
“Mama....Mala pinjem koper yang warna biru juga yah..” teriak mala dari gudang
“Iya nak, pakai saja” jawab mama moni lalu ke kamar mala untuk membantu nge pack barang
Mala dan mama Moni sedang packing barang2 keperluan Mala untuk berangkat ke Australia
“Loh malaa...kamu mau pindah rumah apa gimana,ini udah koper ke 3 loh nak” mama Moni bingung melihat mala yang seperti kehebohan sendiri dengan barang2nya
“Engga ma, ini untuk baju2 ,ini untuk buku2, ini untuk guling dan beberapa asesoris truss..apalagi yah ma...hemm...”mala memikirkan beberapa barang yang hendak dia bawa.
“Mala..khan disana kamu bisa beli beberapa keperluan yang kurang, engga semuanya kamu bawa dari rumah nak, ingat kamu pergi sendiri loh, nanti disana kamu repot kalo terlalu banyak koper seperti ini,coba sini mama yang bereskan” mama Moni mengeluarkan semua barang2 mala dari kopernya dan menyusun ulang..
“Udah nih..kamu bawa satu koper besar warna merah ini dan satu tas travel ini untuk guling dan bonekamu dan keperluan yang mudah kamu ambil,dan tas tangan ini untuk kamu isi paspor dompet dan beberapa dokumen penting, ok” mama moni menjelaskan
“Kenapa ga daritadi sih ma, khan mala jadi ga perlu cape2 angkat2 koper dari gudang” mala cemberut dengan memoyongkan bibirnya
“Kamu sudah dewasa nak, sebentar lagi kamu harus mengurus suamimu masa untuk masalah seperti ini kamu belum mengerti juga sayang” sambil membelai rambut Mala
“Mama..aku mau pergi pendidikan bukan married...”mala bersungut sungut
“Sambil menyelam minum air nak, siapa tau ketemu jodoh disana...” kekeh mama Moni
“Isshh mama...ada2 ajah deh” jawab mala kesal.
Mama moni hanya bisa tersenyum dan geleng2 kepala melihat tingkah anak gadisnya
Mala merebahkan dirinya di kasur dan menatap mamanya yang sedang duduk di pinggir kasur.
“Ma...apa mama nanti baik2 ajah pas mala tinggal ? Mala pergi hampir setengah tahun loh nanti” tanya mala sambil memandang mama Moni dengan lekat.
“Mama baik2 ajah ada dian, ferry juga tante liza mu nanti, harusnya mama yang mengkhawatirkan kamu, kamu nanti disana sendiri jaga diri kamu baik2 yah..jangam kecewa kan tante liza yang sudah repot mengurusi semuanya dan terutama jaga emosi dan perilaku kamu selama disana ok”
“pasti ma...mala pasti akan kangen banget sama mama, sama rumah ini kamar ini dian ferry...” mala mulai berkaca kaca
“Wah ada namaku sedang di sebut sebut” tiba2 dian dan ferry masuk kamar mala
“Ahh kalian..sini sini...aku mau meluk kalian” mala berdiri dan memeluk ferry dan dian dengan erat
“Aku titip mama yah...jangan sampai kalian merepotkan mamaku yang paling cantik ini” pinta mala
“Pasti mal..aku menyanyangi mamamu seperti ibuku sendiri, engga mungkin lah mama moni merasa aku repotkan, apalagi aku keponakkan yang paling cantik iya ga mam?” dian mengerling ke mama moni
“Kalian ini kalau sudah ngumpul rasanya rame bgt rumah ini... mama pasti akan merindukan suasana seperti ini.” Mama moni mulai melo dengan melap air mata di pipi yang tak terasa sudah jatuh di pipinya
“Ah mam...aku engga akan buat mam nangis seperti ini, karena aku juga sayang sama mam” ferry memeluk mama moni dari samping dan mengecup pipi mama moni
“Anak2 mama sudah pandai2 yah menghibur orangtua, yasudah kalian istirahat yah, oia fer tadi temen kamu ada yang dateng tapi udah pergi lagi nanti mau jemput kamu lagi katanya, mau kemana sih? Mba mu besok berangkat pagi loh jangan pulang malam2 kalau mau pergi yah, ok mama tinggal dulu ke bawah yah “mama moni menepuk pipi ferry dan melangkah pergi keluar dari kamar mala
“hei kamu mau kemana fer? Kok nampak sibuk banget kayanya” tanya mala penasaran
“Ah kaya ga tau adikmu ini mal, dia sih ada aja acara” dian menjawab pertanyaan mala ke ferry dan merebahkan diri di kasur
“Engga mba, biasa lah anak muda nongkrong2 sama mau bikin gravity dikit ngetes pylox sama masker baru dari mba mala,hehehe...udah ah aku pergi dulu,bye...” jawab ferry melambaikan tangan dan pergi.
Sore berganti dengan malam dan malam pun berganti dengan pagi.
mentari pagi pun mulai sedikit menampakkan sinarnya karena hari masih terlalu dini untuk mentari itu bersinar tetapi kesibukkan dan keramaian di rumah keluarga Noche sudah terjadi dari subuh tadi.
“Mala..sudah siap belum nanti kamu bisa ketinggalan pesawat loh kalau terlalu santai.” Panggil mama moni dari bawah
“Sudah ma...ini mau berangkat kok, ayo fer bawain koper mba dong” jawab mala dan menyuruh ferry membawakan koper nya untuk masuk ke mobil.
Mala dan dian turun ke lantai bawah menghampiri mama moni dan tante liza di ruang tv
“Anak mama sudah siap, jaga diri kamu yah nak” mama moni memeluk mala dengan berat terasa sesak di dadanya melihat anak gadisnya akan pergi jauh dengan waktu yang cukup lama.
“Iya ma, mama juga yah jaga kesehatan ingat kalo bikin kue jangan terlalu maksa “ mala pun ikut berpesan untuk mama moni dan mencium pipi mama moni
“Tante..nitip mama dan 2 anak nakal ini yah,hehehe..” peluk mala ke bu liza sambil melirik ke arah ferry dan dian yang membuat dian dan ferry cemberut
“Tenang aja, harus nya kamu yang hati2 disana yah dan ingat sesampainya kamu disana langsung hubungi kita yah, ikuti program nya yang serius supaya bisa selesai dengan baik, ok sayang” pesan bu Liza
“Ayo berangkat kalau peluk2 an terus nanti kamu beneran ketinggalan pesawat loh mba” ferry mengingatkan mala dan yang lainnya
Setelah perpisahan yang penuh dengan drama akhirnya mala berangkat menuju bandara Soekarno Hatta bersama dian dan ferry
__ADS_1
Ferry yang membawa mobil dengan laju santai sambil mengobrol ngobrol ringan bersama dian dan mala karena hari yang masih pagi dan jalanan yang tidak begitu macet, akhirnya setelah perjalanan yang ditempuh hampit 1,5 jam dari rumah sampai lah mereka di bandara
Ferry membantu mala menurunkan barang2 dari bagasi mobil terlebih dahulu sebelum memarkirkan mobil di parkiran
“ fer ketemu di coffeshop yah aku anter mba mala cek in dulu.” Ucap dian
“ok mba, aku parkir dulu yah” jawab ferry
Mala pun cek in ticket terlebih dahulu memasukan koper dan setelah itu menuju coffeshop menemui dian karena pesawat nya yang baru akan berangkat 1 ½ jam lagi.
“Hahh...selesai juga proses cek in dan memasukkan koper.” Mala menghempaskan badannya di sofa coffeshop sebelah dian
“Gitu ajah udah cape mal, tapi emang rame banget yah...masa bandara se pagi ini udah ramai sekali” dian memperhatikan orang lalu lalang
“Yah gitu deh...”mala pun mulai menyalakan rokoknya
“Nanti disana jangan kebanyakan yah mal, ingat asma kamu, dan ingat jangan minum2 di tempat sembarangan" dian memelototkan matanya ke arah mala
“Ampun bu..santaiii...” mala mengangkat tangannya dan sehabis itu terkekeh sendiri
“Asal dikasih tau pasti ngeyel deh kamu” kesal dian
“Hahaha di...kamu tuh selalu yah...banyak pesannya udah kaya nenek2..hihihi” ledek mala ke dian yang menimbulkan mala kena jitakan di kepala oleh dian
“Eh aku mau tanya dong, hemm...apa kamu bilang ke Reo kalo kamu mau ke Australia ?” tanya dian
“Engga untuk apa, terakhir setelah aku pingsan aku ga pernah ketemu dia lagi, apa urusan nya aku untuk ngasih tau dia” jawab mala dan meminum es kopinya lalu melanjutkan menyesap rokoknya
“Tapi kok dia bisa tahu kamu berangkat hari ini” ucap dian
“ ah kamu, mana mungkin lah..lagipula ada ferry tuh... (tunjuk mala ke arah ferry yang baru datang setelah memarkir mobil) mana berani dia kesini.” Jelas mala
“Tapi Reo disini mal.” Dian menunjuk ke arah belakang mala, membuat mala menengok karena penasaran dan memang nampak Reo sedang berdiri di luar kaca coffeshop dan melihat mala dengan tatapan sendu
Ferry pun melihat Reo dan hendak menghampirinya namun tangannya keburu ditahan dian
“Biarkan dia menyelesaikan masalahnya dengan mba malamu fer, biarkan mba mala-mu itu menemuinya, supaya tidak ada masalah di kedepan nya nanti.” Bisik dian ke ferry
“Ok tapi aku akan memperhatikan terus kalo sampai membuat mba mala terluka lagi, kali ini jangan tahan aku yah mba ai!!” Seru ferry.
Mala kaget dan langsung berdiri saat Reo Menghampiri Mala
“Kenapa kau ada disini, apa kamu mengikutiku?” tanya mala penasaran dengan mengernyitkan dahinya
“Sambil duduk yuk ngobrolnya.” Ajak Reo ke bangku yang tidak terlalu jauh dari sofa tempat mala dan dian duduk, Reo tidak mau ngambil resiko karena dia melihat tatapan penuh ancaman dari ferry kalau membawa mala terlalu jauh.
“Darimana kamu tahu aku disini?” tanya mala lagi
“Aku tadi ke rumahmu kata orang rumah kamu ada disini.”jawab Reo hati hati dan menyodorkan mala es kopinya yang dia ambil dari meja sebelumnya
“Kamu tahu rumahku?” tanya mala dengan nada curiga, Reo hanya.menganggukkan kepalanya dengan muka memelas
“Lalu ada perlu apa kamu menemuiku disini ?” tanya mala lagi
“Aku ingin berbicara denganmu sebentar saja,aku tidak mau menyesal lagi di kemudian hari, itu membuatku tak enak mala”jawab Reo dengan tatapan penuh arti ke mala
“Aku kira sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku sedang ingin menghabiskan waktuku sebelum keberangkatan bersama sahabat dan adikku” mala berniat berdiri kembali bersama dian dan ferry tapi lagi2 Reo menahan tangan mala
“Sebentar saja mala, please...aku mohon” mohon Reo dan melepaskan tangan mala,
mala terdiam beberapa saat...
“Hemmmm...ok baiklah tapi kalau terlalu bertele tele aku akan tinggal kamu.” Jawab mala setelah dia memikirkan kata2 dian semalam untuk mencoba menghadapi semua masalah agar pikirannya tidak terlalu terbebani dengan masalah trauma di masa lalu.
“Aku memang melakukan kesalahan mala, aku ingin memperbaikinya...aku ingin bisa berbaikkan dengan mu” Reo memulai pembicaraan
“Kalau hanya maaf yang kau minta, ok...aku memaafkanmu,tapi kalau untuk hal ini aku blm tau.”
“Mala apa kamu membenciku?”tanya reo penasaran
“Tidak, hah..sudahlah aku malas membahasnya...apa hanya hal ini yang mau kau bicarakan, kalo iya sebaiknya kita sudahi saja ya pembicaraan ini aku bosan...aku sudah mau berangkat aku mau pamitan dengan sahabat dan adikku kasihan mereka menungguku” mala mulai berdiri lagi
“Mala...” Reo menarik tangan mala..karena tarikannya terlalu keras membuat badan mala terbawa tertarik ke depan dada reo
Deg...deg..deg... jantung mala berasa begitu cepatnya berdetak karena jaraknya dengan Reo yang terlalu dekat
__ADS_1
Reo menahan mala untuk tidak bergerak, dia langsung memeluk mala dengan erat
“Maafkan perkataan burukku dan perlakuan burukku terhadapmu belakangan ini mala” Reo membisikkan kata2nya di telinga mala.
Mala hanya terdiam dengan perlakuan Reo...tak lama Reo melepas pelukannya dan melihat mala yang menundukkan kepalanya, Reo mengangkat dagu mala dan entah ada angin apa dia langsung mencium bibir mala dengan lembut, lalu menyudahinya dan berucap “hati2 di jalan yah, maafkan aku” reo pun meninggalkan mala, menundukkan badannya ke dian dan ferry untuk berpamitan yang terlihat sedang bengong melihat perlakuan Reo ke mala.
Mala diam terpaku dengan perlakuannya Reo, dian menyenggol tangan mala
“Kamu baik2 ajah?” tanya dian
Mala memeluk dian, dan memeluk ferry
“Aku pamit yah, jaga mama moni dan tante liza, dan kamu fer aku nitip bohay juga yah” mala langsung pergi mengambil tasnya dan masuk menuju terminal keberangkatan pesawatnya
Mala menunggu 15 menit sebelum nya lalu menaiki pesawat untuk terbang menuju australia negara yang akan dia tinggali selama 6 bulan ke depan.
“Melbourne Australia please...be nice to me” gumam mala di dalam pesawat.
Mala bersandar dan memejamkan matanya mengingat kejadian tadi, dan bertanya tanya sendiri dan entah mengapa merasa sedih tiba2 karena meninggalkan tanah air orang2 yang dia sayang, pekerjaannya dan mulai memikirkan Reo karena perlakuannya tadi.
Sementara itu Reo di dalam mobil terlihat gelisah dan membuat Rai asistennya yang sedang menyetir bingung karena tingkah bossnya
“Apa ada masalah boss?” tanya Rai karena penasaran
“Hemm..tidak.” jawab Reo singkat
“Tapi boss kenapa terlihat cemas sekali..seperti ada sesuatu yang boss pikirkan”
“Aku bilang tidak ada masalah yah tidak...sudah jangan terlalu banyak cakapmu itu, kau setir saja yang benar dan fokus, aku belum mau mati muda, kita pulang saja langsung ke apartemen”
Sebuah lagu yang melantun dengan indah....
Say something, I'm giving up on you
I'll be the one, if you want me to
Anywhere, I would've followed you
Say something, I'm giving up on you
And I am feeling so small
It was over my head
I know nothing at all
And I will stumble and fall
I'm still learning to love
Just starting to crawl
Say something, I'm giving up on you
I'm sorry that I couldn't get to you
Anywhere, I would've followed you
Say something, I'm giving up on you
And I will swallow my pride
You're the one that I love
And I'm saying goodbye…
lagu yang dimainkan diradio mobil Reo, say something from great big world feat christina aguilera
Mewakili perasaan Reo ke mala saat ini...karena diamnya mala setelah perlakuan reo tadi di coffeeshop.
Reo berpikir “hemss...apa iya aku sudah jatuh cinta terhadapnya, tapi bagaimana mungkin, tapi kenapa aku tadi memeluk dan menciumnya dan aku merasa nyaman sekali memeluknya, apa dia akan marah lagi padaku?”
.
.
__ADS_1
.
.