
Junior melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Dia ingin bertemu seseorang di sana. Dia ingin tahu kenapa dirinya di berikan obat yang bisa menghambat dirinya mendapatkan kembali ingatannya.
"selamat pagi, pak junior." sapa salah satu perawat yang mengenal junior.
Perawat itu mengantar junior sampai ke tempat sang dokter. Saat dia sampai di pintu, perasaannya saat ini menjadi kacau. ingin sekali dia langsung melayangkan tinjunya.
"Selamat datang, junior. apa kabar?" tanya dokter yang selama ini dipercaya untuk memberikan pengobatan.
"Aku baik." junior menjawab sambil duduk.
"Ada perlu apa? bukannya jadwal pemeriksaan mu masih Minggu depan?" tanyanya kepada junior.
"Aku ada perlu lain dengan mu." sorot mata junior langsung menahan saat menatap dokter pribadinya.
Dokter itu langsung salah tingkah melihat sorot mata penuh amarah itu. Tidak biasanya junior menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat. Biasanya junior selalu ramah kepadanya.
__ADS_1
"A-ada perlu lain? apa?" tanyanya dengan terbata.
Junior langsung bis membaca situasi ini. dia sadar betul kalau dokternya dalam kondisi takut. Biasanya junior selalu kemari dengan ditemani oleh pamannya dan selalu membuat janji. tidak seperti hari ini yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Aku ingin kamu memeriksaku sekali lagi. Aku mau kamu memberikan obat terbaik untukku. Aku bosan mengkonsumsi obat ini sementara tidak memberikan hasil sama sekali." Junior meletakkan botol obat di meja.
Dokternya melihat ke arah botol obat itu. dan kemudian menatap junior kembali. perasaannya begitu berkecamuk. dia tidak tahu apa yang harus di sampaikan kepada junior. Biasanya Rudi lah yang akan membantunya menjawab apapun yang ditanyakan oleh junior.
"Apa kamu bisa membuatku untuk mendapatkan ingatanku kembali? jika tidak aku akan membuatmu bertanggung jawab. aku akan melaporkanmu untuk kasus malpraktek kepadaku." Ancam junior.
...****************...
Violin datang ke pabrik, dia bekerja seperti biasanya bersama Lia dan juga teman lainnya.
Violin hari ini juga mendapatkan tugas yang berbeda. Dia diminta untuk pergi ke ruang produksi pengemasan.
__ADS_1
"Silahkan di pelajari. Pak junior ingin mengganti design dan dia memintaku untuk membawamu kemari. Dia ingin. kamu yang membuat design yang sesuai dengan produk baru kita." tutur salah satu karyawan yang sudah bergelut di bidang produksi bertahun-tahun.
"Kenapa harus aku? memangnya dimana orang designnya?" tanya Violin.
"Beberapa hari lalu dia mengundurkan diri dan pak junior pernah ingat kalau kamu bisa mendesign dan itu cukup unik. jadi dia mau kamu mulai sekarang bekerja di bagian design packaging." tuturnya lagi.
Violin menjadi tersanjung ternyata junior mengingat jelas apa yang dulu pernah dia lakukan. Dulu saat di bangku SMA mereka pernah diminta untuk membuat design packaging dan punya violin lah yang paling unik dan memiliki ciri khas sendiri.
"aku akan mencobanya.Boleh beritahukan kepadaku beberapa dasar bahan dan manfaat dari produk baru kita ini? aku akan memikirkan design apa yang cocok." pinta violin.
"baik saya akan berikan berkasnya. silahkan duduk dahulu."
Violin duduk di bangku yang bisa mengubah hidupnya. Dia sangat tahu kalau di bagian design ini bukanlah pekerjaan butuh, tapi pekerjaan orang kantoran. kalau dia menetap di bagian design berarti dia tidak harus menarik troli dan menyusun kotak hingga tinggi.
"Aku harap bisa terus berada di sini. aku akan memberikan yang terbaik." violin begitu bersemangat.
__ADS_1