
Salma terus berlari tanpa melihat jalan yang ada didepan mata, hingga ia tak sengaja menabrak seseorang hingga ia sendiri terjatuh kelantai.
"Mba, kalo jalan lihat-lihat dong, rusak buku nya entar," omel kasar wanita itu padanya.
Salma segera bersimpuh dan membantu wanita itu memungut semua buku yang ada dihadapannya, namun sembari melihat kedepan dan mendapati sosok zayn sudah tak ada disana.
"Yaaa, ilang kemana dia?" Salma bertanya-tanya namun masih membereskan buku yang berserakan.
"Salma, kamu kenapa?" Juna datang dan langsung menyambut tangan kekasihnya.
" Engga, tadi aku kayak lihat seseorang yang aku kenal. Tapi belum Sempet nyapa, tau-tau udah pergi," jawabnya kemudian memberikan buku itu kembali pada yang punya.
Salma kemudian hanya mengangguk dan masih mencari-cari bayangan zayn yang tadi, tapi benar-benar sudah tak ada lagi.
"Siapa sih, Ma?" Tanya Juna lagi.
"Aaah, engga bukan siapa-siapa. Cuma kayak kenal aja," kilah salma ketika juna makin penasaran.
Salma memutar pertanyaan agar juna tak semakin bertanya padanya. Ia menanyakan kegiatan juna hari ini dan
bagaimana hasilnya, dan juna saat itu langsung terbawa keadaan hingga kembali tenang mesra pada salma dengan segala perhtiannya. Bahkan juna mengatakan jika ia free hari ini dan menyanggupi jika salma mengajaknya pergi.
__ADS_1
" Hmmm, aku pengen kepantai, boleh ngga? Tapi kalo kamu repot ngga papa, besok-besok aja."
"Ke pantai, ya? Tapi jauh pantainya, kamu ngga kecapean nanti?" Juna memperjelas.
"Jauh sih, tapi pengen .... " rengek salma padanya.
"Tapi kalau kita nekat kepantai, bisa-bisa pulangnya malem. Gimana? Nanti ayah marah,"
"Engga kok, kan pergi ya sama pacar. Ya, kita pergi yaaa, please...."
"Hmmm... Okelah pacar. Kalau begitu kita goooooo!!" Semangat juna menggandeng tangan kekasihnya.
Mereka tiba diparkiran. Juna begitu perhatian membukakan pintu untuk salma hingga masuk kedalam, kemudian berputar sendiri menuju kursi setirnya. Juna langsung menancapkan gas mobilnya dan pergi dengan kecepatan sedang, namun bagi sebuah mobil sport sedang itu adalah ngebut versi mobil biasa.
membantunya turun, tak lupa memayungi kepala salma dengan telapak tangannya.
"Ih, apa sih, lebay deh. Dikiranya aku takut item apa?" tukas salma padanya
"Takut lecet. Nanti kalau pas tunangan bopeng, kan jelek." Juna tertawa spontan usai meledek kekasihnya. Saat itu mereka berdua berjalan mengitarai suasana pantai yang indah dengan deburan ombak merdunya, dan seketika itu juga ingatan salma tertuju pada zayn. Apalagi suasananya persis seperti suasana pantai yang ia kunjungi kala itu.
"Panas kan?" tanya juna lagi mengagetkan salma.
__ADS_1
"Ah, lumayan. Kok kamu ajak aku kesini, kamu sering?"
"Lumayan, karena memang pernah pegang daerah sini. Kita makan siang dulu, yuk?" gandeng juna menuju salah satu cafe yang ada disana, dan lagi-lagi membuat salma terperanga.
"Ya, ini termasuk salah satu proyek yang sempet dikerjain papa. Tapi saat itu aku turun tangan juga
untuk membuat konsep tata letak didalamnya. Gimana, suka?" tanya juna padanya. Salma mengangguk pelan, semua yang ada di depan matanya persis dengan cafe yang ia datangi bersama zayn di alam mimpinya.
Semakin meyakinkan ketika jua bahkan mengajaknya ke lantai atas, duduk dan melihat semua pemandangan indah pantai dari sana. Salma yang masih tercengang mendadak dipeluk oleh juna dari belakang, dan bahkan juna
tak segan mengecup pipi salma dengan begitu mesra hingga kemudian turun ke bahunya.
“Salahkah, saat juna disini justru terbayang zayn dikepala? Semuanya kenapa sama, ada apa?
Padahal aku sedang berusaha keras untuk melupakannya.” Salma terus bergumam dalam hati. Ia kemudian membalik badan dan menatap juna dengan begitu intens dengan mata indahnya.
“Kamu kenapa?” tanya juna yang mendekatkan dahi keduanya.
“Berjanjilah, kalau kamu ngga akan pernah tinggalin aku, Juna. Aku mohon,” pinta salma dengan
tiba-tiba, apalagi dengan wajah serius yang membuat juna semakin bertanya-tanya.
__ADS_1
“Kamu kenapa?” lirih juna megusap wajah ayu kekasihnya. Tak menjawab, salma hanya memeluknya
dengan begitu erat, seakan takut akan sesuatu yang mungkin akan menjadi pelik diantara mereka berdua.