
"Salma, kamu kenapa? Katanya nyiapin makan malem?" tanya zayn yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Aku bingung Zayn, harus nyiapin apa? Kamu mau nya makan apa?" Salma justru bertanya dan tampak bingung kali ini.
Zayn tersenyum mengatakan jika akan menyukai apapun masakan salma untuknya. Namun kebahagiaan dan harapan itu terpatahkan ketika salma mengakui jika dirinya bahkan tak bisa memasak sama sekali. Zayn hanya bisa menghela napas dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Oke, kita cari aja apa yang ada didalam lemari, ya ...." Zayn berusaha menenangkan salma yang tampak panik didepan matanya. Hingga tak beberapa lama kemudian mereka berdua menemukan mie instan yang ad dilemari dapur paling atas dan memasaknya bersama.
"Aku sebelumnya tidak pernah memasak bahkan kedapur karna semuanya sudah disiapkan, dan aku tinggal makan," ucap zayn.
"Lalu, kenapa mereka tak mempersiapkan semuanya untukmu?"
" Ya, aku fikir kau bisa memasak tadinya. Aku sudah berharap begitu banyak agar bisa mencicpi makananmu malam ini, tapi...,"
"Ehm, maaf. Aku juga ngga bisa memasak, dan tadi hanya_"
"Kabur dari roy?" ledek Zayn padanya. "Oke lahlah, aku akan Menunggumu. Menunggu hingga kau bisa memasak untukku," goda zayn, bermaksud menyemangati salma dengan keinginannya.
Mendengar ucapan itu, entah kenapa jantung salma mendadak berdegup begitu kencang bahkan terasa sakit hingga ia harus memeganginya. Bahkan ketika ia menatap zayn, pandangannya terasa memudar dan perlahan benar-benar menghilang ia hingga tak mendengar lagi suaranya.
"Maaaa, Salma, kamu kenapa, Maaaa?" panggil zayn yang saat itu panik dan membawa salma ke kemarnya.
Salma mengehela napas panjangnya hingga membusungkan dada, ia membuka mata dan yang pertama kali ia lihat adalah juna. Dan benar saja, juna yang melihatnya langsung cemas dan memanggil dokter untuk segera memeriksa salma.
"Dok, Dokter!" panggil juna yang yang bahkan tak ingat jika ada bel disana.
"Ada apa, mas Juna?" tanya dokter yang segera datang padanya.
"Salma mendadak menghela napas panjang, lalu dia membuka mata. Dia siuman," lapor juna.
Dokter dan perawatnya kemudian datang untuk memeriksa salma. Diperiksa semua dari tanda-tanda vital hingga ke bagian yang lain terhadap rasa sakitnya. "Bagaimana, Dok?" tanya juna.
"Dia memang membuka mata, tapi dia belum sadar sepenuhnya. Hanya sepeperti syok ketika dia bermimpi buruk. Kami akan mengajukan permintaan CT Scan pada otaknya yang kemungkinan cidera tapi tak terdeteksi dengan pemeriksaan biasa, atau mungkin bahkan MRI."
"Jadi, dia belum sadar dok?"
"Belum, mas Juna. Kita pun masih pantau terus keadaanya, sering-sering beri rangsangan motorik , ajak dia bicara, dan lihat perkembanga yang lainya juga. Jika ada sesuatu lagi segera beri tahu kami."
"Baik, sekali lagi terima kasih," ucap juna. Ia menyayangkan ketika salma harus tertidur kembali sesaat ia membuka matanya. Serasa salma hanya bangun sejenak untuk menyapa juna lalu pergi lagi menuju alam mimpinya yang indah.
Juna hanya bisa kembali mengurai airmata melihat keadaan salma, meski ia bahagia ketika sempat melihatnya membuka mata.
#
__ADS_1
Salma mencoba membuka mata kembali. Ia ternyata ada dirumah zayn saat ini. Ia merasa ada sesuatu mengganjal tengkuknya saat ini, hingga ia memperhatikan rupanya tangan zayn yang ada dibawah kepala menjadi bental tambahan untuknya. Ia berbalik, benar-benar menatap wajah zayn ada didepan matanya terpejam dengan begitu lelap.
"Apa aku pingsan terlalu lama?" lirih Salma menyentuh wajahnya.
"Zayn?" panggil salma, dan zayn perlahan membuka matanya
Ia lantas tersenyum dengan bibir indahnya, matanya yang sipit itu terkatup ketika karena senyuman yang ia berikan pada salma.
"Hey, kamu sudah bangun? bagaimana perasaanmu? Aku terkejut saat kamu pingsan tadi, kamu kenapa?" tanya zayn padanya.
Salma perlahan bangun, dan zayn segera menyusulnya. " Aku tidak tahu, Zayn. tiba-tiba semua buram dimataku, terutama pandangan ku sama kamu."
"Mungkin kamu hanya lelah. Kembali tidur lah, aku takut kamu semakn lelah nanti dan justru jatuh sakit."
"Ya Zayn, terimakasih," balas salma yang kembali merebahkan dirinya. Tapi zayn tak lagi menemani, dan dia langsung pergi meninggalkan salma entah kemana. Ia memang tampak begitu sibuk beberapa hari ini dengan urusannya.
*Diruang kerja Zayn yang lain.
"Ada apa, Roy? Sepertinya mendesak sekali, maaf aku lama karena Salma sempat pingsan tadi."
" Aku mendengar Naya datang dan bertemu salma kemarin," lapor roy padanya.
"Ya, salma sudah mengatakannya padaku. Hanya saja salma tak menceritaka begitu banyak, aku takut ada rahasia diantara mereka yang tak ia katakan padaku." Zayn mengingat kembali semua ucapan salma padanya. Ia juga meminta agar roy menyelidiki semuanya karena takut jika naya memperngaruhi salma dengan ceritanya.
"Naya, kenapa kamu menjadi seperti ini? Dulu kamu Tidak pernah mau ikut campur urusan pribadi ku Nay, kamu selalu mendukung ku dalam situasi apapun. Kenapa kamu berubah Nay?'' gumam Zayn dalam hati.
Tak terasa hari sudah kembali pagi. Saat itu salma membuka matanya dengan begitu segar dan segera membersihkan tubuhnya. Ia mandi, dandan cantik dan langsung menghampiri Zayn yang sedang sarapan. Hari ini dia terlihat santai, mungkin tidak ada jadwal pekerjaan.
"Hay, cantik, sudah bangun? Ayo sarapan sama-sama," sambut zayn dengan ramah padanya.
"Kamu ngga kerja hari ini, kok santai?" tanya salma yang duduk disebelahnya.
"Tidak... Hari ini aku akan menemanimu dirumah. Kasihan karena kau seharian di kurung, atau ingin keluar hari ini?" tawar zayn padanya.
" Iya, sebenernya aku bosan, jadi kita kemana?" tanya dengan semangat.
"Kemana saja kamu mau, aku siap menjadi pengawal mu Nyonya," goda zayn sembari tersenyum Merayu salma.
Mereka sarapan sembari berbincang mengenai rencana hari ini. Hingga sebuah keputusan disepakati bersama oleh mereka berdua.
"Oke, Nyonya. Ayo kita siap-siap dan berangkat," ajak Zayn.
"Bentar aku ambil tas ku dulu!" Salma berlari dan meraih tasnya yang ada disofa.
Sudah siap semua, Zayn melajukan mobil nya dengan santai. Tempat pertama yang mereka datangi adalah mall besar dikota itu, ke wahana permainan dan Zayn mendapatkan sebuah boneka untuk salma. Begitu bahagia salma mendapat boneka pertamanya dari zayn.
__ADS_1
Setelah itu mereka keluar mendatangi tempat-tempat hiburan, ke kebun binatang, puas sudah dan salma seperti seorang anak kecil yang sedang dimanja saat ini, semua keinginan dipenuhi oleh Zayn. Hingga pemberhentian terakhir yaitu dipantai tempat Zayn pertama kali mengajak salma jalan-jalan pertama kalinya kala itu.
"Makasih ya Zayn, bahagia rasanya hari ini. Makasih banyak udah ngeluangin waktumu buat aku," ucap salma dengan perasana begitu bahagia.
"Ini tugasku Salma. Selama kamu bersama ku, bahagia mu adalah tanggung jawabku." Zayn memegang erat tangan salma sepanjang perjalanan menyusuri pantai.
Tiba-tiba ada Naya menghampiri mereka berdua, dan wajah zayn berubah ketika melihatnya.
"Zayn, kebetulan kita bertemu disini. Aku mau bicar," pinta Naya, dan tampak sinis menatap salma. Padahal kemarin cukup ramah, atau karena salma tak terpengaruh sama sekali oleh kata-katanya.
"Bicara saja Nay, ada apa?"
"Dua mata Zayn, Salma kamu bisa pergi sebentar?" Naya to the point mengusirnya.
Zayn menepuk tangan salma, berusaha mengatakan jika semuanya baik-baik saja. Dan salma pergi meninggalkan mereka berdua disana dengan segala rasa penasaran yang ada.
"Sebenarnya mau bicara apa mereka, sampai aku tidak boleh dengar, sebegitu rahasianya" Ucap ku dengan kesal dan menendangi pasir yang ku injak.
"Ada apa Naya, seperti nya sangat penting. Katakan segera, kasian Salma sudah menungguku disana," tegas Zayn padanya, yang tak bisa melepaskan pandangan dari salma.
"Kenapa selalu Salma, Zayn? Apa tidak pernah sedikitpun ada aku dihati kamu, Zayn? Apa kurang nya aku Zayn, bahkan kamu tidak tahu siapa sebenarnya Dia?" tanya naya pada akhirnya.
"Kamu sahabatku Naya, dari dulu sudah ku katakan itu."
"Iya Zayn, sudah sering kamu katakan. Dari dulu sekaali akupun sudah menahan perasaan ku, tapi tidak bisa Zayn."
" Perlahan kamu pasti bisa Naya, sekarang dihati ku hanya ada Salma, maaf."
"Tapi bahkan kamu tidak tahu siapa dia Zayn. Dari mana dia berasal, bahkan apa latar keluarganya. Aku takut, dia hanya mata-mata yang sengaja dikirim untuk melemah kan mu. Aku takut kamu dalam bahaya Zayn,"
" Pemikiranmu terlalu Jauh Naya, aku percaya dia bukan orang seperti itu. Aku sangat mencintai Salma Nay itu satu-satu nya yang aku gantungkan saat ini,"
"Tapi Zayn, tolong lihat lah Cinta ku juga Zayn, kamu akan menyesal bersamanya,"
"Maaf Naya," ucap zayn singkat lalu pergi melangkah meninggalkannya.
Salma diam-diam memeperhatikan mereka. Entah bicara apa, tanpa terasa ada rasa cemburu hinggap dalam hatinya, tapi tidak mungkin ia ungkap kan pada zayn. Tapi saat salma tengah fokus memperhatikan mereka, tiba-tiba ada beberapa orang pria menghampiri salma dengan tatapam anehnya.
"Hay cantik, sendirian saja, aku temenin ya?"ucap pria itu tampak merayunya.
"Kalian siapa? Jangan macam-macam ya, saya teriak nih," ancam salma berusaha melawan mereka.
"Bro, dia ini kalo ngga salah ceweknya si Zayn bro, yang sering dia bawa itu." Mereka rupanya mengenal zayn dan semakin tajam menatap salma.
"Waaah, ternyata kamu wanita simpanan Zayn ya? Boleh juga kamu ya, bisa menaklukan hati seorang Zayn." Mereka tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan sahabatnya.
__ADS_1