Kehidupan Seorang Putri Tunggal

Kehidupan Seorang Putri Tunggal
Chapter 4 : Mulai Gelisah


__ADS_3

Setelah kejadian di bentaknya Mala diruang rapat oleh Reo, Bu Eni ( mamanya dian) langsung terbang ke Jakarta untuk  melihat kondisi Mala, Dian, Ferry dan bu Liza pun selalu berkunjung dan menyemangati Mala. Bu Moni cemas dengan kondisi Mala maka dari itu, mereka semua selalu mendampingi Mala.


Bu Liza secara khusus memberikan Mala cuti dari Kantor


Pagi hari di rumah sederhana Mala


“Mala sayang,, ini mama buatkan soto betawi kesukaanmu, ayo turun nak..Bu Moni memanggil Mala


“Iya ma, sebentar lagi mala keluar.” jawabnya


Mala sedang duduk di depan cermin kamarnya “Come on Mala, cheer up..smile 😊“ mala menyemangati dirinya setelah itu Mala keluar kamar untuk bergabung dengan mamanya di meja makan


“Mala, temani mama ke mall yuk sayang..” ajak Bu Moni


“Malas ah ma, Mala belum mood untuk pergi keluar.” Jawabnya sambil terus menyatap soto betawi buatan mama.


“Tapi nak, mau membelikan hadiah untuk Buni mu loh ( panggilan Mala untuk mamanya dian).” Bu Moni mencoba menjelaskan


“Tapi ma…”mala tidak menyelesaikan kata2 nya


“Besok kita khan akan berangkat ke Malang nak, kamu tetap ikut yah..”Bu Moni terus merayu Mala


“Ok..ok nanti Mala temani mama ke mall” jawabnya karena tidak mau membuat mamanya kecewa


Di suatu Mall di daerah Jakarta Selatan


Mala dan Bu moni berkeliling, akhirnya mereka memutuskan untuk membelikan sebuah jam tangan untuk Buni dalam rangka ucapan selamat atas pembukaan butiknya yang baru di kota malang. Mala dan bu Moni masuk ke sebuah toko jam.


Sementara itu ada sepasang mata laki laki yang terus mengawasi


“Ah gadis itu, sudah beberapa hari ini aku tidak melihatnya, kenapa hati ini terasa senang sekali melihatnya” gumam Reo dalam hati


“Reo kok berhenti, kamu sedang melihat apa ?” Tanya Dina yang langsung menggandeng tangan Reo


“mmm…tidak,ayo kita jalan” ucap Reo singkat


Dina adalah teman Reo dari jaman kuliah dulu, Dina memang memendam rasa terhadap Reo namun Reo tidak pernah menanggapinya bahkan terkesan cuek, tetapi Dina bisa berhasil menjadi teman dekat Reo, walaupun Dina harus sering mengelus dada karena sikap kaku, dingin dan jutek dari Reo. Dina pun cukup bersyukur karena Reo masih mau bertemu dan menemaninya berbelanja walaupun dengan alasan untuk membelikan papanya kado ulang tahun, papanya Dina merupakan salah satu dosen di kampus dulu yang banyak mengajarkan Reo mengenai ilmu programmer, Reo merasa selalu berhutang Budi karena jasa papanya Dina lah Reo bisa se sukses


sekarang ini. Tidak bisa di pungkiri Reo memang memiliki wajah ganteng tubuh atletis bak model serta memp’unyai otak yang encer, banyak wanita yang menyukainya dikarenakan sikap pemarah,angkuh dan jutek para wanita itu enggan berdekatan dengan Reo


Keesokkan harinya di PT. Advtech


Brag…suara bantingan benda….


“Aaarrgghhh sialan kalian semua,masa permasalahan seperti ini harus saya juga yang turun tangan, apa kerja kalian selama ini!” teriak reo setelah membanting Laptopnya


“Maafkan ka…kaa..mi pak.” Ucap salah satu pegawai dengan gemetaran, melihat sang boss mengamuk diruangannya Rai sang asisten langsungberlari keluar menuju ruangan Ando.


Tok..Tok..Tok…


“Masuk” jawab Ando


“Maaaf Pak Ando, maaf mengganggu bapak, tolong saya pak.”  Ucap Rai sang asisten dengan panik dan


terbata bata…


“Ada pa kau Rai..seperti habis , melihat hantu saja.”ucao Ando dengan meledek


“Pak Reo pak, sedang ngamuk di ruangannya, hari ini saja sudah 2 laptop yang beliau hancurkan, saya takut keselamatan para pegawai bisa terancam kalau terus di diamkan.”Rai mencoba menjelaskan situasi genting saat ini diruangan bossnya. Rai adalah asisten Reo yang sudah cukup lama mendampinginya jadi tabiat buruk sang boss sudah dia hafal mati kalau emosi si boss tidak di redam bisa2 bakal ada nyawa yang melayang.


Ando kaget berdiri lalu mengambil langkah seribu menuju ruangan Reo, saat memasuki ruangan Reo Ando pun lebih tercengang dan kaget lagi ,melihat ruangan yang sudah proak poranda barang2 elektronik berceceran dan tangan Reo yang hendak memukul salah satu pegawai.


“Reo…Hentikan!!!” Hardik Ando lalu dia melihat pegawai yang berdiri menunduk gemetaran mungkin sudah ngompol di celana pikir Ando


“Kalian boleh keluar dan lanjutkan perkerjaan kaloan..dan jangan samapai membuat kesalahan lagi.” Ando menyuruh para bawahan tersebut


“Baik pak, terima kasih… kami permisi dulu”ucap para pegawai, Ando menganggukan kepalanya..


“Hah nasib baik kalian terselamatkan oleh temanku yang berjiwa besar ini.”ucap Reo sinis

__ADS_1


“REO…” ando menegurnya… “Ada apa denganmu kau terlihat kacau dan emosimu luar biasyaaakkkk bahkan nyamuk pun malas mendekatimu.”ucap Ando lagi


“Bisa bisanya kau meledekku,,pegawai itu saja yang memang bodoh dan tidak bisa bekerja dengan baik.” Sesal Reo


“Reooo…Reooo..Reoooo….ada apa denganmu, emosimu, penampilanmu yang kusut ini, sudah hampir 1 minggu ini kau selalu saja uring2an, apa ada hubungannya dengan gadis yang kau bentak di LEZZY design itu?” Ando bertanya dan sekaligus menebak isi kepala temannya yang ajaib itu.


“Pegawai itu memang bodoh hosting belum mereka bayarkan, dan aku jadi tidak bisa mengupload pekerjaanku.” Reo masih bersungut sungut.


“Re..aku tau itu hanya masalah kecil, kau sendiri sering melakukannya, jangan kau bohongi aku, ada apa sebenarnya ?” Tanya Ando lagi


“Sialan kau..selalu saja menebak isi otakku.” Reo memukul tangan ando


“Hei…. Aku mengenalmu dari dulu tidak 1 atau 2 tahun ini saja, aku tau segala macam isi otakmu, masalah pekerjaan mungkin kau lebih tau dan mahir dariku tapi masalah wanita kau NOL BESAR Re.. dan aku tau tak pernah2nya emosi kau sedahsyat ini karena masalah remeh temeh” ledek Ando


“AAAAaarrggghhhh…aku gila Ando…sungguh menggila karena gadis itu, rasa bersalah ku, rasa penasaran ku dan terlebih sudah seminggu ini tak melihatnya membuatku semakin menjadi gila.” Reo menghempaskan tubuhnya di sofa sebelah Ando, Ando menepuk nepuk pundaknya


“Cobalah kau mengontrol emosimu, tenangkan dan jernihkan pikiranmu yang kusut seperti kabel itu.”Ando menenangkan Reo


“Apa yang harus ku lakukan aku semakin bingung jika tidak melihatnya, tapi aku takut…akan menyakitinya lagi bila bertemu.” kali ini nada suara Reo mulai tenang.


“Temuilah dia, meminta maaf lah dengan tulus tanpa emosimu itu, kalau perlu belikan makanan atau benda favoritnya daaan satu lagi lembutlah sedikit terhadap wanita janganlah kau selalu saja jutek dan kaku, seperti wanita PMS aja kau.” Saran Ando


Reo mencoba memikirkan perkataan dan menimang nimang perkataan sahabatnya itu.


“Tetapi kalau dia tidak mau menemui dan memaafkan ku bagaimana?” Tanya Reo lirih


“Berusahalah dengan gigih mungkin dia akan luluh denganmu, tapi kalau tidak juga, berarti kau masih manusia..hahahaha…”ledek Ando lagi


“Brengsek kau!!!” sungut Reo, lalu ia segera meninggalkan ruangannya


“Hei mau kemana kau bersihkan dulu ruanganmu ini” panggil Ando yang melihat Reo berlari keluar…


Reo pun berhenti dan berbalik “Kau tolonglah sabahat mu ini,aku ada


urusan Penting…suruh saja sekretarismu yang cantik itu membersihkan😉” setelah mengerlingkan matanya Reo pun berlari lagi menuju motornya


“Dasar brengsek” jawab Ando dengan mengeleng gelengkan kepalanya.


“Ada yang bisa saya bantu pak?” Tanya seorang resepsionis


“hmm…apa saya bisa bertemu dengan ibu Mala?”Tanya Reo


“Ohh,maaf sekali Pak mba Mala sedang cuti saat ini..” jawab si resepsionis


“hemmm…kira kira berapa lama yah cutinya?” Tanya Reo dengan penasaran


“Wah kalo untuk itu saya kurang tahu pak, karena sepertinya mba mala sedang ada acara keluarga di luar kota, apa ada pesan pak? Jika ada nanti saya coba sampaikan ke mba Mala.”ucap si resepsionis lagi


“Ahh tidak usah, saya tidak ada pesan, nanti saya bisa kembali lagi…permisi”pamit Reo, Reo pun langsung keluar.


“Ah Mala…kemana kamu..apa kamu sengaja menghindariku,,kenapa kamu menghilang begitu saja” gumam


Reo


-----


KOTA MALANG


Mala dan Dian sedang sibuk membantu dekorasi butiknya karena acara peresmian akan segera dimulai dalam beberapa jam lagi..


“Diii…dari tadi aku perhatiin kamu kok celingukkan terus lagi nungguin apa sih?” Tanya Mala


“Aku tuh nungguin tukang bunga mal, katanya jam 8 pagi ini sudah stand by tapi ini udah jam 8 lewat seperempat belum nongol juga.” Dian pun terlihat panik


Saat Mala menoleh k earah pintu masuk butik, “Nah itu orang nya di,,,di omongin langsung muncul” Mala menunjuk tukang Bunga yang berjalan kearah pintu butik dan hendak menghampiri mereka


“Maaf mba terlambat, agak nyasar dikit tadi..ini mau disusun dimana yah bunga2nya ?” kata si tukang bunga


“Ohh di jejerin ajah mas disana.” Dian pun memberi perintah ke tukang bunga itu.

__ADS_1


Acara Peresmian butik akhirnya dimulai tepat pukul 10.00 pagi… di hadiri beberapa petinggi kota tersebut, teman2 semasa mama2 mereka bersekolah dulu, lengkap seperti reuni kecil2an di dalam butik tersebut, bu Eni, bu Liza dan Bu Moni Nampak tertawa bahagia..senyum mereka tak lepas dari wajahnya..Hanya mala lah yang terlihat duduk lesu di taman halaman depan butik dengan meminum teh botol dan menghirup rokoknya.


Keesokkan harinya..


“Kamu yakin mau pulang hari ini mal?” Tanya dian sedikit khawatir dengan kondisi sahabatnya itu


“Iya di..besok aku mau mengunjungi suatu tempat,,” jawab Mala sambil menunduk


“Kemana ?? ingat jangan berbuat hal2 yang membuatmu menyesal lagi mal!!” Dian mencoba memperingati Mala


“Engga di,tenang aja…aku..aku..” Mala tidak melanjutkan kalimatnya hanya tetesan air mata lah yang terus mengalir di pipinya


“Tidak ada yang salah jika kamu merindukan papamu, tetapi akan salah jika kamu terus terusan mengasihani dirimu sendiri dengan begitu banyak penyesalan dan kekecewaan di dirimu.” Ucap Dian..


Mala pun terdiam dan merasa sahabatnya selalu tau apa yang sedang ia rasakan saat ini


“Aku kangen papa dii..kenapa papa pergi sebelum memaafkanku…”


Ferry mendekat dan langsung memeluk Mala dari samping yang sedang duduk di taman belakang bersama Dian Kakaknya


“Masih ada aku mba, ada mba dian juga.. dan masih banyak orang2 yang sayang sama mba Mala, kita akan selalu menemani mba…yah kecuali kalau aku sedang sama pacarku.” Ferry mencoba menenangkan Mala dengan candaannya


“Kamu itu Fer” dian tersenyum sambil mencubit lengan Ferry


“Nah gitu dong tersenyum jangan air mata terus yang dikeluarin ga takut habis nanti air matanya” goda ferry sambil menaik turunkan alisnya.


Sore hari Mala pun berpamitan dengan Buni, dian tidak ikut hari ini ke Jakarta dikarenakan masih hari sabtu dan Dian berniat mengunjungi eyangnya sebelum kembali ke Jakarta lagi.


“Buni mala pamit yah…maafin Mala sudah merepotkan buni selama disini, dan semoga butik buni sukses ke depannya.” Pamit Mala lalu memeluk buni nya dengan erat


“Tidak ada yang di repotkan sayang, buni senang kamu disini, tapi kenapa kamu terburu buru untuk kembali ke Jakarta sih.” Ucap buni


“Engga apa2 buni, Mala ingin mempersiapkan diri ajah khan sudah cuti lama, biar nanti paas udah mulai kerja mala tidak kecapaian.” Ucap Mala menjelaskan..


“Yaudah kamu hati2 yah, jangan terlalu sering menangis nanti kecantikkan mu bisa luntur loh”


“Buni bisa ajah.. ” Mala tersenyum malu


“Ok jeng ni.. kita pamit yah…sukses buat usaha barumu” ucap bu Moni dan mereka ber cipika cipiki


Mala dan bu Moni memasuki pintu keberangkatan pesawatnya….jam menunjukan pukul 20.00 waktu Jakarta pesawat yang ditumpangi Mala dan bu Moni mendarat di bandara Halim…setelah mengambil koper dan barang2 mereka


“Ma, kita beli makanan dulu yah sebelum pulang, Mala udah laper banget.” Ucap Mala mengelus ngelus perutnya


“Ok, kita mau makan dimana nak??” Tanya bu Moni


“DI warung tenda seafood deket rumah kita ajah ma, biar ga repot, nanti kita makannya di rumah bareng bareng sama mbo nem sama ipah” ucap Mala


“Ok kalo seperti itu..yukss”


Mala pun memesan taksi online dan mengarahkan ke warung tenda seafood deket rumahnya karena mereka membawa banyak bawaan maka supir taksinya pun Mala suruh tunggu untuk membeli makanan lalu mereka langsung menuju rumah.


----


Sementara itu di sebuah club


Reo Nampak menengggak habis minumannya langsung dari botolnya sudah botol ke 5 yang dia minum…sewaktu Reo mau mengambil botol ke 6 nya..


“Sudah cukup Re..” cegaah Ando menahannya


“Cerewet sekali kamu Ndo…biarkan aku meminumnya lagi..”reo menampik tangan Ando


“Ada apalagi denganmu ? sudah bertemu dan meminta maaf dengan gadis itu, atau kau sudah menyakitinya lagi?” Tanya Ando sambil mengernyitkan dahinya


“Haiishhh…gadis itu susah sekali di temui, bahkan sepertinya dia menghindar dariku.” Lirih Reo


“Reee…re… baru kali ini kulihat dirimu frustasi karena wanita.” Ando menghela nafasnya yang melihat Reo sudah menggak lagi botol minuman yang ke 6. Akhirnya Reo tak sadarkan diri karena terlalu banyak meminum, walaupun hari masih terlalu sore untuk mabuk, tanpa pikir panjang Ando langsung segera membawa Reo pulang dengan mobilnya menuju apartemen Reo, saat dijalan melewati sebuah warung tenda seafood Ando melihat Mala dengan seorang wanita paruh baya. Ando pun berhenti sejenak mengamati Mala.


“Gadis itu yang membuatmu seperti ini Re… bahkan ketika melihat Dina bergandengan tangan bersama laki laki lain saja kau cuek, kenappa gadis ini terlihat special sekali di matamu, jika dilihat memang sangat cantik dia, walaupun dengan dandanan kasual seperti itu.’ Gumam Ando dan melihat Reo yang tertidur di bangku sebelah

__ADS_1


Ando pun melajukan kembali mobilnya menuju apartemen Reo.


bersambung...semoga suka dan mau terus baca yah ;)


__ADS_2