
Di dunia manusia yg sebelumnya tenang entah bagaimana mulai terganggu dengan kemunculan monster iblis .
Kota Pong Shu adalah babak awal kehancuran dunia ,kota yg sebelumnya terkenal dengan keindahan langit malam nya sudah menjadi markas pertama para monster .
Di bangunan tertinggi yg cukup megah ,seorang iblis datang memasuki aula ,di bangku kebesaran tidak terlihat apapun hanya sosok yg duduk karna kain hitam yg menjadi pembatas
"Raja...seluruh kota sudah bersih dari para manusia, putra mahkota Xu juga sudah di tangkap seperti perintah dan dibawa ke penjara"
"Bagus ,terus awasi putra mahkota itu dan mulai lah menyerang kota sebrang hingga mereka berdatangan" iblis tersebut membungkuk "baik" iblis tersebut segera pergi meninggalkan aula gelap itu .
"Bu...apa ibu benar-benar harus membuat putra mahkota Xu ? Bagaimana jika pihak surgawi bergerak ?" Sosok yg berada di ujung aula tersenyum "untuk apa khawatir ,aku sudah membuat mereka sibuk, kita hanya perlu sedikit waktu lagi baru memanen apa yg kita tanam dan untuk Yuejiang itu kau tidak perlu khawatir dia sedang sangat sibuk dengan orang terkasihnya"
"Apa wanita yg ibu katakan itu akan benar-benar tidak datang ? Lalu bagaimana dengan pemimpin sebelumnya ? Jika dia muncul apa yg akan kita lakukan" sosok yg sebelumnya tersenyum itu membanting cangkir minum nya "anak ku ,apa yg kau khawatir kan leluhur mu itu sudah berada dalam hukuman nya ,jiwanya sudah tidak dapat ditolong lagi juga , sebentar lagi kita yg akan menguasai ke 4 alam"
Jia Li sedang membawa buku-buku yg sudah ia pelajari untuk di taruh kembali ke kamar shizunnya .
Dari luar ia mendengar sebuah suara dan lilin yg menyala ,Jia Li mengerutkan dahinya "apa shifu datang ke kamar shizun ?" Jia Li segera bergerak masuk dan melihat siapa yg berada dikamar shizunnya
__ADS_1
"Shifu ,anda tidak boleh datang ke kamar shizun ,ada banyak buku shizun disini jangan sampai satupun rusak" Jia Li segera memarahi tanpa ragu lagi ,ia menaruh buku ke dekat rak tanpa melihat sosok yg duduk di meja belajar
"Siapa yg kau marahi , letakkan sesuai dengan dasar nya kau tidak pernah melakukannya dengan benar ya" Jia Li terdiam sejenak lalu berbalik ,ia tersenyum melihat sosok yg duduk disana bukanlah shifu nya melainkan
"SHIZUN !! ,Anda sudah kembali ?" Zhisu tersenyum "ya ,ternyata hanya memakan beberapa waktu saja , bagaimana dengan pelatihan mu ? Ada perkembangan kan ?" Jia Li tidak menjawab dan segera memeluk zhisu yg duduk seolah memastikan kembali kalau itu benar-benar shizunnya bukan hanya halusinasi
"Jia Li...dimana shifu mu ,ada satu hal yg perlu dibicarakan dengannya" Jia Li bangkit dan membersihkan wajahnya dari air mata "shifu berada di aula ,shizun anda sudah baik-baik saja kan ? Tidak perlu lagi kultivasi tertutup ?" Zhisu menepuk lembut kepala Jia Li "sudah lebih baik ,kau rapikan ruangan ini dan buatkan teh hangat ya shizun harus menemui shifu mu" Jia Li mengangguk "baik shizun"
Dibalik lengannya ia membawa Guan yu ditangan kanan sedangkan ditangan lain adalah sebuah giok batu dengan bordiran bunga Krisan ungu .
"Shibo" zhisu menghentikan langkahnya dan berpaling "Guan Lin ,dimana shizun mu ?" Guan Lin memberi hormat sebentar "shizun berada didalam aula ,shibo bisa langsung masuk menemui shizun" zhisu mengangguk dan segera melangkah masuk tanpa menunggu lama lagi
"Zhisu...kau sudah kembali ?" Penatua Yue terkejut melihat zhisu ,para pemimpin gunung yg lain juga ikut terkejut "maaf untuk sebelumnya karna pergi tanpa pamit ,zhisu memiliki sesuatu mendesak yg ingin dibicarakan dengan penatua Zhong" Zhong Han menoleh "apa yg kau dapat ?" Zhisu menatap datar
"Kau sedang marah ?" Zhong Han menggeleng "tidak, aku mana berani marah padamu hanya saja untuk masalah iblis ini kau bisa mengatakan disini saja sembari kita mengatur kembali cara menghalau para iblis ini" zhisu menggeleng pusing
__ADS_1
"Mari bicarakan kesalahpahaman mu dulu ,baru aku mengatakan hal yg kudapat" Zhong Han menggeleng "tidak perlu" zhisu mengertak "penatua Zhong, sekarang aku benar-benar tak bisa mentoleransi tindakan bercanda mu sungguh ,sekarang hal buruk akan terjadi pada semua NYA !!" Zhong Han bangkit
"Zhisu kau sepertinya lelah ya ? Tapi rapat ini tak bisa di tunda jadi cepat katakan apa yg perlu kau beritahu" zhisu menutup mata nya sejenak karna kepalanya yg tiba-tiba berdenyut ,zhisu spontan memegang kepalanya setelah menyimpan baik-baik giok yg ia bawa
"Zhisu ,kau kenapa ?" Zhisu tidak menjawab ia tak bisa menjawab ia hanya bisa mendengar suara lain 'seseorang... katakan pada surgawi dunia akan berada dalam fase kekacauan kembali...'
Zhisu membuka matanya tiba-tiba ,Zhong menajamkan pandangannya "kau melihat apa ?" Zhisu berbalik sejenak "Zhong Han ,aku benar-benar tak bisa menunggu kalau kau masih marah karna sesuatu yg tidak aku tahu ,maka terserah saat ini kita harus segera memikirkan cara menahan serangan yg akan datang !!"
Zhong Han tersenyum "zhisu , sebenarnya sudah ada 2 kota yg dinyatakan hilang dalam komunikasi , beberapa murid kita sudah dikirim untuk mencari tahu dan hasilnya nihil karna ada sebuah array yg menghalangi" zhisu terdiam sejenak
"Apa ada gambar array tersebut ?" Penatua Ming maju dan memberikan kertas yg berisikan gambar array tersebut ,zhisu menatap Zhong Han datar "kau bisa menebak nya ?" Zhong Han menggeleng "dia tidak mungkin melakukan itu , bagaimana dengan pengganti ku ?" Zhisu menggeleng "tidak ada yg tahu"
"Apa kalian tahu siapa yg membuat array ini ?" Zhisu menghela nafas "entahlah ,ini masih terlalu cepat untuk menyimpulkan dalangnya ,lalu apa ada kabar lain ?" Penatue Yue bangkit "beberapa daerah mengirimkan pesan kalau banyak anak muda didesa menghilang , beberapa senjata sihir juga" zhisu mengangguk pelan
"Bagaimana dengan perguruan lain ? Apa ada tindakan untuk membantu ?" Zhong Han menggeleng "dari 8 perguruan hanya beberapa yg berniat itupun kebanyakan hanya ikut mendengar tanpa mengirim apapun ,kecuali perguruan Yu Hien ,Hao Xiong mengirim bawahan nya untuk mengadakan pertemuan untuk membahas ini"
Zhisu berbalik "kapan pertemuan nya ?" Zhong Han tersenyum "mungkin esok perwakilan tiba ,kau datang ?" Zhisu menggeleng "tidak ,aku mau pergi melihat kota yg ditutupi array ,jika bisa masuk kesana dan mendapatkan informasi" Zhong Han mencengkram tangan zhisu
"Dengan keadaan seperti ini ? Kau mengirim leher mu untuk di tebas ?" Zhisu menahan tangan Zhong Han "lalu , bagaimana menunggu lawan membeberkan informasi mereka ?" Zhangmen shixiong yg dari tadi diam menepuk bahu zhisu
"Kau boleh pergi ,tapi tidak bisa sendiri pergilah dengan penatua Yue ,dia memiliki kultivasi yg cukup untuk membantu mu dan dia memiliki analisis cukup tinggi jadi akan membantumu" zhisu mengangguk pasrah "terimakasih atas kepercayaan shixiong"
"Kau mau membawa murid mu tidak ? Sesekali melihat hasil latihan mandirinya" zhisu mengangguk "ya aku akan membawanya ,penatua Yue kita pergi besok saja aku masih merindukan rumah bambu dan ingin beristirahat sebelum memulai kembali perjalanan" penatua Yue tersenyum "tentu ,jika ada hal lain aku akan datang berkunjung ke tempatmu" zhisu mengangguk
__ADS_1