
Junior dan violin pergi ke suatu tempat. rencananya mereka akan berkeliling. kali ini mereka berkeliling dengan berjalan kaki tidak menggunakan kendaraan.
"udaranya di sini sangat sejuk ya."Violin menghirup udara yang segar dalam-dalam.
"sangat sejuk tidak seperti di Jakarta."Junior juga ikut menghirup udara segar.
keduanya saling menikmati keindahan alam yang disajikan oleh pulau Belitung.
Violin sangat bersyukur dia bisa kembali ke mari lagi. hanya saja sudah banyak yang berubah dari kota ini.
"dulu di sana itu ada gubuk kecil seingatku. dan kita sempat bermain-main di sana bersama dengan teman-teman lain."biarin menceritakan apa yang dia ingat saat mereka pergi rekreasi ke pulau Belitung.
"nampaknya setiap perjalanan yang dilalui bagimu itu adalah suatu keindahan dan sangat kau syukuri."seru Junior.
"tentu saja semua hal yang terjadi di dalam hidupku setiap harinya selalu aku nikmati baik proses maupun hasilnya."violin dan Junior kembali berjalan.
Violin dan Junior melihat ada beberapa kerumunan orang mereka menghampiri ke sana karena ingin tahu Ada apa sebenarnya.
"Ada apa ini pak?"tanya Violin kepada salah satu pengunjung.
__ADS_1
"oh ini dek. Pak Bupati sedang meresmikan sasana budaya Bangka Belitung. akan ada pertunjukan tari putri bekhusek."ujar pria paruh baya itu.
"wah tari putri bekhusek? tarian seperti apa itu Pak?"
Violin tampak sangat ingin tahu seperti apa tarian Putri Bekhusek. baru pertama kali ini yang mendengar nama tarian itu.
"tarian ini menggunakan piring yang ditangkupkan ke telapak tangan. semacam tari piring. di sini namanya tarian Putri bekhusek."jelas dia itu kepada violin.
"sepertinya sangat menarik. apa kita boleh melihatnya dulu?"tanya Violin kepada Junior
Junior mengangguk dia senang melihat wajah Violin yang sangat berseri-seri
"kepada para hadirin sekalian. kalau ingin ikut menari atau mencoba silakan naik ke atas panggung. mari kita menari bersama-sama."
penyelenggara acara mengajak beberapa pengunjung untuk ikut menikmati acara di atas panggung dengan menari.
"kamu ingin ikut menari?"tanya Junior kepada violin.
"serius? kamu tidak keberatan jika aku naik ke atas panggung dan kamu menunggu di sini?"tanya Violin dengan perasaan tidak enak.
__ADS_1
Violin takut jika akan membuat sahabatnya itu menunggu dirinya. karena seperti yang ia dengar tadi dari beberapa pengunjung lain tarian itu akan berlangsung lebih dari tiga puluh menit.
"sudah sana naik saja tidak apa-apa. nikmati hari-harimu di sini. liburan ini bukan hanya untukku, tapi juga untukmu."
"terima kasih."biarin langsung berdecak kegirangan.
Violin langsung naik ke atas panggung dan dia langsung ikut menari bersama dengan para pengunjung lainnya yang notabennya adalah perempuan.
piring plastik ditangkupkan di atas telapak tangan para pengunjung yang akan ikut menari. mereka perlahan belajar menari.
Junior yang melihat Violin menari di atas panggung lalu merekamnya untuk mengabadikan momen hari ini.
"Violin jika memang perasaan ini sudah ada sejak lama. kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengungkapkannya kepadamu. saat ingatan ini telah rampung aku pasti akan memberitahukanmu tentang seberapa besar perasaanku untukmu."
Junior sangat asik merekam Violin menarik bersama dengan para pengunjung lainnya.
ia tidak sadar kalau ada orang yang sedang berlari kencang dan menghampirinya lalu menubruknya hingga kepalanya terbentur ke aspal.
Violin yang berada di atas panggung langsung terperanjat tanpa bisa berkata-kata. Violin melepaskan segala atribut yang ia pakai untuk menari dan berlari menghampiri Junior.
__ADS_1
sebelum Junior pingsan ia melihat Violin yang tengah berlari menghampirinya.