
mereka menunggu untuk beberapa lama tapi tak ada yg datang ,mereka juga sudah mulai kelaparan walau tidak terluka mereka akan melemah jika terus berpuasa seperti ini .
"nona Li ,Dimana shizun mu ,kapan dia datang menolong kami !!" Jia Li terdiam "shizun akan datang, tapi dia sepertinya tertahan" beberapa murid mulai berdecak kesal "wanita itu sepertinya pembohong ,apa yg akan segera datang buktinya tidak ada ,lalu apa shizun mu itu sangat bodoh hingga melupakan hal sepenting menyelamatkan kita ?"
Jia Li bangkit dengan kesal "kau mengatai shizun ku !! kalian bahkan tidak tahu apa yg terjadi diluar tapi masih berani mengatakan bahwa shizun ku bodoh !!" Guan Lin bangkit mengikuti "a Li , sudah lah mari jangan terlalu berpaku tangan ,mungkin benar-benar ada yg menghalangi shishu jadi bagaimana kalau mencoba untuk membunuh monster disana" Jia Li terdiam sejenak lalu mengangguk
"mari pikirkan cara terbaik" Jia Li ,Guan Lin dan Jun Hui mulai memikirkan cara terbaik sembari menunggu bantuan datang menolong mereka .
ketika sudah beberapa waktu mereka mendapatkan sebuah cara , "seperti ini saja dulu ,aku yakin shizun akan segera datang jadi cukup menunggu sebentar saja" Guan Lin mengangguk "tapi apa kau yakin baik-baik saja ? aku saja yg jadi umpan nya" Jun Hui khawatir kalau Jia Li yg menjadi umpan ,gadis itu akan terluka
"tidak perlu khawatir ,aku akan baik-baik saja kau juga terluka tidak bisa melakukan hal ini ,cukup lakukan sesuai rencana" Guan Lin mengangguk .
mereka mulai berada di posisi masing-masing ,Jia Li segera membuat dirinya berdarah untuk mengundang Monster itu ,tak lama danau kembali bergejolak dan monster itu keluar dari dalam Danau
Jia Li segera melakukan serangan dengan kipas milik zhisu ,ia hanya mengendalikan kipas itu dengan energi spiritual nya ,kipas tersebut bergerak untuk menggangu Monster tersebut ,tapi siapa yg menduga Monster itu malah berhasil menangkap kipas tersebut
Jia Li menggertak "tidak !! Guan yu..." Jia Li melompat untuk merebut kembali Guan yu ,Guan Lin dan Jun Hui sama-sama terkejut mereka jadi kalut seketika
Jia Li menyerang monster itu dengan pukulan yg ia fokuskan pada telapak tangan nya , monster itu segera melepaskan kipas tersebut dan mengeram kesakitan, Jia Li yg melihat kipas itu hampir jatuh ke dalam danau segera melompat untuk mendapatkan nya
Guan Lin dan Jun Hui berteriak "A LI !!!" Jia Li memejamkan matanya setelah mendapatkan kipas tersebut ,ia memeluk nya erat dan bergumam "shizun...... murid ini tidak menepati janjinya..."
"bocah ! ,berani menantang maut ya ?" Jia Li segera membuka mata nya ,ia terdiam melihat sosok di depannya "shizun !!" ia berteriak senang "berteriak untuk siapa ? ,diam lah sebelum aku menghukum mu" Jia Li tidak menjawab ia tersenyum melihat wajah sosok itu

__ADS_1
Jia Li kembali di daratan , beberapa murid yg sebelumnya mendengar teriakan itu melihat langsung dan terdiam melihat sosok yg menyelamatkan Jia Li
Guan Lin segera menghampiri dan memberi hormat "shishu..." zhisu berbalik "Guan Lin ,kau benar-benar baik ya..." Guan Lin menunduk "tidak sebaik shishu..." zhisu menggeleng pelan
"berikan kipasnya" Jia Li segera memberikan kipasnya "ini shizun.." zhisu menatap Guan yu tenang lalu berbalik "Dimana murid lain ?" Jun Hui berbalik "mereka disini penatua..." zhisu menatap Jun Hui sejenak lalu tersenyum "kalian aman kan ?" Jia Li mengangguk "kami aman shizun"
"syukurlah kalau begitu ,sebelum bicara lebih banyak aku harus menghukum nya..." zhisu membalikkan badan kearah monster danau itu "shizun dia..." zhisu melirik Jia Li lalu mengangguk "Guan yu...tebas dengan benar" kipas biru itu segera terbang

seketika kepala Monster itu terpenggal hanya dengan 1 sapuan saja ,semua murid yg melihat itu terdiam mereka tidak menyangka orang yg mereka remehkan sebelumnya sekuat itu .
"shizun...kami bertemu dengan seorang wanita ia mirip dengan mu dalam postur tubuh ,dan memiliki banyak kesamaan tapi kami tidak tahu dia siapa" zhisu terdiam sejenak lalu menghela nafas "itu ibu ku ,apa dia mengatakan sesuatu ?" Jia Li mengangguk
"dia mengatakan ,kalau shizun sudah melakukan yg terbaik ,sangat baik tidak peduli serumit apapun shizun sudah melakukan yg terbaik" zhisu mengusap wajahnya "baiklah, senang mendengarnya tidak memarahi ku sekarang kita pergi saja sudah tidak ada hal lain lagi kan ?"
Jia Li mengangguk "shishu ,kenapa anda datang sendiri ? dimana shizun ku ?" Guan Lin memberanikan diri bertanya "dia melakukan hal lain ,mungkin akan segera kemari kita juga keluar saja" zhisu berjalan memimpin Jia Li tepat berdiri di sebelahnya dan mengikuti setiap langkah zhisu
tepat sebelum zhisu membuka pintu gua yg tertutup ia menatap Jia Li "oh ,panggil pedang mu" Jia Li terdiam sejenak "shishu ,tapi pedang kami tersegel sebelumnya" zhisu menatap Jun Hui datar "Qianlu milik Jia Li berbeda ,kau cepat panggil saja dan bawa selalu jangan meninggalkan nya" Jia Li mengangguk
ia menggigit jarinya lalu membuat sebuah segel di atas telapak tangannya , "panggil !!" seketika pedang Jia Li berada di tangan kanannya tersebut
__ADS_1

"ba-bagaimana bisa..." Jia Li tersenyum "sebelum Qianlu diberikan aku meminta penempa pedang itu untuk merendam nya di darah Jia Li ,baru setelah itu pedang tersebut bisa sampai di tangannya tak peduli bagaimana pun selama ada kekuatan spiritual dan darah Jia Li pedang itu akan tetap datang bahkan jika jatuh kemana pun"
Guan Lin terdiam sejenak mendengar penjelasan itu "milik mu juga awalnya harus seperti itu tapi...si tua itu mengatakan tidak perlu karna itu , pedang mu sama seperti yg lain" Guan Lin mengangguk "lalu bagaimana cara kita keluar ?"
zhisu melirik Jia Li "ayunkan" Jia Li mengangguk ia maju dan mulai menebas pintu masuk ,seketika bebatuan yg menutup sudah terbuka dan sebuah cahaya tiba-tiba masuk kedalam
"Yue Qian !! kau masih hidup" Jia Li menoleh kearah zhisu menyadari shizunnya itu tidak bergerak "Yue Qian ? siapa itu aku tidak mengenalnya" Xue Qin menggertak "kau Yue Qian , bagaimana bisa kau masih tetap hidup"
Jia Li bergerak untuk membantu tapi di hentikan "a Li diam di tempat mu" Jia Li seketika diam , "anak-anak kemari lah ,wanita itu adalah iblis"
semua murid sebelumnya berdiri di belakang zhisu segera berlari ke keluarga mereka , "a Jun pergi ke samping shizun" zhisu mengikuti pandangan Xue Qin "ah dia murid baru penatua Hao ?" Xue Qin mengangguk "ya ,kau tahu dia memiliki sikap seperti mu dan a Xue"
zhisu menatap Jun Hui lalu beralih ke arah Hao Xiong "bagaimana kau bisa selamat ?" zhisu tersenyum "tentu saja berkah dewa ,aku bukan dewa jadi masih bisa mati lalu apa shizun akan menusuk ku lagi ?" wajah Hao Xiong menggelap ,Jia Li segera berdiri di depan zhisu "tidak akan ku biarkan siapapun menyentuh shizun !!"
"apa dia murid mu a Qian ?" zhisu mengangguk "ya dia murid ku tapi ,aku bukan Yue Qian biar aku memberitahu nama asli ku ,nama ku Chen zhisu bukan Yue Qian" Hao Xiong terdiam "tapi kalian..." zhisu menatap datar
"penatua Hao ,dia bukan lah orang yg anda sebut ,dia adalah salah satu guru di perguruan Jian , Xiaoling ke 2 dari gunung Xian" Guan Lin berbicara sembari berjalan mendekat
semua orang bertukar tatapan bingung , "di-dia Xiaoling ? mustahil"
"Xiaoling bukan sekedar gelar kehormatan biasa"
__ADS_1