
Satu minggu setelah Mala bertemu dengan Reo, Reo tidak pernah menunjukkan batang hIdungnya
lagi di depan Mala…dan itu membuat Mala sedikit lega. Dan kondisi mala yang kemarin2 agak down mulai sedikit membaik.
Kantor LEZZY Design
Ring…ringgg telp meja Mala bordering
“Ya haloo..” Jawab Mala
“Mala bisa ke ruangan saya sebentar.” Perintah Bu Liza
“Baik bu” jawab Mala
Tok…tok…tok…
“Masuk” jawab bu Liza
“Maaf bu, ada apa yah?” Tanya Mala penasaran, ah jangan2 tentang PT.Advtech, ah aku sudah malas sekali berhubungan dengan orang2 dari perusahaan itu gumam mala dalam hati
“Mala, ini saya ada penawaran untuk mengikuti program sertifikat desain interior tahap 3, bukankah kamu sudah mempunyai 2 sertifikat di awal.” Bu liza
mencoba menjelaskan
“iya bu,lalu?” Tanya mala lagi yang masih bingung dengan perihal sertifikat yang bu Liza jelaskan
“Saya ingin kamu mengambil sertifikasi tahap 3 ini agar lingkup kerja kamu lebih luas tapi…” bu Liza menjeda ucapannya
“Tapi apa bu..??” Mala pun semakin bingung
“Kamu harus menjalankan pendidikan dulu selama 6 bulan di melbourne Australia.” Ucap bu Liza
Mala membelalakan matanya tanpa bisa berkata apa2.
“Tenang saja Mala, selama kamu nanti berada di Australia Moni akan selalu saya temani, kebetulan Om kamu sedang pergi berlayar dan baru kembali 7
bulan kedepan, dan pekerjaan kamu disini yang sudah terikat kontrak dengan para klien akan diurus oleh Wishnu dan Shanty asisten saya termasuk pekerjaan kamu dengan PT.Advtech.”bu Liza menjelaskan Karena mengetahui kekwatiran terbesar Mala adalah meninggalkan mamanya sendirian.
“Saya rasa ini kesempatan besar untukmu, bagaimana Mala?” Tanya bu Liza lagi
“mmm…apa boleh saya memikirkannya dan berdiskusi dengan mama saya dulu
bu?” jawab Mala
“Ok baiklah, saya tidak akan memaksamu,saya akan memberimu waktu 2 hari untuk memikirkannya, dan saya berharap banyak darimu Mala” ucap bu Liza
“Baik bu, kalau begitu saya permisi.”jawab Mala
Bu liza tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Keluar dari ruangan bu Liza Mala Nampak bingung , Dian pun melihat ekspresi bingung di wajah mala dan Dian menghampiri Mala
“hei….kok jalan kaya ga fokus sih Mala, kita makan mie ayam pakde yuks, aku traktir deh.”ajak Dian
“Ah baiklah…yuk”jawab Mala
“ok, lets go….pakde here we come.”ucap dian yang membuat Mala tersenyum geli dengan ucapan sahabatnya itu
Sesampainya di kedai mie ayam Pakde
“Kamu kenapa Mal ? ko aku perhatiin dari tadi kamu lagi kaya mikirin sesuatu gitu..” Tanya dian mencoba mencari tahu kegelisahan sahabatnya
“Tante liza dii….nyuruh aku untuk mengikuti program sertifikasi desain interior tahap 3” jawab Mala
“Loh bagus khan Mal, bukan kah itu nanti akan menjadi keuntungan buat kamu di masa depan yah."
“Iya sih, tapi aku harus jalanin pendidikan dulu selama 6 bulan” ucap mala yang semakin lesu
“Trus…kok jadi lesu gini kamu, harusnya semangat dong, emang dimana lokasinya ?” Tanya dian
“di Australia di….”Jawab Mala
__ADS_1
Uhuukk…uhuukkk…. Dian terbatuk batuk mendengar jawabannya Mala
“nih minum, makanya kalau lagi makan jangan sambil ngomong keselek khan kamu” Mala menyodorkan minum ke dian
Sebenarnya dian juga sudah menduga ga mungkin tante Liza memberikan penawaran program sertifikasi di dalam negri karena sama seperti mala, dian sendiri pernah mengikuti program sertifikasi advertising nya di Singapore selama 6 bulan pada tahun lalu, Dian tahu tante Liza tidak mungkin merekomendasikan pendidikan yang asal2an untuk anak buahnya apalagi khusus untuk dian dan Mala yang tante Liza sudah menganggap seperti anak kandungnya.
“Terus kamu jawab apa ke tante Liza?” Tanya dian penasaran
“Aku belum jawab apa2, tante Liza ngasih aku waktu 2 hari untuk memikirkannya.”jawab Mala dan meminum teh botolnya
“Nih yah kalo aku boleh ngasih saran dan siapa tahu bisa jadi bahan pertimbangan kamu untuk menerima tawaran dari tante liza (dian meminum teh botol
dulu) terima ajah penawaran dari tante Liza masalah mama Moni aku mau kok tinggal dirumah kamu selama kamu di Australia, lagian tante ku lagi sibuk2nya di Malang bantu di butiknya ibu yang mulai ramai, gimana.” Ucap dian
“Aaahh Diiaannnn kamu tuh selalu ngerti apa yang ada di otak aku…kamu teman sahabat yang selalu ajah membuat ku sayaaanggg banget sama kamu.”mala langsung memeluk dian dari samping.
“Untukmu mal…apapun akan aku lakukan,asal khan kamu janji sama aku, kamu ga akan kembali terpuruk gabakan kembali ke dunia terlarang itu trus harus selalu hepi, semangat dan ceria dan ingat kalau kamu lagi sedih atau down aku akan selalu membantu dan mendampingi kamu.”kata2 dian membuat Mala
menjadi berkaca kaca, dian pun demikian dan merasa mala bukan seperti sahabatnya tetapi sudah seperti adik kandungnya sendiri.
Tak lama berselang datang Reo, Ando dan Jimmy memasuki kedai mie ayam pakde, kali ini Mala langsung menatap Reo dengan pandangan tak suka.
“Hai….” Sapa Reo dan duduk di sebelah Mala
“Mau apa kamu kesini ?” Tanya Mala ketus
“Mau makan mie lah, engga mungkin khan aku makan kamu disini 😉.” Goda Reo
“Engga usah sok lucu deh” hardik Mala, Reo pun terkekeh melihat reaksi Mala yang membuatnya semakin gemas dengan gadis itu.
“Udah lama ga ketemu kok masih galak aja sih, hem..”Reo menaikan alisnya
“Maaf kita udah selesai makan” lalu Mala berdiri namun tangan Mala dipegang Reo dan menahan Mala untuk pergi
“Sebentar saja mala, aku ingin berbicara sedikit denganmu.”ucap Reo dengan serius menatap Mala
“Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan bukan.” Mala masih berbicara ketus
“Mala aku mohon, kamu masih marah padaku, segitu besarnya rasa benci kamu kepadaku sampai tidak mau berbicara dan memaafkanku?” Tanya reo dengan
“Dengar Tuan Andreo yang terhormat, jangan pernah kamu mengatakan kata2 itu lagi dan Iya saya membenci Anda.” Jawab Mala lalu langsung menarik Dian untuk pergi dari mie ayam
Reo diam terpaku “Ada apa dengan kata2ku kenapa dia selalu Nampak marah dan sedih setelah aku meminta maaf padanya.”
Ando menepuk bahu Reo “Sabar mungkin kali ini kau yang harus lebih mengerti wanita, bukan wanita yang harus mengerti dirimu.”Ando mencoba menenangkan Reo.
“Sudah kubilang Re..wanita itu memang ingin dimengerti, mungkin gadis itu masih sedikit trauma dengan sikap emosi dan bentakanmu, gadis seperti ?Mala itu membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenal laki2 cobalah kau mendekatinya dengan cara halus terus mungkin suatu saaat nanti dia akan memaafkanmu.”jimmy pun ikut menimpali perkataan ando
"Weittsss...udah pakar bener nih ngomongin wanita." sindir Ando ke Jimmy...Jimmy pun bergayansombong dengan menaikkan kedua kerahnya...
Memang sudah satu minggu ini Reo tidak menemui Mala, walaupun rasa nya rindu sekali dengan Mala, Reo hanya mengawasi Mala dari jauh, entah kenapa hari ini rasa rindu dan penasaran semakin besar, saat mengetahu Mala berada di kedai mie ayam, Reo pun mengajak ando dan jimmy untuk menemaninya bertemu Mala.
---
Mala pun masih bersungut sungut di depan kedai mie ayam “kenapa sih dia selalu ada dimana mana,
dan selalu mengikutiku diaaannn”
“Mal, udahlah positive thinking ajah, mungkin memang dia tulus ingin meminta maaf padamu.”ucap dian
“Tapi kata2 itu,,,”
“Seperti kata2 terakhir mu ke papa Anto,,iya??”Dian memotong ucapan Mala.
Mala hanya menganggukkan kepalanya, dia teringat kembali papanya dan kata2 yang membuatnya merasa sakit sekali hatinya.
“Mala…kita sudah membahas ini ribuan kali, papa Anto sudah memaafkanmu, papa Anto bahkan sangat menyanyangimu, tidakk pernah dia membencimu sedikit pun, papa Anto tahu sewaktu kamu mengatakan kata benci itu karena kamu sedang sedih dan marah tidak dalam arti kata sebenarnya, Papa Anto sudah sempat sadar dan berbicara dengan mama Moni dan ferry kau ingat?” dian mengernyitkan dahinya karena melihat kekerasan hati sahabatnya
“Kamu perlu tahu mal, selama kamu cuti tuan Reo sudah beberapa kali datang ke kantor bahkan dia memohon kepadaku untuk memberi nomer ponselmu, mungkin dia memang ingin meminta maaf dengan tulus tetapi caranya saja yang dia belum mengerti” Dian menambahkan ucapannya
“APAAA…untuk apa dia menanyakan nomorku, kamu engga memberitahunya kan.” Mala kaget dan bingung
__ADS_1
“Ya engga lah, melihat kondisimu kemaren2 mana tega aku sama kamu, yasudahlah engga usah dibahas masalah yang akhirnya akan membuat kamu semakin sedih, sekarang ayo kita langsung ke kantor pekerjaanku lagi menumpuk, kau juga
pastinya.” ucap dian dan Mala pun mengiyakannya.
-----
Di Rumah sederhana keluarga Mala
Setelah makan malam Mala dan Mama Moni berbincang bincang di ruang tv.
“Maa..apa mama mengijinkan mala untuk mengambil sertifikat desain interior di Australia?” Tanya Mala. Mama Moni sudah mengetahui perihal
sertifikasi desain interior yang dimaksud mala karena Bu liza sudah memberitahu dan meminta izin sebelum berbicara dengan Mala, dan Mama Moni berharap mala menerimanya setidaknya untuk sedikit merefresh kegiatan mala dan sedikit
melupakan permasalahan yang terjadi akhir2 ini terhadap mala.
“Mama menyerahkan segala keputusan di tanganmu nak, apapun keputusannmu mama pasti mendukung dan mengijinkanmu asalkan itu baik untukmu.” Mama Moni membelai rambut mala.
“aahh mama, mala sayang sama mama, maafkan mala kalo selama ini mala belum bisa membahagiakan mama.”Mala pun memeluk mama Moni
“Sayang, mama selalu bahagia asalkan kamu juga bahagia, aya darling.” Ucap mama Moni
Mala berkaca kaca mendengar kata2 terakhir mama Moni “aya darling” panggilan tersayang papa Anto untuk putri tunggalnya itu.
“Mala suka dengan panggilan itu ma, membuat mala merasa papa hadir diantara kita dan membuat mala merasa nyaman.”
“Papa akan selalu hadir dimana pun kita berada sayang, karena papa akan selalu hidup di hati kita.” Mama Moni mengecup kening Mala.
“Ma…Mala ingin bertanya sesuatu sama mama, mmm..apa benar papa sudah memaafkan mala ma, apa papa tidak membenci mala?”Tanya mala
“Malaaa…kenapa baru sekarang kamu bertanya pada mama, hem…papa mu tidak
pernah membencimu nak, papa bahkan bilang pada mama untuk menyampaikan
permohonan maafnya karena perlakuan papa terhadapmu, papa berharap kamu mau
menemaninya tetapi papa mengerti karena rasa bersalahmu yang terlalu besar dan
rasa takutmu itu, papa tidak pernah meragukan rasa sayangmu terhadapnya walaupun ucapan papa memang terbata bata hanya pada mama dan ferry
papa sempat berucap.”mama Moni menjelaskan pada mala
“Kenapa mama tidak memberitahu mala kalau papa sudah sempat sadar, bahkan sewaktu mala menjenguk papa terakhir kalinya papa pun tidak sadar.”Mala sudah meneteskan air matanya.
“Mala, (sambil menghapus air mata mala di pipinya)sewaktu kamu menjenguk papa habis diberi obat sayang, karena hari sebelumnya rasa sakit di kepala papa yang teramat hebat, sampai papa mengalami kejang karena menahan rasa sakit itu, mama sudah mencoba memberitahumu, tapi
kamu dalam kondisi syok yang sedang sulit mendengar ucapan orang lain kamu terlalu larut dalam pikirranmu sendiri. Dan satu lagi yang mama mau tanyakan ke kamu, kenapa sewaktu kamu mengunjungi makam papa minggu lalu tidak mau mengajak mama hem?”
“Mala kangen sama papa, rasa bersalah dan kangen mala sama papa sangat amat besar, mala takut
akan membuat mama sedih lagi.” Mala masih meneteskan air matanya , Mama moni mngelus pipi
mala
“Mala tidak ada seorang ibu yang tidak sedih dan khawatir jika anaknya terlihat sedih dan murung terus, mama akan jauh merasa sedih kalau kamu tidak mau bercerita ke mama.”
“Tapi dari mana mama tau kalo mala ke makam papa minggu lau?” Tanya mala penasaran setelah menghapus air matanya
“Masih perlu hal itu kamu tanyakan sama mama.” Jawab Mama Moni lalu tersenyum mendengar pertanyaan mala
“Mamaaaa…” Mala mengerti arti dari perkataan mama Moni
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai2 masih berlanjut semoga masih mau mengikuti yah...maafkan kalo masih banyak kekurangan disana sini...minta dukungan like dan votenya yah...kritik dan saran juga dibuka loh..😉😉😉
Tungguin yah kelanjutan kisahnya....