
"Za-Zayn, Zayn tunggu, Zayn!! " seru salma memanggil nya, namun ia seperti tak menghiraukan salma disana. Atau, memang sama sekali tak melihatnya.
"Hay,Salma, kamu kenapa?" panggil juna yang kemudian mengejar salma. Untung saja belum terlalu jauh hingga ia dapat meraih lengan kekasihnya itu agar tak pergi darinya.
Salma yang terkejut dengan cekalam tangan dari juna kemudian berhenti, ia membalik badan dan berusaha bersikap biasa saja padanya. "Juna? Tadi itu, aku kira temen jadi aku panggil." Salma berkilah agar juna tak semaki curiga padanya..
"Oh, kirain ada apaan. Ayo makan, lelenya udah siap tuh." Juna kembali membawa salma ke tempat yang mereka pesan dan menikmati semua makanan yang ada. Juna mulai melahap makanan dengan lahapnya Karna sudah sangat lapar, begitu juga dengan salma. Namun, dalma masih saja kepikiran dengan bayangan zayn yang selalu saja muncul dimatanya dan itu membuat salma semakin tak tenang.
'Kenapa Muncul terus, apakah ngga cukup cuma dalam mimpi? Zayn, apakah kamu sebenarnya nyata, jangan muncul lagi Zayn, aku ingin tenang bersama Juna' mohon ku dalam hati.
"Sayang, kok bengong lagi? Ayo makan, katanya laper, udah malem nih."
"Iya, aku lagi makan kok. Mana pedes banget, apa karna aku udah lama ngga kesini terus abis sakit ya, jadi agak aneh rasanya," Salma mengelak agar Juna tidak curiga melihat matanya yang berkaca-kaca.
Mereka segera menyelesaikan makan malamnya, karna ternyata memang sudah malam. Dan setelah membayar, Juna pun langsung menyusul salma kedalam mobil.
"Kamu kenapa sayang, kok ngelamun?" Lagi-lagi juna bertanya pada salma. Meski sudah menyembunyikan sedemikian rupa, juna mesti paham bagaimana sang kekasih yang ada didekatnya saat ini.
__ADS_1
"Ngga papa, Jun. Ayo kita pulang, aku sudah ngantuk banget rasanya." Salma menguap dan bersandar di jok mobiil.
Juna segera memacu mobil salma, dan daripada mereka bolak balik akhirnya juna membawa mobil itu pulang kerumahnya, dan mobilnya sendiri di kantor. Perjalanan itu cukup singkat hingga keduanya sampai di rumah salma, tapi sangking ngantuknya salma sampai ketiduran disana.
"Ma, Salma... Udah nyampe, turun yuk," ajak juna pada salma yang ketiduran.
"Eh, iya, maaf ketiduran," ucap salma sembari tangan melepas sabuk pengaman, tapi entah kenapa begitu sulit baginya. Untung saja Juna begitu peka, hingga dengan sigap membuka kan nya untuk sang pacar tercinta.
"Kayak gini aja ngga bisa Ma," ledeknya nya.
Jantung salma berdegup kencang saat wajah junaa berada tepat didepan wajah nya, dan dia mulai menatap salma lagi dengan cukup intens. Perlahan dan perlahan makin dekat, sudah mendekati bibir salma dan mengikis jarak diantara keduanya. Degupan jantungnya makin kencang dan semakin tak terkendali setelah juna mendekatkan kedua bibir mereka.
"Aissssh, ****!" Juna Mengomel dan akhirnya membuka kaca jendela.
"Udah malem, kok ndak masuk? Ngapain dalem mobil berduaan?" tanya bik Ijah tanpa rasa bersalah sama sekali pada mereka berdua. hanya terdiam tersipu malu dengan keadaan yang ada.
"Aaah.... Yaudah deh, lanjut besok aja lagi. Udah diomelin tuh mobil aku bawa ya?" Juna kesal, dan salma keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Kok ngomel? Ngga baik loh. Yaudah aku masuk dulu ya?" pamit salma pada calon tunangannya. Namun karna melihat bik Ijah sudah pergi, salma langsung berbalik arah dan mengecup kan bibirnya ke pipi Juna beberapa kali.
"Night calon Tunangan, hati-hati dijalan." Juna tersenyum tersipu dan bahagia, tak mampu berkata-kata lagi dan langsung memacu mobilnya pergi.
Perasaannya begitu bahagia hingga serasa tak mampu ia ucapkan dengan kata-kata saja. "Yes, yes yesss! Akhirnya hati salma gue taklukin! Moga aja terus begini dan Salma mulai bener-bener Cinta ama gue."
Hati Juna berkecamuk antara bahagia dan tak menyangka dengan keberhasilannya.
Sedangkan disana salma tengah mendapat omelan dari bibiknya.
"Kok pulangnya malem terus, sama Tuan Juna tuh darimana? Mentang-mentang udah pacaran, jalan-jalan teros." Bibik mengomeli salma tanpa henti.
"Bik, aku tuh tadi sama Juna pergi ke Wo tempat yang mau dekorasi pesta tunangan besok. Ya pulangnya malem, karna nungguin Juna pulang kerja." terang salma padanya. Terus menceritakan bagaimana perjalanan tadi dan semua yang ia sepakati untuk pesta nanti.
"Yowes, gek tidur sana, udah malem ini. Jangan lupa mandi," ucap bik ijah. Salma menganggukkan kepala, lalu ia bergegas naik ke kamar untuk membersihkan dirinya.
Namun entah kenapa sulit sekali rasanya memejamkan mata. Iateringat kejadian hari ini yang dua kali bertemu dengan orang yang mirip Zayn di dunianya.
__ADS_1
'Kenapa mirip sekali, sudah 2kali bertemu hari ini, tapi dia seolah tak melihat ku, Zayn, ku harap itu bukan kamu' ucap ku sembari berusaha memejam kan mataku.
Akhirnya salma perlahan tertidur efek obat yang baru saja ia minum, meskipun hatinya masih kurang nyaman dan penuh dengan pertanyaan.