Kekasih Dari Alam Mimpi

Kekasih Dari Alam Mimpi
Part 23


__ADS_3

Salma mencari Calon mertuanya hingga berkeliling bandara, namun tidak kunjung ku temukan sampai ia lelah dan putus asa. Kemudian ia duduk dikursi tunggu yang ada disana.


"Apa aku kelamaan ya, tapi nggak kok, katanya jam 10, ini Lewatnya baru dikit." Salma melirik jam tangannya.


Disela sela istirahat itu, salma dikejutkan dengan seseorang yang menepuk bahunya. Ia terkejut dan langsung memutar badan itu untuk menghadapnya.


"Ya ampun, tante, kemana aja, aku cariin daritadi, aku kira udah duluan karna aku ny telat!" Salma terkejut dan langsung memeluk tante Vio.


"Maaf ya, sayang, kamu bingung pasti. Itu, om kamu minta di temenin ke kamar mandi, lah wong udah tua kok masih aja penakut." Jawab tante Vio.


" Yuk Tante, kita pulang. Pasti Om dan Tante capek kan abis perjalanan jauh," ajak salma pada mereka berdua.


"Hey, Sayang, udah mulai harus dibiasain manggil Mama sama Papa ya? Ngga boleh Om Tante lagi," bujuk Tante Vio, dan didukung Om Bram sibuk dengan Gawai nya.


"Eh Iya, Ma, Pa, ayo pulang."


Salma segera membantu membawa kan barang mereka dan memasukan nya kemobil. Ia berjalan ke kursi menyetir ku, namun dicegah Om Bram.


"Biar, Papa aja yang menyetir Salma, kamu capek kan?"

__ADS_1


" Tapi, Pa?"


"Udah ayo Salma sini duduk dibelakang sama Mama, ada yang mau Mama bicarakan" balas tante vio padanya.


Salma mengangguk dan langsung berpindah tempat, sementara Om Bram menyetir di depan.


"Salma, Papa dan Mama sebenarnya pulang ke indonesia bukan hanya ingin menyaksikan pertunangan kamu sayang. Tapi ada hal lain yang harus kita Urus" Jelas tante Vio.


"Urusan apa Ma? Sepertinya penting? " tanya salma penasaran.


"Beberapa bulan ini, kasus tabrak lari Ibu kamu naik lagi sayang. Dan Papa mendapat kan info terkini tentang orang yang menabrak Ibu mu, ternyata meskipun sudah 20 tahun lebih, ayahmu masih saja membayar orang untuk menyelidiki nya."


"Bukan tanpa alasan Papa terus menyelidiki. Meskipun dinyatakan murni kecelakaan, namun setidaknya  pihak penabrak tidak bisa begitu saja pergi meninggal kan tubuh ibu mu saat itu, tanpa melihat dan mengucapkan sepatah kata pun untuk minta maaf, atau bahkan mau bertanggung jawab itu yang ingin kami selidiki." om Bram menjelaskan panjang lebar.


"Iya, seperti nya sangat sulit sekali meinta maaf" Balas tante Vio.


Salma melihat lembar demi lembar kertas yang diberikan Tante Vio padanya, hingga ada satu kertas yang membuatnya terbelalak.


"Ma, ini mobil yang terduga Menabrak ibu? Mobil sedan, honda civic dengan plat BD1710SH? Kenapa seperti pernah melihatnya, tapi dimana,?" Salma bertanya-tanya dan terus mengingatnya.

__ADS_1


"Ya Salma, itu menurut keterangan para saksi disana, meskipun sebelumnya semua orang menolak memberikan keterangan karna ada ancaman dari seseorang, namun akhirnya ada yang mau bicara karna kasihan melihat perjuangan kami, apa kamu tau itu milik siapa?" Om Bram bertanya lagi.


"Ya, salma ingat, kalau tidak Salah, salma melihatnya dirumah Tante Rina. Teman Ayah yang menjadi Wo ku nanti saat pertunangan, ma, pa." Salma menutup mulutnya seakan tak Percaya.


"Benarkah itu sayang? " Tanya tante Vio,.


"Bener ma, kemarin kami sempet main, dan saat aku numpang ke kamar mandi aku, lohat mobil itu, karna aku suka, jadi aku perhatiin dengan baik, dan dibagian depan ad bercak darahnya, awalnya aku kira itu cat, tapi setelah aku teliti lagi seperti ya lebih mirip darah.".


Salma terus memandangi kertas itu rasa tak percaya jika ternyata tante Rina yang menabrak Ibunya.


"Oke sayang, tante tau perasaan kamu sekarang sedang campur aduk, tapi kamu harus tetap berusaha tenang. Kamu tidak boleh gegabah sekarang, kamu harus tetap fokus pada pertunangan kamu ya? Karena disini kamu lah harapan kami agar bisa membongkar semuanya, okey."


"Kenapa harus Salma Ma? "


"Menurut keterangan kamu tadi, kamu adalah orang yang bisa dekat dengan Rina, jadi kamu lah yang bisa terus menyeliki tentang dia. Buat dia dekat


dengan kamu, hingga kamu bisa mengumpulkan bukti bukti tentang itu semua," balas om Bram.


"Ya, sayang, kami tidak akan mungkin menyerah kan kasus ini sama ayah kamu. Jangan beri tahu ayah kamu dulu ya sayang,  biarkan dia tau belakangan saat semua sudah terkuak. Kamu tahu bagaimana ayah mu," Kata tante Vio.

__ADS_1


Salma hanya mengangguk menuruti kata-kata mereka.


__ADS_2