
"Yah, sebenarnya ayah ada hubungan apa dengan tante Rina?" Tanyaku.
"Kami hanya berteman sayang," jawab santai ayah saat itu, tapi masih saja mengganjal dihatiku.
"berteman tapi kok dia nempel teru gitu, bikin risih".
" Menurutmu begitu? Kamu tidak suka, baiklah besok ayah akan jaga jarak dengan dia, oke".jawab ayah.
Aku mengangguk meng'iyakan.
"Yaudah, aku tidur ya, ngantuk" Kata ku dan langsung pergi meninggalkan nya.
Aku langsung membersihkan diri dan beranjak tidur, aku ingin bertemu Zayn, sudah satu minggu tidak berjumpa.
Menunggu mataku terpejam Aku terus memperhatikan jari manis ku, yang sudah terikat dengan Juna, dan sebentar lagi aku akan menjadi istrinya.
Aku melihat Zayn berdiri diatas rumahnya, diatap tempatnya, walah satu tempat pevoritku dirumah itu, aku berlari langsung memeluk nya dari belakang, dan Zayn langsung menyadari keberadaan ku.
"Salma, aku tahu itu kamu"
"Aaah ngga seru, ngga kaget" Aku langsung cemberut melepaskan pelukan ku.
"Heeey, jangan cemberut, aku sudah menunggu mu dari tadi, lama sekali kamu datang"
"Aku sudah bilang, ada urusan lain, aku sedang sibuk sekarang".
"Oke, baiklah, aku tidak akan memaksamu bercerita, aku mau hari ini kita kencan oke". Zayn membujuk ku.
" Kemana kita? Kepantai lagi? Aku bosan"
Zayn mengerutkan dahi nya sambil berfikir.
"Eeeehm ayok lah, ikut saja" Ajak Zayn menarik tangan ku.
Kami langsung naik Mobil dan zayn memacu nya entah kemana, hingga jauh sekali perjalanan ternyata dia membawaku kesebuah vila, miliknya pribadi, yang berada disebuah pulau.
" Zayn, ini dimana? Cantik sekali.
"Aku sengaja menyewa tempat ini. Hanya untuk menikmati waktu bersama mu"
"Oh Zayn, ini indah sekali"
"Kamu suka balon udara, ayo kita naik"
"Tapi aku takut ketinggian".
__ADS_1
" Kan ada aku, tenang, akan kita lihat pemandangan indah dari atas sana, kamu akan suka".
"Eeeehm, baik lah, aku ikut, tapi Zayn, apa anak buah mu harus ikut kemari, aku kira cuma kita berdua tadi"
Aku risih saat melihat Roy dan yang lain ternyata mengawal dibelakang.
"Ooh, maaf Salma, ini untuk Kebaikan mu" Ucap Zayn.
"Baik lah,"
Ternyata Zayn sudah merencanakan semuanya, karna balon udara pun sudah dipersiapkan untuk terbang.
"Ayo naik, pegang tanganku".
Aku menurut, meskipun aku gemetar, hingga kami terbang dan sampai diatas, untung saja Zayn tetap menggenggam tangan ku.
" Salma, lihat dibawah, apa Zayn? "
Aku langsung menuruti nya agar melihat kebawah, dan ternyata aku takjub melihat pemandanga sebuah taman bunga yang berbentuk LOVE, aku bahagia sekali, hingga tersipu malu dan spontan memeluk Zayn.
"Makasih Zayn, aku bahagia".
" Ya akupun bahagia".
Namun tak berselang lama, Zayn melihat ada sesuati yang aneh dibawah, Dia melihat ada seseorang yang mengawasi kami.
Zayn langsung memberi tahu Roy tentang kecurigaan tersebut, dan mengisyarat kan agar balon akan segera turun, aku melihat tatapan panik dimatanya.
" Zayb, kenapa, tenang Salma ayo kita turun".
Namun sebelum sampai dibawah, seorang menbak balon udara kami.
Dooooorr!!
Kami langsung oleng, untung saja hanya balon nya yang terkena tembakan,.
"Zayn, aku takut"
Zayn langsung menutup mulutku.
"Kamu diam dulu, jangan panik, kita keluar pelan-pelan oke"
Aku mengangguk dan mengikuti instruksinya, keluar dari balon kempes itu pelan-pelan.
Aku semakin panik saat suara tembakan semakin Merajalela memekakan telingaku, seperti sebuah perang.
"Oke Salma, kamu tunggu disini dan jangan pernah keluar, diluar berbahaya"pesan Zayn padaku.
__ADS_1
Lagi-lagi aku hanya bisa mengangguk dan diam, tak tahu apa yang harus aku katakan.
Lama kelamaan semua suara menghilang, namun Zayn tak kunjung kembali, dan karna aku penasaran, aku sedikit keluar mencari nya disekitar koridor vila itu.
Hingga akhir nya ku menemukan sumber suara dan aku mengikutinya.
"Katakan, apakah petter yang menyuruhmu kemari" Tanya Roy tegas pada seseorang yang sedang diikat disebuah kursi.
Aku melihat Zayn duduk santai, melihat Roy mengintrogasi orang tersebut.
"KATAKAN CEPATTT!!" teriak Roy.
Pria itu mendongakan kepalanya.
"Apa kau perlu tahu lagi, kau seharusnya tidak perlu mempertanyakan sesuatu yang bahkan kau tahu jawabanya, Roy".
" Katakan pada bosmu itu, jika tidak segera ia selesaikan semuanya, maka Wanita nya pun akan kami habisi, peter tidak akan memberi ampun, hahahahahahahah!!"
Pria itu tertawa keras tanpa takut apapun. Namun cukup membuat Zayn naik pitam dan langsung berdiri menghampiri nya.
"Hey bajingan, kata kan pada bos mu itu, jika dia berani menyentunmh wanitaku, maka dia pun akan berakhir seperti Kakaknya dulu".
Lalu Zayn menghajarnya dengan brutal, hingga pria itu tersungkur tak berdaya.
" Roy, kembalikan dia pada Tuan nya, agar dia menyampaikan pesan ku"titah Zayn.
Lalu Zayn terkejut melihat aku yang berada disana.
"Sala, sejak kapan kau disini, kau lihat semuanya? "
"Sudah daritadi Zayn" Jawabku"sesadis itu kah dirimu Zayn, kenapa kamu mengerika Zayn"
Zayn langsung menarik ku pindah kekamarku tadi.
Yang kau lihat, tak perlu banyak kau tanya kan Salma, hanya perlu kamu tahu jika Aku sedang melindungi mu mati-matian disini, meski harus mengorbankan nyawaku.
"Tapi Zayn, itu sangat berbahaya, kalian hanya saling berperang sampai mati Zayn"
"Aku dan petter, tidak Akan pernah berdamai, hanya bisa berhenti hingga salah satu dari kami mati"
"Tapi Zayn, "
"Aku harap beberapa waktu ini, kamu. Tidak kemari dulu salma, aku sudah tahu sekarang, bagaimana memanggilmu , jika nanti semuanya membaik, maka kemarilah".
" Kamu. Menyuruhku pergi Zayn,"
"Ya, demi kebaikanmu maaf"
__ADS_1
Setelah mengatakan demikian, Zayn pun meghilang dari pandangan ku.