Keindahan Dibalik Kacamata Violin

Keindahan Dibalik Kacamata Violin
Part 11 - Mimpi yang terasa nyata


__ADS_3

Junior kembali memimpikan sebuah kejadian yang terasa sangat nyata. baru kali ini dia kembali bermimpi. biasanya mimpinya hanya datar tak menyisakan rasa. kali ini mimpi itu sangatlah berbeda. mimpi itu semakin terasa, seakan dia tengah mengalaminya saat ini.


keringat mengucur di sekujur kepalanya. dia juga sangat terlihat gelisah dalam tidurnya. junior mungkin sedang bermimpi tentang sesuatu yang sangat menyeramkan.


Mimpi Junior.


"Jangan, aku mohon lepaskan aku. aku tidak mau mati konyol di tanganmu. jika kamu menginginkan posisi itu. silahkan. aku tidak akan menghalanginya." Junior memohon dengan bersujud kepada orang yang sedang memegang pistol.


Junior benar-benar ketakutan. dia sangat kalang kabut karena tidak tahu harus bagaimana lagi agar nyawanya diampuni.


"dengarkan aku anak muda. meski kamu menyerahkan posisi itu kepadaku. namun, kamu sendiri masih hidup. itu sangat mustahil bagiku untuk duduk di sana. jadi mau tak mau aku harus membunuhmu terlebih dahulu."

__ADS_1


Dasar suara tembakan terdengar. satu timah panas menembus punggung belakang Junior. Junior langsung melepaskan pegangannya. dia langsung terjatuh karena tak bertenaga lagi.


terkejut dengan suara tembakan dan terkejut karena dia di tembak dari belakang. Junior menggelepar bagaikan ikan yang dikeluarkan dari air. dia juga kehabisan nafas dan tak lama pingsan.


Tak sanggup melihat mimpinya sendiri. Junior langsung berusaha bangun dari tidurnya.


Mimpi off


Junior langsung bangun dari tidurnya. Dia bangun dengan nafas yang tersengal-sengal dan tubuh yang basah kuyup karena keringat yang mengucur selama mimpinya berlangsung.


Junior turun dari atas ranjang dan meraih gelas kaca yang terletak di atas laci kecil dekat ranjang tidurnya.

__ADS_1


"Kenapa mimpi ini seperti menyerangku setelah aku terlepas dari obat-obatan itu." pikir junior.


Mimpi itu memang tidak begitu jelas. semua masih terlihat samar. hanya saja beberapa kali setiap dia memejamkan mata maka mimpi itu akan langsung menghampiri, menyerangnya dengan kegelisahan dan rasa ketakutan yang begitu menunsuk jiwanya.


"Aku semakin yakin. ada sesuatu hal yang membuatku menjadi melupakan semua masalaluku. aku harus mencari tahu hal itu. selama ini aku diam. aku diam karena aku berpikir ini memang adalah keluargaku tanpa perduli penyebab semua ini terjadi." Junior meletakkan kembali gelasnya dan dia berdiri lalu melihat ke arah luar jendela kamarnya.


Langit hitam yang bertaburan bintang dan ada bulan diataranya. Bulan itu ibaratkan dirinya yang dikepung oleh taburan bintang dan terkurung dalam gelapnya malam sehingga tak bisa melihat jelas sekitarnya.


"Aku harus keluar dari kepungan itu dan aku harus mencari cahaya agar bisa melihat sekelilingku. aku harus bangkit dan menyelidiki semua ini."


Junior mulai bertekad. Dia tidak mau lagi diam dan tidak mau lagi hanya mengikuti jalan takdir yang datar ini. selama ini dia hanya mengikuti alur dan menghabiskan waktu saja dalam menjalani hidup ini.

__ADS_1


"aku akan mulai dengan mendekati violin. aku yakin dia benar-benar tahu siapa aku sebenarnya. aku yakin dia pasti tahu kehidupan seperti apa yang dulu pernah aku jalani." junior menutup gorden jendela kamarnya.


Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi malam. agar bisa tidur nyenyak malam ini. Semalam juga dia melakukan hal yang sama setelah mimpi buruk itu menghampirinya untuk pertama kali. Kini rasa sakit di kepalanya juga perlahan mulai tidak sering datang. awalnya memang sangat menyakitkan. namun, seharian ini dia hanya merasakan sesekali dengan durasi durasi waktu yang tidak terlalu lama.


__ADS_2