Keindahan Dibalik Kacamata Violin

Keindahan Dibalik Kacamata Violin
Part 16 - Mencari biang keladi


__ADS_3

Junior kembali ke hotel bersama dengan Rian. Dia merenungkan siapa kira-kira orang yang ingin ingatannya tidak kembali dan mungkin mendapatkan keuntungan untuk mengendalikan dirinya.


"Rian, coba kamu ingat lagi. dimana kamu menemukanku saat aku terjadi kecelakaan?" tanya Junior.


"Ada apa memangnya?" Rian malah balik bertanya.


"Ada sesuatu yang harus aku periksa di tempat kejadianku itu." Junior menatap Rian dari kaca spion tengah mobil.


"Aku menemukanmu di dekat jurang tidak jauh dari desa."


"Kalau begitu, sepulangnya kita. kamu cari dengan detai tepatnya dimana kau menemukanku. setelah itu cari tahu kebenarannya." Perintah Junior.


"Baik, setibanya di Indonesia aku akan segera melaksanakan perintahmu."


Rian dan Junior jika berada di luar area kerja. Mereka layaknya seorang teman. Sikap profesional mereka sudah terbangun sejak awal pertemuan.


Rian orang kepercayaan satu-satunya junior di kantor. Sedangkan di rumah dia hanya bisa percaya dengan neneknya saja.

__ADS_1


Bagi Junior dia harus selalu waspada dengan siapapun yang berada di dekatnya. tidak terkecuali pamannya sendiri.


Mereka berdua tiba di hotel. Rian dan Junior kembali ke kamarnya masing-masing.


Kamar mereka saling bersebrangan. Junior tidak pernah memesan kamar berbeda dengan Rian. fasilitas yang di dapatkan Rian sama dengan dirinya. baginya memperlakukan sahabat dengan baik makan dia juga akan memperlakukan kita dengan baik.


"Siapa yang sebenarnya mereka? jika memang benar itu adalah obat penghambat pengobatan ku. sudah pasti dokter Dirga juga terlibat. aku semakin tidak percaya dengan mereka semua." Junior mengepal tangannya dan memukul meja.


Junior semakin merasa dia sendiri di dunia ini. Dia semakin tidak betah berada di kota metropolitan ini.


Junior merebahkan tubuhnya yang sangat terasa lelah dan sudah sangat penat dengan kehidupan ini. Junior mulai memejamkan matanya berusaha untuk bisa sejenak melupakan hingar bingar dunia.


...****************...


Violin dan Lia pulang ke rumah. Mereka sudah bekerja seharian dan menguras energi yang mereka miliki.


"Makan apa nih, Li?" tanya Violin yang perutnya terasa lapar.

__ADS_1


"Apa ajah lah, Vi. udah laper banget ini perut. cacingnya udah pada ngamuk." Lia terkekeh.


"Bikin mie instan ajah deh kalau begitu."


Violin masuk ke dalam kamarnya dan dia langsung membersihkan diri. Di dalam kamar dia terduduk dan termenung.


"sedang apa dia? apa dia ingat kepadaku? apa dia juga memikirkan aku?" tanyanya kepada diri sendiri.


sepertinya violin sedang memikirkan junior sahabatnya. Setelah sekian lama mereka berpisah. akhirnya violin dan junior bisa dipertemukan kembali. akhirnya violin bisa melihat wajah yang selama ini dia rindukan.


"aku tidak mau kita terpisahkan lagi." violin beranjak dari duduknya dan menatap ke luar arah jendela kamarnya.


Banyak cerita yang ingin dia bagi kepada Junior. banyak kisah duka yang ingin dia sampaikan kepada sahabatnya itu. Dia juga rindu berpergian bersama pria yang sejak kecil selalu menjadi menguntitnya.


Junior sejak dulu tidak pernah bisa lepas dari violin. bahkan sampai mereka sekolahpun Junior selalu memilih sekolah yang sama dengannya.


"Akan aku buat, kau mengingat semua kisah indah yang pernah kita lalui. kenangan semasa kecil dan kenangan semasa duduk di bangku sekolah dasar. Kamu ada anak laki-laki pertama yang dekat denganku." Violin menyunggingkan senyuman di bibirnya tanpa melepas pandangannya dari jendela kamar.

__ADS_1


__ADS_2