Keindahan Dibalik Kacamata Violin

Keindahan Dibalik Kacamata Violin
Part 18 - Ikut aku


__ADS_3

Sinar matahari pagi sudah menyalak masuk ke kamar besar milik Junior. Junior tidak kembali ke rumah neneknya. dia pergi dan tidur di rumah miliknya sendiri.


Junior tidak mau pulang ke rumah Eyangnya sebelum dia mengetahui siapa dalang di balik semua ini. Orang yang memberikan obat kepadanya sudah pasti ingin berlaku jahat kepadanya.


"selamat pagi." Rian menyapa Junior.


"pagi Rian. Apa kamu sudah mengerahkan beberapa anak buahmu untuk mencari tahu tentang perintahku yang kemarin?"tanya Junior kepada Rian.


"mereka sudah mulai bergerak Pak. saya sudah memerintahkan mereka sesuai dengan petunjuk dari bapak."


Junior dan Rian bersikap sangat formal. mereka melakukan hal ini karena memang ini adalah hari kerja.


"kalau begitu kamu boleh pergi ke kantor. saya akan bersiap karena saya ingin menjemput seseorang."


"anda ingin pergi dengan seseorang?"tanya Rian kepada Junior.


"benar aku akan mengajak Violin pergi. untuk itu kamu buatkan surat izin kerja untuknya selama satu minggu." perintah Junior lagi.


Ryan terkejut karena ternyata Junior bukan ingin pergi sendiri tapi juga membawa serta Violin bersamanya.


"tapi bagaimana jika yang lain bertanya?"


"kamu bilang saja kalau aku pergi untuk mencari ketenangan. sedangkan violin kau tulis aja kalau dia mengalami cedera lagi di kakinya sehingga membutuhkan pengobatan ekstra. sekalian kamu buatkan dia surat keterangan dokternya." jelas Junior.


"baik kalau begitu saya akan segera pergi ke rumah sakit dulu baru setelah itu saya akan ke kantor." Rian berjalan keluar rumah Junior.


Junior bersiap-siap untuk pergi menjemput violin. dia sudah mengetahui jadwal kerja Violin hari ini yang kebetulan masuk kerja pada siang hari.


Junior juga mempacking beberapa perlengkapan dan pakaiannya untuk satu minggu dia berpergian dengan violin.

__ADS_1


"seperti aku juga harus membawa obat-obatan yang lain."Junior langsung mencari letak dia menaruh kotak P3K.


setelah mendapatkan kotak P3K. Junior segera memasukkannya ke dalam koper dan mengunci kopernya.


"semua sudah selesai waktunya aku bersiap untuk menjemputnya."Junior sangat bersemangat sehingga ia melemparkan kunci mobilnya lalu menangkapnya kembali.


Junior sudah seperti orang yang sedang kasmaran, namun sikapnya ini belum dia sadari. dia masih menyangka kalau sikapnya ini adalah semangatnya dalam mencari kebenaran dan jati dirinya.


...****************...


Violin selesai membereskan rumahnya. kebetulan hari ini dia dan lia berbeda shift.


"hah lelah sekali berberes rumah hari ini. pinggangku terasa encok sekali." Violin meluruskan tubuhnya di atas sofa sambil memijat-mijat pinggangnya.


saat dia hampir saja memejamkan matanya karena lelah. terdengar suara ketukan pintu. ya langsung terkejut dan terpenjat hingga terduduk di atas sofa. ia melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu rumahnya.


"Jun? kamu ... kamu sudah pulang dari Jerman?" tanya Violin kepada Junior.


"ya benar Aku sudah pulang. karena aku sudah pulang aku ingin kamu pergi menemaniku."


"pergi? ke mana?"tanya violin.


"sudah sekarang kamu ganti pakaian dan juga kamu siapkan beberapa baju untuk tujuh hari."


"tujuh hari?"Violin melotot sambil mengacungkan ke-7 jarinya.


"iya benar selama tujuh hari. dan selama 7 hari itu kamu harus bisa membuatku mengingat siapa aku dan seperti apa aku di masa lalu."


Violin seperti mendapat tantangan tujuh hari Mencari Cinta. namun, sayangnya tantangan ini adalah 7 hari membuat orang yang sudah bertahun-tahun mengalami amnesia.

__ADS_1


"Kau bercanda Jun? tujuh hari? kamu pikir tujuh hari itu adalah waktu yang lama? itu sangat tidak mungkin Jun." Violin merasa sangat frustasi.


"kamu ikuti saja apa perkataanku dan sekarang bersiap-siaplah aku tunggu lima belas menit." Junior melihat ke arah jam tangannya.


Violin langsung berlari menuju kamarnya. Violin langsung memasukkan beberapa baju serta beberapa keperluannya untuk bepergian ke dalam tas besar miliknya. dia juga segera mengganti pakaian dan mencuci mukanya serta berdandan senatural mungkin.


"aku sudah siap."kata Violin sambil menenteng tas besarnya.


"kalau begitu let's go. kita pergi sekarang."Junior membantu Violin membawa tasnya dan memasukkannya ke dalam mobil.


"ke mana kita sekarang?"tanya Violin kepada Junior.


mereka berdua sudah ada di dalam mobil dan Junior sudah bersiap untuk menyalakan mesin mobil miliknya.


"aku dengar kita pernah pergi ke Jambi berwisata ke sana saat perpisahan sekolah menengah pertama. aku akan mengajakmu ke sana." junior mengendarai mobilnya.


"serius?"Violin nampak tak percaya dengan kata-kata sahabatnya itu.


"serius! memangnya apa Aku di zaman dahulu pernah berbohong kepadamu?" tanya Junior.


Violin menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menandakan bahwa sahabatnya itu tidak pernah berbohong kepadanya.


dengan perasaan yang penuh dengan riang gembira violin pergi bersama dengan Junior Sahabat yang belum lama ini kembali kepadanya.


biarin sangat senang karena ternyata keinginannya bisa tercapai yaitu berpergian sama dengan Junior lagi.


"Aku berharap. kamu bisa kembali seperti sedia kala. Mengingatku dan juga semua orang yang bersama denganmu dahulu." batin violin.


__ADS_1


__ADS_2