
Salma membuka mata dari tidurnya yang lelap, namun, air mata mengalir dipipi. Salma segera menyeka ny.
Ia melihat jam sudah pukul 06.00 pagi. Salma segera bangun dan mandi karna hari ini jadwal fiting bajunya dan Juna.
Selesai mandi ia langsung lari kemeja makan, dan betapa terkejutnya ia saat melihat ada tante Rina disana sedang membantu bik Ijah menyiapkan sarapan mereka.
"Hay, Sayang sudah bangun? Ayo sini sarapan sama-sama, ayah kamu sudah siap tuh," ucap tante Rina terdengar begitu ramah padanya.
Salma menurut tapi dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Ayo sayang kita sarapan sama-sama," ajak Ayah yang sudah duluan sarapan sembari membaca Koran di tangannya.
"Tante kok pagi-pagi udah disini?" Salma akhirnya bertanya.
"Iya, rencana nya mau ajak kamu bareng-bsreng ke butik, fiting baju." Jawab tante Rina, dan ayah hanya ber dehem meng'iyakan.
"Owh oke," jawab salma datar. Ia masih gamang dengan apa yang ia lihat saat ini.
Setelah selesai sarapan, Ayah berpamitan pada salma dan Tante Rina, dan tiba saatnya salma dan tante Rina yang pergi ke butik melakukan rencananya.
"Sayang kamu aja ya yang nyetir," pinta tante Rina.
"Oke tante," jawab salma yang langsung mengambil posisi nenyetir dimobil mewah itu.
__ADS_1
"Maaf ya, Salma, tante harus ngerepotin kamu. Sebenernya tadi sama supir, tapi supir tanteĀ pamit karena istrinya mau lahiran, " jelas tante Rina.
"Emang tante ngga bisa nyetir?" tanya salma. Tante Rina menghela nafas panjang. Ia menjelaskan jika dirinya sudah sulit menyetir lagi usai kejadian yang membuatnya trauma, dan saat itu salma mengangguk mendengarnya.
Akhirnya mereka sampai dibutik tante Rina, dan ternyata Juna sudah menunggu disana.
"Hay Juna," Sapa salma manis dan mendadak memeluknya.
"Hey, tumben meluk, kangen ya?" godanya sembari memencet hidung salma.
"Ish sakit, ngga boleh ya, yaudah." Lamgsung salma lepaskan pelukan itu darinya.
"Eeeeh lagi dong," rengek juna yang kembali meraih salma untuk memeluknya.
Mereka mulai memilih dress yang diinginkan, disesuaikan dengan tema yan mereka pilih. Tidak butuh waktu lama untuk proses itu, karna memang salma dan Juna sudah sama seleranya sejak awal.
"Oke good... Semuanya sudah selesai tinggal menunggu hari nya lagi ya? Salut sama kalian udhmah ngga usah ribet lagi nyamain selera, kompak banget." puji tante Rina pada keduanya.
"Ya karna kami ini sahabat dari kecil, Tan. Jadi udah tau masing-masing, udah ngga perlu repot penyesuaian lagi," jelas Juna.
"Waah begitu ternyata, emang yang namanya jodoh itu susah ditebak ya?" Tante rina membereskan semuanya, bahkan meminta salma untuk mencoba beberapa gaun yang telah ia pilih saat itu.
Juna yang melihatnya hanya ternganga, begitu takjub melihat gadis yang sebenta lagi akan menjadi isrinya itu. Begitu cantik, meski belum ada make up terpoles diwajahnya.
__ADS_1
Juna bahkan meraih hpnya untuk memotret sang calon istri, bahkan memajangnya sebagai walpaper hp saat itu juga dengan bangganya.
" Eh iya, Juna. Kita nganter Tante Rina dulu ya? Nanti baru aku pulang bareng kamu, soalny mau nyetirin tante dulu." Salma menjelaskan alur perjalanan mereka saat ini.
"Iya Juna , maaf ya ngerepotin," sambung tante rina padanya.
"Iya ngga papa, Tan. Aku ngiring dari belakang ya." jawab Juna dengan segala pengertiannya.
Mereka pun beriringan sesuai rencana, mengantar Tante Rina terlebih dulu ke rumahnya. Namun karna tante mengajak mereka mampir, akhirnya merka meng Iyakan tawaranya saat itu karena tak enak hati.
"Ayo, sayang, masuk. Di rumah ngga ad orang, cuma tante sama ART tante. Dan tante ngga punya anak dari suami tante dulu," ajaknya dengan begitu ramah sembari menceritakan tentang dirinya.
Ternyata Tante Rina adalah seorang Janda, yang ditinggal suaminya selingkuh dahulu kala ketika bersama.
Lumayan lama mereka ngobrol dan bercerita hingga makin lama makin akrab. Tante rina juga bukan orang yang jaim dan sok perfectionist hingga enak diajak mengobrol meski usia mereka cukup jauh berbeda.
"Maaf tante, aku mau numpang ke kamar mandi boleh," tanya salma.
"Oh, silahkan, sayang. Kebelakang aja ya lurus, deket garasi yang paling deket." tunjuk Tante Rina dan setengah berlari karna sudah tidak tahan.
Selepas dari kamar mandi, salma terpesona dengan sebuah Mobil yang terparkir digarasi Tante Rina. Sepertinya mobil tersebut sudah lama tidak terpakai, dan kondisinya rusak dibagian depan, dan anehnya lagi ia melihat bercak darah dibagian depannya.
'Ini bercak darah atau?' Belum selesi aku menebak, Juna memanggil salma untuk segera pulang, dan ia pun langsung menghampirinya dan pamit pada Tante Rina.
__ADS_1
Sepanjang jalan salma tidak menceritakan tentang apapun yang ia temukan tadi disana. Salma hanya mencoba bermanja dengan Juna, entah kenapa salma sangat merindukanya hari ini hingga terus ingin menempel padanya.