Kekasih Dari Alam Mimpi

Kekasih Dari Alam Mimpi
Part 14


__ADS_3

Sudah beberapa minggu Zayn tidak muncul kemimpi salma. Perlahan ingatan itu mulai memudar seiring dengan semakin erat nya perasaan yang tumbuh pada Juna, dengan kasih sayang Juna yang begitu tulus padanya salma mulai meyakinkan diri sendiri jika bagaimanapun bahagia nya itu Zayn adalah bagian dari mimpi indahnya.


Salma saat itu mulai berdiskusi pada juna mengenai rencana pertunangan mereka, yang bahkan diadakan hari minggu ini dan hanya dihadiri para keluarga dekat saja. Ia tak ingin acara terlalu mewah, toh tak lama lagi akan juga digelar pesta pernikahan untuk keduanya.


Salma merasa mulai bosan di rumah dan tak melakukan apapun disana. Apalagi sudah tak ada zyan yang datang ketika ia tidur panjang, dan itu semakin membuatnya kesepian saat ini. Ia ingin ke kampus, namun ia tak diperbolehkan lagi membawa motornya seperti biasa. Hingga akhirnya lagi lagi juna yang ia hubungi.


Suara hp Juna berbunyi. Juna yang barusan mandi pun bergegas mengangkat telpon yang ada  di nakas dan menjawab panggilan dari calon tunangannya itu. "Hallo pacar, tumben pagi-pagi nelpon, kangen yaaa?" tanya juna dengan  ledekannya.


"Juna, jemput aku, ya? Aku mau ikut kekampus," pinta salma dengan nada manja agar juna menuruti maunya.


"Kamu kan masih cuti, ngapain ke kampus?"


"Ya gimana, aku bosen dirumah. Mau ngajak jalan-jalan tapi kamu nya juga masih sibuk, aku nunggu dikantin aja deh ntar ya? Please, ya pacar ya?" rengek salma pada juna..


"Hmm, tapi ntar kalo jangan ngerengek kalo bosen ya? Soalnya aku mau konsul skripsi juga nanti, jadi bolak balik." Juna menerangkan kesibukannya hari ini, dan salma mengerti untuk tak menganggu bahkan merengek padanya minta diantar pulang.


Salma akhirnya menutup telepon itu dan mempersiapkan dirinya untuk pergi. Ia mengenakan sebuah dres dengan panjang dibawah lutut, kemudian meraih sebuah tas kecil untuk ia bawa agar bisa menaruh hpnya. Iapun  berlari kecil keluar ingin menunggu Juna diteras, namun bik Ijah menghadangnya dan mempertanyakan kepergiannya


"Perginya sama juna, aku juga ngga akan kemana-mana," balas salma dengan segala penjelasan yang ada. Lagipula ia tahu jika semua sahabatnya sibuk disana dan tak akan bisa menemaninya.

__ADS_1


Untung saat itu juna segera datang hingga bibik segera diam. Ia hanya melirik keluar ketika salma meninggalkannya dan menghampiri juna yang menunggu didalam mobilnya. Sibuk, hingga ia tak turun kali ini seperti biasanya.


Mendadak juna mencondongkan wajahnya pada salma. Gadis itu terkejut, untung saja tak spontan memberikan pukulan pada wajahnya. "Eh, ngapain?" tanya salma.


"Ya, kali aja mau dapet kiss penyemangat dari ayank pacar."


"Apaan? Nanti ketahuan bik ijah loh, malah ngga boleh pergi," tukas salma padanya.


Akhirnya salma mengambil inisiatif sendiri kali ini, ia mencium telapak tangannya sendiri lalu kemudian menempelkannya dipipi juna dengan mesra. Juna menyentuhya, dan langsung melengkungka senyum pada salma.


"Ini aja, ngga papa kan?"


Salma mentertawa kan nya, begitu lepas seperti tak ada beban lagi dalam hidupnya. mereka terus bercanda dan tertawa sepanjang jalan, tidak perlu banyak proses pada keduanya mengingat bahwa salma dan juna adalah sahabat dari kecil. Semua yang salma suka, yang salma benci, kebiasaannya, Juna paham semua dan begitu juga sebaliknya..


Hingga akhirnya mereka berdua tiba di kampus dan mereka berpisah haluan. Salma menuju kantin seperti janjinya pada juna,  ia yang rindu makanan disana lalu memesan beberapa menu kesukaannya. Selera makannya tinggi selepas pulang dari perawatan yang ia jalani.


 Salma sengan santai menunggu makanan datang sembari memainkan hpnya, buka aplikasi belanja online berharap ada dress yang cocok untuk pertunangan besok. Hingga akhirnya pelayan datang membawakan pesanan makannya.


"Ini mba pesananya," ucap sang pelayan menurunkan piring diatas meja.

__ADS_1


"Wuah, terimakasih. Aku udah kangen banget sama somaynya, kelamaan libur ini." Salma dengan begitu berselera menyendok makanan yang telah terhidang didepan mata.


"Iya, Mba Salma udah lama ngga kelihatan, kata nya baru sembuh dari sakit ya? Dan katanya bentar lagi mau tunangan sama mas Juna?" tanya pelayan itu padanya. Salma terdiam, tersneyum tapi juga heran kenapa berita itu cepat sekali tersebar di kampusnya.


"Loh, kok mbaknya tahu, dikasih tahu siapa?" tanya salma.


"Iya dong mba... Apalagi menyangkut mas Juna, pasti Hot news mba! Pasti banyak yang patah hati nih cewek-cewek," ledek pelayan karena ia juga tahu bahwa banyak yang menyukai juna sebagai pria tertampan dikampusnya. "Selamat ya, mba, moga lancar sampai nikah."


" Hehe, iya sama-sama," jawab salma.


Satu persatu makanan dan minuman ia santap dengan nikmatnya, sembari melihat sekeliling. Dan sekelebat bayang salma  melihat sosok yang sangat ia rindukan saat itu.


"Zayn... Benarkah itu Zayn? Zayn, tunggu!!" Salma segera berdiri mencoba mengejarnya. "Zayn tunggu aku!!"


 Salma terus berlari tanpa melihat jalan yang ada didepan mata, hingga ia tak sengaja menabrak seseorang hingga ia sendiri terjatuh kelantai.


"Mba, kalo jalan lihat-lihat dong, rusak buku nya entar! " omel kasar wanita itu padanya.


salma segera bersimpuh dan membantu wanita itu memungut semua buku yang ada dihadapannya, namun sembari melihat kedepan dan mendapati sosok zayn sudah tak ada disana.

__ADS_1


"Yaaa, ilang kemana dia?" Salma bertanya-tanya namun masih membereskan buku yang berserakan.


__ADS_2