Kekasih Dari Alam Mimpi

Kekasih Dari Alam Mimpi
Part 29


__ADS_3

Aku terbangun dalam dunia Zayn, aku berada disebuah koridor dirumah Zayn, namun suasananya begitu gelap, begitu hampa, hingga aku mendengar seseorang sedang memberi imatruksi pada yang lain untuk berperang sampai mati.


"Sebentar lagi, siap atau pun tidak, salah satu dari kita akan mati, entah siapa yang akan duluan, atau bahkan mungkin kita bersama-sama, persiapkan mental kalian, perkuat diri kalian, karna mungkin pasukan petter akan memyerang tiba-tiba dan entah darimana datangnya" Ternyata Zayn sedang menginstruksi semua anak buah nya.


Aku bahkan melihat banyak senjata tajam dan senjata api disana entah untuk apa namun itu sangat membuat ku terkejut.


"Zayn" Lirih ku memanggilnya.


Zayn terkejut dan langsung menyeretku pergi keruangan lain.


"Salma, kenapa kamu datang sekarang, aku belum memanggilmu, berbahaya kemari sekarang"


"Zayn, aku Rindu, jikapun rindu itu membawa bahaya untuk ku, akan aku hadapi asal bisa bersama mu"


"Kamu terlalu Menganggapnya sepele Salma, ini tidak seperti yang kamu bayangkan".


" Zayn biarkan aku disini, karna aku pun belum bisa kembali sekarang"aku memohon.


"Baik lah, tapi ingat, jangan kemana-mana kecuali bersamaku, atau kamu dikawal oleh salah satu dari anak buah ku".


" Iya aku janji"


Aku bahagia, dan spontan aku memeluk raga nya, hangat sekali rasanya, merasakan degup jantungnya yang beraturan, bagaikan sebuah irama merdu untuk ku.


"Tapi Zayn aku lapar, makan yuk, aku masakin, aku sudah bisa buat nasi goreng sekarang" Rayu ku padanya.


"Baik lah, kamu kedapur duluan aku akan membubarkan mereka."


Aku hanya mengangguk dan berlalu pergi, dan segera menuju dapur mempersiapkan semua bahan untuk memasak, dan tak kelang beberapa lama Zayn menyusulku ke dapur.


"Hay Zayn, sudah selesai rapatnya? Sebentar lagi siap makanan nya kamu duduk aja disana ya" Kataku padanya.


Namun dia tidak banyak bicara hanya berjalan perlahan mendekatiku, dan tiba-tiba memeluk ku dari belakang, dan sontak membuatku kaget.


"Zayn, kamu kenapa, ada sesuatu? " Tanya ku.


"Kenapa kamu datang sekarang Salma, kenapa harus sekarang, tahu kamu aku begitu menahan rindu untuk menjaga perasaan ku agar kamu tidak datang saat ini". Jawabnya.


" Zayn, aku tidak terpanggil, ataupun melanggar keinginanmu, tapi ini. Adakah takdirku, takdir yang harus aku jalani, meskipun pada akhirnya kita mungkin akan mati bersama".


Sontak ucapanku mengagetkan Zayn dan dia langsung membalik badan ku berhadapan dengan nya, untung saja aku masih sempat mematikan kompor.


"Apa-apaan Zayn, nanti masakanya gosong" Omelku padanya.


"Hey apa maksudmu bicara seperti tadi?, kamu tidak boleh mati disini, dan kamu juga tidak akan pernah mati disini" Jawab Zayn marah.


"Hey, jangan dianggap serius aku hanya bercanda, aku juga belum ingin mati aku masih muda, dan aku ingin tetap hidup. Bersamamu" Rayuku pada Zayn dan meluluhkan hati nya.


"Jangan pernah bercanda tentang kematian Salma, karna itu kepastian, bukan candaan"


"Sudah-sudah ayo makan, hari ini kamu terlalu serius, aku jadi takut tau, padahal aku kangen baget sama kamu".


Aku langsung mempersiapkan makanan dimeja makan, dan mengajak nya makan bersama.


" Zayn, kamu ada planing hari ini? " Tanyaku berusaha mencairkan suasana.


" Tidak, kenapa?"jawabnya dingin.


"Zayn, aku rindu padamu, tapi jika. Kamu seperti ini, aku harus bagaimana? Sedangkan aku disana sedang tebaring koma, dan belum bis bangun, aku kemari tanpa sengaja, dan menurutku ini kesempatan aku bertemu dengan mu, tapi malah seperti ini, aki harus pergi kemana jika tidak kesini Zayn". Aku langsung pergi ke kamar tempat biasa aku menginap.


"Hey Salma, maafkan aku, saat ini aku hanya bingung, karna situasi sedang tidak aman, makanya aku wanti-wanti kamu agar terus diam dirumah".


" Aku mui merasa bahagia saat aku brrada disini Zayn, karena tanda nya kau disana masih hidup meskipun aku koma, karna jika tidak kesini itu tanda nya aku sudah mati, dan pergi ke alam lain" Ucapku dengan air mata meleleh.


"Hey, hey, iya maafkan aku, sekarang mupung kamu disini ayo kita jalan+jalan, tapi tidak bisa terlalu lama ya, karna kondisi sedang tidak baik."


"Baiklah, aku dandan dulu ya" Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung menyeka air mataku, berlari mempersiapkan diri untuk pergi.


Aku memakai pakaian simpel hanya menggunakan kemeja dan jeans, karna kata Zayn tidak Boleh mencolok, dan ternyata Zayn pun sama hanya memakai kaos oblong hitam dan jeans abu-abu serta memakai topi sedehana tapi sangat keren.


"Kita mau kemana?"

__ADS_1


"Jalan-jalan saja, ke taman, ke kebun binatang, ku habiskan hari ini buat kamu, tapi besok kamu harus full dirumah"


"Oke siap" Aku mengacungkan jempol menuruti mau nya.


Kami melaju santai menggunakan mobil Zayn yang lain, karna katanya semua tau mobil yang sering dipakainya, dan takut berbahaya, seprti rencana awal kami ke taman kota, makan ice cream, makan dipinggir jalan, dan selanjutnya ke kebun binatang, hingga malam hari saat nya kami pulang, dan kami berjalan. Menyusuri jalanan menunu mobil. Yang kami parkir.


"Zayn, terimakaaih atas hari ini, dan sesuai janji ku besok aku akan dirumah, tidak kemana-mana".


Namun ternyata ada Naya sednag menunggu disamping mobil Zayn, sepertinya ada masalah serius yang harus dibicarakan.


" Naya, ada apa? " Tanya Zayn


"Zayn aku mohon kita berdua perlu bicara" Jawab Naya denamgan mengode Zayn agar aku pergi.


"Salma, kamu masuk mobil duluan ya, sebentar saja". Titah Zayn padaku.


Aku tidak bicara apa-apa dan menurutinya agar masuk ke mobil.


" Ada apa lagi Naya, bukankah sudah sering aku bilang... "


"Ya iya Zayn aku mengerti Zayn hati mu hanya untuk Salma Zayn, tapi kamu tahu benar kalian tidak bisa bersatu Zayn, beri sisa hati itu untuk ku Zayn"


"Naya kamu itu.. "


"Ya aku sahabat kamu Zayn, dan maaf atas perlakuanku, aku harap kita akan terus menjadi Sahabat".


Naya langsung pergi meninggal kan Zayn dengan air mata berlinang, dan Zayn langsung masuk kemobil.


" Ada apa Zayn, kenapa Naya menangis". tanya ku heran.


"Kamu tidak perlu tahu salma" Jawabnya dan tanganya mengelus rambutku.


"Aku ingin mengajakmu nonton bioskop malam ini, kamu mau? "


"Ya aku mau, tapi aku mau cari minum dulu, itu didepan ada minimarket".


Zayn langsung menghentikan mobilnya di minimarker itu, dan aku langsung keluar membeli minuman.


Drrrt drtttt! Telpon masuk


" Halo"


"Hay Zayn, sahabatku, bagaimana hari mu hari ini? Menyenangkan bukan? Tapi ingat, jangan menjadikan hari ini kesenangan terakhir untukmu, apalagi kelemahanmu kembali, hahahah sudah siap kehilangan dia Zayn?"


"Petter, hey bajingan, jangan berani kamu sentuh dia, jika kamu berani menyentuhnya maka kamu akan mati ditangan ku"


Tuuutt tuuuut!!


"Hey, petter! Arrrrgh sial, darimana dia tahu jika salma disini? Ah aku harus membawa pulang dia sekarang".


**


Tiba-tiba Zayn dengan wajah emosi bercampur khawatir langsung memyusulku kedalam minimarket, langsung membayarkan minumanku tanpa mengambil kembalian, dan langsung menarik ku masuk dalam mobil, hingga membuatku heran.


"Hey Zayn kamu kenapa? " Tanya ku.


"Ayo kita pulang, dan jangan banyak tanya" Bentak nya.


"Baik lah kita pulang". Zayn langsung memacu mobilnya dengan kencang hingga cepat sampai dirumah, dan dirumah sudah disambut oleh beberapa anak buah Zayn.


" Ada apa bos memanggil kami?" Tanya Roy.


"Mulai sekarang kalian, berikan penjagaan ketat pada Salma jangan biakan orang lain menemuinya, bahkan mengajaknya pergi, kalian dengar?"


"Siap bos" Jawab mereka kompak.


"Salma ayo kita ke kamar"ajaknya.


Aku mengikuti nya dengan terus heran dan bertanya-tanya.


" Zayb, sebenarnya ada apa? Kita tidak jadi nonton? Padahal aku ingin. Sekaki noton berdua denganmu".

__ADS_1


Zayn langsung berbalik dan memegang pundak ku.


"Salma, sayang maaf, mulai sekarang kmau harus tinggal dirumah, samoai suasana benar-benar membaik".


" Baiklah, meskipun aku kecewa, aku akan menurut"jawabku.


'Sekarang kamu mandi ya, istirahat."


Lagi-lagi aku hanya mengangguk dan pergi.


Setelah mandi dan ganti baju aku merasa segar dan langsung merebahkan diri ditempat tidur, hatiku bertanya-tanya ada apa antara Zayn dan Naya. Namun lamunan ku terbuyarkan saat bi Ningsih masuk kekamar dan mengajak ku keluar kesuatu tempat.


"Bi, kita mau kemana?" Tanya ku.


"Ikuti saya saja nyonya, itu perintah Tuan" Jawabnya


Aku  terus mengikutinya hingga sampai dilantai paling atas disebuah ruangan yang cukup besar, dan ternyata Zayn menyiapkan sebuah home theater disana dan menghidupkan sebuah film yang aku ingin kan.


"Astaga, Zayn ini kamu yang buat?" Tanya ku takjub.


"Iya, sebagai ganti kita tidak bisa kebioskop, kamu suka?"


"Oh Zayn aku suka sekali, terimakasih".


Zayn mengode agar semua anak buah nya keluar, dan kami duduk berdua menikmati filmnya.


" Kamu tahu Salma sebenarnya aku tidak suka menonton, ini semua demi kamu, karna aku tidak suka para aktor yang selalu penuh kepura-puraan".


Namun aku tidak menggubrisnya, karna aku ketiduran disampingnya.


"Hah, dasar tukang tidur sembarangan" Kata Zayn.


Zayn menurun kan kepalaku,diletak kan  dipahanya dan langsung mematikan, filmnya, dan tetidur sambil duduk Memangku kepala Ku.


Tak terasa hari sudah pagi, dan Roy membangunkan kami berdua.


"Boss, boss bangun bos''


" Ya Roy, ada apa?"


"Hari kita ada jadwal dengan pejabat dari kalimantan bos beliau sebentar lagi datang ke kantor".


"Oh baik Roy, aku akan bersiap".


Zayn langsung bersiap-siap dan pergi  meninggalkan ku yang masih tidur disofa.


" Eehhhm... Zayn kamu dimana? "Aku mencari Zayn saat bangun namu dijawab oleh bi Ningsih.


" Tuan sudah pergi nyonya, dan beliau berpesan agar nyonya tidak usah kemana-mana"


"Oh iya bi, kalu gitu saya mau mandi dulu ya udah itu langsung sarapan".


" Baik nyonya" Sahutnya.


Tak perlu waktu banyak bagi ku untuk mandi dan bersiap sarapan, namun saat menikmati sarapan aku mendengar bunyi bell dan bi ningsih langsung keluar membuka pintu.


"Siapa bi? "


Aku menghampiri ya, dan ternyata Naya yang datang.


"Hey Salma, aku kemari ingin mengajakmu pergi, apakah kamu mau?"


'Bagaimana ini sebenarnya ad yang ingin aku bicarakan pada Naya tapi Zayn melarangku pergi' batin ku.


"Hey  hanya sebentar saja, dicafe dekat sini, pengawalmu boleh ikut kok".


" Bagaimana, aku masih bingunh, aku pamit dulu ya"


"Ah ngga usah, udah aku pamitin, yuk"


Naya langsung menarik ku naik mobil, dan aku membaww satu orang pengawal sebenarnya, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2