Kekasih Dari Alam Mimpi

Kekasih Dari Alam Mimpi
Part 27


__ADS_3

Insomnia sepertinya mulai mengganggu tidurku beberapa minggu ini, sejak aku mulai menyelidiki tante Rina, dan sejak aku memikirkan tentang Zayn yang tak pernah datang lagi, aku seperti orang depresi karna semua permasalahan, namun untungnya Juna tetap Setia memberi dukungan dan support nya padaku, untuk Membantu menyelidiki kasus ini, sampai Juna rela membayar seorang detektif swasta dan seorang bodyguard yang bekerja mengawasi ku dari Jauh.


Aku melanjutkan penyelidikan dengan mencari info ke teman-teman akrab tante Rina, yang kemungkinan tau tentang kejadian itu, namun hasilnya nihil, keluarga tante Rina benar-benar memyembunyikan kasus itu rapat-rapat.


"Ooooh, kenapa sulit sekali, aku harus bertanya lagi pada supir tante Rina, ya, aku harus mendekati nya, tapi bagaimana? "


Aku, terus memutar otak.


"Oke, aku tahu".


Aku mendapat ide, dan langsung menelpon tante Rina.


" Hallo salma, ada apa nelpon tante? " Tanya tante Rina saat menjawab telponku.


"Gini tante, aku rasanya ngga enak badan, pengen masage gitu, tapi mobil aku lagi dibengkel, bisa ngga supir tante jemput aku, nanti aku pulangnya dijemput Juna kok" Jawabki membujuk Tante Rina.


"Oh gitu, ehm kebetulan di salon juga lagi free, jadi tante bisa servis kamu langsung, bentar lagi supir tante jemput ya, kamu siap-siap aja".


" Oke tante, makasih sebelumnya"


Aku langsung menutup Telpon dan tersenyum karna rencana awal berhasil.


"Tinggal pamit sama Juna" Aku langsung menelpon Juna.


"Halo sayang, ada apa?" Jawab Juna.


"Iya sayang, aku mau ke salon tante Rina ya, dijemput sama supirnya, Nanti siang kmu jemput aku ya".


" Loh, kok kesana ngga naik mobil sendiri? Kamu hati-hati lho ya, ada apa-apa telpon aku" Jelas Juna.


"Iya tauuu kok, byee" Aku langsung menutup telpon.


Aku langsung bersiap-siap dsn menunggu supir tante Rina menjemput, dan merancang apa saja yang ingin aku tanyakan padanya.


Tiiiin, tiiiiin!!


Aku langsung keluar dan masuk kemobil saat supir tante Rina sudah sampai.


"Sudah siap non?" Tanya nya.


"Ya pak, langsung jalan aja"


Setelah mendengar instruksiku pak supir langsung melajukan mobil ya dengan kecepatan sedang.


"Pak, boleh nanya lagi ngga? ".


" Boleh non tanya apa? " Jawab pak supir.


"Dulu tante nabrak orangnya tahun. Berapaan pak, kok traumanya lama banget? "


"Eeehm, udah lama non, udah 20tahunan lebih, kayaknya udah 23 tahunan, kalo anak si ibu nya selamat mungkin seumuran si enon" Jawab pak supir lagi dengan polosnya.


Hatiku langsung perih saat mendengar itu, dan kenyataanya bahwa aku lah anak dari ibu yang ditabrak nya itu, namun aku berusaha menahan air mata kau yang seolah akan tumpah, dan tetap berusaha seolah tak tahu apa-apa.


"Eh iya, tante apa suka ngoleksi mobil-mobil antik gitu, soalnya kemarin saya ada lihat ada mobil antik gitu dirumahnya, saya suka aja lihatnya"


"Wah kalo itu, saya kurang tahu non, taoi kalo mobil dirumahnya itu, mobil pas nabrak, niatnya dulu mau langsung dijual ke luarn negri, tapi kata ayah nya nyonya jangan, karna itu juga kenangan dari almh mama nya nyonya sebelum. Meninggal, makanya disimpen".


" Oh jadi gitu, makasih ya pak infonya,"

__ADS_1


"Ya non sama-sama"


Tak lupa ku rekam Obrolan tersebut, dan langsung mengirimkan pada om Bram agar dimasukan kedalam salah satu barang bukti.


'Oke, tinggal bagaimana caranya, aku kerumahnya, dan mengambil kesempatan untuk memotret mobil tersebut' batin ku.


Dan tak butu waktu lama, kami samoai disalon.


"Hay sayang, kok kamu kelihata  murang sehat? " Tante Rina langsung menyambut ku ketika tahu aku sudah sampai.


"Iya nih tan, aku kayaknya insomnia deh, soalny susah tidur belakangan ini,". Jawabku.


"Oke lah, nanti biar tante massage kamu dengan sentuha  refleksi, untuk ngobati  insomnia kamu ya, ngga bagus lho kalo ngga diobatin, kamu jadi lesu gitu sayang".


" Iya tan, makasih ya".


Aku mempersiapkan diri mengikuto treatmen  yang diberikan tante Rina, nikmat sekali rasanya karna memang itu yang aku butuhkan  saat ini.


"Oh iya sayang,  kamu masih suka mimpi tentang cowok itu? "


Tiba-tiba tante Rina membuat ku terkjeut karna mempertanyakan Zayn.


"Ehm beberapa hari ini engga tan, mungkjn karna aku lagi banyak urusan, aku aja sekarang susah tidur".


" Kamu ngga kangen? "


"Hah, ngga juga lah tan, lagian dia kan cuma dari alam mimpi, aku ngga terlalu baper".aku mengelak.


'Padahal sebenarnya sangat rindu Zayn'


" Tidak apa-apa sayang, jika rindu, setidaknya dia menanggapi mu, dan mencintai kamu dengan tulus, serta sangat meghargai kamu, meski cuma meimpi, Juna juga ngga tahu kan, lagian ngga mungkin juga Juna cemburu sama pacar alam mimpi"


"Ah tante, itu kan cuma mimpi tante, halusinasi aku aja, ngga akan bisa nyatu juga kan, meskipun sebenernya pengen memperjuangkan, tapi aku sadar diri jika itu ngga mungkin"jawabku menjelaskan.


" Oh iya sayang, nanti kerumah tante ya, tante ada sesuatu buat kamu, kado kecil sih buat pernikahan kamu  soalnya nanti pas hari H mungkin tante lagi pergi keluar negri, karna ada sesuatu. "


"Iya tante, nanti aku kesana"jawabku.


'Pass sekali, karna akupun sedang mencari jalan kesana'


Aku diam-diam mengirim Wa ke Juna, jika aku akan kerumah tante Rina, namun tidak ada balasan. Mungkin sedang sibuk dikantor karna memang sedang sangat sibuk Sekarang.


Semua teratmen selesai, aku bersiap mengikuti tante Rina kerumahnya, tanpa curiga apapun, dan pak supir pun bersikap biasa saja.


Sampai disana aku langsung duduk Dan ngobrol santai, dan minum minuman yang sudah disuguhkan oleh tante Rina sendiri.


"Oh iya sayang, kamu duduk dulu ya, tante mau ambilin hadiahnya buat kamu, santai aja, anggap rumah sendiri".pesan nya dan meninggalkan ku.


**


Juna dikantor,


Selesai rapat istirahat dulu lah sambil lihat hp bentar,


" Hah, wa dari Salma 2jam yang lalu ada apa? biasanya langsung nelpon".


(Juna, hari ini aku kerumah tante Rina nanti langsung aku kirim foto mobilnya. Ke hp kamu ya, tadi rekaman sudah aku kirm Ke papa).


nomor yang anda hubungi sedang sibuk tolong .....

__ADS_1


"Ah kenapa mati sih hp nya, kenapa ini, tiba-tiba jadi cemas, sebaiknya aku menyusul Kesana, aku panggil om Leo sekalian".


**


Setelah tante Rina pergi aku mengambil celah untuk pergi ke garasi nya dan memotret mobil tersebut, beserta noda darah yang masih ada disana.


" Ini kesempatan yang ngga boleh aku lewatkan, aku harus cepat-cepat".


Segera ku langkah kan kaki. Ke garasi dan memulai Memotretnya, dan langsung aku kirim ke Juna, tapi tertunda sepertinya paket data ku habis.


"Aargh sial, paket data habis, tapi yang penting sudah dikirim".


Saat aku memasukan hp ku kedalam saku celana tiba-tiba seperti ada jarum yang ditusukan ke leherku, dan aku langsung merasa lemas.


Aku membalik kan badan ku dan dengan tenagaku yang tersisa aku mempertanyakan semua nya.


" Aaargh, tante, ada apa, tante menyuntikan apa ke pembuluh darah ku? "Tanya ku lirih


" Aku sengaja membantu mu sayang, agar kamu bisa bertemu dengan oacar mimpi mu itu, bahkan bila perlu kalian akan bersatu disana, bagaimana, kamu suka? Kamu rindu kan dengannya" Jawab tante Rina.


Tante Rina menyeringai jahat dan tertawa puas dengan posisi masih memegang suntikan tersebut, dan aku hanya bisa terkulai lemah, terasa sangat lemah tubuhku saat itu.


"Aku sengaja, menyuntikan obat tidur dengan dosis yang sangat tinggi agar kamu bisa tidur nyenyaaak, bahkan selamanya salma, menyatu lah kamu dengan kekasih khayalanmu itu, sehingga tidak akan ada yang bisa menguak kasus itu lagi, karna kamu tidak bisa lagi menyelidiku aku iyaa kaaan sayang, hahaha"


"Tante, tante kenapa berubah jahat, seprti ini".


"Sejujurnya aku tidak jahat sayang, tapi kamu lah yang memancing aku untuk melakukan ini, iya kamu, kamu yang mempengaruhi ayah mu untuk menolak cinta ku kan, dan kamu, kamu diam-diam menyelidiki tentang kasus 23 tahun lalu kan, kenapa apa karna yang aku tabrak itu ibu mu? "


"Ya tante, kenapa tante kabur saat itu, kenapa tidak turun dan menyelamatkan ibu ku, pdahal tante tahu jika sudah meabrak wanita hamil kan, kenpa tante lari, tanpa mau bertanggung jawab tante"


"Oooouuuwh, maaf kan tante sayang, tante pun tidak tahu jika itu ibu mu, karna jika tante tahu, maka tante akan menabrak nya untuk Kedua kali nya dan membuat kalian mati bersama-sama, karna mungkin jika tidak ada kamu, maka aku dan Leo bisa bersatu, hahahhahaha!!! "


Tubuhku melemah karna obat tersbeut sudah mulai menyebar keseluruh tubuh ku, bahkan berbicara pun aku sudah tidak mampu.


"HENTIKAN, Rina!!!


Aku melihat ayah bersama Juna datang membawa beberapa polisi, dan langsung menyergap tante Rina dan memborgolnya, sementara Juna langsung menghampiriki yang sudah sangat lemah.


" Salma, bangun sayang, jangan lemah sayang, kamu kuat, ayo bangun, ini aku tunangan Kamu sayang".bujuk.Juna padaku, dengan air mata yang mengalir.


"Juna," Jawabku lirih, dan itu kata-kata terkhirku sebelum. Aku benar-benar pingsan karna obat penenang dengan dosis tinggi itu.


Juna langsung menggendongku keluar dan membawa ku ke Rumah Sakit, sementara ayah, masih menyelesaikan urusanya dengan wanita itu.


"Ternayata kamu selama ini orang yang aku cari-cari Rina, tak kusangaka, kamu lah pembunuh istriku" Marah ayah ku padanya.


"Mas, mas, dengarkan penjelasan ku dulu mas, aku tidak sengaja saat itu, aku lari karna aku gugup, aku tidak tahu jiam itu ternyata istrimu mas, tapi jika aku tahu aku bahkan akan menabrak nya lebih kuat agar mereka berdua mati dan aku bisa bersama kamu tanpa ada ganguan sekarang hahahahhahahahaa iya kan sayang".


"Keterlaluan kamu Rina, pantas saja dari awal Salma tidak menyukaimu, aku menyesal telah membawa mu kedalam hidupku dan Salma, pak polisi cepat bawa dia, dan semua barang bukti nanti saya serahkan sendiri" Titah ayah ku.


"Baik pak kami tunggu dikantor" Kawab pak polisi tersebut.


"Masss, maaasss, kamu ngga bisa begini ke aku mas, aku Cinta sama kamu, masssss kamu jahaaaattt!!. Teriak tante Rina pada ayah ku, namun ayah ku berusaha tidak perduli.


Sementara aku sudah sampai dirumah sakit, Juna dengan cemas menungguku saat diberi tindakan oleh dokter.


Aku divonis koma karna over dosis obat penenang dosis tinggi, dan butuh waktu lama untuk Menghilangkan pengaruh obat tersebut, dan dokter keluar untuk. Menjelaskan nya pada Juna.


"Dokter, bagaimana calon istri saya dok?" Tanya Juna.

__ADS_1


"Dia overdosis obat penenang dengan dosis tinggi, pak. Maka dari itu sekarang kami sedang berusaha membuang sisa obat terbebut dengan berbagai macam cara. Namun karna obat masuk melalui suntikan yang langsung ke pembuluh darah, maka itu sangat sulit dilakukan, sehingga sekarang pasien mangalami koma. Dan sepertinya akan tidur sangat lama." Jelas dokter.


__ADS_2