
Hao Xiong mendengar kabar tersebut ,ia benar-benar menatap tak percaya "apa benar Yue Qian bisa melakukan itu ? ,tapi dia tidak mungkin..." di tengah ketidak percayaan nya ia teringat kata-kata zhisu sebelumnya
'aku berdoa agar TERKENA RACUN MEMATIKAN YG MENYIKSA MU ,ini sudah sangat ringan kan ?'
Hao Xiong terdiam "apa maksud dari perkataan nya , jika mati dalam keadaan teracuni mematikan dan menyiksa adalah hukuman paling ringan lalu , apa membantai.." dan kata-kata itu benar-benar terjadi , prajurit yg meludahi zhisu saat itu terkena racun mematikan dan sangat menyiksanya ,hingga beberapa Minggu setelahnya ia tak tahan hingga bunuh diri.
di tengah pikiran nya tiba-tiba jendela terbuka dan di susul sebuah suara "a Xiong ,aku tidak perlu mengingatkan mu bukan ?" Hao Xiong terdiam "kenapa kau datang semau mu dan pergi semau mu ,memang nya kau pikir kau siapa !!" Hao Xiong mendengus kesal
"kau bisa memarahi ku ,karna aku JELAS SALAH tapi ,ingat jangan menyalahkan ku hanya karna kedatangan ku tiba-tiba pikirkan juga aku MEMILIKI ALASAN" Hao Xiong menatap datar "ada urusan apa lagi datang ,saat itu kau pergi dan meninggalkan ku yg terkena gejala" pria itu menegak lembut teh di depannya
"walau begitu kau baik-baik saja kan hingga sekarang ? kultivasi mu juga sudah membaik kan ? malah seperti sempurna" Hao Xiong mengangguk pelan "ya , apa kau tahu siapa yg berbuat jauh begini ? dan bagaimana caranya ?"
pria itu tak menjawab ia menatap datar Hao Xiong lalu bangkit , "a xiong pikirkan kata-kata ku tadi ,siapa dan alasan nya kau bisa memikirkan sendiri aku tidak akan bicara lebih banyak lagi" pria itu tersenyum kecil
"Hao zixiong kau benar-benar keterlaluan !!" pria itu sudah benar-benar menghilang dari pandangan ,Hao Xiong mendengus dan melangkah masuk kembali
sedangkan di tempat tinggi Hao Zixiong berdiri menatap sosok yg ia tinggal kan "a Xiong ,jangan salah mengambil keputusan jika terjadi aku tidak akan membiarkan mu bahkan jika untuk naik"
~~`
tak butuh waktu lama ,kerajaan menyiapkan pasukan karna sudah berhasil menemukan keberadaan murid penatua Hao yg di nyatakan melakukan pembantaian .
Hao Xiong tidak mendengar kabar tersebut karna sedang fokus pada kultivasi nya sendiri ,Xue yang juga di minta Hao Xiong untuk menjaga tempat hingga ia selesai dan di larang meninggalkan tempat
Xue Qin tidak punya pilihan ia yg berangkat pergi untuk melihat sendiri bagaimana keadaan mantan Shimei perguruan nya sekarang.
di lain sisi zhisu sudah mendengar keadaan itu tapi tak peduli , baru-baru ini kultivasi nya bergejolak aneh sehingga ia harus memfokuskan diri memperbaiki saraf nya yg tertahan beberapa Minggu ini .
__ADS_1
a Wei meminta seorang pejabat rendah datang mengurus zhisu karna a Wei sudah sangat memahami tabiat orang satu ini ,dia mencintai kebersihan tapi tak ingin melakukan bersih-bersih jadi karna itu juga pelayan di aula biru hanya satu yaitu Feng Hua .
a Wei pergi ke dunia surgawi untuk membawakan laporan kepada permaisuri surgawi sembari mencari tahu kabar terbaru lainnya ,apalagi kabar neraka karna ia baru tahu tentang zhisu yg merupakan putri dari raja neraka ke 2 .
a Wei sebelum pergi menyiapkan sebuah aula tenang di tengah hutan ,untuk membantu pemulihan zhisu sendiri dan tempat tenang zhisu seperti hal nya dengan aula biru di surgawi .
Feng Xu yg baru saja menyelesaikan membuat teh dan melakukan bersih-bersih terlonjak melihat pasukan berkuda berada di hutan tepat nya berdiri di kediaman nya itu
"go-gongzi...ke-kenapa Anda semua kemari ?" dia sedikit takut melihat beberapa dari pasukan memiliki wajah menakutkan dan seram , "dimana wanita gila itu ?" Feng Xu mengerutkan kening "wanita gila ? siapa ? disini tidak ada wanita gila gongzi"
prajurit itu berdecih dan mendorong Feng Xu hingga jatuh "bodoh ,yg kami maksud adalah wanita gila yg tinggal disini ,dimana dia ?" Feng Xu menggeleng "tidak ,nona bukanlah wanita gila dia wanita lembut"
para prajurit kesal berniat memukuli nya tapi terhenti "siapa nama mu ?" Feng Xu menoleh "Feng Xu" Xue Qin mengangguk "dimana Yue Qian ?" Feng Xu menunduk "katakan saja ,jangan terlalu lama tunjukkan tempat nya" Feng Xu menunduk ia terpaksa membawa mereka
"nona..." zhisu terhentak "a Xu ,kau membawa siapa ? melupakan kata-kata ku ?" Feng Xu segera bersujud "nona ,hamba terpaksa saya juga membawakan teh yg anda resepkan" zhisu mengangkat tangan nya dan Feng Xu yg paham bergerak maju membawa nampan itu ke meja batu dan mulai menuangkan secangkir teh ke dalam cangkir
"wanita gila !! kau masih mau berpura-pura ? apa kau tak memiliki hati membunuh tanpa ampun seperti itu ?" zhisu tak menjawab ia melirik Feng Xu yg tergelak marah "a Xu ,jangan berdebat bawa pelekat ku di laci dan pergi dengan kuda menuju timur mengerti" Feng Xu menggigit bibir bawahnya
__ADS_1
"nona..." zhisu menoleh lembut "lakukan ,jika berjodoh aku akan menemui mu mengerti ?" Feng Xu mengangguk ia menuangkan teh kembali lalu memberi hormat "jaga kesehatan nona" Feng Xu pergi dari sana tanpa menunggu lama
"Yue Qian ,kau tidak ingin bicara ? apa kau tak tahu masalah apa yg sudah kau buat ?" zhisu bangkit dan menoleh "shijie ,aku diam berarti aku tak salah ,aku mengikuti arahan shijie untuk tidak terpancing pada sesuatu yg jelas bukan kesalahan ku ,benar kan ?" Xue Qin mengangguk pelan
"kenapa tidak datang meminta bantuan ? kau melupakan ku dan shizun ?" zhisu menggeleng "a Qian tidak berani hanya saja... khawatir masalah ini tidak ada sangkut pautnya sehingga tidak berani bertindak menurut shijie harus bagaimana ?" Xue Qin mendengus pelan
"kau sudah tahu masih berani ? kau sudah bungkam tapi mereka tetap tidak ikut maka buat bungkam" zhisu menarik tangan nya dan kipas angin itu muncul seketika , "seperti arahan shijie ,para penatua datang ke tempat ku seperti ini tidak takut aku melempar kutukan pada kalian ? seperti....pengawal yg berada di dekat perdana menteri ?"
seorang pria muncul dan meludah beruntung tak mengenai zhisu ,"puihhh ,wanita gila kau berani menghina guru ku dan kakak senior ku ? kau harus mencabut kutukan itu" zhisu memutar bola matanya jengah "apa orang dari kekaisaran tak tahu sopan santun ? atau...kalian memandang tinggi diri sendiri ya, hingga berani membuang ludah sembarangan di sini"
Xue Qin tidak ikut campur ia duduk di tempat Yue Qian sebelumnya duduk , zhisu menoleh dan tersenyum "shijie ? apa pengangkatan pejabat selalu seperti ini ? atau apa tidak ada kualifikasi untuk berada di istana ? jika begitu aku juga ingin berada di istana" Xue Qin menatap nya datar
"dia putra selir raja sebelumnya , kualifikasi nya masih rendah jadi belajar di bawah bimbingan perdana menteri" zhisu membuka mulutnya membentuk kata oh "oh ,kalau begitu shizun kan sebelumnya merupakan mantan perdana menteri ,lalu apa aku atau shijie bisa menjadi perdana menteri atas saran shizun ?"
__ADS_1
Xue Qin mengambil wadah teh yg di bawa Feng Xu sebelumnya "kau sudah bisa naik menjadi pejabat surgawi ,masih menginginkan pekerjaan memuakkan itu" semua orang menggeleng tak percaya Xue Qin ingin meminum teh tersebut tapi di tahan "shijie...ini bukan teh biasa anda tidak perlu menyentuhnya" Xue Qin menurut ia menjauhi teh tersebut .