
Kantor Advtech..
BRAAGGG....(Suara bantingan barang di ruang kerja Andreo)
"Hei...hei... ada apa lagi denganmu?" Tanya Ando yang langsung masuk ruangan Reo ketika dengar suara bantingan barang.
"Aaaaaarrggghhh!!" Teriak frustasi Reo sambil mengacak rambutnya dengan kasar.
"Hei Re..kenapa?" Tanya Ando menepuk bahu Reo.
"Hah..aku tak tau lagi apa salahku kali ini, terakhir dia juga masih baik dan bermanja-manja denganku, tapi sudah 1minggu inii dia menghilang, aku tidak bisa menelponnya bahkan dirumahnya sepi tidak ada yang bisa ku tanya, ada apa sebenarnya aku pun bingung!" Desah Reo dengan frustasi memukirkan wanita yang dicintainya.
"Kenapa kau selalu saja seperti ini, tidak mau berpikir dengan kepala dingin terlebih dahulu, kau kan sudah banyak mengenal orang2 terdekatnya, kenapa kau tidak tanyakan kepada mereka, ayolah Re, kemana akal sehatmu, ketika berhubungan dengan Mala semua nampak hilang," tegor Ando kepada Reo.
"Ya kau benar juga, aku terlalu mencemaskannya Re, aku terlalu takut kehilangannya," Reo berkata dengan lemas.
"Kau ini, kurangin emosimu.. mulailah berpikiran jernih," ucap Ando seraya pergi meninggalkan ruangan Reo.
Reo langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Kau dimana?" Tanyanya langsung sewaktu nada deringnya diangkat.
"Hah,tak bisa kah kau berbasa basi sedikit, tanya kabarku dulu,"kesalnya.
"Ceh, cepat katakan aku tahu jika kau berkilah seperti ini pasti ada yang sedang kau sembunyikan, cepatlah Steve, kau tau maksudku kan?" Tanya Reo dengan kesal.
"Ya..ya.. tuan Andreo yang terhormat, kau selalu saja memaksa, aku di coffeshop biasa,"jawab Steve
"Tunggu disana ,awas kau jika menghindar dariku lagi," Reo langaung menutup panggilan telponnya.
Membutuhkan waktu 45 menit untuk bisa sampai coffeshop membuat Reo semakin kesal dengan jalanan ibukota yang sedang tidak bersahabat dikarenakan kemacetan yang sudah diluar logika.
"Hei.." tepuk Reo ke pundak Steve membuat Steve terlonjak kaget.
"Hah, kenapa kau selalu mebgagetkanku, kau.." Steve hanya busa geleng2 kepala tanpa melanjutkan omongannya.
"Ceritakan.. aku tidak mau kau menutupinya, awas!"seru Reo
"Cih, pria ini sungguh tak mengenal basa basi sedikit pun, aku heran kenapa Mala bisa jatuh cinta denganmu," sindir Steve melihat tingkah dan ucapan Reo.
"Cepat Steve!!" Serunya lagi.
"Kenapa kau ini, takk bisa kah santai sedikit," Steve pun masih menggoda Reo, Reo mendengus kesal dan menyalakan rokoknya menghisap dalam2 dan mengjembuskannya berharap bisa sedikit mengurangi kegundahan di hatinya.
"Santai aja Re, Mala juga sepertinya sedang bersantai menikmati indahnya pantai," ucap Steve menepuk nepuk pundak Reo.
"Apa kau bilang, sudah 1 minggu ini aku tidak bisa menghubunginya, aku tak mengerti ada apa lagi ini Steve, seingatku terakhir bertemu tidak terjadi masalah bahkan Mala nampak sudah membaik," ucap Reo dengan lemas.
__ADS_1
"Kau harus lebih sabar dan tenang Re, sudah ku katakan dari awal Mala itu berbeda dari wanita pada umumnya semakin kau kekang semakin lari lah dia, terakhir kuingat bukan baik2 saja, kau menempelinya secara terus menerus," ucap Steve dengan santai.
"Firasatku akan ditinggalnya ternyata benar Steve, seperti saat ini, dia pergi tanpa ada pemberitahuan apapun kepadaku, tidak pernah2nya aku se frustasi ini Steve," ujar Reo.
"Yah, tuan Andreo kau sungguh luarbiasa, hahaha... kau bisa temui dia, dia tidak meminta kami menyembunyikan dimana keberadaannya, dan yang pasti kau harus lebih bersabar menghadapinya, Mala bukan wanita yang gampang percaya laki2, bukan juga yang bisa cepat luluh atau melupakan suatu peristiwa dengan begitu gampangnya, Mala mempunyai sifat memendam semua permasalahan dalam dirinya,"cerita Steve panjang lebar.
"Hal itulah yang membuatku semakin jatuh cinta terhadapnya, entah kenapa tanpa dia aku seperti orang linglung," ucap Reo dengan menerawang memikirkan sang kekasih hati yang berada nun jauh disana.
"Besok aku dan Dian akan menyusulnya, kalo kau mau turut serta silahkan tapi jangan lupakan pesan2ku Mala berada disana untuk menenangkan dirinya setelah kepergian mama Moni, jangan tambah beban pikirannya dengan kecemasan dan kecemburuanmu,ok" ucap Steve membuat Reo sedikit mengangkat alisnya.
"Cemas mungkin iya, tapi cemburu?" Reo sedikit bingung dengan perkataan Steve.
.
"Kau akan melihatnya nanti disana, persiapkan hatimu" Steve berkata dan memberikan senyum misteriusnya.
"Baiklah, aku pusing dengan tingkahmu ini Steve, yang jelas aku hanya ingin menemui wanitaku itu," ucap Reo.
"Aku pamit duluan, aku pun harus menjemput pujaan hatiku, ok, haha.." pamit Steve dan beranjak oergi.
"Tunggu aku sweetie, i miss you so.much," gumam Reo.
....
Sementara itu di pinggir pantai seorang wanita sedang berjalan dengan memainkan kakinya di pasir putih yang begitu indah.
"Hey beautiful, don't you miss me, you've been here a week but you never told me," gerutu seorang pria.
(Kau sudah berada disini 1 minggu, tapi kau tidak memberitahuku)
"Hay handsome.." jawabnya dengan tersenyum
(Hai ganteng)
"Hish, kau selalu mengalihkan pembicaraan, kenapa tidak memberitahuku Mala?" Tanya si pria itu lagi.
"Haha.. aku tidak mengalihkan pembicaraan handsome, aku menyapamu, kenapa kamu selalu saja menggerutu,"ucap Mala menggoda si pria dengan mencubit pipinya.
"You're too busy.. and i need my time for relaxing," ucap Mala lagi.
"Mala...come in your breakfast is ready," teriak uncle Adam dari dalam rumah.
"Ok uncle.." Mala berteriak balik menjawab panggilan pamannya.
"You wanna join?" Tanya Mala ke pria di sebelahnya.dan dijawab dengan anggukan.
"Hari ini aku ada banyak sekali kasus, mungkin tidak bisa.kembali ke rumah dengan cepat, kau tidak apa jika kutinggal?" Tanya Uncle Adam saat Mala sudah duduk di depannya.
__ADS_1
"It's okay Yah, aku akan menemani bidadari ini,"jawab dave.
David Rodrigues pria tampan dengan badan sedikit kurus tetapi tetap atletis. David biasa dipanggil Dave adalah salah satu anak angkat papa Anto, dan dirawat oleh uncle Adam di Miami tempat uncle Adam tinggal. Dave sudah seperti adik bagi Mala begitu pun juga Dave mengganggap Mala seperti kakak kandungnya, sama seperti Ferry, Dave selalu menjaga dan merawat Mala.
David memakai nama belakang keluarga bu Moni, agar tidak ada musuh atau pun saingan bisnis tuan Anto yang mengganggunya.
"Baiklah aku percayakan padamu, dan ingat jangan bikin ulah," ucap uncle Adam.
"Siap boss," ucap David.
.
"Ok, take care darling, kalo perlu apa2 minta sama bocah ini, atau kamu bisa telp uncle ok," ucap uncle Adam sambilengelus lembut rambut Mala dan dianggukkan kepala oleh Mala.
Adam Rodrigues adik satu2nya ibu Moni yang menetap di Miami selain menjalankan bisnis tuan Anto, Adam bekerja di kepolisian miami di bagian laboratorium forensik.
"Oia, mungkin dian dan Steve akan tiba malam nanti darling," kata uncle Adam mengingatkan Mala.
"Ok uncle, aku tak mengerti kenapa juga tante Liza tidak pernah membiarkanku pergi seorang diri," dengus kesal Mala.
"Semua demi kebaikkanmu darling, ok uncle berangkat dulu and dave jangan berulah," pamit uncle Adam.
"Apa rencanamu hari ini beautiful?" Tanya Dave setelah kepergian Adam.
"Hem..don't know just doin' nothing," ucap Mala sambil berjalan menuju teras rumah.
"Katanya mau relaxing, mau ke taman?" Tanya Dave mengekori Mala.
Dave memang selalu bertingkah manja jika berada di sisi Mala, seperti anak bebek yang selalu mengekori induknya. Tidak hanya dengan Mala dengan Dian pun Dave akan bertingkah seperti itu, menurut Dave 2 wanita hebat itu harus selalu dia jaga dan lindungi tidak boleh ada satu orang pun yang boleh menyakiti atau menganggunya.
"Aku tak tau Dave, hanya ingin menikmati suasana pantai aja, tidak ingin melakukan apapun,"ucap Mala sambil menghisap rokoknya.
"Oh come on Mala... jangan seperti ini terus uncle Adam bilang kau sudah seperti ini selama seminggu," bujuk Dave.
Mala hanya terdiam menikmati suara deburan ombak dan angin pantai, Dave pun masih berusaha membujuk Mala.
.
.
.
.
hai...hai...aku kembali update....siapa tau ada yang mau baca..hihihi...berikan like keleannn yah ditunggu๐๐๐
__ADS_1
foto ilustrasi source pinterest...