
Salma berada dalam posisi sendirian, dihamparan pasir pantai yang mulai gelap tak telihat oleh indranya. Ia termenung sendiri bertanya-tanya kenapa harus kembali setelah sekian lama dan kenapa harus datang lagi saat sudah mulai nyaman disana.
"Lalu dimana Zayn?" tanyanya berusaha mencari keberadaan zayn disana.
Ia kelelahan usai bersama juna, setelah itu ia tidur usai meminum obat rutinnya. Tapi saat itu justru membawa salma kembali pada alam mimpi yang sekian lama.
Dalam kebingungan itu, samar-samar ia mendengar seseorang sedang bernyanyi, dan begitu familliar dengan suaranya yang merdu.
Perlahan salma berjalan mengikuti arah suara, dan sampa di cafe dimana dulu Zayn menyanyikan lagu nya untuk salma. Apakah itu juga Zayn? Salma terus menghampiri, dan terus mengikuti suara itu, sampai ia masuk ke dalam cafe, dan seorang pelayan menyambutnya.
"Selamat datang nona, Tuan Zayn sudah menunggu sejak lama," ucapnya pada salma.
"Zayn menunggu ku?" Salma terkejut, namun tetap masuk tanpa banyak bertanya.
"Silahkan nona." Pelayan itu mempersilahkan salma duduk ditempat yang sudah tersedia disana, seakan memang tahu akan kedatangan salma.
__ADS_1
Gadis itu mendengarkan Zayn menyanyikan lagu rindu nya, tak tahu hanya sekedar bernyanyi atau itu curahan isi hatinya. Karena salma dengar sangat menjiwai hingga meneteskan air mata.
Zayn yang terkejut saat melihat salma ternyata sudah duduk, dan sedang memperhatikanya. Ia langsung memanggi salah seorang singer untuk menggantikannya bernyanyi, dan langsung berjalan menghampiri sang pujaan hati.
Salma segera menyeka air matanya yang mengalir saat mendengar Zayn bernyanyi tadi.
Zayn berjalan dengan cepat menghampiri, dan langsung meraih tangan salma, menariknya dengan cepat, membawa keatas balkon seperti biasa. Dia terlihat marah, dan langsung melepas kan genggaman nya begitu sampai diatas.
"Kenapa kamu kembali?" Tanya nya gusar.
" Kenapa harus kembali, kenapa harus kemari saat aku berusaha sekuat hati untuk melupakan kamu Salma? Kamu tau rasanya sakit Salma? Sakit saat harus menunggu seseorang yang ternyata hanya menjadi kan ku pelampiasan. Tapi kenapa sekarang kamu harus muncul dihadapan ku, dan berusaha memberi perhatian padaku, itu membuat ku semakin sakit sekarang."
Zayn begitu marah pada salma, hingga ia tak tahu harus berkata apa.
"Zayn, maaf kan aku, aku juga tidak tahu apa yang terjadi. Sekian lama aku tidak kemari, ku fikir kamu pun sudah melupakan tentang kita. Hingga hari ini terjadi Zayn, lalu aku harus bertanya pada siapa?" Zayn terdiam sejenak memikirkan sesuatu dan mengusap wajahnya yang marah.
__ADS_1
"Lalu, kenapa sekarang kamu datang?" tanya Zayn.
"Apakah aku tidak boleh rindu padamu Zayn? Bahkan disana aku sempat seolah bertemu dengan mu, aku berusaha bertemu namun tidak bisa Zayn."
"Kamu egois Salma! Kenapa hanya kamu yang bisa datang padaku, kenapa hanya kamu yang bisa seenaknya menemuiku? Sedang kan aku, aku hanya bisa menunggu kapan kamu datang. Dan saat aku mulai bahagia, kamu pergi sesuka hatimu, kamu egois Salma... KAMU EGOISSS!!!" bentak nya padaku.
"Maaf, Zayn, maaf jika terkesan aku mempermain kan mu. Jika ini berat dan menyakitkan untuk mu aku pergi. " ucap salma yang kembali menitikan air mata. Ia memalingkan badannya dari Zayn, berharap ia langsung terbangun dari mimpi dan kembali ke alam nyatanya.
Namun, tiba-tiba tangan Zayn meraih tangan salma, dan menariknya mendekat, dan ia langsung memeluk tubuh salma dengan begitu erat.
"Zayn," lirih salma terkejut.
Ia hanya terdiam, dan memandangi wajahnya, tapi zayn langsung meraih wajah dan menempatkan bibirnya ke bibir salma saat itu juga.
Salma semakin diam, tak tahu lagi apa yang harus ia katakan dengan jantung yang berdegup sangat kencang saat itu dan ia berusaha melepaskan dirinya dari zayn sekuat tenaga.
__ADS_1
"Pergi lagi," gumam zayn ketika salma mendadak tak ada didepan matanya.