Kekasih Dari Alam Mimpi

Kekasih Dari Alam Mimpi
Part 17


__ADS_3

Non, cah ayu, ayo bangun sudah siang."


Bik ijah lagi-lagi mengganggu moment salma kali ini.


"Bibiiiiiik!!!" Salma berteriak sembari mengacak acak rambutnya karena kesal..


"Opo meneh? Itu Ayah sudah menunggu, mau ngomongin maslah pertunangan katanya. Gek ayo, siap-siap." tegas bik Ijah.


Salma langsung mandi, dan dibawah shower ia berfikir keras tentang semua yang terjadi barusan. Kenapa harus bertemu disaat seperti ini, kenapa muncul lagi saat ia sudah mulai lupa padanya dan mulai nyaman dengan Juna. Dan bahkan pertunangan mereka semakin dekat didepan mata.


Salma terus menggerutu, sampai mandinya selesai saat itu. Ia langsung  menghampiri ayah setelah mengganti pakaiannya.


"Ayah manggil aku?" tanya salma, menghampiri ayah yang sedang sarapan.


"Iya sayang. Kemari, ayah mau bicara tentang pertunangan kamu sama Juna."


Deeegg... Hati salma langsung terkejut dengan perkataan ayah barusan. Entah kenapa berdebar lagi, padahal harusnya sudah amat terbiasa dengan semua ini.


" Iya yah, gimana, kapan rencana ayah? "


" Ya, minggu depan saja ya, sayang? Karna minggu depan ayah free, dan semua pertemuan sudah ayah undur untuk acara itu." Ayah menjelaskan semua jadwalnya.


" Juna gimana yah, dia setuju?"


"Dia setuju jika kamu meng'iya kan semuanya."


"Biklahlah, Yah. Salma gimana baik nya aja. Tapi buat acaranya , sederhana atau gimana yah? Soalny nanti pas mau viting bajunya kan bisa disesuai kan," tanya salma dengan makanan disendoknya.


"Oh iya, untuk itu kita pakai jasa WO nya tante Rina aja ya sayang?" balas ayah padanya.


"Hah, tante Rina siapa yah? "

__ADS_1


"Dia temen Ayah, nanti ayah kenalin ke kamu ya?" Salma mengangguk, dan segera menghabiskan sarapannya saat itu juga.


" Oke, sayang, ayah berangkat ke kantor dulu. Kamu baik-baik Dirumah," pamit ayah dan berlalu meninggalkan salma.


Kadang ia berfikir, ada untung nya kejadian kemarin karna kejadian itu ayah jadi takut kehilangan salma seperti waktu kehilangan Ibu dulu. Apalagi setelah salma menyetujui perjodohan dengan Juna, dan ia. semakin perhatian pada putri semata wayangnya.


Setengaj hari terkurung didalam rumah sendirian, rasanya bosan sekali, lagi-lagi hanya ada bik Ijah, ingin tidur siang, namun aku belum siap jika harus bertemu dengan Zayn lagi.


Salma duduk di sofa dan lantas mebgambil hpnya. Ia scrol layar, dan akhirnya menelpon sang calon tungangan yang entah sedang apa disana.


"Halo pacar, kenapa tumben siang nelpon? " sapa juna dari sana.


"Aku bosen," Keluh salma.


"Terus gimana? Aku lagi dikantor sekarang, ngurusin proyek papa yang baru. Ngga bisa ajak jalan-jalan lagi," ucap juna dengan segala jadwal padat yang ada.


" Hmmm... Ngga tahu, tapi aku bosen. Oh iya, nanti aku kesana aja ya, sekalian anter makan siang boleh ngga?" tawar salma. Padahal ia sendiri tak bisa masak, paling bik ijah yang akan menyiapkan semuanya.


"Haah, seriusan?! Emang bisa masak? atau, masakan bik Ijah?" ledek nya.


" Hehe... Iya iya, Jam makan siang ya? Aku tahan makan sampai kamu datang. Jangan lupa masak yang enak," pesan juna pada kekasihnya.


"Siaaap, tunggu kedatangan ku!" Salma membalasnya dengan penuh semangat, dan mereka berdua kompak mematikan panggilan itu bersama


Salma langsung bergegas mencari bik Ijah agar mengajarinya memasak kilat. Menu apa saja, yang penting bisa cepat ia pelajari dan ia bawa untuk juna disana.


"Biiiik, bibiiik!" panggilnya sekuat tenaga akibat terlalu semangat.


"Opo tho cah ayu? teriak-teriak gitu, " jawab bik Ijah.


"Eeehm, aku mau belajar masak," rayu salma pada bibiknya, yang langsjng membulatkan mata.

__ADS_1


"Lhaaaa, kok tumben ini? Tadi malem Ngimpi opo, kok mau belajar masak? " ledeknya dengan lirikan penuh goda.


"Ngga mimpi! Tapi tadi, Juna bilang dia lagi dikantor, terus aku inisiatif mau bawain bekel buat dia gitu."


"Oalah, ngono tho? Yo ayook, let's go!" seru bik ijah yang tak kalah semangatnya. Ia segera menggandeng salma menuju dapur mempersiapkan semua alat dan bahan yang ada.


Salma dan bik Ijah langsung uprek di didapur. Untuk awal belajar, salma mencoba membuat nasi goreng spesial untuk Calon Tunangannya itu.


"Dah selesai! Semoga aja Juna suka ya bik," ucap salma sembari merapikan wadah bekal dan siap membawanya ke kantor Juna.


Ia berkemas, dan tidak lama langsung memacu mobilnya pergi kekantor Juna. Karena setelah kecelakaa itu ia diwanti-wanti agar tidak membawa motor lagi. Trauma katanya.


Ia melaju dengan kecepatan sedang, dengan perasaan bahagia karena akan bertemu dengan Juna. Hingga akhirnya aku sampai dikantor segera ia parkirkan mobil disana.


Salma segera masuk ke loby dan bertanya ke Resepsionis dimana ruangan Juna, dan Dia pun dengan ramah menunjuk kan ruanganya dengan 2x naik lift, belok kiri nomor 5 dari pintu lift, dan aku langsung berpamitan setelah mengerti.


Salma berjalan santai membawa wadah bekal spesialnya tadi sampai tak sadar seseorang menabraknya.


Buuughhhh!!


"Ooooh, mba, maaaf, ngga papa kan?" tanya seseorang yang menabraknya barusan.


"Aduuuuh mas, kalau jalan lihat-lihat dong, untung ngga tumpah." Omel salma padanya. Namun saat ia menoleh kearah pria itu, salma langsung terperanjat kaget.


"Zayn? Kamu Zayn?" tanya salma yang berusaha meyakinkan.


"Ohz maaf bukan. Anda salah orang sepertinya. Tidak apa-apa kan, maaf ya saya buru-buru." Pria itu langsung berjalalan meninggalkan salma yang masih diam ditempatnya tanpa membalik badan sama sekali. .


Salma mencoba mengejarnya, namun dia sudah terlanjur menaiki mobil yang terparkir didepan sana.


'Kenapa mirip dengan mu Zayn? Atau hanya halusinasi ku saja? ' tanya salma  dalam hati.

__ADS_1


Iq mencoba melupakan kejadian itu, dan langsung naik lift kembali fokus menuju Juna, yang sudah menunggu di ruangannya.


'Siapa dia tadi, kenapa mirip sekali' salma masih bertanya-tanya, seakan masih begitu mengganjal di dalam hatinya


__ADS_2