Kebanggaan Langit

Kebanggaan Langit
14


__ADS_3

Hao Xiong memberikan aliran energi ke tubuh anak muda itu ,walau tak banyak ia berusaha membangunkan anak itu .


sementara itu Yue Qian berdiri di tepi ruangan menunduk kepalanya terus berputar memikirkan sesuatu , Xue yang yg sedikit khawatir membawakan teh hangat dan menepuk pundak Yue Qian lembut


"Shimei , sebenarnya apa yg terjadi ? kenapa anak itu ada bersama mu ?" Yue Qian mengangkat wajahnya dan menggeleng "a-aku tidak tahu..." Xue yang terdiam ,Yue Qian tak menerima teh dari nya jadi ia hanya bisa menaruh di atas meja dan menemaninya.


"Shimei ,tenang lah" Yue Qian mengangguk pelan ia berusaha tenang tapi bohong ia tak bisa tenang di saat-saat seperti ini terlebih lagi ini bukan sekedar membantu menyembuhkan tapi memiliki kaitan dengan surgawi .


Hao Xiong berhasil ia bangkit dan melihat wajah tak tenang Yue Qian , ia mengambil teh yg baru di minum nya tadi lalu melangkah kearahnya "dia sudah baik-baik saja ,kau minumlah dulu" Yue Qian melihat Hao Xiong sudah berada di hadapannya ia menghela nafas dan menggeleng pelan


"tidak shizun ,aku tidak haus" Hao Xiong masih menyodorkan cangkirnya , "kalau kau tak meminumnya aku tidak akan mengizinkan mu membawanya ke gunung" Yue Qian terdiam ,begitu juga Xue yang "membawanya ke gunung ? shizun akan membawa dia juga ?" Hao Xiong tidak menjawab matanya menatap dalam pupil biru gelap Yue Qian .


dengan ragu Yue Qian menerima teh dan meminumnya , Xue yang terdiam melihat itu lalu beralih ke sosok anak muda yg masih terbaring di tutupi jubah hangat Yue Qian sebelumnya , "shi-shizun... se-sebenarnya ada sesuatu yg harus aku katakan" Yue Qian menunduk tangan nya menggenggam cangkir dengan sangat erat


"katakan lah" Yue Qian menggigit bibir bawahnya sebentar untuk menguatkan dirinya sendiri ,lalu setelah beberapa saat ia menghela nafas dan mengontrol wajahnya "shizun ,kita tidak bisa ikut campur urusan ini ,karna ini tidak sesederhana yg terlihat" Hao Xiong diam


"Shimei ,apa maksud mu ? kita harus berpaku tangan saja ? mereka membutuhkan...." Yue Qian menatap Xue yang datar "ini bukan sesuatu yg bisa kita tangani lagi , jika kita masih ikut campur aku takut.....surgawi akan menghukum kita , aku menemukan hal aneh beberapa waktu lalu sepertinya anak muda ini terlibat kejahatan terhadap salah pejabat surgawi milik seorang dewa hingga di hukum seperti ini ,jika kita tetap memaksa membangunkan nya..." Hao Xiong mengerti ia terdiam mencerna dan berpikir lebih dalam


"tapi bukan berarti surgawi bisa menghukum kita hanya karna kita membantu mereka kan ?" Yue Qian menggeleng "shixiong anda salah ,siapa pun yg melawan atau membantu orang yg di hukum oleh surgawi dia akan di hukum dengan cara yg sama ,karna itu juga sepertinya kenapa desa ini aneh dan pihak ibu kota tidak membantu" Yue Qian mengepal tangan nya


"Shimei dari mana kau tahu ?" Yue Qian mengangkat alisnya "aku mempelajarinya untuk naik menjadi pejabat surgawi karna itu aku memahami beberapa perangkat dan peraturan penting surgawi dengan alam manusia" Xue yang terdiam mendengar itu lalu beralih ke kepala desa dan istrinya


"la-lalu bagaimana dengan mereka ?" Yue Qian menghela nafas "kita bisa memberikan alternatif tapi mereka harus rela berkorban juga ,mereka hanya perlu membuang pembakar dupa itu dan melumuri tubuh putra mereka dengan air suci yg di jual di ibu kota" Hao Xiong mengangguk "ya itu memang bisa berguna ,kita lakukan seperti ini saja lalu kembali , kita hanya manusia tidak pantas menyinggung surgawi"



setelah beberapa masalah selesai mereka bersiap kembali walau ada perasaan tak menentu Yue Qian tetap memilih meninggalkan tempat itu tak lupa anak yg sekarang menggenggam erat tangannya .

__ADS_1



"Shimei ,lalu bagaimana dengan nama nya ?" anak muda itu menatap lembut Yue Qian "aku ingin di panggil a xian...itu nama ku" Yue Qian mengangguk "a xian saja ,tidak perlu di ganti" Xue yang mengangguk ia memperhatikan a xian dengan teliti



"eh aku baru sadar bola mata mu tidak mirip dengan Shimei ,milik mu warna biru dan Shimei emas bagaimana bisa ?" Yue Qian terdiam "aku akan menjadikannya adik ku ,apa itu penting tentang perbedaan mata atau rambutnya ?" Xue yang menggeleng "tidak sih ,tapi aku jadi ingin tahu seperti apa wajah Shimei ketika rambutnya sama seperti a xuan" Yue Qian menghela nafas



"Xue yang !" Xue yang tergelincir tanpa sadar ,begitu juga Yue Qian dan xuan "iya ,shizun ada apa ?" Hao Xiong tidak menjawab "shi.." Yue Qian menyenggol lengan Xue yang dan menggeleng ,Xue yang mengangguk ia mengerti mungkin maksud shizun memanggilnya adalah agar dia diam .



setelah kembali dari desa itu Hao Xiong sering mengawasi Yue Qian dari jauh , xuan juga masih berada di dekat Yue Qian .




setelah melaksanakan ujian pemilihan sekte ,Yue Qian dan xian lulus ,mereka meminta izin sebelum pergi ke pusat pelatihan sebenarnya ,untuk pergi menuruni gunung , shixiong dan a Li sempat tidak menyetujui karna khawatir mereka tidak akan bisa bertemu lebih lama tapi ,Hao Xiong mengatakan mereka bisa pergi .



saat ini Yue Qian sedang bersama xian di dalam kamar penginapan yg mereka pesan , "jie ,mata mu sebelumnya bukan itu kan ?" Yue Qian menoleh "tentu ,kau mau lihat wujud asli ku ?" a xian mengangguk Yue Qian menjentikkan jarinya dan dirinya kembali ke sosok aslinya


__ADS_1


"a jie ,kau sangat cantik wajah mu mengikuti ibu ,rambut mu mengikuti ayah bahkan.....caramu mempelajari semuanya seperti ayah dan ibu ,tidak seperti aku..." Yue Qian terdiam "Zixin ,kau bicara apa ? kau memiliki warna rambut seperti ibu ,mata mu mengikuti saudara ibu kan ? itu cukup bagus dan untuk penerapan lainnya adalah hal lain" Zixin mengerut alis "hal lain ? apa maksudnya jie ?" Yue Qian tersenyum



"mari bahas nanti ,kita harus segera pergi ke pelelangan untuk mendapatkan sesuatu" Zixin mengerutkan dahi .



setelah tiba di pelelangan Yue Qian memesan tempat di lantai ke 2 ,tak lupa beberapa cemilan sembari menunggu pelelangan dari barang yg ia nanti .



Zixin tak bisa menahan diri lagi dan bertanya "a jie ,apa yg ingin kau beli dari sini ?" Yue Qian tersenyum "sebuah mutiara" Zixin merenung sebentar "apa itu sangat penting hingga perlu datang kesini sendiri ? a jie kau kan pejabat surgawi kenapa memerlukan Mutiara ?" Yue Qian menepuk lembut kepala Zixin



"itu adalah alasan utama aku turun ke sini Zixuan ,dan aku sudah meminta pelayan ku melacak dimana ternyata mutiara itu di jual disini jadi aku akan membeli nya dan kembali ke surgawi" Zixin mengangguk patuh




Chen Zixin


adik Chen zhisu


tampan ,baik ,penurut dan pekerja keras

__ADS_1


senjata roh nya. : Guang Li (pedang ganas yg di tempa dengan inti spiritual monster penjaga gunung neraka)



__ADS_2