
setelah kesembuhan junior. Violin, Junior dan eyang Margaretha langsung terbang ke kota Lampung. eyang Margaretha mengajak Violin dan Junior untuk berjalan-jalan di sana.
kabarnya ya Margaretha memiliki kenalan di kota Lampung dan ingin memperkenalkannya kepada Violin dan juga Junior.
hari ini mereka tiba di bandara dan langsung mengunjungi pasar pengrajin kain tapis. Selama perjalanan Violin, Junior, maupun eyang Margaretha disajikan oleh pemandangan yang sangat indah.
"lihat di sini banyak sekali tokoh-tokoh yang menjual kain-kain tradisional dan juga pakaian adat."unjuk eyang Margaretha.
memang benar di pasar pengrajin kain tapis banyak sekali para pedagang yang menjual berbagai macam kain, pakaian adat dan juga alat-alat kerajinan lainnya. pasar ini sangat terkenal dengan ciri khasnya yaitu menjual segala hal yang berbau tradisional.
Violin dan Junior terus mengikuti langkah eyang Margaretha hingga mereka sampai di tempat di mana teman dari eyang Margaretha membuka usaha.
yang Margaretha dan temannya saling bercengkrama mereka berbincang sambil sesekali tertawa kecil. mereka berdua sangat terlihat sedang melepas rasa rindu yang sudah lama terpendam dan kini Sudah terobati.
"violin, Junior. kenalkan ini adalah teman eyang dia adalah pemilik toko khusus yang menjual kain tapis."jelas eyang Margaretha.
"jadi pria tampan ini adalah cucumu?"tanyanya kepada eyang Margaretha.
"benar dia adalah cucuku yang selama ini kusembunyikan dari orang banyak."jelas eyang Margaretha.
"kamu pasti senang sekali ya, Mar. karena sudah bisa berkumpul kembali dengan cucumu."ujar sahabat eyang Margaretha.
"Aku sangat senang. bahkan rasa senang itu tak bisa terhitung oleh apapun."yang Margaretha mengembangkan senyumnya dengan lebar.
terlihat sekali kalau yang Margaretha begitu mencintai dan menyayangi cucunya Junior. dia melakukan semua yang terbaik agar Junior selamat dan tidak dalam ancaman siapapun. maka dari itu yang Margaretha menyembunyikannya bersama menantunya di desa. saat itu eyang Margaretha masih merintis usaha yang goyah karena perbuatan tangan-tangan jahil dan orang-orang yang serakah.
"Aku harap cucumu bisa mengembalikan kestabilan perusahaan yang selama ini kamu dan suamimu bangun dengan susah payah. Aku juga berharap jika tidak ada lagi orang-orang jahat yang mengelilingimu. Aku tidak mau hal buruk terjadi kepada kalian."ujar nenek Saidah.
__ADS_1
nenek Saidah adalah orang yang selalu ada di saat eyang Margaretha terpuruk. bahkan eyang Saidah lah satu-satunya orang yang mengetahui keberadaan Junior dan ibu kandungnya. nenek Saidah juga yang membantu melindungi Junior waktu kecil saat ibunya meninggal dunia. nenek Saidah membawanya ke panti asuhan di mana panti asuhan itu adalah milik adiknya sendiri.
"aku sangat berterima kasih kepadamu Saidah. karena bantuan dan PertolonganMu saat itu aku bisa melindungi Junior kecilku dan sekarang dia sudah menjadi seorang pria dewasa."eyang Margaretha tersenyum dan berpelukan dengan nenek Saidah.
melihat kedua wanita paruh baya yang saling mengasihi dan saling menjaga satu sama lain membuat Violin iri. sebab diyakini hanya hidup sebatang kara di dunia ini. dia menjadi Rindu dengan sosok neneknya yang sudah tiada sejak lama.
"oh ya Saidah aku kemari untuk membeli beberapa kain tapis hasil kerajinan tangan dari karyawannya."ujar eyang Margaretha.
"wah sepertinya akan ada pesta besar di Jakarta."nenek Saidah seakan mengisyaratkan sesuatu.
"ya kamu doakan sajalah Saidah. semoga apa yang aku rencanakan berjalan dengan lancar dan tiada gangguan sedikitpun."yang Margaretha berbicara sambil melihat-lihat jenis kain tapis.
"banyak sekali nenek Saidah kain tapisnya. warnanya pun sangat bagus."Violin memperhatikan satu persatu kain tapis yang digantung.
"benar Violin dari berbagai jenis kain tapis yang ada di sini satu persatu dari mereka memiliki warna-warna yang sangat indah dan juga memiliki makna yang berbeda-beda."jelas nenek Saidah.
"ayo kita pergi ke tempat para pembuat kain tapis bekerja. kamu di sana bisa melihat dan sekalian belajar makna-makna dari berbagai macam kain tapis yang ada."
nenek Saidah sangat mencintai kain tapis. dia selalu memakai kain tapis di kesehariannya. kali ini pun nenek Saidah memakai pakaian dari kain tapis yang berwarna hijau muda. terlihat begitu sangat cantik.
di tempat pembuatan kain tapis tidak hanya ada karyawan yang sedang membuat namun juga ada beberapa orang yang biasanya memesankan tapi untuk dijual kembali. mereka berkumpul sekaligus mengambil beberapa pesanan kain tapis.
begitu sampai di tempat pembuatan kain tapis. nenek Saidah langsung disambut oleh beberapa orang yang ada di sana. dan sibuk berbincang-bincang dengan beberapa orang.
ternyata nenek Saidah sangat populer di pasar tradisional ini. banyak orang yang mengenal dan mengagumi sosok nenek Saidah teman dari eyang Margaretha.
di sini juga tidak hanya ada ibu-ibu tetapi banyak juga para remaja yang mengantri untuk mengambil pesanan kain tapis.
__ADS_1
para pekerja menggunakan peralatan yang tergolong sederhana. mereka semua membuat beberapa motif dan warna yang beraneka ragam. setelah selesai dibuat kain tapis terlihat semuanya indah dan menawan.
"Margaretha ini adalah kain tapis pesananmu. Aku senang kamu masih mengingatku dan mau mengunjungiku ke kota ini. semoga aku bisa mengunjungimu di Jakarta Nanti."ucap nenek Saidah.
Junior sangat sibuk melihat para pekerja yang sedang membuat kain tapis. sesekali dia menyentuh beberapa jenis kain tapis. Junior juga sesekali menyapa mereka yang sedang membuat kain tapis.
karyawan nenek Saidah begitu banyak karena memang pesanan kain tapis milik nenek Saidah yang sudah terkenal banyak diminati orang. sejak muda nenek Saidah memang pekerja keras dan sangat mandiri sehingga di masa tuanya sekarang dia hanya tinggal memetik hasil dari jerih payahnya di masa muda.
"Aku mau tahu ini benang apa namanya?"tanya Violin kepada salah satu pekerja.
"oh ini adalah benang katun yang berasal dari kapas. benang inilah yang biasa digunakan untuk membuat kain tapis."jelas salah satu pekerja.
"yang untuk apa yang membeli sebanyak ini?"tanya Junior kepada eyangnya.
"sudah kamu bawa saja beberapa kain tapis ini. setelah sesampainya kita di Jakarta. yang akan membuat beberapa baju dengan kain tapis ini."jawab eyang Margaretha.
Junior hanya bisa menuruti Apa perkataan eyangnya. dia membawa beberapa kain tapis yang sudah dimasukkan ke dalam paper bag.
Eyang Margaretha berpamitan kepada nenek Saidah. mereka akan pulang dulu ke hotel lalu besok akan kembali ke Jakarta.
"Kenapa yang mau membeli banyak sekali? apa dia akan membuka usaha kain tapis juga?"banyak biarin dengan sangat penasaran.
"kalau kamu mau tahu dan penasaran. tanyakan saja langsung kepada eyangku. Apa motif dan tujuan yang membeli sebanyak ini."
mendengar jawaban dari Junior Violin malah mengerucutkan bibirnya dan wajahnya menjadi lesu.
__ADS_1