Kebanggaan Langit

Kebanggaan Langit
2


__ADS_3

sesuatu yg mengejutkan terjadi pedang yg sebelumnya di lepaskan itu tiba-tiba berbalik terbang ke arah Yue Qian ,Hao Xiong menyadari itu menarik Chen Lu dan menahannya


"Apa yg terjadi pada pedang nya ?" Semua orang menatap heran begitu juga dengan para tetua. wajah Hao Xiong terdiam sejenak lalu beralih melihat ke Yue Qian yg tetap tenang saja .Yu zongzhu juga mendekat untuk memeriksa "Hao Xiong , bagaimana ? apa ada yg salah ?" Hao Xiong menggelap "pedang nya bermasalah aku akan memeriksa nya nanti ,Xue yang" Xue yang segera mendekat lalu menaruh pedang itu kembali .


Melihat apa yg terjadi barusan Mo Qingqiu berteriak "lihat kan dia itu pembawa sial" Yue Qian termenung bukan hanya itu beberapa murid juga menjadi memikirkan hal yg terjadi


"bagaimana bisa pedang terbaik penatua Hao bermasalah ,apa itu benar-benar karna Yue Qian ?"


"mungkin saja , sebelumnya pedang nya terlihat baik-baik saja ,tapi setelah di berikan pada Yue Qian malah bermasalah"


"iya aku menjadi khawatir dekat dengan nya" beberapa murid mulai berpendapat sendiri tanpa memikirkan yg sebenarnya .


"Yu zongzhu aku akan membawanya ke gunung lou" semua orang terdiam bahkan Yue Qian ditambah Xue yang dan Xue Qin "shizun..." Hao Xiong tak bergeming


"Ha-hao kau mengatakan apa ?" Penatua Li terkejut "mulai sekarang Yue Qian akan menjadi murid ku" semua orang menatap bingung "penatua Li tak akan keberatan kan ?" penatua yg lain terdiam di tempat "ti-tidak" Yu zongzhu hanya mengangguk menerima


"kalau begitu aku tidak akan menggangu lagi di penjamuan" Hao Xiong berbalik ia memberi kode pada murid nya dan dengan patuh Xue Qin mendekat ke Yue Qian "nona Yue mari kita kembali" Yue Qian mengangguk dan berjalan mengikuti Hao Xiong



di tengah perjalanan "penatua Hao" Hao Xiong berhenti di tempatnya "ada apa nona Yue ?" Xue Qin berbalik



"a-aku..." belum selesai bicara Hao Xiong berbalik "tidak perlu ,tinggallah di sisi gunung Lao dan berlatih tidak perlu memikirkan hal lain" Yue Qian menggeleng "penatua Hao ,aku tidak bisa menerima anda sebagai guru karna ini sedikit aneh ,kenapa anda tiba-tiba menerima saya" Xue Qin yg mendengar itu mencibir "apa !! KAU..." Xue yang menggeleng menahan tangan Xue Qin yg mulai mengalir kan energi spiritual nya untuk menyerang Yue Qian



"nona Yue ,shizun tidak memiliki niat apapun...dia hanya.." Yue Qian mengangkat wajahnya dan membuka matanya yg berwarna biru gelap "tidak perlu ,tidak ada alasan penting jadi kau bisa berpikiran bebas" Xue Qin menggertak "shizun ,tapi dia....."



Hao Xiong berbalik "kau bisa melakukan apa saja tapi kau jangan berlaku berlebihan karna pemimpin sekte dan yg lain mungkin akan mengawasi jadi lebih aman untuk berada di sisi gunung Lao" Yue Qian sedikit ragu tapi ia segera memahami jelas dan tersenyum"baiklah aku menerima keputusan shizun , terimakasih atas kemurahan hatinya karna mau membantu ku mengikuti ujian" Yue Qian memberi hormat tenang



"Yue Qian tidak akan menggangu penatua dan para senior selamat beristirahat" Yue Qian berjalan berlawanan arah dan tak terlihat kembali setelah menyusuri hutan besar di sisi gunung

__ADS_1



"shizun..." Hao Xiong kembali berjalan kedepan tanpa peduli "xue Qin sudah lah" Xue Qin mendengus dan berjalan mengikuti Xue yang dan shizun nya



sudah cukup jauh terlihat sosok cantik duduk di atas pohon yg terlihat tinggi dan kuat '*aku tidak bisa melakukan banyak kontak pada manusia seperti nya akan berbahaya* **jika sampai terbongkar** ,*tapi* *karna dia sedikit membantu aku akan menolong nya juga sembari menyelesaikan tugas ku sendiri*' sosok itu adalah Yue Qian ,dia menatap dari jauh lalu bersandar sebentar pada dahan pohon tempat ia berada sembari menikmati angin malam .



di tempat lain Hao Xiong sudah berada di dalam kamar nya untuk beristirahat , pikiran nya melayang pada kejadian tadi sudah jelas itu bukan hanya kebetulan belaka "siapa dia ,kenapa Chen Lu seperti itu tapi dari hasil tadi......a-apa dia orang yg di ramalkan ?"



masih dengan pikiran nya Hao Xiong merasa sakit di dadanya secara tiba-tiba ,ia menunduk menahan sakit yg menyerang nya ,dada nya sangat sakit .



"aku tidak bisa bertahan lama dengan kultivasi seperti ini" Hao Xiong menggeleng pelan "tapi tidak ada cara" ia mendesah pelan dan membaringkan tubuhnya ke atas ranjang , pikiran nya melayang pada perkataan seorang




Hao Xiong menggeleng ia memalingkan wajah tak percaya "tidak ada ,aku sudah melakukan banyak cara tapi kultivasi ku tidak akan bisa kembali seperti semula" Hao Xiong tanpa sadar tertidur karna pikiran nya itu



ia tertidur dengan masih memakai sepatu dan jubah luarnya ,ia benar-benar tidur dengan nyenyak .



dari jendela seseorang masuk dan berdiri tepat di atas kepala Hao Xiong , tangannya bergerak menyapu wajah tampan Hao Xiong di ikuti aliran energi spiritual .



setelah beberapa saat ia menghela nafas "ternyata benar dengan dugaan ku ,dia tak berkultivasi seperti awalnya sangat disayangkan tapi cukup hebat karna masih hidup selama ini padahal kebanyakan orang akan berantakan dan mati karna penyimpangan qi benar-benar hebat" orang itu menatap wajah tidur Hao Xiong dan tersenyum kecil

__ADS_1



"karna kau membantu ku aku juga akan berbuat baik dengan balas Budi aku akan membantu mu menekan nya dan membalikkan kembali kultivasi awal mu" orang itu menggerakkan tangan ke dekat leher Hao Xiong dan seekor kupu-kupu biru terbang hinggap dan hinggap di dahi pria itu



setelah beberapa saat kupu-kupu nya kembali dan hinggap di bahu orang itu "ini akan menekan nya di tambah aku memberikan sedikit jejak energi spiritual ku disana, jadi...... jangan hilangkan kalung nya ini akan sangat membantu mu" tepat setelah menyelesaikan kata-katanya asap muncul mengelilingi di susul gerakan hao Xiong yg terbangun



matanya terbuka ia menatap sekeliling "sepertinya ada orang lain" matanya terus memeriksa tapi tak ada yg salah ,hingga tangan nya terulur memeriksa leher nya yg berat



matanya terbuka lebar ,ia menggunakan sebuah kalung



![](contribute/fiction/3982783/markdown/20570621/1643793184342.jpg)



walau agak aneh ia merasa sedikit lega entah kenapa "kenapa ada kalung ,siapa yg memakaikan" Hao Xiong merasa tak nyaman ia berniat melepaskan kalung tapi terhenti



'*jangan hilangkan ,kalung ini akan sangat membantu mu*'


suara itu tiba-tiba muncul membuat Hao Xiong termenung ia ingin melepaskan tapi akhirnya menahan diri ia melepaskan sepatu dan jubah luarnya



ia kembali berbaring tanpa melepaskan kalung itu walau aneh ia merasa akan lebih baik untuk tak kehilangan kalung itu .



#cerita ini akan di publish setiap hari Sabtu

__ADS_1


terimakasih atas kepercayaan para pembaca yg sudah membaca cerita ini....


__ADS_2