
Pagi Hari Mala sudah berdandan dengan sangat cantik, mala menyapa mamanya yang sedang membuatkan roti panggang untuk sarapan..
“Pagi ma…” sapanya
“Pagi sayang, loh kamu sudah rapi mau kemana sayang ?” Tanya bu Moni
“Mala mau pergi dulu sebentar yah ma..ada perlu sedikit.”sambil menyambar roti panggang dan langsung melahap dan meminum teh hangat nya
“Mau kemana sayang ?? mau mama temani ?” Tanya Bu Moni
“Engga usah ma, gpp ko, Mala bisa pergi sendirian, mama tenang ajah kali ini Mala tidak akan berbuat macam2 dan tidak akan mengecewakan mama, mala
janji” Ucapnya cepat karena melihat wajah ke khawatiran sang mama.
“Ok kalau begitu, tapi ponselnya harus selalu aktif yah.” Bu Moni mengingatkan sambil menunjuk ke arah muka Mala.
Mala pun berpamitan dan mencium pipi mamanya…
Selepas mala pergi bu Moni menelpon seseorang…
“Jaga anakku, jangan sampai kau lengah, tetap jaga jarak dan jangan sampai ketahuan kalau kau mengawasinya,mengerti !!” perintahnya
“Baik bu, saya mengerti” ucap salah satu anak buah Pak Anto.
Mala mengendarai bohay ke sebuah toko bunga, lalu dia melanjutkan
perjalanan ke sebuah pemakaman Mala membawa seikat bunga mawar dan meletakkan
di pusara mendiang papanya, bunga mawar adalah bunga favorit papanya.
Batu nisan bertuliskan Isgandianto Noche, mala terduduk lemas di sebelah batu nisan, air matanya sudah mengalir..
“Papa…Mala datang,,,papa mala kangen banget sama papa..seandainya papa masih disisi Mala..mala ingin sekali memeluk papa…Papa maafin Mala yah, papa mau khan maafin Mala..Mala sayang banget sama papa, Mala tidak pernah membenci papa…papa itu
segalanya buat Mala” air mata Mala pun mengalir dengan derasnya.. dia mencurahkan segala isi hati disana..bahkan cerita menyebalkan tentang PT.Advtech, tentang Reo, dan anak buah pak Robert yang lain pun dia ceritakan…hampir 1 jam lamanya Mala berada di pemakaman tersebut, setelah itu Mala berpamitan Mala tak lupa memberikan sejumlah uang ke pengurus makam papanya.
Mala kembali melajukan bohay menuju coffeeshop langganannya, sesampainya disana…
“Mba Lisa..apakabarnya? aku mau 1 es kopi susu seperti biasa sama 1 brownies panggangnya yah.” Pesan Mala
“Eh mba Mala, tumben sendirian nih, sebentar yah mba pesanannya dibuatkan di meja seperti biasa yah mba..” Jawab si barista itu. Mala menganggukan kepalanya
Saat pesanan diantar Mala tersenyum melihat tulisan di gelas kopinya
“Always cheer up yah mba Mala.. xoxo Lisa”
Mala menikmati kesendiriannya dan mendengarkan lagu menggunakan earphonenya
“Lagu Desree-Life”
Reo, Ando dan jimmy memasuki coffeshop…saat melihat ke sekeliling Reo pun terpaku melihat sosok yang ia rindukan dan ia cari beberapa minggu
ini…”Mala..”ucapnya Lirih, Ando pun menengok dan memegang tangan Reo “Ingat jaga emosimu..”ucapnya mengigatkan, Reo pun menghempaskan tangan Ando
“Haii..” Reo menyapa Mala dengan melambaikan tangannya karena melihat Mala menggunakan earphone
“Kau…”Mala kaget langsung membelalakkan matanya melihat laki2 yang sangat tidak ingin dijumpai disaat dia sedang menikmati waktunya.
“Boleh saya duduk..?” Tanya Reo, Mala tidak menjawab hanya melihat tajam ke arah Reo..
“Kamu apa kabarnya ? sudah lama yah kita tidak bertemu..”Reo mencoba membuka percakapan dengan Mala
“Tidak usah Basa basi, mau apa kau mengganggu saya.” Jawab mala dengan amat sangat ketus
“Saya hanya ingin menyapa dan bertanya kabarmu saja.” Ucap Reo tersenyum
Mala langsung berdiri dan merapikan barangnya masuk ke dalam tas “Maaf saya permisi” lalu langsung pergi keluar coffeshop tersebut, membuat Reo terdiam tanpa bisa melakukan apapun. Reo ingin menahan langkah Mala tetapi dia urungkan karena masih takut akan melukai gadis itu lagi.
“Hei Re..kau apakan gadis itu kenapa tau tau dia langsung pergi, mungkin kau terlalu menakutkan buatnya seperti hantu di siang bolong, hahahaha” Ando menepuk bahu Reo yang masih terdiam itu.
“Eh… tidak, aku hanya menyapanya, lalu dia langsung pergi.” Jawab Reo
“Sudah ku bilang Reo, lembut lah sedikit terhadap wanita jangan membuatnya takut.” Jimmy pun di depan Reo.
“Aku berbicara baik dengannya tadi, hiss..tau apa kau tentang wanita ,Hah!” seru Reo yang membuat Ando dan Jimmy tergelak.
Keesokkan harinya Reo masih tampak uring uringan di kantor… Proyek desain interior PT.advtech memang sudah memasuki tahap konstruksi dan instalasi biasanya desainer akan selalu mendampingi proses pengerjaan secara langsung agar sesuai dengan seluruh rancangan desain yang sudah ada. Dikarenakan Bu Liza mengkhawatirkan kondisi Mala, maka proses pendampingan di serahkan ke pak
Wishnu dan Shanty asisten bu Liza. Saat mengetahui bukan Mala yang datang Reo pun langsung kecewa.
“Ada apa denganmu Mala, kenapa bukan kamu yang datang ?” Tanya Reo dalam hati dan pikiran2 lain
berkecamuk di otaknya.
“Woy Re..pagi pagi udah kusut aja.” Tegor Jimmy menyadarkan lamunan Reo
“Siapa yang kusut, aku hanya sedang memikirkan kode program yang sedang kubuat.” Jawab Reo ketus
“Hah, yang macam ini mana ada wanita mau kau dekati, kau selalu saja ketus setiap ditanya.” Ejek Jimmy sambil menyenggol tangan Reo.
“Mau kupukul kau !!” seru Reo sambil menarik leher kemeja Jimmy
“Weitss santai bro, aku khan hanya bercanda kenapa emosi mu akhir akhir ini cepat sekali naik, macam Wanita sedang PMS aja kau.” Jimmy pun melepaskan
tangan Reo dari kerah kemejanya
“Aaaaarrgghhh Kau !” teriak Reo dan dia pun langsung mematikan rokoknya dengan kasar dan beranjak pergi meninggalkan Jimmy.
__ADS_1
Jimmy pun bingung melihat tingkah Reo :nampaknya batu itu sudah mulai berlubang” tersenyum dan geleng2 kepala.
Reo pun pergi mengendarai motornya menuju LEZZY design.
“Selamat pagi mba, apa mba Mala nya ada?” tanta Reo ke resepsionis
“oohh pak Reo yah..maaf pak mba malanya masih cuti sampai hari ini.” Ucap resepsionis
“Apa saya bisa meminta nomer telpon mba mbala mba?” Tanya Reo lagi dengan berharap sang resepsionis mau memberikan.
Sebelum si resepsionis menjawab pertanyaan Reo
“Untuk apa kamu mencari Mala lagi, belum cukup puas kamu membentaknya !” seru Dian. Dian langsung naik darah begitu masuk lobi kantornya dan melihat Reo ada di depan meja repsionis.
Reo pun menoleh kearah sumber suara tersebut.
“ Mmmm…mba Dian yah ? Mala nya kemana yah mba ? apa saya bisa bertemu dengan Mala ?” Tanya Reo dengan muka memelas.
Dian pun tertegun dengan penampilan Reo yang berantakan rambut acak2an muka kusut, “hmm.. ada apa dengan si handsome Reo?” bertanya dalam hati
Tetapi dia mengingat kondisi Mala akhir akhir ini
“Maaf Bapak Reo saya tidak tahu keberadaan Mala, lebih baik anda pergi dari sini!!” ucap Dian dengan ketus.
“Saya mohon mba Dian, saya hanya ingin meminta maaf sama Mala.” Reo memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.
“Maaf pak Reo saya tidak tahu, dan tidak bisa bantu.: ucap Dian lali dia beranjak pergi
“mba Dian…mba Dian..”panggil Reo berulang ulang…tetapi Dian menghiraukan panggilan Reo dan terus berjalan menaiki tangga menuju ruangannya.
“Mba saya nitip kartu nama saya, nanti tolong berikan ke Mala yah.” Karena dihiraukan Dian, Reo pun hanya bisa menitipkan kartu nama ke
resepsionis. Resepsionis pun menerima dengan tersenyum.
Reo langsung pergi meninggalkan kantor tersebut dan kembali memacu motornya menuju area pantai
“Aaaarrggghhhhhh….”teriak Reo sambil menngacak ngacak rambutnya.
-------
Selama beberapa hari ke depan Reo pun selalu menunggu Mala di taman sebelah kantor LEZZY design, Reo berharap bisa bertemu dengan Mala. Dan
akhirnya Reo pun melihat mala berjalan menuju taman.
“Mala…” panggil Reo lirih
Mala pun kaget melihat Reo di hari pertama dia masuk kerja
“Kau…mau apa kau disini ? bukan kah sudah ada perwakilan dari Lezzy design di kantomu.” Serunya
“Bertemu denganku?” Tanya Mala dengan penuh selidik
“Iya Mala, aku hanya ingin meminta maaf dengan mu atas perkataaan
terakhirku terhadapmu.”ucapnya menjelaskan.
“Tidak perlu !” seru Mala dan berbalik badan hendak pergi, namun tangan Mala di pegang oleh Reo
“Mala tunggu, aku hanya ingin meminta maaf.. maukah kau memaafkanku?” Tanya Reo…memohon
Mala kaget mendengar ucapan Reo..dia merasa pernah mengatakan kata kata
itu, Mala menghempaskan tangan Reo lalu lari dengan mata berkaca kaca menuju
kantornya. Membuat Reo terdiam.
“Apa perkataanku ada
yang salah ? kenapa reaksinya seperti itu…? ” Reo hanya bisa bertanya2 sendiri karena melihat reaksi Mala.
Mala berpapasan dengan Ferry di depan lobby kantor, Fery melihat Mala dengan wajah yang hendak menangis, ferry memegang pundak Mala
“Mba Mala kenapa?” Tanya Ferry
“Mba tidak apa2 fer, yaudah mba masuk dulu yah.”Mala langsung berjalan masuk dan menaiki tangga kantor.
Setelah melihat Mala masuk Ferry melihat sekeliling dan melihat Reo sedang berdiri mematung di taman, tanpa pikir panjang Ferry langsung menghampiri Reo
Bug..Bug…
Ferry langsung meninju muka dan perut Reo yang langsung membuat Reo jatuh tersungkur
“Siapa kau kenapa kau memukulku,hah”bentak Reo,dia melihat muka ferry yang memerah karena emosinya…lalu Reo mengingat,ooo bukankah dia laki2 yang berada di kedai mie itu, bukankah dia
yang diaku Mala sebagai pacarnya pikir Reo
“Ini peringatan untukmu karena sudah menyakiti mba malaku!” seru Ferry dengan penuh emosi
“Mba malamu?” Tanya Reo bingung dan berusaha bangun.
“Mba mala sudah seperti kakakku sendiri, jangan pernah berharap lolos dariku kalau kau menyakitinya, aku tak akan segan segan menghabisimu.” Ancam
ferry lalu pergi meninggalkan Reo.
“Kakak ?” Reo hanya menatap ferry dengan bingung, dia mengambil ponselnya
“Cari tahu tentang Mala selengkapnya, dan minta Ando menjemputku di Taman sebelah LEZZY design.”ujarnya
__ADS_1
Saat menjemput Reo Ando hanya bisa menghela nafas dan mengelengkan
kepalanya, melihat kondisi sahabatnya itu Ando membawa Reo menuju klinik
terdekat untuk mengobati lukanya. Setelahnya Ando dan Reo menuju Coffeeshop
“Minumlah ini Re..”Ando menyodorkan es kopi ke hadapan Reo
“Thanks” jawab Reo
“Akhir akkhir ini kau Nampak kacau sekali,dandannanmu yang berantakan,
pekerjaanmu yang kau lalaikan ,ponselmu yang sulit sekali dihubungi, dan hari ini lihatlah..” Ando menunjuk dandannan Reo dari atas ke bawah.
Reo tidak menjawab satu pun pertanyaan Ando..Reo hanya meminum es kopinya dan menyalakan rokoknya.
Drrtt..drrtt,,, ponsel Reo berbunyi
“Halloo” jawab Reo
“Boss dimana? Saya hanya dapat sedikit informasi tentang wanita bernama Mala.”ucap Rai asissten Reo
“coffeshop biasa cepat kau kesini.” Jawab Reo lalu langsung mematikan ponselnya
Selang 30 menit kemudian Rai sang asisten datang
“Cepat katakana” ucap Reo setelah melihat kedatangan Rai
“Maaf boss info yang saya dapatkan hanya nona Mala merupakan anak
dari Tuan Isgandianto Noche dan ibu Moni
Sriwedari Noche, Tuan Anto sudah meninggal 4 tahun yang lalu.” Jawab Rai sang asisten
“Hanya itu?” Tanya Reo dengan agak meninggikan suaranya
“Maaf boss informasi lain saya tidak bisa dapatkan, sepertinya ada kekuatan disana yang menutupi informasi mengenai latar belakang keluarga nona
Mala Angel Noche.”ucap Rai
“kau boleh pergi” ucap Reo
“Baik boss permisi, mari tuan ando.” Asisten pun langsung beranjak pergi
“hmmm..”jawab Reo dan Ando mengaggukan kepalanya
Setelah Rei meninggalkan mereka berdua ando pun memulai pembicaraan
“Kau tau keluarga Noche, Re?” Tanya Ando penuh selidik
“Mana kutahu, tapi sepertinya aku sangat familiar dengan nama Noche.” Jawab Reo sambil mengernyitkan dahinya mengingat ngingat.
“Kau tidak akan pernah bisa mencari tahu latar belakang Mala, Tuan anto papanya Mala dulu adalah seorang detektif swasta yang kemampuan dan kinerjanya sangat mumpuni, tidak ada satu orang pun yang mampu mengkorek korek informasi
pribadi tentang keluarganya dan Tuan anto mempunyai wilayah kekuasaan di hampir
seluruh pulau Indonesia bahkan sampai di berbagai negara lainnya.” Ando mencoba
menjelaskan
“hems… semacam preman atau mafia maksudmu?” Tanya Reo
“Entahlah mungkin…”ando menjawab sambil
menaikkan bahunya
“Hei…darimana kau bisa tahu se detail itu, bahkan asisten terhebatku susah mendapatkannya…?” Tanya Reo sambil melirikan matanya ke Ando
“Abangnya Tuan Anto adalah sahabat papaku, aku juga baru mengetahuinya 2 hari yang lalu, setelah papaku mengetahui desain kantor kita Mala anak dari
tuan Anto yang membuatnya. Mereka mempunyai berbagai koneksi yang bisa menutup
rapat informaasi mengenai keluarganya.” Jelas Ando
“Kenapa kau tidak memberitahuku, hah!” hardik Reo
“Bagaimana aku memberitahumu..ponselmu saja susah kuhubungi, bahkan klienmu pun tidak bisa menghubungi dan aku kau buat pusing dengan tingkah dan sikapmu akhir2 ini.” Jawab Ando
Haaahhhhh… Reo hanya bisa menghela nafas…
“Mala kenapa kau membuatku
frustasi memikirkanmu, hanya kau yang membuatku seperti ini.” Batin Reo dalam
hati
.
.
.
.
masih bersambung ikuti terus yah kisahnya...
semoga suka..minta dukunagnnya yah..dibuka kritik saran,vote dan likenya🤗🤗😉😉
__ADS_1