Keindahan Dibalik Kacamata Violin

Keindahan Dibalik Kacamata Violin
Part 21 - Tatapan Mata yang sama


__ADS_3

setelah pulang ke hotel Junior dan violin kembali memikirkan ke mana mereka akan pergi selanjutnya.


"kamu yakin kita akan pergi lagi? apa aku tidak akan dipecat nanti oleh ibu Alita?"tanya Violin kepada Junior.


Violin tentu saja khawatir kepada pekerjaannya. dia yang notabene hanyalah seorang karyawan biasa sudah pasti takut jika gajinya dipotong atau mendapatkan surat pemecatan dari atasan.


"hei kamu tidak perlu khawatir. kamu pergi denganku, bukan dengan orang lain. kamu juga tidak membolos. anggap saja saat ini kamu sedang bekerja denganku dan aku akan membayarmu."Junior bicara dengan sangat meyakinkan.


Violin mengerti kalau Junior adalah pemilik perusahaan sekaligus pemimpin perusahaan di tempat dia bekerja. namun, bagi Violin ini bukanlah hal yang benar. dia sebagai pekerja memiliki tanggung jawab pekerjaan.


"sudah jangan terlalu banyak berpikir. besok kita akan pergi ke pulau Belitung."ajak Junior.


"Belitung? Apa kamu yakin kita akan pergi ke sana?" tanya violin.

__ADS_1


"benar aku tidak main-main mengajakmu pergi ke sana. bukankah dulu juga kita pergi ke sana bersama teman-teman dan guru-guru? apakah kamu juga lupa dengan momen itu sama sepertiku?"tanya Junior.


"tentu saja tidak. aku kan tidak amnesia seperti dirimu. ingatanku masih fresh dan normal." jawab violin.


"jadi maksudmu ingatanku tidak fresh dan tidak normal?"tanya Junior sambil menatap tajam ke arah violin.


Violin kaget dengan tatapan tajam yang diberikan Junior kepada dirinya. dia langsung menenggelamkan pandangannya dan menundukkan wajahnya.


"maafkan Aku bukan itu maksudku."Violin berbicara dengan suara yang sangat pelan.


"jelas aku takut. aku pasti takut karena hanya dengan tatapan seperti itu membuatku teringat dengan tatapan seseorang."pikiran violin menerawang.


"siapa? Siapa yang pernah menatapku dengan tatapan tajam dan membuatmu merasa takut sampai saat ini?"Junior seakan sedang mengoreksi segala informasi dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu siapa orang itu. yang jelas saat aku sedang mencari-cari dirimu di sekitar Desa. dia muncul ke hadapanku. tatapan matanya hampir sama dengan tatapanmu. aku masih mengingat wajahnya, Aku tidak tahu siapa dia sebenarnya." violin menceritakan tentang kisahnya yang pernah mencari Junior karena beberapa hari tidak terlihat.


"benarkah? jadi kamu selama ini mencari-cariku dari awal aku menghilang?"tanya Junior untuk meyakinkan dirinya.


"benar, Aku bahkan sudah berkali-kali bilang kalau aku mencarimu dan sampai mencari dirimu ke Jakarta ini."tegas violin.


"apa sebegitu berharganya diriku untukmu? apakah Begitu pentingnya aku di dalam hidupmu?"tanya Junior.


"kamu bukan hanya penting dan berharga di dalam hidupku Jun. Bagiku kamu adalah sahabat sekaligus saudara yang tidak bisa dinilai oleh apapun. Kau bagaikan harta yang terindah yang Tuhan berikan kepadaku." tidak terasa Violin menitikkan air matanya.


biarin langsung cepat-cepat menghapus air mata yang lolos dari pelupuk matanya.


melihat wajah sedih violin. Junior langsung mendekat dan memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku tidak akan menghilang lagi darimu, aku berjanji akan selalu bersama denganmu. Aku akan berusaha memulihkan ingatanku lagi. Aku tidak mau kehilangan momen indahku bersamamu lagi."


mendengar ucapan dari Junior. membuat Violin menangis lebih keras. rasa rindu yang selama ini dia pendam akhirnya bisa terbayarkan. ia bisa bertemu dengan sahabatnya lagi dan bisa memeluk tubuh dari pria yang selama ini selalu di hatinya.


__ADS_2