
#
Salma terbangun dengan posisi Zayn masih mencium bibirnya dengan penuh penghayatan. Namun karna kali ini ia berada dalam posisi sadar, maka ia segera melepaskan diri drari zayn.
"Emh Zayn, maaf, aku tidak bisa." Salma memundurkan dirinya seketika dari zayn sebelum semuanya terlambat.
"Bahkan kamu sekarang berani menolak ku Salma?" tatap zayn, nanar.
"Aku tidak menolakmu, Zayn. Aku hanya tidak ingin semakin jauh nanti nya dan mebuatmu menyesal, tolong fahami lah." Salma memberi alasan agar zayn tak lagi salah paham kali ini. Namun sepertinya semua terlanjur karena zayn sudah tampak begitu kecewa padanya. Bahwa ia sadar hanya sebagai objek mimpi salma dan menjadi bahan untuk pelampiasan semata.
Ucapan itu terdengar begitu keras dan menyakitkan hingga tanpa sadar salma meberinya sebuah tamparan keras di wajah karena emosi sesaat yang meledak seketika. Tapi justru lagi-lagi salma yang menyesal telah melakukan itu semua padanya.
"Zayn, maafkan aku. Aku juga tak tahu harus bagaimana dalam hal ini, aku juga terjebak dalam sesuatu yang sulit dan tak dapat memilih bagaimana seharusnya. Maafkan aku." Zayn justru langsung mendekap salma dengan begitu erat, seakan tak ingin salma pergi lagi darinya kali ini
"Maaf, sayang. Aku hanya tidak bisa terima dengan keadaan ini. Aku tersiksa tidak bisa selalu bersamamu, tidak bisa bertemu kapan pun aku inginkan, maaf." Salma mengangguk dalam pelukan nya, dan ia lantas mengecup kening salma.
"Arrrgh!!" Tiba-tiba Zayn memegangi dada sebelah kanan nya, dan merasakan sakit yang hebat disana hingga jatuh bersimpuh dihadapan salma.
"Zayn, kamu kenapa Zayn?" Salma mencoba membuka tanganya dan ternyata sudah banyak darah disana. "Zayn, kamu luka? Ayo kita pulang ya, aku yang bawa mobil!" Salma langsung berdiri dan memapahnya.
__ADS_1
Zayn hanya mengangguk menuruti salma dan pergi bersamanya. Salma cepat-cepat memacu mobil Zayn agar cepat sampai dirumah, dan pendarahanya tidak semakin parah hingga Zayn menelpon asisten nya agar menyiapkan ruang pengobatan.
"Sabar, Zayn, kita akana segera sampai." Salma panik, namun harus tetap berusaha tenang.
Setangah jam kemudian keduanya sampai dihalaman rumah zayn. Beberapa orang yang tahu mereka datang segera membuka kan pintu, dan Roy dan langsung mengambil Zayn dari mobilnya. Ia memapah zayn masuk ke rumah, sedangkan salma menyusul setelah mobil terparkir di garasi.
"Boss, bangun bos. Sudah ku bilang jangan keluar tapi bos bersikeras! Suasana sedang panas sekarang, musuh dimana-mana." Roy berusaha menyadarkan zayn dari pingsannya saat itu. Sementara zayn yang meski terpejam langsung mengarahkan jari di bibir agar roy segera diam saat itu juga.
Dokter masuk, memeriksa dan mengobati Zayn agak lama. Mungkin karna luka yang ia derita cukup parah dan butuh penanganan yang benar-benar intensif. Tapi zayn bersikeras tak mau diantar ke Rumah Sakit untuk penanganan yang lebih baik.
"Dokter, bagaimana keadaanya?" tanya Roy yang langsung menghampiri.
Salma hanya bisa diam, khawatir melihat kondisi Zayn dan duduk termenung di sampingnya saat itu. Ia bahkan mengeluarkan air matanya, hingga tiba-tiba Roy mendatangi salma disana.
"Maaf Nyonya, kita bisa bicara?" ajak roy padanya.
"Oh, mas Roy? Baik lah, kita bicara diluar ya?" balas salma yang kemudian menyeka air matanya. Roy berjalan terlebih dahulu keluar, dan salma menenangkan zayn dan memastikan ia benar-benar tidur pulas saat ini.
Salma terus berjalan melewati semua lorong yang ada, hingga akhirnya tiba di ruang kerja zayn dan melihat roy sudah menunggunya disana. Mereka berdua masuk dan roy segera menutup pintunya dengan rapat.
__ADS_1
" Ada apa mas Roy?" tanya salma padanya.
"Sebenarnya saya dilarang membeberkan rahasia ini pada anda, tapi saya rasa anda harus tahu siapa Tuan Zayn sebenarnya. Itu agar anda pun bisa menjaga diri, dan tidak terlalu bergantung pada bos kami saat ini."
"Iya, katakan saja, saya akan mendengarkan nya."
Roy akhirnya buka suara tentang apa yang membuat salma penasaran pada zayn. Ia menceritakan semuanya, bahwa zayn adalah sindikan mafia yang memiliki banyak musuh disekitarnya. Mereka adalah saingan zayn dalam bisnis jual beli senjata api dan bahkan hingga ke luar negri. Zayn saat ini termasuk mafia paling di waspadai di negaranya.
Salma terkajut bukan main karena ternyata itu pekerjaan Zayn. Pekerjaan bebahaya, bahkan terlibat perang dimana-mana. Pantas saja dia berusaha melindungi salma, bahkan terkesan mengekangnya saat ini agar tak pernah jauh darinya.
"Ternyata seperti itu, baik lah, saya akan jaga diri saya saat disini, saya tidak akan membuat kerusuhan semakin parah, sehingga Zayn yang akan terkena imbasnya."
"Baik, terimakasih jika anda mengerti, dan satu lagi. tolong jangan turuti siapapun yang mengajak anda pergi kemanapun, kecuali bos Zayn sendiri atau setidaknya salah satu dari kami."
" Baik KakRoy, aku akan menurutinya, terimakasih sudah menjelaskan semuanya. Aku akan kembali menemani Zayn lagi." Salma kemudian melangkah pergi dari sana.
Roy hanya membungkukan badannya, dan mempersilahkan salma pergi dari sana. Ketika salma tiba, zayn masih terlelap dengan begitu tenang di ranjang dan salma kembali menghampirinya.
"Maaf, sudah membuat mu menunggu tanpa kepastian, karna memang dunia kita berbeda. Terimakasih karna sudah berusaha mengerti kondisi ini, dan terimakasih sudah menjaga ku selama disini," bisik salma yang kemudian mencium keningnya. Seketika itu pandangan salma buram pada semua yang ada didepan mata, samar, dan ia tahu jika itu adalah waktunya untuk kembali ke alam nyata.
__ADS_1