Keindahan Dibalik Kacamata Violin

Keindahan Dibalik Kacamata Violin
part 28 - Pulang ke jakarta


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. udara di kota bandar Lampung sangat hangat. Junior Violin dan eyang Margaretha sudah siap untuk pulang kembali ke kota Jakarta.


Junior sudah mengingat kembali semuanya. kini dia akan menyusun rencana untuk menangkap orang yang pernah mencelakainya.


mereka bertiga masuk ke dalam pesawat terbang. Violin dan Junior serta eyang Margaretha duduk di kursi sesuai dengan nomor bangku penerbangan mereka.


violin duduk di sebelah eyang Margaretha. sedangkan Junior duduk sendirian. saling berbincang-bincang bersama dengan eyang Margaretha.


"eyang untuk apa kain tapis sebanyak itu dibeli?"tanya Violin yang masih penasaran.


"nanti kamu juga akan segera tahu. setelah kita sampai di Jakarta dan junior selesai dengan urusannya kamu akan segera tahu." ujar Eyang Margaretha.


violin hanya bisa tersenyum dan mengubur dalam-dalam rasa ingin tahunya.


Junior yang duduk di kursi seberang mereka mendengarkan perbincangan antara violin dengan eyang Margaretha. dia tersenyum tipis karena lucu. sampai segitunya violin merasa penasaran.


...****************...


Rudi mendengar kabar kalau junior ternyata pergi keluar kota untuk berpergian bersama dengan seorang wanita yang merupakan salah satu karyawan mereka di bagian packing.


"jadi dia diam-diam berkencan dengan salah satu karyawan kita? benar-benar dia itu persis seperti kakakmu. menyukai gadis kampung dan merupakan seorang karyawan juga." nyinyir Desi.


"aku padahal sudah menyiapkan gadis yang cantik dan merupakan anak dari sahabatku. aku tidak menyangka juga dia ternyata punya kekasih." Rudi ikut membicarakan tentang keponakannya sendiri.


ayah dari junior dulu adalah pria yang sangat di gandrungi oleh banyak orang. dia bahkan setiap hari bisa di kelilingi wanita cantik. hanya saja dia terpesona dengan sosok wanita yang memiliki sifat keibuan. Dia memilih menikahi gadis desa yang dulu adalah karyawannya juga. saat itu ternyata ayah junior malah semakin membuat maju perusahaan keluarga berkat beberapa ide brilian dari istrinya.


Banyak yang merasa iri dengan kesuksesannya kala itu. Sehingga banyak juga yang mengincar nyawanya dari kalangan pembisnis yang ingin juga mengeluarkan produk yang sama.


Dulu ada peraturan jika memiliki usaha hanya ada lima perusahaan dalam satu kota yang memiliki usaha sama. perusahaan keluarga junior yang paling maju dalam bidang kosmetik kala itu. sehingga banyak yang menjadi pesaing bisnisnya merasa tidak suka.


Ayah junior mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. sejak hari itu ibunya junior yang sedang hamil muda di pulangkan oleh Margaretha ke kampung halamannya demi menjaga keturunannya.


"aku harap ingatan Junior tidak akan pernah kembali. aku mau dia tetap bisa menjadi boneka mu." Desi memeluk suaminya dari belakang.


Desi adalah wanita licik. dia menikah dengan Rudi demi harta dan karena Rudi begitu tergila-gila kepadanya. padahal dia sendiri tidak menyimpan rasa cinta untuk Rudi.

__ADS_1


Rudi membalikkan badannya dan membalas pelukan istrinya. Desi selalu berusaha menggoda Rudi agar suaminya itu terus merasa kalau dia sangat mencintai Rudi.


"aku harus pergi ke kantor dulu. permainanmu hari ini sangat cantik. aku sangat mencintaimu." Rudi menyentuh kecil dagu istrinya lalu mengambil handuk mandinya.


Rudi akan bersiap kembali ke kantor dan melihat kondisi di sana.


...****************...


junior, violin dan eyang Margaretha tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta. mereka disambut oleh beberapa anak buah dari Margareta dan juga junior.


"aku akan mengantar violin pulang. eyang kembalilah kerumah lebih dahulu." pinta junior.


"baiklah. eyang akan pulang lebih dulu. kalian semua hati-hati. jangan sampai lengah membawa kendaraannya. jaga mereka berdua." perintah eyang Margaretha.


eyang Margaretha pergi dengan dikawal lima orang bodyguardnya. sedangkan Junior dan violin di Kawar oleh tiga bodyguard pribadi junior.


"Kamu sudah lakukan semua perintahku Rian?" tanya Junior saat mereka berjalan beriringan.


"ya, aku sudah melaksanakannya. hanya saja sepertinya mereka belum tahu kalau ingatan pak junior sudah kembali seutuhnya." jelas Rian.


violin yang berjalan di belakang junior hanya bisa mendengarkan percakapan diantara kedua pria tampan itu tanpa mengerti apa maksudnya.


"aduh!" violin mengaduh.


Dia menabrak junior yang tiba-tiba berhenti dan dia yang berjalan sambil bengong.


"kenapa berjalan di belakangku? memangnya kamu pengawalku?" junior menyentil kecil kening violin. dan violin tersenyum kaku dengan wajah memerah.


"Ayo jalan beriringan denganku." Junior menggandeng tangan violin sedangkan Rian yang tadi berada di samping junior mundur satu langkah bergabung dengan pengawal lainnya.


Rian sangat senang melihat junior kembali sudah mengingat kejadian di masa lalunya dan dia menemukan cintanya. tergambar dengan sangat jelas kalau junior begitu bahagia berada di dekat violin.


wanita yang menggunakan kacamata itu memang tidak memiliki paras yang cantik. namun, keunikan violin yang membuat junior jatuh cinta kepadanya. eyang Margaretha bahkan bisa mempercayai wanita ini. Dia yang sudah menyelidiki latar belakang keluarga violin membuat eyang Margaretha mengagumi sosok jiwa mandiri dan bertanggung jawab yang dimiliki seorang gadis muda seperti violin.


"Kisa sudah sampai." ujar Rian yang menghentikan laju mobilnya di depan rumah sederhana yang di tempati oleh violin dan Lia.

__ADS_1


"terima kasih pak Rian karena sudah mengantarkan aku pulang kembali ke rumah " violin sampai menunduk untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.


"jadi hanya Rian yang kamu beri ucapan terima kasih?" tanya Junior sambil melipat kedua tangannya di dada.


"ma-maaf. terima kasih Jun, berkatmu aku bisa kembali mengulang kenangan kita saat masih duduk di bangku sekolah. semoga kamu juga senang dan selalu sehat." ujar violin sebelum membuka pintu mobil untuk keluar.


hei, kamu ini bicara seperti akan berpisah saja denganku. kita ini akan bertemu lagi di perusahaan setiap harinya. jadi tidak perlu bicara begitu." junior mengomentari kalimat terakhir yang di ucapkan oleh sahabatnya itu.


"lain kali kita kembali ke kampung halaman. ajak Lia juga. dia pasti akan senang jika kita ajak."


violin tersenyum dan turun dari dalam mobil. violin melambaikan tangannya dan junior tersenyum kepadanya.


violin sangat puas dan tidak menyangka kalau dalam waktu enam hari saja junior mampu untuk memulihkan ingatannya. dia begitu senang saat tahu kalau sahabatnya ingatannya sudah kembali seutuhnya.


"ah, rumahku. aku begitu merindukanmu." violin masuk ke dalam rumah dan memperhatikan sekeliling rumahnya. bersih dan tetap tertata rapih berkat Lia yang rajin.


"aku akan membuat pesta kejutan untuk Lia. dia tahunya kan aku pulang besok. pasti dia sangat senang melihatku pulang kerumah.


violin menurunkan tasnya dan masuk ke dalam kamar untuk merebahkan sejenak tubuhnya yang lelah karena perjalanan.


...****************...


Lia selesai istrirahat. dia kembali bekerja dan berusaha secepatnya menyelesaikan pekerjaan agar bisa pulang telat waktu. tubuhnya sudah sangat lelah dan ingin di rebahkan di atas kasur empuk miliknya.


"rasanya tulang-tulang tubuhku ingin remuk. aku bahkan sangat lelah sekali." Lia bicara sambil memutar tubuhnya hingga terdengar bunyi khas dari tulang-tulangnya.


"capek?" tanya bela yang tiba-tiba datang.


bela benar-benar seperti nenek lampir yang datang tiba-tiba dan pergi tanpa berpamitan. Lia memutar bola matanya sangking malas berurusan dengan nenek lampir satu ini.


"bela! kenapa kamu ada di sini? bukannya pekerjaanmu masih banyak?" tanya Alita.


bela terkejut atasannya menegur dirinya. dia langsung pamit dan kembali ke tempat kerjanya.


"Lia, setelah selesai packing kamu boleh pulang. hari ini jam kerjamu di kurangi sebab kamu sudah bekerja dua kali lipat untuk beberapa hari ini. ujar Alita kepada anak buahnya. Lia sangat senang mendengar perkataan dari atasnya itu. dia dengan lebih bersemangat menyelesaikan semua pekerjaannya.

__ADS_1



__ADS_2