhisu mengangguk "ya ,anggap lah begitu aku juga suda tidak mengerti perasaan ku sendiri ,shizun mari bertarung hidup mati ,jika kalah salahsatu dari kita akan mati" zhisu tanpa menunggu waktu lama mulai menyerang maju .
Hao Xiong tidak bisa menghindar akhirnya menyerang balik dengan ringan ,zhisu mengerti ia mengambil pedang yg sebelumnya menusuk Xue yang dan menggunakannya untuk menjadi senjata membunuh Hao Xiong .
Hao Xiong melihat gerakan itu ia mulai menyerang juga tapi tidak berharap mengenai titik vital sehingga hanya akan melukainya .
tapi siapa yg mengira sebelum pedang zhisu mengenai jantung Hao Xiong dia sudah membalik gagang nya dan membalikkan bilahnya ke arahnya ,Hao Xiong tidak bisa menghindari serangan itu dan mendorong pedang tersebut bersamaan dengan pedang nya .
kedua pedang itu menusuk tubuh zhisu ,dan keduanya mengenai jantung dan inti spiritual nya .
darah keluar dari mulutnya karna tak bisa ia telan kembali ,dengan tenaga sisa ia menahan Hao Xiong menarik pedangnya ia mendekat ke telinga Hao Xiong dan berbisik
__ADS_1
"*shizun... syukurlah kau sudah baik-baik saja ,setelah ini... lepaskan kalung nya...ia sudah tidak berguna....shizun ......maaf.....a-ku .....melakukan hal buruk*...."