
Junior dibawa ke sebuah klinik yang tidak jauh dari tempat mereka melihat acara yang dibuka oleh Bapak Bupati Bangka Belitung.
"Junior Aku mohon sadarlah."Violin sangat mengkhawatirkan kondisi sahabatnya itu.
setelah Junior masuk ke dalam ruangan perawatan. keluarin segera menghubungi asisten pribadi dari Junior yaitu Rian.
"halo Pak Rian. saya ingin memberitahukan kalau Junior tadi sedikit ada kecelakaan kecil dan membuatnya tidak sadarkan diri. aku sudah membawanya ke klinik terdekat. namun aku tidak tahu harus melakukan apa di sini aku mohon kamu bisa menyusul kami ke Bangka Belitung."
yalin menutup panggilan telepon dan kembali menunggu Junior yang sedang diperiksa oleh dokter.
biarin terus mondar-mandir ke sana dan kemari sangking cemasnya.
"Kenapa harus lama sekali? apa yang mereka lakukan di dalam kepada Junior? Aku sangat ingin tahu bagaimana kondisinya."
tidak lama setelah Violin bergumam sendirian. dokter dan perawat keluar dari ruangan dan menemui violin.
"dokter bagaimana keadaannya?" tanya Violin kepada dokter.
"kamu tenang saja kondisinya tidak parah. dia hanya terbentur saja tidak ada cedera yang mengkhawatirkan."dokter memberi penjelasan kepada violin
Violin menghela nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Dia sangat mudah ternyata sahabatnya tidak mengalami hal yang serius." violin menaruh kedua tangannya di dada karena merasa lega.
__ADS_1
Violin masuk ke dalam ruangan perawatan medis Junior. dia menemani sahabat yang begitu ia sayangi.
"Jun bukalah matamu. Aku mohon jangan buat aku menjadi takut seperti ini. Jun sadarlah."
Violin menangis sambil memegang salah satu tangan Junior.
dia tidak menyangka kejadian buruk ini akan terjadi kepada Junior. ya takut sesuatu hal terjadi dan mencederai bagian kepala Junior yang membuat kondisi sahabatnya itu semakin memburuk.
saat Violin tengah menangisi Junior. ternyata Margaretha dan Rian sampai di klinik tempat Junior dirawat.
"Junior."Margaretha begitu panik hingga dia mengabaikan kehadiran violin.
"Maaf mbak violin. sebenarnya ini ada apa? kenapa Pak Junior bisa seperti ini?"tanya Rian kepada violin.
"sebenarnya tadi kami sedang asyik berkeliling dan mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Bupati Bangka Belitung. namun, tiba-tiba seseorang berlari kencang dan menabrak Jun. Jun tersungkur dan kepalanya membentur aspal. aku langsung berlari kencang Karena posisinya aku sedikit jauh darinya. Jun pingsan saat aku menghampirinya." cerita violin.
"Apa dia sudah menemukan kembali ingatannya?"tanya Margaretha yang mendengarkan percakapan Violin dan Rian.
violin mengangguk tanda kalau Junior sudah kembali mengingat sedikit demi sedikit ingatannya.
"syukurlah, Aku senang jika memang dia sedang mengingat Siapa dirinya. setelah ini kita bisa tahu siapa yang dulu mencelakainya dan membuatnya menjadi seperti ini." Margaretha melihat wajah cucunya yang masih tidak sadarkan diri.
__ADS_1
violin dan Rian menunggu di depan kamar perawatan Junior.
"terima kasih Mbak violin. berkat anda apa Junior bisa kembali mengingat sedikit demi sedikit masa lalunya."Rian berterima kasih kepada violin.
"kamu tidak perlu berterima kasih kepada pak Rian. karena semua ini adalah usaha dari Junior sendiri. aku hanya menemaninya liburan ke beberapa tempat yang memiliki kenangan." violin tersenyum.
"apa Selama perjalanan pak junior mengalami sakit kepala?"tanya Rian kepada violin.
"Apa kamu tahu hal itu pak Rian?" bukan menjawab Violin malah berbalik bertanya.
"ya aku mengetahui hal itu. dia sering kali mengalami sakit kepala di beberapa jam di mana seharusnya dia mengkonsumsi obat-obatan itu." cerita Rian kepada violin.
"obat-obatan? maksudnya obat-obatan apa? apa dia mengkonsumsi obat terlarang?"tanya Violin penuh selidik.
"bukan. Pak Junior mengkonsumsi obat yang di resepkan oleh dokter. karena dia mengalami sakit kepala, sehingga dokter meresepkannya."
"dia memang beberapa kali terasakan sakit kepala yang sangat hebat dan juga aku melihat langsung saat dia tidur mengigau dan berkeringat dingin." violin kembali mengingat memori saat dia dan Junior berada di pesawat.
"semoga setelah ini dia tidak mengalami rasa sakit lagi."harap Rian.
__ADS_1