Kehidupan Seorang Putri Tunggal

Kehidupan Seorang Putri Tunggal
CHAPTER 10 : NEW YEARS EVE


__ADS_3

CHAPTER 10 : NEW YEARS EVE


JAKARTA


Brag...brag....(suara benda dibanting)


“Cukup Re...mau berapa barang lagi kau hancurkan,hah!” Teriak Ando memberhentikan aksi reo menghancurkan barang diruangannya


“Kau bela terus saja pegawai.bodoh ini”reo tak kalah berteriak


“Karena dia klien kita hampir saja membatalkan proyeknya ndo..kau tau kesalahannya,hah!!jangan kau bela dia..dia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal.”teriak reo lagi lalu dia berjalan mendekat ke anak buah nya dan


Plaakk...(tamparan keras di pipi sang anak buah)


“Cukup reo...” ando berdiri menahan tangan reo yang hendak memukul anak buahnya lagi


“ kau tau pertama dia salah upload progres, kode yang dia upload bukan kode yang terbaru kedua yang paling fatal dia menjual produk lain yang ternyata adalah produk kompetitor kita dan klien kita pernah ditipu sama kompetitor kita itu, lalu aku harus bersabar,hah!” reo pun emosi dan memukul mejanya sampai tangannya terluka...”dan kau cepat pergi dari perusahaan ini...aku memecatmu sekarang juga”


karena takut dengan amarah reo sang anak buah pun langsung terbirit birit lari keluar ruangan


“Reo...kau...aku tak habis pikir denganmu memang dia melakukan kesalahan tapi kau tidak bisa main memecat orang sembarangan seperti itu”protes Ando


“Tak bisa kau bilang..aku termasuk salah satu ceo di perusahaan ini ingat itu ando.” tunjuk reo lalu menghempaskan diri dengan kasar di sofa


“Memang kau salah satu ceo aku pun juga...tapi kita bisa mencari solusi terbaiknya.” Ando masih berusaha menenangkan hati sahabatnya


“tidak bisa dia sudah sering melakukan kesalahan aku sudah curiga padanya beberapa bulan ini”jawab reo dengan sangat ketus


“ Hah,percuma aku berbicara dengan kepala batumu, satu saran aku reo...kegundahan hatimu jangan kau limpahkan ke anak buahmu yang tidak bersalah “ ucap ando lalu dia pergi meninggalkan ruangan reo karena sudah pusing sekali berbicara dengan sahabatnya yang penuh dengan emosi tidak wajar


Reo memijat keningnya karena terlalu pusing...


“aku harus bertemu denganmu mala.”gumam reo



Reo bersandar di dinding sambil menatap nanar pemandangan jalanan dari jendela ruangan kantornya.


“Aku sangat merindukanmu mala....sudah setengah tahun ini kau pergi,tak inginkah kau kembali" gumamnya lagi


MELBOURNE AUSTRALIA


Mala sedang bersiap siap diri karena malam ini dia akan merayakan pergantian tahun bersama teman2nya di federation square melbourne..saat hampir selesai bersiap bel apartemennya berbunyi


Ting...tong....ting...tong...


Mala bergegas berjalan ke arah pintu begitu dia membuka pintu apartemennya mala nampak sangat terkejut dan menganga...


“Don’t you miss me?” sapa sebuah suara


“Diaaannnn oh my goshhhh....ayooo masuk” ajak mala dan langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat.


“Heii..sudah aku bisa kehabisan nafas kalau dipeluk seperti ini.” Kekeh dian


“Ahhh iya iya ayo sini duduk,kok kamu bisa disini, kamu naik apa?kabar mama gimana? Tante liza? Trus ferry gimana? Mereka baik2 ajah khan? Kamu kenapa ga bilang mau kesini?” Mala memberondong pertanyaan ke dian


“Satu2 kalo mau nanya neng, mau dijawab yang mana dulu kalau nanya terus2an seperti itu” dian mencubit hidung mala


“ Awwww sakit tau” mala memegamg hidungnya yang memerah karena dicubit


“Aku sendiri lah kesini, mama moni tante liza dan ibuku sedang ngumpul bareng katanya mereka mau hangout bareng untuk merayakan tahun baru ini,dan adikmu seperti biasa sibuk dengan aktifitasnya sendiri bersama teman dan pacarnya, aku karena pekerjaanku sudah selesai aku meminta cuti dan pergi terbang kesini karena kangen sama sahabatku yang nakal ini.” Jawab dian dan menyentil hidung mala


“Aku juga kangen banget sama kamu” mala memeluk dian lagi...


“Aku haus nih ambilkan minum dong” pinta dian


“Sebentar tuan putri...hehehe...”mala berjalan ke arah kulkas dan mengambil teh botol dan memberikannya pada dian


“Masih punya ajah kamu stock teh ini” dian meminum teh yang diberikan mala


“Kemaren baru aja di isi ulang sama asisten steve.” Jawab mala fan lembali duduk di sebelah dian


“Asisten steve?” tanya dian


“Iya dia tuh orang yang disuruh tante liza menjaga,membantu dan menolongku banget deh disini aku seperti punya ferry kedua disini sama protectivenya kaya ferry,hihihi...”mala menjelaskan sambil terkekeh


“ Oh baguslah kalo begitu,kamu jadi ga macem2” ucap dian


“ eh di,kamu ikut yuk kita malam tahun baruan bareng sebemtar lagi kita berangkat 1 jam an lagi deh, yukss”ajak mala


“ Malas ah mal, aku disini ajah yah istirahat.”jawab dian


“Hiii...ngapain kamu jauh2 kesini tapi ga menikmati pemandangan kota melbourne,apalagi malam tahun baru ini pasti sangat indah,ayolaahh di yukkk”ajak mala sambil merengek

__ADS_1


“Ok ok baiklah aku ikut tapi aku mandi dan bersiap dulu yah..badanku lengket banget ga enak ok” akhirnya dian menyetujui ajakan mala.


Dian lalu bergegas ke kamar menaro koper dan tasnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan hangatnya pancuran air shower setelahnya dian mengeringkan badan dan memakai mini dress yang cantik berdandan dengan tipis dan menyisir rambutnya.


Saat dian bersiap mala menunggu dengan menyalakan rokoknya tak lama kemudian asisten steve datang dan mereka mengobrol bersama sambil menunggu dian siap.


“Kita berdua ajah mal?” tanya dian keluar kamar sambil merapikan rambutnya


“Engga nih udah ada asisten steve, nanti kita bersama asisten steve dan disana nanti ketemu sama teman2ku” jawab mala sambil menunjuk ke asisten steve. Dian terbengong karena melihat asisten steve yang dimaksud mala, dan steve terlihat kaget juga saat melihat dian namun mala kurang memperhatikan


“Steve” ucap dian


“Dian” ucap steve


“Loh kalian sudah saling ?”tanya mala bingung


“Iya..tidak” jawab steve dan dian berbarengan


“wuah kompak,yasudah nanti dilanjutkan sekarang kita berangkat ajah yuks,kata temanku kalau semakin malam semakin ramai nanti.”ajak mala.


Mereka bertiga berangkat , steve menyetir dan dian duduk di sebelahnya karena paksaan mala,mereka melakukan perjalanan kurang lebih 30menit dan akhirnya mereka sampai di federation square, mala terlihat antusias karena suasana yang ramai hiasan2 dijalan yang indah.


“Eh aku ke tempat temenku dulu yah...Kalian tunggu disini ajah sebentar, sekalian nostalgia ok 😉”lalu mala langsung berbalik pergi menghampiri teman2nya yang sudah menunggu di cafe.


“Mala tunggu..kita bareng aja” teriak dian namun percuma mala sudah berlari menjauh


“Hish anak ini, selalu saja kabur2an”protes dian


“Sudah tidak apa2 kita tunggu di kursi situ yuk” ajak steve


“Tidak apa2 bagaimana,disini itu ramai, kalau sampai mala kenapa kenapa gimana,kalau sampai hilang gimana” dian nampak cemas dan masih merperhatikan mala dari jauh yang berjalan menuju cafe


“Tidak apa2 dian aku sudah mengenal teman2 mala, mereka semua baik kok walaupun ada yang dandanannya terlihat aneh tapi mereka baik semua,aku sudah mengeceknya, tenang ajah yah” steve mengelus rambut dian


“ bagaimana bisa tenang dia itu sahabatku,adikku bahkan keluargaku dan segala galanya bagiku,tidak mungkin aku tenang kalau berpisah di tempat ramai seperti ini” protes dian


“Tidak hanya kita ada banyak anak buah om adhi tersebar disini kamu tidak perlu khawatir.” Steve mencoba menenangkan dian


“ mmm tapi steve...” dian masih terlihat cemas karena mala sudah hilang dari pandangannya


“ kamu engga berubah yah,perhatian kamu ke orang yang kamu sayang selalu Luar biasa, itulah yang membuatku selalu menyukaimu” steve menyeringai


“Ya..ya...ya...menyukaiku ..sayang padaku...tapi sehabis itu menghilang selama bertahun tahun” dan dian pun merengut


“Dian...maafkan aku yah, aku tidak bisa menolak permintaan om ku, aku mencoba menghubungimu, tapi kamu tak pernah mengangkat telponku”steve memegang tangan dian dengan erat lalu menciumnya


steve pun mengangguk, steve tahu dian adalah wanita yang paling baik, pengertian dan mempunyai kesabaran extra ordinary dan sifat yang selalu.memaafkan sebesar apapun kesalahan orang tersebut.


“Terima kasih dian kamu memang wanita pengertian, aku selalu menyukaimu”steven tersenyum dengan sangat manisnya


“Ya Tuhan..senyumnya itu yang selalu kurindukan”batin dian


setelah kurang lebih 30 menit Mala pun menghampiri dian dan steve


“Hai..sudah nostalgianya, yuk gabung dengan teman2ku di cafe sana...”ajak mala, mala sengaja meninggalkan dian dan steve untuk memberikan mereka waktu melepas kerinduan masing2, walaupu mala masih tanda tanya kok bisa steve dan dian saling mengenal.


Mala mengajak dian dan steve ke cafe transport public bar, mala memperkenalkan dian dengan teman2nya .


“Hai guys...this is my bestfriend my soulmate my everything dian.. and dii..this is samantha, melanie, george tari and matthew” mereka pun saling bersalaman satu sama lain.


“wow..mala ini yang bernama dian..beautiful” george mengerlingkan matanya dan membuat steve sedikit merengut melihat tingkah george


“Hei..hei don juan..awas kamu kalau macam2 yah”tegor mala ke george, george memang pintar menggoda wanita...dan playboy kelas ulung.


“ Take it easy mala...aku hanya mengaguminya..kau ini..” george menyeringai


“Nice to meet you all guys...” sapa dian ke semua teman2 mala.


Mereka pun berbincang bersama diselingi dengan lelucon diceritakan matthew yang memang humoris dan mempunyai segudang lelucon tertawa bersama , menyindir satu sama lain ,memakan makanan yang lezat dan memesan minuman favorit masing2 nampak keakraban satu sama lain...


Akhirnya countdown pergantian tahun pun dimula...


“Ayo kita hitung 10..9..8..7..6..5..4..3..2..1, yeay happy new year 2020 guys...” seru mereka


“Cheeerrsss.....ting” mereka bertoss dengan minuman masing2


“ Wouww the firework it started (kembang api) , what a lovely colour” mala bersorak girang dan yang lain pum sibuk mengabadikan kembang api yang indah di langit kota melbourne..



“Happy new year..and im really happy you are here, cup..” steve mencium pipi dian,yang membuat dian tersipu malu


“Ahh..happy new year steve” jawab dian kaget karena kecupan steve..

__ADS_1


Mereka melanjutkan ngobrol dan minum setelah pertunjukan kembang api selesai sampai waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi.


“Mala stop...kamu sudah terlalu banyak meminumnya.” Dian mengambil gelas ditangan mala.


“ diannn this is new years eve..come on...” rengek mala


“No...mala udah...”cegah dian


“Ayo kita pulang mala..sudah hampir pagi...”ajak steve karena melihat mala yang sudah tipsy(setengah sadar)


“ ok,tapi satu gelas lagi yah asisten steve”jawab mala dengan manja


“Ok,habiskan ini saja lalu kita pulang” jawab steve memberikan setengah minuman mala dan memegang tangan dian “ tidak apa2 dian, aku akan membantu membawa mala nanti” steve mencoba menenangkan dian yang sudah memperlihatkan raut kekhawatiran di mukanya melihat mala yang sudah susah mengangkat kepalanya sendiri.


Dian dan steve pun memapah mala kembali ke mobil setelah berpamitan dengan teman2 mala. Mobil pun langsung melaju menuju apartemen mala.


Keesokkan harinya


Mala mengerjapkan matanya..merasa sedikit pusing karena ulahnya sendiri meminum minuman berakohol i


terlalu banyak. Mala melangkah perlahan menuju kamar mandi dia membersihkan dirinya dengan pancuran air hangat dari shower setelah kurang lebih 30 menit mala sudah kembali segar dan berjalan keluar kamarnya mencari keberadaan dian.


“Pagi dii...”sapa mala yang tenyata menemukan dian di bangku balkon apartemennya sedang menikmati secangkir kopi


“Siang tuan putri..sudah jam 11 siang tau...”protes dian


“Hemmm bikin kopi sendirian ajah mau dong” mala langsung menyambar gelas kopi di tangan dian lalu meminumnya.


“Malaa...kamu deh kebiasaan kalo lagi segitu itu lagi enak2nya tau”kesal dian


“Udah ah protes muluk, eh kamu utang sama aku yah..cepat bayar sekarang aku mau tau sekarang juga secara detail tanpa ada yang dipotong.”


“Utang apaan baru juga aku nyampe sini kemaren tiba2 udah utang ajah.”tanya doan dengan bingung


“Ada apa kamu sama asisten steve..?”tanya mala dengan cepat lalu membakar rokoknya


“Oh itu..itu cerita lama basi ah” jawab singkat dian


“Diaaannnn...cepat ceritakan ga??” teriak mala ga sabaran


“Huuhhh...kamu tuh selalu ajah,kepo an,hihihi...”kekeh dian


“Jadi inget ga waktu 3 tahun lalu aku pernah nangis2 selama seminggu trus aku bilang aku deket sama cowo yang punya senyum sangat indah dan menghangatkan..lalu tiba2 cowo itu pergi menghilang.” dian menjelaskan ceritanya


“Oohhh yang ferry sampai sibuk bolak balik nanya ke tante liza dan om adhi itu sampai anak buah papa anto ikut turun tangan?” tanya mala lagi


“Hemmmss...(dian mengangguk) dia itu steven geraldi anak dari sepupu jauh om adhi.” Jelas dian lagi


“Ooo pantesan aku tuh pernah nanya sama asisten steve kenapa manggil tante liza dengan sebutan tante, trus kata asisten steve pernah dekat sama cewe tapi terpaksa meninggalkan cewe itu karena harus menyelesaikan pendidikan s2 nya atas perintah om adhi.” Mala mulai mengerti


“Iya dia itu anak emasnya om adhi dan penerus perusahaan om adhi yang di australia sini karena tau sendiri khan tante liza dan om adhi tidak bisa punya anak”ucap dian


“Ooo gitu ceritanya...tapi kok tante liza malah nyuruh dia jadi ngebantu aku yah, bukan kah dia salah satu orang terpenting di perusahaan” mala masih bingung dengan perihal si asisten steve ini.


“Steve itu anak kesayangan om adhi yang sangat cekatan dan dipercaya mal, sama tante liza dan om adhi, menurutku wajar steve yang membantu kamu selama disini karena tau sifat kamu yang manja dan susah diatur ini, dan juga mama moni sudah berpesan sama tante liza kamu boleh menjalankan program pendidikan disini asalkan ada orang yang bisa melindungi kamu makanya steve yang dipilih lagipula sifatnya steve hampir mirip sama ferry selalu melindungi, itu yang bikin tante liza mengutus steve yang membantu kamu ” ucap dian


“ooo...heh tapi siapa yang manja...”protes mala...


“Ia deh ga manja Cuma sediki kolokan hihihi...”ledek dian


“Aahhhh udah ahh kita cari makan yuk, kita ke rooftop bar disana tempatnya enak banget makanannya juga enak2 buat brunch(breakfastlunch alias makan pagi sekaligus makan siang).”ajak mala


“Ok,tapi ingat semalam habis minum banyak ga boleh diulangi yah”duan menunjuk hidung mala


“Siap nyonya”mala menghormat kepada dian


“Eh kamu ga mau tau kabarnya tuan andreo mal?” goda dian ke mala yang langsung membuat mala merengut


“Diaaannn udah ah..kamu tuh jangan merusak suasana di tahun baru ini yah”kesal mala


“Aku hanya bertanya,jangan sensi ah”lalu dia.meninggalkan mala dan masuk ke kamar


“Reo...tuan andreo..hah..kenapa akhir2 ini aku jadi memikirkanmu” batin mala



Dian dan mala bersiap lalu pergi keluar apartemen sampai di depan apartemen ternyata sudah ada steve berdiri di depan.


“Wuah kebetulan ada asisten steve kita ga perlu naik trem jadinya di..”mala berbinar sewaktu melihat steve


“Kalian mau kemana nih sudah cantik2..?”tanya steve menghampiri dian dan mala


“Kita mau brunch di rooftop bar, kamu mau anterin kita khan asisten steve?” tanya mala lalu menggandeng dian dan steve di tangam kiri kanannya dan berjalan menuju mobil

__ADS_1


Dan mobil pun melaju menuju menuju rooftoop bar...mereka melakukan perjalanan selama kurang lebih 30menit..



__ADS_2