
Pantai...
Reo membawa Mala ke Middle Park Beach, pantai tenang nanindah yang tidak terlalu ramai pengunjung. Sesampainya di pantai mereka berjalan menyusuri bibir pantai tanpa alas kaki merasakan riak ombak dan lembutnya pasir di sore hari yang hangat dan langit yang cukup cerah. Seulas senyum terpancar di kedua wajah mereka seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara.
Walaupun Mala belum yakin dengan hatinya sendiri karena di lubuk hatinya yang paling dalam masih ada sedikit rasa ketakutan ya akan trauma di masa lalu.
"Mal, boleh aku bertanya sesuatu denganmu?" Tanya Reo memecah kesunyian diantara mereka.
"Hemmmm" jawab singkat Mala sambil memainkan kakinya diatas pasir yang lembut.
"Apa hubunganmu dengan Ferry?" Tanya Reo dengan sedikit ragu.
"Ferry itu adiknya Dian sahabatku, dia seperti penjaga kita, Ferry selalu siap sedia membantuku ataupun Dian kakaknya, aku menganggapnya sudah seperti adikku sendiri," jelas Mala dengan santai
"Lalu kenapa kamu pernah mengaku dia sebagai pacarmu?" Tanya Reo dengan penasaran.
"Karena kau, aku tak suka dengan caramu, gaya berbicaramu dan sikapmu tuan Andreo" jawab singkat Mala dan menatap Reo
"Aku, memangnya??" Kali ini Reo bingung dengam kata kata Mala.
"Kau selalu angkuh setiap berbicara tidak pernah memperdulikan lingkungan sekitarmu dan mukamu ini selalu kaku seperti kanebo kering, hihihi.." jawab Mala terkekeh dan memegang muka Reo.
Reo memegang tangan Mala dan menciumnya dengan lembut, dan menatap Mala. Membuat Mala tersipu malu.
"Maafkan aku" ucap Reo lirih
"Ini salah satu yang tidak kusuka darimu, minta maaf terus, tapi akan selalu mengulang lagi," Mala mendengus kesal dan berjalan kembali meninggalkan Reo yang masih diam mematung. Pas sadar Reo langsung mengejar Mala dan merangkul pundaknya.
"Jangan tinggalkan aku lagi Mala, please.." ucapnya di telinga Mala.
"Mala..." Reo menghadapkan Mala ke arahnya
"Kenapa kau selalu membenci kata maaf dari mulutku?" Tanyanya lagi, alih2 menjawab Mala meninggalkan Reo dan menuju pinggir pantai dan mendudukan dirinya disana sambil menatap jauh ke arah lautan yang terbentang luas di hadapannya, Reo mengikuti Mala dan duduk di sebelahnya.
Setelah beberapa menit..
"Kamu tahu pantai adalah tempat favoriteku dan papaku, menurut kami pantai tempat yang indah untuk melepas kepenatan." Ucap Mala
"Kata2 maafmu membuatku selalu ingat perkataan terakhirku ke papaku, aku membenci kalimat maaf, menurutku itu percuma jika tidak diikuti dengan tindakan yang signifikan" imbuhnya lagi yang membuat Reo tertegun.
"Kamu menghadirkan kembali trauma masa laluku Tuan Andreo." Ucap singkat Mala.
"Maksudmu?" Reo bingung
"Seumur hidup, aku tidak pernah dibentak Re, papaku pernah membentakku sekali seumur hidupku dan membuatnya terbaring koma dan pada akhirnya meninggal, dan itu disebabkan oleh diriku yang membuatnya kecewa, apa kata maaf bisa mengembalikannya ke sisiku, aku rasa tidak," ucap Mala dan meneteskan air matanya.
"Hei, takdir seseorang tidak ada yang pernah kita tau bukan," Reo menenangkan Mala dengan merangkulnya dan mengecup lembut kening Mala.
"Apa sekasar itu yah perkataanku? Selama ini aku tidak bisa bersikap manis mungkin karena hidupku yang keras jadi kata2 kasar atau bentakan sudah menjadi makananku sehari hari tanpa pernah menyadari kalau itu bisa menyakiti orang yang kita sayang" Jelas Reo
"Belajarlah Re, jika kamu ingin didekatku, aku tidak bisa mendengar suara keras atau bentakan, itu membuat dadaku terasa sesak sekali" Mala menatap Reo dengan lembut.
Entah karena nyamannya suasana pantai atau nyaman berada di sisi Reo membuat kalimat dan penjelasannya keluar dari mulutnya, selama ini rasa trauma dan sakitnya tidak pernah dia ceritakan ke siapa pun kecuali Dian, Ferry dan orang terdekatnya yang sudah mengenal luar dalam hidup Mala.
"Mala, aku akan berusaha untuk membuatmu nyaman disisiku, bantulah aku merubah kekasaran sifatku ini, please.." pinta Reo dengan menggenggam kedua tangan Mala, Mala menganggukkan kepalanya.
Reo mengajak Mala berdiri memeluknya dengan erat seakan takut Mala akan melarikan diri darinya dan membisikkan sesuatu di telinga Mala
"I love you my dear, love you so.." ucap Reo dan melepaskan pelukan mengangkat dagu Mala untuk mengamati wajahnya, Mala mengalihkan wajahnya tapi tangan Reo memaksa Mala untuk menatapnya.
Dan Reo mencium lembut bibir Mala bukan kecupan tetapi lumatan-lumatan kecil yang begitu lembut, karena ini pengalaman pertama Mala membuatnya sedikit canggung tapi dia menikmati perlakuan Reo yang membuatnya terlena dan membalasnya dengan sedikit kaku.
Suasana senja di pantai yang tenang dengan deburan ombak yang ringan, menjadi saksi biksu keintiman kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta, Mala merasa aneh pria kasar, arogan, angkuh dan kaku bisa meluluh lantakkan hatinya, Andreo Baylor mengisi kehampaan hati Mala tak pernah disangka Reo lah yang bisa mengisinya. Begitu juga dengan Reo yang menganggap Mala gadis manja dan kurang disiplin bisa membuatnya jatuh cinta, hati bekunya dan sifat batunya bisa.mencair di dekat wanitanya itu, teman2 menganggapnya brengsek karena tidak pernah menghargai wanita dan selalu acuh dengan wanita tapi lain hal dengan Mala, yang bisa membuatnya bertekuk lutut.
.......
Valentine's day
Ting.. tong.... (bel apartemen Mala berbunyi)
Mala berlari ke arah pintu, mengintip di celah pintu dan terlonjak kaget, dengan hati2 Mala membuka pintu tersebut
"Whattt!!" Seru Mala dengan kaget
"Happy V day, nona manis" sapa Reo dibalik sebuket besar mawar merah
(seperti ini contoh buket besar mawar merah pemberian Reo untuk Mala)
"Reooo.....oh gosh, apa yang kamu lakukan" tanya Mala kaget dengam besarnya bunga yang dipegang Reo.
Reo pun memasuki ke dalam apartemen Mala setelah diperailahkan wanitanya masuk, dan menaro buket besar mawarnya di meja makan.
__ADS_1
"For you, nona manis, semoga suka" Reo menarik pinggang Mala memeluknya dan mengecup lembut bibir Mala.
"Aku suka sekali terima kasih yah, kali ini kamu benar2 membuatku berbunga bunga, duduklah dulu aku akan mengambilkanmu minum" Mala berbalik badan menuju kulkas mengambil 2 botol teh botol dan memberikannya ke Reo yang sedang menyetel lagu di player musik Mala.
" hem..teh botol, sampai disini pun kamu masih meminum ini" ucap Reo
"Hemss, asisten Steve yang selalu me refill ulang jika persediaan di kulkas sudah menipis"jawab santai Mala dan meneguk teh nya langsung daru botol.
"Steve?? Kenapa harus dia? Kenapa tidak minta bantuanku "tanya Reo dengan nada sedikit kesal.
"Hei tuan kaku, santai, tentu saja dia yang membantuku memang sudah tugasnya, dia lah orang yang disuruh tanteku membantu dan menjagaku disini, kamu itu kekasihku ga mungkin khan aku suruh2." Setelah mengucapkannya Mala menutup mulut karena kaget dan malu dengan ucapannya sendiri.
"Apa!kekasihmu? Aku suka itu, sini" senyum Reo dan menarik pinggang Mala untuk duduk berdekatan dengannya, Reo menghadapkan Mala ke arahnya dan langsung mencium bibir Mala dengan lembut dan dalam, Reo memegang tengkuk Mala dan ciuman menjadi sangat dalam.
Ehem...ehemmm
Suara batuk memberhentikan aktifitas mereka yang sedang di mabuk cinta, dan membuat Mala tersipu malu dengan muka sudah seperti kepiting rebus.
"Yang lagi asyik, pantesan ga denger suara pintu yah," ucap Dian menggoda dan setingai Steve melihat kelakuan Reo dan Mala.
"Haisshhh, tak bisa menunggu kah kalian," protes Reo dan membenarkan posisi duduknya
"Ye..protes ajah, ini khan tempat tinggalku juga" sungut Dian
"Udah..udah, kamu dari mana dii, banyak banget belanjaannya" Mala berusaha mengatasi rasa malunya dengan bertanya belanjaan Dian.
"Aku abis dari victoria market, belanja bahan2 makanan yang sudah habis, ah disana seru banget Mal, banyak yang bisa dibeli sama dilihat lihat, ah aku senang sekali kesana," Dian bercerita dengan penuh semangat, usaha Mala berhasil mengalihkan topik, Dian gampang sekali dialihkan topiknya jika diajak ngobrol tentang kegiatannya.
"Woow asisten Steve, kamu bisa bangkrut kalo setiap hari Dian merengek minta kesana," kekeh Mala
"Tenang saja Mala, uangku banyak, tingπ," Steve mengedipkan matanya.
"Hei Steve, hati2 dengan matamu, jangan kau goda wanitaku, dia milikku hanya milikku, she's mine" tegor Reo dengan tegas sambil memeluk lagi pinggang Mala.
"Re.." Mala melototkan matanya
"Yes nona, sorry..,aku tak mau kamu digoda pria lain walaupun itu Steve" Reo masih kesal dengan ulah Steve.
"Hahahaha, kau Reo, baru ini kulihat kau kalah dengan wanita" Steve yang diperingati Reo malah tertawa terbahak bahak melihat kelakuannya.
Mala bangkit berdiri dan membantu Dian merapikan bahan2 makanan ke kulkas dan laci pantry, sedangkan para pria sibuk ngobrol di teras balkon apartemen.
"Mal, Steve melamarku," ucap Dian dengan lirih
"What, are you serious, trus kamu jawab apa?" Kaget Mala mendengar perkataan Dian.
"Loh,loh kok kamu jadi sedih gini, harusnya seneng dong"
"Mal, aku takut" jawab Dian
"Dii, aku memang belum terlalu lama mengenal asisten Steve, tapi dari perlakuannya, sifat lembutnya dan kesetiaan terhadap om Adhi,, aku yakin Steve orang yang baik dan memegang janjinya, kenapa kamu harus takut,hemm"
"Mal, dia pernah meninggalkanku, aku hanya takut" Dian mendudukan dirinya di bangkundan meminum air mineral yang baru dia ambil dari kulkas
"Dii, setiap manusia punya kekurangannya, kamu yang selalu bilang kepadaku, jika tidak mencoba danenghadapinya bagaimana kita bisa tahu, apa akan baik atau tidak kedepannya untuk kita"
"Mala..kalo lagi gini kamu bisa dewasa juga yah," senyum Dian mencubit pipi Mala.
"That's what friend are for dii, dan kamu bukan sekedar teman untukku, tapi sudah seperti belahan jiwaku," tunjuk Mala ke hidung Dian.
"Kau juga Mal" Dan mereka pun berpelukan merasa beruntung karena mempunyai satu sama lain.
Setelah curcolan Dian, Mala menghampiri Reo dan Steve di teras sambil membawa cemilan dan teh botol pastinya, Mala mendudukan dirinya di sebelah Reo dan mengambil rokok, membakar dan mulai menghisap rokoknya..
"Hei nona manis, jangan terlalu banyak, tau" tegor Reo
"Asisten Steve sekarang nambah lagi satpamku, tolonglah aku supaya pengawasannya sedikit di kendorkan"Mala mencoba mencari perlindungan.
"Hahaha, ada2 aja kamu, bener lah yang dibilang Reo, ingat asmamu Mal" Steve tergelak melihat kelakuan Mala
"APA ASMA!!!,hah sudah2 hanya 1 batang ini ajah yah"kaget Reo
"STEVEEE.....AWAS KAMU YAH!!!" Sungut Mala.
"Re..sabar2 lah kau sama si anak nakal ini yah, nanti kedepannya akan banyak tingkahnya yang bikin pusing apalagi kalo ngambeknya udah kumat" kekeh Steve meledek Mala.
"Tenang ajah, aku pasti bisa menaklukannya," sombong Reo.
"Hissshh kalian yah pria2, kamu pikir aku tiger,huh" dengus Mala
Hahahahahaha.....mereka berdua ketawa dengan kompaknya...
"Hei lagi ngapain sih seru banget ketawanya" Dian pun ikut bergabung setelah membersihkan dirinya dan berdandan cantik sekali.
__ADS_1
"Wow...cantik banget Dianku.."puji Mala
"Ow sudah pasti wanitaku pasti selalu cantik" Steve pun menghampiri Dian dan mencium pipinya
"Hish, tolong yah dijaga sikapnya asisten Steve, liat tuh Diannya jadi salting,hehehe..,kamu mau kemana dii, ga ngajak aku tah?" Tanya Mala
"Oh come on Mala, you have Reo now, aku ingin mengajaknya ke suatu tempat yang romantis,ok, Reo jaga Mala yah kita pergi dulu,bye"jelas Steve.
"Hati2 Steve jaga Dian yah" jawab Mala dan Reo mengacungi jempolnya.
"Kamu tidak mau bersiap juga Nona manis, aku mau mengajakmu melihat hal2 yang romantis di melbourne" ajak Reo
"Tapi aku sedang malas Re.." jawab Mala dan membuat Reo merengut akan jawabannya..
"ok ok, aku bersiap sebentar, kau tunggu dulu yah,cup" Mala mengecup pipi Reo dan bergegas masuk ke.kamarnya, Reo pun tersenyum.
Mala dibuat terlena oleh perlakuannya Reo, Mala diajak melihat keindahan kota Melbourne dari ataslangit dengan menaiki helicopternya berkeliling kota selama kurang lebih 20 menit, dan berlanjut melihat sunset menggunakan kayak di melbourne sunset kayak tour dan setelah puas melihat sunset, kejutan belum berakhir Reo mengajak Mala untuk makan malam romantis di the meat and wine co.
Sungguh pengalaman valentine yang membuat Mala terkagum kagum ternyata di balik kebekuan dan kebatuan sifat Reo terselip sisi romantisnya juga.
Saat hampir selesai makan, tiba2 Reo berdiri dan menuju tempat live music berada, Mala bingung sedang apa Reo...dan kemudian...
There's always that one person that will always have your heart
You never see it coming 'cause you're blinded from the start
Know that you're that one for me, it's clear for everyone to see
Oh baby, ooh
You will always be my boo
Reo.bernyanyi lagu usher berjudul my boo..membuat Mala tersenyum dengan sangat manisnya karena tatapan mata Reo yang tak lepas darinya, seakan dunia milik mereka berdua yang lainnya cuma numpang,π
setelah bernyanyReo.mengajak Mala ke dance floor diiringi dengan lagu
Valentine by martina mcbride
"Aku tidak pandai berdansa Re.." Mala berbisik pada Reo.
"Ikuti gerakanku,aku akan mengajarkanmu,π" Reo mengedipkan matanya membuat Mala tersipu malu...
"Ahh indahnya hari ini, tidak pernah menyangka Reo pria ini begitu membuatku terpesona dengan segala perlakuannya,how lucky i'am" batin Mala.
Mereka menikmati musik merdu diiringi home band restoran tersebut, Mala terhanyut dan bersandar di dada.bidang Reo mengikuti alunan musik.
Reo tidak mengantarkan Mala kembali ke apartemennya melainkan ke apartemen Reo yang terletak di pinggir pantai..karena hari yang sudah larut makanan yang mengenyangkan dan wine yang diminum Mala membuatnya mengantuk dan tertidur di bangku penumpang, sesampainya di apartemen Reo mengangkat Mala ala bridal style untuk masuk ke dalam apartemennya, Reo membaringkan Mala di tempat tidurnya dengan perlahan menyelimuti dan mengecup keningnya.
Setelah nya Reo ke kamar mandi untuk membersihkan diri, saat Reo selesai Mala sudah tidak ada di tempat tidurnya membuat Reo panik mencarinya dan ternyata Mala sedang melihat pemandangan di balkon teras apartemennya dengan bersedekap karena angin yang cukup kencang malam itu, Reo menghampiri Mala dan memeluknya dari belakang membuatnya terkejut
"Re...,kau mengejutkanku" ucapnya
"Kamu yang bikin aku panik, kenapa tiba tiba menghilang daru kamar" bisik Reo di telinga Mala.
"Awalnya aku bingung ini dimana, lalu pas aku berjalan kesini nampak indah sekali pemandangannya aku terpaku disini," jawab santai Mala
"Disini anginnya terlalu kencang, masuk yuk" ajak Reo
"Sebentar lagi Reo, kamu peluklah aku biar tidak terlalu dingin, aku suka pelukanmu membuatku hangat,"ucap Mala dengan tersipu, Reo pun tidak menyia nyiakannya dia memeluk Mala dengan erat, karena tak ingin wanitanya kedinginan. Setelah 10 menit mereka pun masuk ke dalam karena angin bertambah kencang.
Entah siapa yang memulai mereka pun berciuman dengan lembut dan semakin lama semakin dalam saling bermain lidah bertukar saliva, istirahat sejenak untuk mengambil nafas dan kembali berciuman, Reo mengangkat tubuh Mala menuju kamarnya tanpabmelepas ciumannya dan membaringkan Mala di tempat tidur, Reo melepas ciumannya
"Aku menginginkanmu Mala" lirih Reo
"Aku takut Re, aku belum siap" jawab Mala dengan gugup
"Tidak apa, aku akan menunggumu selalu menunggumu," ucap Reo.
.
.
.
.
.
.
......
yak..bersambung dulu yah...
__ADS_1
minta like dan favorite serta kritik dan sarannya dong pemirsahππππππ
mamacih semuanya....πππ