
Mala tiba di bandara melbourne, hari sudah cukup petang ,mala mengantri mengambil koper dan barang2nya lalu melakukan pemeriksaan paspor dan surat2..setelahnya dia berjalan ke arah luar bandara, sesampainya di luar pintu bandara terdapat seseorang membawa papan nama bertuliskan “MALA NOCHE FROM INDONESIA” Mala menghampiri laki2 tsb.
“Permisi apakah tuan ingin menjemput saya ?” tanya mala
“Apakah anda nona Mala?” pria tersebut mengecek foto di ponselnya dan terlihat muka yang sama dengan gadis di depannya
“ iya saya yang ditugasi oleh bu Liza untuk menjemput nona, perkenalkan saya steven nona.” Pria tersebut memperkenalkan diri
“ Ohh begitu baiklah, saya mala” mala menyalami steve
“Mari nona, saya bantu mwmbawa barang2nya...saya diperintah untuk membantu dan menemani anda selama nona tinggal di australia ini.” Steve menjelaskan tugasnya ke mala
“Ok..ok” jawab mala
Mala mengikuti steve ke mobil dan membawa mereka ke sebuah apartemen sederhana tidak terlalu besar tapi nampak sangat indah dan homie (berasa ada dirumah sendiri)
“Wow apartemen yang sangant nyaman dan indah, semoga menjadi awal yang baik untukku.” Gumam mala
“Permisi nona ini barang2 nona sudah saya turunkan semua,apa ada yang perlu saya bantu lagi?” tanya asisten Steve
“Tidak asisten, tapi..apa di dekat2 sini ada tempat makan atau restoran yang murah meriah dan enak? tanya mala
“ oh kalau untuk itu saya sudah buatkan daftarnya nona, ini beberapa tempat makan, mini market dan beberapa cafe dekat sini..”asisten steve memberikan listnya
“Wuah ini hebat sekali, terima kasih asisten steve ini sangat membantu sekali.” Jawab mala dengan berbinar binar
“Sama sama nona, kalau sudah tidak diperlukan saya permisi,dan ini kartu nama saya, nona bisa menghubungi saya di nomer tersebut jika memerlukan bantuan saya.” Steve memberikan kartu namanya ,mala mengangguk dan steve pamit undur diri.
Setelah steve pergi mala membereskan barang2nya merapikan baju baju, meletakkan buku2 di rak dan tak lupa menaro frame2 foto di rak...karena terasa lapar mala berjalan ke dapur dan melihat isi pantry yang sudah ada beberapa bahan makanan..mala pun membuat sandwich sederhana dengan isian telur smoked beef keju seladadan tak lupa ditambahi mayones saos sambal.
Mala menikmati sandwich sendirian saat mengambil minum di kulkas mala memekik kegirangan karena ada berjejer botol teh botol minuman favoritnya
“Ah aku lupa mengabari orang rumah” mala bergegas mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video call ke jakarta
Tut...tut...tut....
“Diaaannnn....aku sudah sampai..aku kangen kalian...kamu dimana, apa sudah dirumah” mala berteriak saat panggilan video callnya di angkat oleh dian
“Mala..kamu baru aja pergi beberapa jam yang lalu.” Jawab dian geleng2 dan memutar ponselnya dan memberitahu mala dimana keberadaanya, terlihat bu liza dan mama Moni sedang nyemil santai di ruang tv
“Sayang kamu sudah sampai, kamu suka apartemennya?”tanya bu Liza
“Suka banget nget tante...ini indah banget apalagi ada ini di kulkas” jawab mala sambil menunjukan botol teh botolnya
“Tante terima kasih juga yah aku dikasih asisten yang ganteng dan cekatan, hehehe...” mala terkekeh
“Sama2 sayang,kalau perlu apa2 kamu boleh merepotkan dia yah”ucap bu Liza
“Sayang kamu baik2 yah disana...jaga diri kamu baik2” mama Moni pun ikut berbicara
“Iya ma..pokoknya beres..mama juga baik2 yah dirumah, yaudah aku istrirahat dulu yah semua..”panggilan video call pun berakhir.
Mala menghabiskan sandwichnya dan meminum teh botol sampai habis menyesap rokoknya sebentar lalu membersihkan diri di kamar mandi mengganti baju tidur yang nyaman dan merebahkan dirinya di tempat tidur...sebelumnya mala mencium frame foto dengan gambar mala bersama orang2 tersayangnya
“Doakan aku yah kalian semua..semoga lancar aku disini,aku sayang kalian semua” mala mencium frame fotonya dan meletakkan di meja sebelah tempat tidurnya lalu mulai memejamkan matanya dan tak lama sudah terdengar.dengkuran halus.
Keesokkan hari
__ADS_1
Mala terbangun pagi2 sekali... mala menghirup udara di luar balkon lalu maala berjalan ke dapur membuat secangkir kopi dan menikmatinya di balkon apartemen sambil menyesap rokok,dan mendengarkan musik melalui player ponselnya
“Lagu goodlife from fast and furious soundtrack”
Setelahnya mala bersiap diri untuk menuju RMIT unversity karena program sertifikasinya akan berlangsung disana. Sesampai depan apartemen sudah terlihat asisten steve berdiri di samping mobil dan siap mengantarkan mala.
"Asisten steve, apa kau tidak punya pacar ?" tanya mala iseng membuka pembicaraan dengan steve
"hahaha nona...tante Liza memberiku banyak sekali tugas mana sempat saya mencari walaupun dulu.." jawab steve tapi tidak melanjutkan ceritanya
" dulu kenapa asisten steve dan kau memanggilnya tante,apa hubungannmu dengan tante liza?" tanya mala bingung karena omongan steve terpotong
"oh saya keponakan jauh dari om Adhi...om adhi sudah merawat saya dari kecil karena orangtua saya meninggal karena kecelakaan" jelas steve
"maafkan saya asisten steve karena mengingatkanmu dengan masa lalumu"mala merasa ikut sedih karena mengingat papanya yang juga sudah tiada.
"oia, dulu kenapa asisten steve? " tanya mala lagi
"ah dulu saya pernah dekat dengan wanita cantik, tapi karena om adhi memaksa saya melanjutkan program s2 di australia saya terpaksa meninggalkannya"
"wuahh senangnya kau bisa terbuka denganku"ucap mala menepuk nepuk pundak steve
" haha iya nona, entah kenapa saya merasa nyaman ngobrol dengan nona, nona seperti adik saya" jawab steve
"kita sudah sampai nona, ini RMIT, nona nanti langsung menuju ruang administrasi yah untuk melengkapi berkas2 nona dan nanti nona bisa hubungi saya jika sudah selesai nanti saya jemput lagi, maaf saya tidak bisa.menemani kedalam kebetulan hari ini ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu." steve menjelaskan..
"tidak apa asisten steve saya bisa sendiri dan satu lagi tidak perlu memanggilku nona asisten steve, cukup mala saja,ok😉" mala mengerlingkan matanya dan keluar dari mobil.
"Melihat dia aku seperti melihat adikku yang sudah meninggal begitu polos ceria dan sedikit rapuh." gumam steve di dalam mobil, lalu melanjutkan pergi setelah melihat mala sudah memasuki dalam gedung.
Mala melakukan daftar ulang dan mengisi beberapa formulir lalu mengikuti kelas perkenalan, Mala berkenalan dengan beberapa teman baru dari berbagai negara karena sifat mala yang supel dan ramah maka ia tidak terlalu kesulitan untuk beradaptasi. Mala pun ikut senang karena teman teman yang baru dia temui sangat ramah dan baik, Mala merasa sedikit terhibur karena berjauham dengan orang orang yang dia sayang.
Hari berganti dengan begitu cepatnya..hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan hari ini tepat 3 bulan mala berada di Australia.
Hari ini terasa berat sekali bagi mala karena entah kenapa hari ini mala teringat akan kampung halamannya dan orang2 dia sayang bahkan mala sempat memikirkan Reo perlakuan terakhir Reo terhadapnya.
Mala mencari ponselnya dan menghubungi sahabatnya, setiap hari mala selalu menelpon sahabatnya dan orang2 tersayangmya
Tut...tut...tut... ( sambungan telp ke dian )
“Mala ada apa? Kau baru saja menelponku 1 jam yang lalu”jawab dian panik
“Aku merindukanmu dii...”jawab Mala lirih
“Kau merindukanku atau kamu ingin mencari tahu kabbar tuan Reo” goda dian di telpon
“Kau dii..ada2 saja,aku merindukanmu..rasanya lama sekali aku disini..aku mau pulang”mala terisak karena sudah rindu dengan Indonesia dan orang2 yang diaa sayang.
“Sabar mal..sebentar lagi programmu selesai, bulan apa kau kira2 bisa pulang hemm?” tanya dian
“ Aku baru bisa pulang bulan februari dii,karena ada beberapa berkas selesai di bulan itu walapun programnya di bulan januari sudah selesai” jelas mala
“Ahh..kau mau tau kabar tuan Reo?? Dia sama frustasinya semenjak kau tinggal, bahkan dia menjadi manusia yang paling dingin di kantor tidak pernah berbicara dan angkuh” ucap dian
“Hah..aku tidak peduli,dia memang terlalu angkuh dan kaku” mala bersungut sungut
“Jangan seperti itu mala,nanti kamu bisa jatuh cinta padanya kalau terlalu benci sama orang” dian menggoda mala.
“Ahh mana mungkin” jawab mala
__ADS_1
“Yasudah kau sabar yah,aku mau meeting dulu klienku sudah menunggu ok cinta..see you” pamit dian
“Dii..aku masih mau ngobrol”
“ Iya nanti pulang kantor aku telp kau,ok” dian memutuskan sambungan telponnya, mala hanya mengangguk dan rebahan di sofa dan mulai memikirkan kata2 dian
“Untuk apa dia frustasi” gumam mala
Sementara itu di sebuah club di Jakarta
“Re...sudah...kau sudah minum terlalu banyak.”cegah Ando
“Ndo, kenapa dia tidak kembali2, sudah 3 bulan dia pergi,apa dia tidak mau memaafkanku juga” Reo berkata lirih.
“Bro...dia pergi bukan untuk menghindarimu tapi pergi untuk pendidikan,apa kau tidak tahu?” jawab ando mencoba menjelaskan
“Hah!!! Darimana kau tau, Cih..kenapa kau lebih tau dari aku!” sesal Reo dan melirik tajam ando
“Khan sudah kuberitahu,papaku itu sahabat abangnya tuan Anto, semalam papaku menceritakan, Mala sedang melakukan pendidikan selama 6 bln kedepan.”
“Lama sekali dia pergi, bahkan sewaktu bertemu terakhir dia tidak bercerita apapun denganku, ah sudahlah aku pulang dulu” Reo berdiri dan melangkah keluar dari club dan tentu saja ando menyuruh Rai sang asisten mengantar Reo..karena sahabatnya itu sudah terlalu banyak meminum
“Re..re...egomu terlalu besar..kalau kangen kenapa kau tidak menyusulnya, bahkan untuk menelpon saja kau enggan dan menyiksa dirimu seperti ini.”gumam ando geleng2 kepala melihat kelakuan sahabatnya
Di mobil Reo mendengarkan lagu
There goes my heart beating
'Cause you are the reason
I'm losing my sleep
Please come back now
There goes my mind racing
And you are the reason
That I'm still breathing
I'm hopeless now
I'd climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I've broken
Oh, 'cause I need you to see
That you are the reason
There goes my hands shaking
And you are the reason
My heart keeps bleeding
I need you now, oh
__ADS_1
lagu from callum scot – you are the reason
“Aku tidak pernah merasa seperti ini pada wanita, pertemuan singkat kita tetapi kamu memberikan kesan terindah untukku dan aku sangat merindukanmu mala dan mungkin aku audah jatuh cinta terhadapmu” batin Reo