
Cliiing!
Bunyi lift membuyarkan lamunan salma. Ia langsung keluar saat lift terbuka, dan langsung mencari ruangan Juna seperti yang sudah ditunjukan receptionist tadi, dan akhir nya ia temukan.
Tok, tok, tok.!!
Salma mengetuk pintu, karna takut sedang ada tamu didalam, dan memastikan itu betul ruangan Juna atau bukan.
"Masuk! " jawabnya dari dalam sana. Salma langsung masuk dan menghampiri Juna. Betapa tampan dia memakai setelan jas hitam, dan rambut yang rapi, karna biasanya rambut nya acak-acak kan ala bad boy dan salma begitu risih melihatnya.
"Juna lagi sibuk ngga, ni aku bawain makan siang" ucapnya.
"Sayang. Aku lagi istirahat aj sekarang. Hmm, kebetulan aku laper, " jawab Juna menghampiri salma yang sedang menyiapkan makanan.
"Maaf ya, agak lama, ni juga makanan nya udah agak berantakan, tadi jatuh ketumbur orang". Jelasnya pada Juna.
" Hah, ketumbur? Tapi kamu ngga papa kan?" Juna yang terkejut langsung memegangi bahu salma dan memeriksa tubuh pacarnya
"Ngga papa kok, yuk makan. Ini masakan ku, dibantuin bik Ijah tapi."
" Hmmm pasti enak nih," ucap Juna langsung melahap nasi goreng yang salma sediakan.
"Ehhm, Juna? Kamu udah diberi tahu sama Ayah tentang pertunangan yang diadakan minggu depan?"
"Iya udah dikasi tau semalem, kenapa? Apa kamu masih ragu?" tanya juna, dan salma menggelengkan kepalanya. Ia hanya ingin memastikan semua dan merancang konsep untuk mereka berdua nantinya
Tapi juna justru pasrah pada maunya sama, apalagi ayah sang pacar sudah mengatur semuanya hingga ke Wo yang akan mengurus mereka nantinya. "Temen ayah kan? Nama nya tante Rina kalo ngga salah," tanya juna.
" Iya, aku juga dikasih tau tadi. Gimana nanti sore kita ketemuan sama tante Rina? Aku udah tahu kok alamatnya."
"Oke sayang, apa sih yang ngga buat kam," rayu Juna.
"Ish gombaaaal, abisin dulu makananya." Juna hanya membalasnya dengan senyum pada sang pacar tercinta.
__ADS_1
Salma menunggu pekerjaan Juna selesai sembari membaca buku. Sebenarnya ngantuk, hanya saja ia berusaha menahan agar tidak tidur dan takut jika ia bertemu Zayn lagi, dan mengigau didepan juna.
"Sayang, udah sore nih. Yuk, katanya mau ktemuan sama Wo." ajak Juna yang melirik jam tangannya.
" Eh iya, kamu udah selesai?" Salma segera merapikan meja dan bukunya.
"Udah yok," ajak juna menarik tangan pacarnya dan menggandeng keluar.
Tanpa banyak waktu, keduanya berada diluar, namun bingung akan pergi menggunakan mobil siapa. Karena salma pun membawa mobilnya sendiri.
"Sayang, tumben bawa mobil sendiri? Terus ini kita pakai mobil mana? " tanya Juna kebingungan.
"Iya, kan pakai motor udah ngga boleh, jadi bawa mobil. Yaudah pake mobil ku ajalah." Salma lantas memberikan kunci mobil pada juna, dan mereka masuk kedalam mobil itu memulai perjalanan keduanya.
Tujuan mereka satu, yaitu menuju kantor tante rina yang akan mengurus pertunangan mereka minggu ini.
"Disini Ma tempatnya? " tanya Juna turun dari mobil mereka.
"Kayaknya udah kelas atas ini." Juna meyakinkan pacarnya. Hingga tiba-tiba ada seorang perempuan menyapa mereka dari dalam dengan melambaikan tangannya lalu keluar dari gedung besar itu.
"Heeey, malah bengong. Ayuk masuk, tante udah nunggu daritad lho." Wanita itu sepertinya tante rina yang memanggil nya.
Tanpa banyak bicara pasangan langsung masuk, Tante yang ramah langsung mempersilahkan keduanya duduk, dan memesankan minuman pada karyawanya.
"Oh jadi kamu anaknya Mas yoga? Wah cantiknya, persis sama apa yang dikatakan ayahmu," sanjung tante Rina pada salma, seperti hubungan ayah dan dirinya terjalin cukup lama hingga mengetahui masa lalu satu sama lain. Padahal semua tahu, ayah jarang membicarakan itu semua didepan orang asing.
" Hehe... Iya tante. Tante udah kenal lama sama Ayah?" sambung salma bertanya.
"Ya, Lumayan ada lima tahunan. Dan, ini calon tunangan kamu itu? Ya ampun ganteng sekali, kalian berdua serasi ya? Kamu cantik calon mu ganteng, klop pokoknya." Tante Rina tidak berhenti memyanjung salma dan juna disana.
"Iya Tante, kami kebetulan kesini mau mempertanyakan tentang konsep acara pertunangan besok. Soalnya Salma pengen yang sederhana aja, tapi tetep berkelas sesuai dengan ayah juga." Juna menjelaskan semuanya.
"Oh iya bentar ya, Tante ambil dulu beberapa contohnya. Eh iya, silahkan dimimun teh nya." Tante Rina mempersilahkan.
__ADS_1
Tak berapa lama tante Rina datang dengan membawa beberapa album contoh dekorasi yang sering dipakai dalam pesta, dan mereka berdua pun asyik memilih beberapa contoh sebagai referensi, hingga menemukan kan satu yang benar-benar pas untuk keduanya.
"Ini aja, Tan. Cantik, ngga terlalu rame tapi tetep ada kesan mewah ya? Iya ngga Jun?" tanya salma.
Kebetulan juna juga menyukai konsep yang ada. Ia mengangguk karena sesuai dengan keluarga mereka yang setidaknya mengundang beberapa kolega disana..
"Waaah, cocok pilihan kalian. Itu pavorit di Wo Tante." Tante Rina gembira dengan kekompakan mereka berdua.
"Oke acaranya senin depan kan ya, kita deal ya?" imbuh tante Rina.
" Oke tante, deal. " Juna mengulurkan tangannya.
"Oke tante, terimakasih atas partisipasinya, kami pamit dulu ya? Sampai ketemu senin depan," pamit Juna padanya.
"Oke, Juna lancar selalu ya, bye." Tante rina melambaikan tangannya.
Rupanya cukup lama juna dan salma disana. Memilih konsep pesta dan beberapa acesoris yang akan dipakainya nanti. Kemudian dijalan salama merasakan perutnya mulai berdangdut ria meminta diisi olehnya..
" Mau makan apa, Sayang?" tanya juna manja.
"Pengen pecel lele yang ditempat biasa kita makan dulu, kayak nya enak. Apalagi kalo makan nya berdua sama kamu hihi...." Salma mulai merayu.
"Tumben kamu ngegombal?" Tawa Juna sembari memencet hidung dalma dengan gemasnya.
"Okelah Cah Ayu, kita berangkat!" Juna menginjak gas dengan cepat, karna memang jalur yang mereka Lewati sama. Maka maka keduanya segera sampai dilokasi yang dituju.
Mereka langsung turun dan memesan makanan disana seperti biasa karena sudah langganan bersama adi dan juga vita.
Salma terdiam menikmati pemandangan selagi juna memesan makanannya. Sekitar sana memang ramai kendaraan dan pengamen yang sedang bernyanyi. Namun, tiba-tiba sosok itu muncul lagi didepan mata salma tanpa ia duga. Ya, sosok Zayn dan salma tebelalak melihatnya.
Dia sedang membeli minuman didekat tempatnya berada, dan segera setelah itu ia langsung menaiki mobilnya dengan posisi menyetir sendirian.
"Za-Zayn, Zayn tunggu, Zayn!! " seru salma memanggil nya, namun ia seperti tak menghiraukan salma disana. Atau, memang sama sekali tak melihatnya.
__ADS_1