Keindahan Dibalik Kacamata Violin

Keindahan Dibalik Kacamata Violin
Part 17 - Kepulangan junior.


__ADS_3

Seminggu sudah junior berada di Jerman dan melakukan berbagai macam pengobatan dan sedikit demi sedikit dia mengalami perubahan yang cukup pesat selama tiga hari terakhir.


"Rian, setibanya di Indonesia. jangan lupa tugas yang aku berikan kepadamu dan aku akan pergi ke suatu tempat selama satu Minggu. kamu urus semua meeting dengan clien." perintah junior.


Rian hanya bisa mengangguk untuk menuruti perintah atasannya tanpa bertanya mau kemana dan apa tujuan Junior pergi selama itu.


"Katakan kepada eyang kalau aku akan berjuang. aku akan berusaha agar bisa menyingkirkan mereka yang mau menghancurkan keluarga dan perusahaan."


Rian mengerti maksud Junior kini. Sahabat sekaligus atasannya itu selalu mendapat dukungan penuh darinya. Kesetiaan Rian kepada Junior tidak bisa digambarkan oleh kata-kata.


"Saya berharap anda segera kembali seperti semula. Dan saya harap setelah ingatan anda kembali. anda tidak melupakan saya dan kenangan yang selama ini ada." Ria bicara dengan nada penuh rasa cemas.


"Jangan khawatir Rian. aku tidak akan melupakan dirimu. aku pasti akan tetao mengingat semua yang pernah kita lalui bersama. Mendaki gunung. keliling luar negeri dan bagaimana susahnya kita saat tersesat di dalam gunung. itu hal yang tak pernah terlupakan. dirimu selalu berusaha menjagaku. terima kasih Rian." Junior sangat senang memiliki Rian di sisinya. baginya Rian bukan hanya sekedar teman dan bawahan. Rian sudah seperti saudara baginya.


Mereka berdua tersenyum bersama sebelum akhirnya sampai di bandara untuk pulang kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Rian turun dan membuka bagasi. Ruang dan sopir sewaan menurunkan koper.


Rian dan Junior membawa koper mereka masing-masing.


...****************...


Violin dan Lia mengurus tumpukan kardus yang harus di tata rapih di dalam gudang.


"Semua kalian susun dan kaki ini biar Lia yang menyusunnya. kakimu belum sembuh betul violin. jadi jangan buat kakimu cedera lagi. jika kakimu cedera kamu tidak bisa bekerja." Jelas Bu Alita yang memperingatkan violin agar lebih hati-hati.


Usut punya usut. Bu Alita masih anggota keluarga dari keluarga besar Margaretha. Makanya Alita dipercaya untuk mengurus urusan produksi. Dia menjabat sebagai kepala produksi dan bagian packing.


Alita sejak awal bertemu dengan violin selalu bersikap seperti seorang kakak. meski sering memarahi violin karena kelakuan violin yang seringkali ceroboh. Namun, Alita sangat menyayangi violin. Bahkan Alita saat violin sakit mengirimkan beberapa makanan dan sup kaki sapi untuk memperbaiki struktur tulang.


"Dia selalu seperti itu kepadamu. Sepertinya dia sangat perhatian kepadamu Vi. Hanya saja aku tidak suka kalau dia sudah mulai memarahi kita dan menceramahi kita." Lia berkomentar tentang kepribadian Alita.

__ADS_1


"Yeee, orang udah di puji tinggi-tinggi malah Lo jatuhkan lagi." Violin tertawa.


Kedua sahabat ini sangat suka sekali bergunjing, tapi bukan tentang keburukan orang lain.


Lia dan Violin kembali bekerja. Violin membantu Lia untuk mengambil barang sedangkan Lia bertugas diatas tangga untuk menyusun kotak kardus yang sudah diisi lengkap paket kosmetik.


"Perasaan ya. baru dua hari lalu kita penuhin isi gudang ini. sekarang udah sisa setengah ruangan lagi. banyak banget kayaknya perharinya stok yang keluar gudang." seru Lia.


"Iyah produk kosmetik perusahaan kita ini bener-bener populer banget. Hampir setiap hari bisa terjual sepuluh ribu box kosmetik. Rasanya aku ingin punya satu box saja." Violin membayangkan dirinya memiliki satu paket serangkaian skincare RAA'ARA Kosmetik.


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2