
Hari hari setelah malam pergantian tahun kondisi mala memburuk,mala lebih banyak terdiam merenung bahkan jarang berceloteh bersama dian kadang dian melihat mala sedang menangis dikamarnya, tidak seperti biasanya mala pun enggan bercerita kegundahan hatinya terhadap dian, bukan sifat mala banget yang gampang terbuka dengan sahabatnya itu, sifat ceria mala pun sirna membuat dian kelimpungan menghadapi mala.
Setelah berdiskusi dengan tante liza, dian pun diminta untuk menemani mala di melbourne sampai kondisi membaik dan program pendidikannya selesai.
Sebenarnya mala mendapatkan penawaran dari beberapa cafe resto untuk membuat desain interior referensi dari RMIT university karena bakat mala yang terbilang unik dalam mendesain, mala memang menerima dan menyanggupi tawaran pekerjaan tersebut tetapi kegundahan di hatinya tidaak membaik , tidak seperti biasanya mala setiap mendesain selalu ceria dan bersemangat kali ini mala mengerjakannya dengan banyak melamun dan wajah nya selalu tapak suram.
Siang hari di apartemen melbourne
“Mala makan dulu yuk, aku sudah memasak ayam kecap kesukaanmu nih” ajak dian ke sahabatnya yang sedang duduk di balkon menghirup rokoknya entah sudah berapa batang rokok yang dihabiskan oleh sahabatnya itu.
“Nanti ajah ah dii,aku belum lapar” jawab singkat mala
“Mala sudah beberapa hari kamu seperti ini , ingat asmamu” tegor dian
“ berisik ah di, aku sedang tidak mood untuk dinasehati” jawab ketus mala
“ Malaa..kamu kenapa sih?” kesal dian, mala hanya diam daan mengalihkan pandangannya dari dian
Ting..tong.. ( bel apartemen berbunyi)
Dian berjalan menuju pintu apartemen dengan kesal karena tingkah sahabatnya
“Steve..tumben kamu kesini” dian terkejut namun senang karena laki2 yang dicintainya yang datang berkunjung.
“ Hai...” sapa steve dengan ramah lalu langsung masuk dan duduk di sofa ruang tv
“Mala kemana di, tumben sepi banget apartemen ini?” Tanya steve bingung karena biasanya apartemen mala selalu ramai dengan celoteh celotehan mala
“Hah..steve,mala akhir2 ini begitu menyebalkan, dia lebih banyak diam termenung murung menangis dan mendesain “ dian merebahkan badannya di sofa sebelah steve
“ Hei kemana dian yang sabar yang aku kenal” tegor steve dan membelai rambut dian
“ aku bingung dan sedih melihat mala steve,
mala tidak pernah setertutup ini kepadaku ” dengus kesal dian
__ADS_1
“Menggemaskan,cup” steve langsung mengecup pipi dian karena gemas melihat dian yang sedang bersungut sungut.
“Steve..kamu tuh selalu mencuri kesempatan..lebih baik kamu membantuku menghadapi sifat mala yang sedang aneh ini” protes dian
“Kamu selalu menggemaskan di mataku di,dan untuk itulah aku datang sekarang lebih baik kamu dan mala bersiap siap!”perintah steve
“Mau kemana?” tanya dian bingung lalu steve membisikkan sesuatu ke telinga dian
Dengan penuh bujuk rayu akhirnya mala pun setuju untuk mengikuti ajakan steve dan mereka bersiap siap untuk pergi ke suatu tempat. Perjalanan memakan waktu hampir 1,5 jam dan sampailah mereka di suatu pantai yah indah
Brighton beach
“Wow..pantai yang sangat indah..mala ayo kita berfoto di depan rumah rumah pantai itu sungguh cantik sekali” dian menariik narik tangan mala, walaupun mala sedang malas berrfoto ria namun dia tetap mengikuti kemauan sahabatnya itu, setelah selesai berfoto dengan bermacam gaya dan beberapa spot foto mereka pun duduk di pinggir pantai..
menikmati suasana pantai dengan debur ombak dan angin semilir yang menyejukkan dan pemandangan senja yang begitu indahnya
“Dii..aku beli minuman dulu yah sebentar” ijin steve dan dian menganggukkan kepalanya.
“Dii..kenapa aku merasa hampa yah?” tanya mala memecah kebisuan diantara mereka
“Maksudmu ? Khan ada aku disini mal, apa kamu tidak senang aku menemanimu?” dian menjawab dengan pertanyaan karena bingung dengan maksud sahabatnya itu.
“Bukan itu maksudku di,aku senang kamu disini, tetapi hatiku merasa sepi sekali aku merindukan sosok laki laki yang bisa mengisi kekosongan hatiku” jawab mala dengan lesu
“Mala jodoh dan takdir akan mempertemukan mu dengan pujaan hatimu,apakah karena ini kamu bersikap dingin dan acuh kepadaku ?” tanya dian lagi
“Hemm.. (mala mengangguk) aku merasa iri denganmu, kamu dan steve pasangan yang serasi daan hangat, kapan aku bisa menemukan sosok pria yang bisa menghangatkan hatiku di..” mala mulai meneteskan air mata.
Dian memeluk mala dari samping dan menghapus air mata mala di pipinya
“Mala..percayalah kamu akan menemukan sosok itu, bukalah hatimu, jangaan bersedih seperti ini kamu membuatku sedih juga dan akhir2 ini aku jadi merasa bersalah karena tidak bisa meringankan beban pikiranmu.” dian mengelus lembut punggung mala
“Apa kamu merindukan tuan reo mal?” Tanya dian lagi dengan berhati hati
__ADS_1
“Hah!!entahlah di, tapi beberapa hari ini aku memang memikirkannya dan aku membenci laki laki itu karena dia sudah membuatku sakit hati dengan mengingat masa laluku tapi dia juga yang mencuri ciuman pertamaku dengan lembut,aku benci itu” dengus mala kesal
“Ok, kalo memang berjodoh kamu pasti menemukannya” ucap dian menenangkan hati mala.
“Wuahh aku ketinggalan banyak cerita nih, akhirnya 2 sahabat ini bisa berbaikkan” steve menghampiri mala dan dian dan langsung berceloteh.
“siapa yang sedang marahan” protes mala
“ engga marahan steve, hanya lagi dijutekkin sama mala aja beberapa hari ini, iya ga mal” ledek dian
“Apaan sih dii” mala tersenyum malu malu
“Hahaha...akhirnya tersenyum juga, gitu dong berarti sukses khan aku membawa kaloan kesini” seringai steve dengan senang.
“Good job asisten steve, 😉” jawab mala dengan kerlingan matanya
Suasana brighton beach yang begitu ceria dengan rumah pantai berwarna warni membawa keceriaan tersendiri terhadap kedua sahabat yang sudah bersitegang selama beberapa hari belakangan ini, kegundahan hati mala pun sedikit berkurang walaupun gurat gurat kesedihan masih nampak di wajah cantik mala.
Tetapi mala tetap bersyukur karena selalu didampingi dengan sahabat dan orang2 yang menyanyangi dan mengerti dirinya.
.
.
.
.
..
..
semoga masih berminat dengan membaca kelanjutan ceritanya yah😉😉
tetap ditunggu likenya😉😉😉
__ADS_1