
Akhir akhir ini kantor LEZZY design selalu ramai dan sibuk,dikarenakantim dari PT.Advtech seperti pindah kantor disana, hal ini lah yang membuat Mala uring2an setiap hari.
Saat itu diruang rapat
“BISA BEKERJA TIDAK SIH ANDA ? MASA SAYA HARUS MENYAMPAIKAN BERULANG
ULANG MENGENAI KONSEP INI!!!” teriak Reo dengan penuh emosi setelah melihat
hasil revisi,entah sudah berapa kali konsepnya di revisi.
“SEPERTI INI SAJA TIDAK MENGERTI, SAYA HARUS MENJELASKAN BERAPA PULUH
KALI LAGI, HAH!!!” Bentak Reo lagi
“SAYA JADI MERAGUKAN KOMPENTENSI ANDA DALAM MENDESAIN!!”serunya lagi
Mala pun langsung menunduk dan berkaca kaca tetapi dia menguatkan hatinya agar air matanya tidak turun di dalam ruang rapat tersebut, melihat kondisi Mala Reo pun langsung terdiam “apa aku terlalu keraas berbicaranya”pikir Reo dalam otaknya
Mala membuka suaranya setelah dia mencoba menguatkan hatinya
“Maaf Pak Andreo yang terhomat, kami sudah mengikuti konsep dan kemauan dari pihak bapak, tetapi jika setiap waktu berubah ubah, maka pekerjaan ini akan sia sia saja, Dan jika perkerjaan kami tidak sesuai menurut pihak bapak, maka silahkan bapak mencari jasa desainer di perusahaan lain.” Tegas Mala dengan penuh penekanan.
Lalu Mala bangun berdiri dan dengan segera meninggalkan ruang rapat tersebut,ia berlari menuju toilet, melihat kepergian Mala, Dian pun dengan segera mengikutinya.
Dian sangat paham kalau sahabatnya ini sakit hati dengan perkataan Reo, karena Dian selalu menemani Mala dalam mendesain konsep untuk PT.Advtech ini,
Baru kali ini ada perusahaan yang begitu ajaibnya, karena sebenarnya desain yang dibuat mala sudah sangat luar biasa bahkan mala bisa mencampurkan unsur modern dan klasik tanpa mengurangi keasrian sebuah pedesaan.
Sudah hampir 2 bulan mala membuat konsep tanpa pernah disetujui oleh
pihak PT Advtech, mala mengerjakan konsep desain ini setiap harinya sampai hampir
jam 3 pagi, dan besok pagi nya sekitar jam 9, mala harus sudah stand by di
kantor untuk membahasnya dengan PT.Advtech.
Kembali ke ruang Rapat
“Maaf Pak Reo,saya hanya ingin meluruskan permintaan dari pihak Bapak,
apa desain konsep yang mba Mala buat tidak sesuai, apa kami melenceng dari
konsep yang bapak inginkan?” Tanya Pak Wishnu selaku project manager.
Reo pun tidak menjawab dia hanya menghela nafasnya… otaknya sedang
berpikir mengenai bentakannya terhadap mala tadi. Melihat gelagatnya reo
akhirnya ando berbicara karena merasa temannya itu sungguh sangat keterlaluan
“Begini Pak Wishnu,desain dari pihak bapak terutama Mba Mala sudah sangat sesuai dengan konsep yang kami berikan bahkan lebih,untuk itu saya
meminta maaf atas perlakuan rekan saya terhadap mba mala.” Ucap ando
“Apa ada yang perlu kami revisi atau tambahkan lagi pak?” Tanya Pak Wishnu
“Ah tidak perlu pak,saya rasa sudah cukup,kita bisa masuk tahap selanjutnya.”jawab ando
Diskusi pun di akhiri Ando dan tim pun menyalami tim dari LEZZY design.
--------------------
Di suatu coffeshop
“Re…kali ini kau sungguh kelewatan, bahkan kau membuat gadis itu menangis dan meragukan kemampuannya.” Ando pun menegor Reo
Sambil menyalakan rokoknya “ aAhh entahlah aku nampaknya sudah gila dengan gadis itu” ucap reo
“Sudah mulai jatuh cinta kau ? lalu Dina mau kau kemanakan?” Tanya Ando
Ada penyesalan di hati Reo karena bentakannya dia terhadap mala tadi. “AAaaaarrrggghhh.”
Teriak reo sambil mengusap kasar mukanya.
“minumlah dulu kopi ini untuk mengendurkan urat2 syaraf di otakmu itu.”jimmy
__ADS_1
memberikan kopi ke reo
“Sebenarnya ada apa dengan mu Re ?” Tanya Ando
“Aku juga bingung dengan diriku sendiri, rasanya setiap hari aku ingin
bertemu dengannya melihat dia bekerja mendesain membuat hati ku ini tenang.”Ucap Reo
“Cih…sudah kubilang kau mulai jatuh cinta dengan gadis itu, kita semua tahu desain yang mala buat sungguh luar biasa tidak pernah ada satu kantor IT
pun yang pernah berpikir untuk membuat kantornya seperti itu.” Ando pun mulai gemas dengan tingkah laku sahabatnya itu.
Reo pun hanya menyandarkan badannya di sofa memeramkan matanya dan mulai
memijat sendiri keningnya…
Di toilet Kantor LEZZY Design
“Salah apa aku ini, sampai2 aku mendapatkan perlakuan seperti itu,
hikss,,hikss,,huaaaaaa….” ucap mala lalu dia menangis dengan hebatnya..
Dian langsung memeluk sahabatnya itu “Kamu ga salah mal, kamu tidak
pantas di bentak…memang mereka saja yang sudah keterlaluan.” Dian mencoba menenangkan Mala…
“Mereka memang klien terbesar kita, tapi aku akan membuat perhitungan karena sudah membuat mu seperti ini.” Dian menambahkan kata2nya dan mengepalkan
tangannya mengingat kejadian tadi. Mala tidak bisa menjawab dia hanya bisa
menangis.hiksss..hiksss…tersedu sedu
Setelah sedikit tenang dian mengajak mala ke taman samping kantornya,
dian memberikan teh botol ke mala
“Thanks” jawab mala singkat meminumnya dalam keadaan masih menunduk
“Ayolah mal, mana mala yang ku kenal penuh semangat selalu ceria dan
Setelah mendengar ada bentakan di ruang rapat Bu Liza panik dan langsung
bergegas mencari keberadaan Mala dan Dian, setelah melihat mereka di taman bu Liza pun menghampiri.
“Tante tau kekecewaan dan kesedihan kamu, maafkan tante yah karena
membuat mu mengingat kejadian buruk itu,
maafkan tante yang tidak bisa menjagamu.” bu Liza langsung duduk di sebelah Mala memeluknya dari samping dan mencium kepala Mala.
Flashback on :
(kejadian sewaktu mala berusia 18 tahun)
Mala ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di kamar kos temannya yang
berlokasi dekat dengan kampusnya, karena nasib baik dan kesigappan Ferry mencari dan membawa mala
ke rs. Nyawa mala pun bisa terselamatkan. Mala dirawat hampir 2 bulan lamanya
Setelah 1 minggu mala keluar dari RS di kediaman keluarga NOCHE
“PAPA tidak pernah mengajarkanmu untuk menjadi pecandu Mala, papa kecewa denganmu !!” Bentak Pak Anto dengan muka kesal mata memerah menahan amarah
terhadap putri semata wayangnya itu.
Mala hanya bisa menunduk dan menangis mendengar bentakan sang papa,
karena selama ini papanya jarang bahkan hampir tidak pernah marah ataupun
membentaknya.
“Tidak cukupkah kasih sayang papa dan mama terhadapmu , sampai kau harus
mendapatkan dari obat2an itu,hah!!” bentaknya lagi, bu moni hanya bisa mengelus
__ADS_1
punggung suaminya seraya berkata”sabar pa, tahan emosimu.”
“Tapi pa…papa dan mama memang terlalu sibuk dengan pekerjaan kalian
tanpa memperdulikan mala, mala seperti anak yang tidak diinginkan dirumah ini.”
Ucap mala dengan penuh keberanian
PLAKKK…tangan pak Anto pun melayang ke pipi mala.
“Jaga bicaramu Mala !” seru pak Anto
“Papa jahat..papa udah ga sayang Mala lagi, Mala benci papa!!” teriak mala lalu lari ke kamar sambil memegang pipinya yang panas sehabis di tampar.
Tak lama berselang terdengar suara ribut2 di lantai bawah rumah mala
“PAPA” teriak bu Moni memanggil nama suaminya
Karena rasa penasaran mala pun keluar kamar dan mencari tahu ada apa sebenarnya
di lantai bawah itu.
DEG…DEG…DEG….
Mala pun kaget,kakinya langsung berasa lemas dan akhirnya mala jatuh tersungkur,
melihat papanya tergeletak di lantai, mama terlihat sibuk menelpon rs dan sahabat2nya sampai akhirnya ambulance pun tiba dan dengan segera
memberikan pertolongan dan membawa Pak Anto ke rs. Mala pun terdiam dan menyesal
dengan perkataan terakhir ke papanya kalimat “aku benci papa” selalu tergiang ngiang di otaknya.
“Maaaffin mala pa, maafin mala..”mala terus mengulang kata2nya, mala dibantu berdiri dan duduk di sofa oleh mbo nem dan diberikan segelas air minum, mala terus mengulang lagi kata2nya “Maafin mala pa”
Hanya bu Moni yang menemani suaminya di ambulance menuju RS, setelah diperiksa ternyata Pak Anto mengalami pecah pembuluh darah di jembatan otaknya hal tersebut yang membuat pak Anto jatuh tak sadarkan diri.
Sudah hampir 2 minggu Pak Anto koma diruang ICU sebuah RS. Hari ini Mala
menguatkan diri untuk menjenguk papanya di rs..karena mala tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya. Mala menggenggam erat tangan papanya
“Maafkan Mala pa,mala tidak benci papa…Mala sayang banget sama papa , jangan
pergi yah pa, ayo bangun” kalimat2 yang begitu berat mala ucapkan di depan
papanya karena melihat kondisi papanya yang tergolek tak berdaya dengan
beberapa alat terpasang di tubuhnya. Air mata mala pun sudah mengalir dengan begitu derasnya.
Selang 2 hari kemudian Pak Anto menghembuskan nafas terakhirnya.
Penyesalan yang luar biasa hebat terjadi di dalam diri Mala.
Setelah meninggal nya Pak Anto, Mala memiliki trauma yang hebat, rasa sesal, marah, sedih, takut menjadi satu,mala hanya bisa terdiam dan banyak menghabiskan waktu dengan melamun, mala
tidak bisa mendengar suara teriakan orang yang keras apalagi membentaknya,jika mala terpaksa mendengar mala pun akan menangis secara terus menerus dan berdiam diri di pojokan kamarnya, mala pun menjalani terapi dan berkonsultasi rutin ke psikiater/psikolog selama hampir 1,5 tahun. Oleh sebab itu kuliahnya terbengkalai, padahal mala merupakan salah satu mahasiawa yang cerdas dan kreatif, setelah perjuangan yang cukup
panjang dan berat mala bisa bangkit lagi dengan bantuan sahabat, mama dan orang
orang terdekatnya . Tetapi harus selalu dijaga psikis dan bathinnya.
Flashback off
Dan hari ini bentakan dan teriakan dari Reo membuat trauma mala yang sudah dengan susah payah ia obati
kembali hadir di dirinya, Bu Liza memang sering memarahi mala mengenai
kecerobohan dan sikap seenaknya mala dalam hal pekerjaan, tetapi bu Liza tidak pernah
membentak atau meneriakinya, walaupun bu liza akan memarahi dengan nada suara datar, itulah yang membuat bu Liza panik sekali dengan kejadian di ruang rapat yang tidak dia duga akan berbuntut panjang bagi mala.
.
.
.
__ADS_1
.Bersambung...semoga suka yah ;)