
Violin bersama dengan Junior pulang ke tempat di mana mereka menginap. hari ini perjalanan mereka sungguh menyenangkan. banyak kenangan dan cerita yang bisa Violin bagikan kepada sahabatnya Lia saat ia pulang nanti.
Junior juga sangat terlihat bahagia wajahnya berseri-seri dan senyumannya tak luput dari wajahnya.
"hari ini kita istirahat dulu sejenak. besok persiapan diri untuk perjalanan selanjutnya."
biarin senang mendengar perkataan dari Junior dia hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kamarnya.
di dalam kamar Violin terus tersenyum dan berteriak pelan karena kegirangan.
"besok aku akan pergi lagi. yes yes yes. aku senang sekali." Violin tak henti-hentinya merasa senang di dalam hatinya.
dia bukan hanya senang karena harus berjalan-jalan. dia juga senang karena ternyata dia bisa kembali bersama menikmati momen indah bersama dengan Junior.
...****************...
"Lia bersihkan tempat ini sekarang juga." perintah bela kepada dirinya.
"ini sudah jam ku pulang kerja. yang tadi aku sudah bekerja lebih atas perintahmu. Bu Alita bahkan tidak menyuruhku ini itu." dia langsung menolak perintah dari Bella.
__ADS_1
"si Violin kan nggak masuk jadi otomatis lo yang harus gantiin kerjaan dia." Bella memerintah Lia seakan dia adalah ketua dari tim packing.
"dasar nenek lampir!"Lia mengumpat bila saat temannya itu sudah pergi.
selesai dengan semua pekerjaannya Lia pun pulang ke rumah. Lia nampak sangat lelah hari ini. dia bekerja dua kali lipat lebih berat daripada hari-hari biasanya. Bella memintanya untuk bekerja lebih untuk menggantikan Violin yang tidak bekerja.
"aduh Vi. lo enak banget bisa jalan-jalan. jangan gue disiksa Bella di sini."Lia mengeluh sendirian.
Lia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. tanpa mengganti pakaian lagi. tanpa membersihkan dirinya. dia langsung terlelap dan terbawa ke alam mimpi.
...****************...
"Jun."panggil violin.
saat sedang asyik menonton televisi ternyata Violin memanggil dirinya. Junior langsung menoleh ke arah Violin yang berada tepat di belakang tempat duduknya.
melihat Violin dengan style yang sangat sederhana tetapi tetap terlihat modis.
"Kamu sudah siap?"tanya Junior kepada violin.
__ADS_1
"aku sudah siap."jawab Violin dengan penuh semangat.
Violin dan Junior pergi ke tempat yang mereka akan tuju hari ini. Junior mengendarai mobil hingga ke bandara. mereka akan pergi menggunakan pesawat kembali.
"silakan tuan putri."Junior sangat bersikap manis kepada violin.
mereka berdua masuk ke dalam pesawat dan menduduki bangku sesuai dengan yang tertera di tiket pesawat.
saat mereka duduk tiba-tiba kepala Junior kembali terasa berat. "Aku istirahat dulu sebentar."
Junior memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya di kursi pesawat. violin menatap lekat wajah Junior yang saat sedang tertidur.
"Junior Aku berharap kamu bisa segera lekas kembali seperti semula. aku berharap kamu bisa mengingatku. Aku juga mau rasa sakit yang bendera mu saat ini bisa hilang selamanya."
ketika Violin sedang memperhatikan Junior dalam lelap. tiba-tiba Junior menikah dan wajahnya sangat gelisah hingga mengucurkan keringat dingin.
Junior mengeluarkan suara seakan sedang ketakutan. biarin segera mengguncang-guncang tubuh Junior.
Violin lebih panik dari kemarin yang menyaksikan junior yang sakit kepala. Dia tidak tahu harus berbuat apa kali ini. ditambah mereka kini berada di dalam pesawat yang sudah berangkat.
__ADS_1