
Margaretha tidak diam saja. dia meminta beberapa pelayan untuk mencari kunci cadangan. dia ingin tahu kenapa sampai kamar cucunya terkunci. padahal biasanya tidak pernah. dia selalu mengawasi para pekerja saat membersihkan kamar cucu tercintanya itu.
"Ini nyonya kuncinya." pelayan memberikan kunci kepada Margaretha.
dengan cepat Margaretha menyambar beberapa anak kunci cadangan. dia mencoba satu persatu sebelum akhirnya menemukan kunci yang dicarinya.
"akhirnya ketemu juga." anak kunci diputar dan dia masuk ke dalam kamar cucunya.
Margaretha mencari tahu apa yang lain dari kamar cucunya itu. dia lihat dengan teliti setiap sudut kamar junior.
"apa yang kamu sembunyikan?" tanyanya.
pelayan dimintanya untuk menunggu diluar. dia tidak mau ada orang yang mengetahui rahasia cucunya. Margaretha sangat berhati-hati jika mengenai cucunya.
Margaretha menemukan apa yang berbeda dari kamar cucunya itu. dia langsung mencari dimana beberapa obat yang di konsumsi oleh cucunya selama ini.
...****************...
Junior masuk ke dalam ruangan kerjanya. Saat dia masuk ke dalam ternyata, sudah ada seseorang yang menunggunya.
__ADS_1
"Selamat pagi keponakanku."
"selamat pagi, paman" junior sangat bersikap sopan kepada pamannya.
Rudi adalah paman dari junior. Rudi adik dari papinya junior. junior cukup dekat dengannya. Rudi bekerja sebagai direktur pemasaran.
"Apa ada masalah?" tanya Junior.
"Tidak ada masalah. Paman hanya ingin bertemu dengan keponakan paman saja." Runi menepuk pundak keponakannya.
"Apa perlu kita keluar untuk menghirup udara segar?" tanya Junior dengan akrabnya.
"aku masih mengkonsumsinya. meski tidak berefek apapun kepadaku." celetuk junior.
"memang tidak berdampak kepada ingatanmu. hanya saja obat itu meredakan rasa sakit di kepalamu. Kamu tahu kan kalau eyangmu itu sangat khawatir kepadamu. aku tidak memiliki anak. jadi hanya kau satu-satunya cucu di dalam keluarga ini. penerus garis keturunan keluarga kita." Rudi mengusap wajahnya.
Junior sebenarnya sangat iba kepada pamannya itu. pria di hadapannya itu tidak memiliki putra dari pernikahannya. padahal dia sudah dua kali menikah dan memiliki dua istri tetap saja tidak mendapatkan keturunan dari keduanya.
"Anggap saja aku adalah putramu paman. sehingga kamu tidak perlu merasa risau."
__ADS_1
Rudi terkekeh. dia merasa perkataan junior adalah ejekan baginya. dia juga merasa kalau dirinya tidak beruntung karena tidak dikaruniai anak.
"Junior. apa kamu sudah memutuskan untuk menikah?" tanya Rudi.
"belum. aku akan menikah jika ingatanku sudah kembali." jelas junior.
"kenapa memangnya?" tanya Rudi.
"karena aku mau tahu dulu siapa lawan dan siapa teman." junior menajamkan matanya.
Rudi melihat ke arah junior dengan tatapan jengahnya. dia tidak menyangka kalau ternyata keponakannya masih bertekad untuk menyelidiki kecelakaan dan identitasnya.
"apa pentingnya? kamu adalah icon dari keluarga kita dan raja dari kerajaan bisnis keluarga kita. paman ingin mengenalkan seorang wanita kepadamu. dia adalah anak dari sahabat paman. dia juga sangat cantik dan pintar."
junior tersenyum penuh arti. "paman. aku menikah bukan hanya melihat dari paras dan juga kepandaiannya. aku juga harus melihat sikapnya dan juga ketulusannya. aku tidak mau hanya dimanfaatkan saja." jawab junior.
"mana mungkin paman menjerumuskanmu. paman sudah pasti memberikan kamu produk bagus bukan produk gagal." tegas Rudi.
Rudi terus mendesak junior. padahal junior sudah menolaknya.
__ADS_1