Kekasih Dari Alam Mimpi

Kekasih Dari Alam Mimpi
Part 11


__ADS_3

"Siapa kalian? Jangan macam-macam, ya," tukas salma pada mereka semua.


"Udah lah ngga usah sok suci, kamu bawaan Zayn kan? Kami tahu siapa Dia, jangan munafik kamu!" Salah seorang dari mereka terus mencoleki tubuh salma dengan tatapan me .


"Kurang ajar kalian!" Salma menaampar salah seorang diantara mereka. Bahkan tak segan mengayunkan kaki ke beberapa bagian tubuh mereka secara bergantian hingga membuat mereka meradang marah menatap tajam pada salma.


"Eh, Loe cewek sok kecakepan banget. Anjink!!" Salah satu pria merogoh saku celana, dan ternyata sebuah pisau lipat yang ia kantongi.


" Mati Loe,  dasar cewek brengsek!" Pria itu mengarahkan pisau nya padanya, Dan tiba-tiba Zayn datang menahan dengan telapak tanganya, sehingga tanga itu berdarah.


"Zayn, kamu luka?" tatap salma begitu terkejutnya.


"Kurang ajar kalian!!" pekik zayn dengan tatapannya yang begitu menggambarkan kemarahan.  Zayn pun  akhirnya langsung memukuli mereka secara brutal tanpa ampun, seperti tengah menunjukkan sisi mengerikan dari dirinya yang salma tak pernah duga.


"Aaaampuuuun, ampuuuun bossss, kami ngga akan gangu dia lagi booss." Mereka yang babak belur langsung berlutut dan memohon padanya.


"Sekarang kalian pergi! Jangan tampak kan wajah kalian lagi didepan mata ku, atau keluarga kalian akan menyambut mayat kalian  semua dengan airmata."


" Ba-baik, bosss, kami pergi." Mereka  kompak lari dan langsung lari kalang kabut dibuatnya.


Salma segera menghampiri zayn disana dan membalut luka dengan sapu tangan yang ia bawa disakunya. "Maaf Zayn, lagi-lagi karna aku kamu terluka." Salma lagi-lagi menitikan air mata.


"Tidak apa-apa, mati pun aku siap untuk mu dan bukan kah tadi ku bilang jangan jauh-jauh? Untung masih terlihat dalam pandangan ku tadi,"jawab zayn yang sedikit menampakan kekesalan dimatanya.


"Iya, maaf. Ayo masuk, biar aku obati lukanya, sepertinya tidak parah." Salma  menarik Zayn kedalam cafe yang biasa mereka datangi, dan meminta Kotak p3k disana. Ia langsung mengobati luka nya, dan hanya terdiam, melamun dan berfikir dalam hati.


Apakah yang naya bilang itu benar bahwa ia akan menjadi beban untuk zayn jika terus ada didekatnya? Apakah ia akan terus melukai zayn dengan cara ini? Karena beberapa kali bertemu, dan beberapa kali pula zayn terluka hanya untuk melindunginya.

__ADS_1


"Hey, Salma, kamu kenapa?" Zayn yang lagi-lagi membuyarkan lamunannya.


"Oh, zayn aku tak apa. Dan mungkin lebih baik kita pulang sekarang karena hari sudah mulai malam."


"Ayo lah, ku fikir ingin menikmati malam disini lagi."


"Aaah, tidak, tanganmu sakit. Segera pulang agar kamu bisa istirahat dirumah nanti. Aku tak apa," bujuk salma padanya. Dan akhirnya zayn menuruti, apalagi ketika melihat ekspresi salma yang cemas dan tampak takut  saat ini dengan serangan susulan yang mungkin datang lagi


Salma kemudian berjala menggandeng lengan zayn hingga tiba dimobil mereka. Bahkan salma yang menawarkan diri untuk menyetir menggantikan zayn yang terluka. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, sesekali salma melihat kearah Zayn yang memegangi tangan nya menahan sakit dan sesekali terdegar merinting. Dan karena itu salma ingin segera sampai ke rumah mereka.


Hari sudah cukup larut ketika keduanya telah tiba di rumah itu. Para penjaga keluar setelah melihat keadaan zayn yang terluka dan segera membantunya masuk ke kamar. Namun, saat itu salma masih saja dalam keadaan gamang dan bahkan langsung berjalan menuju kamarnya sendiri tanpa pamit pada zayn yang justru khawatir padanya.


Salma segra meletakkan tas, dan langsung duduk termenung disofa santai kamarnya. Ia diam menatap kosong kearah depan matanya.  Ia masih juga dipenuhi tanda tanya akan keberadaannya disana, apakah sebeban itu untuk mereka? Apakah ia tak pantas disana dan semestinya kembaki ke dunia nyata dan menerima semua takdir yang telah digariskan padanya?


Salma terus seperti itu hingga beberapa saat, hingga bahkan ia tak menyadari jika zayn telah berdiri di depan pintu dan menatap kegelisahan dirinya saat ini.


"Aku belum terlalu lama. Kau kenapa, masih memikirkan perkataan  naya dan menghubungkan dengan setiap kejadian yang ada?" Zayn perlahan menghampiri salma dan duduk disebelahnya.


"Maaf, Zayn, aku memikirkan keterkaitan antara keduanya. Aku memikirkan jangan-jangan yang dikatakan Naya itu benar,  Zayn. Dan aku hanya halangan untuk  hidup kamu." Salma membalas semua persis dengan apa yang difikirkan zayn padanya.


Zayn hanya bisa terdiam, kemudian meraih kepala salma dan menyandarkan dibahu lebarnya. Rasanya begitu nyaman hingga tak ingin beranjak dari sana.


"Salma, sudah ku bilang agar kau tak perlu memikirkan semuanya. Kau bisa stres nanti," Kata Zayn sembari mengusap rambut dan mengecup kening salma..


"Zayn, benarkah kamu ngga pengen tau siapa aku?" tanya salma dan  segera bangkit dari peluknya.


"Kamu Salma ku, yang lain aku tidak terlalu perduli, kamu milik ku."

__ADS_1


"Tapi Zayn, kamu harus tahu apa sebenarnya yang terjadi, siapa aku dan darimana aku sebenarnya.


" Baik, jika kamu mau menjelaskan nya, maka akan ku dengarkan." Zayn langsung menghadapkan wajahnya pada salma, seoalah akan menjadi pendengar yang baik.


"Zayn, maaf, karna sebenarnya alam kita berbeda, kamu adalah objek mimpi ku Zayn." Ucapan itu seketika membuat zayn tercengang.


"Kamu bercanda Salma, mana ada seperti itu? Kenyataanya aku dan kamu sekarang bersama-sama. Jika aku objek mimpi mu, maka kamu harus tidur untuk bertemu dengan ku, dan kita sudah beberapa hari ini bersama terus. Lantas berapa lama kamu sudah tidur? Jangan bercanda  kamu," ucap zayn yang masih sulit percaya padanya.


"Maaf Zayn, itu benar. Di awal kita bertmu aku pun menyangkal nya, dan ku fikir hanya mimpi biasa. Tapi sangat terasa nyata akhirnya, bertemu denganmu bagaikan sebuah candu yang jika tidak terjadi sehari saja aku akan gelisah Zayn," Salma menjelaskan semuany, dan bahkan menarik napas panjang untuk melanjutkan kata-katanya.


"Kamu bertanya berapa lama aku tidur sekarang Zayn? Aku juga tidak tahu sudah berapa lama, aku koma sekarang. Aku kecelakaan dan di rawat disana, tidur pulas entah sudah berapa lama."


"Kamu jahat, Salma. Kenapa kamu tidak bilang sejak awal, agar aku tidak terlalu mengharapkan mu. Seharus nya kamu bilang jika kita tidak ada harapan Salma!"


"Aku tahu Zayn, tapi aku bahagia disini. Aku terlalu sakit disana Zayn, ayah ku tidak Perduli padaku, aku dijodohkan dan aku tidak mau Zayn, aku ingin bersama mu disini." Salma menatap perih pada kemarahan zayn saat ini padanya. Benar-benar tampak begitu marah.


"Tidak bisa Salma, kamu koma. Disana pasti semua menangis dan menunggumu, kembali lah Salma." Zayn menahan emosinya dengan tetap tenang.


Dan benar saja, sesaat setelahnya pandangan salma kabur akan zayn," Aku tidak ingin kembali Zayn! Aku ingin bersama mu, bahkan jika aku harus tidur selamanya Zayn!" Salma berusaha menolak semua keadaan yang ada.


"Jangan bodoh Salma! Kau dan aku hanya bertemu dalam mimpi. Jika kamu mati, itu bukan hal yang akan menyatukan kita tapi akan memisahkan kita lebih jauh. bahkan kamu akan kehilangan segalanya Salma! Pulanglah, ikuti takdirmu yang ada disana!"  Zayn berusaha tegas meski harus menahan tangis.


"Zayn, Zayn aku tidak mau Zayn!" Salma terisak hanya bisa pasrah.


"Kopi yang ku sangka manis nyatanya terlalu pahit saat dinikmati. Ternyata kisah cinta kita pun ikut masuk kedalam nya Salma, sungguh pahit aku rasa." Zayn berdiri dan memalingkan wajahnya pada salma, seolah tahu Ia akan segera pergi darinya.


Salma  hanya menangis, bersimpuh menatap tubuhnya yang mulai memudar dari pandangannya.

__ADS_1


"Zayn, tolong aku Zayn! Aku tidak ingin pergi dari sini, Zayn!!!"


__ADS_2