
pagi-pagi sekali Violin dan juga Junior sudah bangun. Hari ini adalah hari yang sangat dinanti oleh violin. Dian dan Junior akan pergi ke tempat di mana mereka pernah ke sana bersama dengan teman-temannya.
Junior keluar dari kamar, dia mendengar suara dari arah dapur. ternyata, Violin sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua. Junior dengan semangat langsung menghampiri Violin yang sedang memasak di dapur.
"Apa yang sedang kamu masak?"tanya Junior sambil menarik bangku dan duduk di sana.
"aduh, kau membuatku kaget saja!" seru violin dan junior tertawa kecil.
"maaf, violin. aku tidak bermaksud mengagetkanmu."
Violin pun tersenyum. dia lalu menaruh nasi goreng di atas piring dan menyajikannya untuk mereka berdua santap.
"pagi sekali kamu bangun. pasti kamu sudah tidak sabar ya?" tanya Junior ketika violin meletakkan satu porsi nasi goreng untuknya.
Violin mengangkut dengan mata berbinar.
"Aku bahkan pagi-pagi sekali sudah pergi ke supermarket untuk bekal makan siang kita. Taram." Violin menunjukkan kantung yang berisi begitu banyak cemilan seperti biskuit, air mineral dan juga jenis makanan lainnya.
"dengar saat di sana nanti jangan jauh-jauh dariku. aku yakin kamu pasti bingung saat ada di sana." violin memperingatkan Junior seperti seorang ibu yang memperingatkan anaknya.
__ADS_1
"siap! aku akan jadi anak yang patuh hari ini. apapun katamu akan aku ikuti." Junior mengerlingkan satu matanya.
...****************...
Margaretha mendapatkan kabar kalau cucunya sedang pergi berkeliling tempat yang memiliki kenangannya di masa lalu.
"Kamu yakin dia berpergian dengan gadis itu?" tanya Margaretha.
"Benar, Pak Junior sedang pergi dengan Violin. aku sudah memastikannya." Rian menjawab dengan penuh keyakinan. Sebab, dia yang mengatur segala perjalanan Junior dan violin secara kilat. Dari pesawat, villa Sampat tempat yang akan mereka berdua kunjungi.
Junior sudah mengirimkan data tempat yang akan mereka singgahi. Sehingga Rian dengan mudah mengatur perjalanan mereka.
"Saya sudah pastikan semuanya." Rian menatap eyang Margaretha.
...****************...
Junior dan violin akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. candi Muaro Jambi, namanya. kompleks candi ini sebenarnya adalah peninggalan kerajaan Sriwijaya. candi Muaro Jambi sangatlah luas.
untuk kedua kalinya Violin menginjakkan kakinya di sini. dan masih bersama dengan Junior sahabatnya.
__ADS_1
Junior sangat terkagum-kagum melihat keindahan candi Muaro Jambi.
"banyak sekali candinya ada dari yang kecil sedang hingga cukup yang besar." Junior mulai mengagumi keindahan candi Muaro Jambi.
"benar bukan hanya indah, tapi sangat indah. lihat di sana itu adalah candi Kedaton, yang di sana adalah candi kembar batu, di sebelah sana lagi ada candi astomo, di sisi sebelah sana ada candi tinggi, candi kuto mahligai, dan masih banyak lagi candi-candi di sini. kalau tidak salah ingat totalnya ada 61 candi di sana." violin menunjuk beberapa candi dengan menyebutkan nama-namanya masing-masing.
"kau hafal?"tanya Junior sambil menatap wajah violin.
Violin lalu mengangguk sambil melipat bibirnya. "tentu aku ingat. dulu aku dan kamu adalah siswa yang paling baik dalam rangkum semua kegiatan di sini."
"oh ya sehebat itu kah?"
"hmm, sangat hebat bahkan kita mendapatkan sertifikat dari kepala sekolah."
Junior dan violin pun mengambil beberapa foto mereka berdua. mereka berdua berfoto di depan candi-candi yang indah dan sangat mengagumkan.
tidak hanya Violin dan Junior yang terpesona akan keindahan candi Muaro Jambi. semua pengunjung yang datang juga terpesona melihatnya.
saat mereka hendak pergi menyusuri candi yang lainnya. tiba-tiba langkah Junior terhenti. Dia memegang kepalanya yang terasa berat. Violin yang menyadari hal itu langsung mengkhawatirkan keadaan sahabatnya.
__ADS_1
"Junior kau kenapa?"tanya violin dengan penuh kecemasan.