Kekasih Dari Alam Mimpi

Kekasih Dari Alam Mimpi
Part 28


__ADS_3

Pov Tante Rina..


Di sebuah Restoran ditengah kota, aku memergoki suami ku selingkuh dengan rekan kerjanya, padahal kami masih berstatus pengantin baru.


"Mas alex! Keterlaluan kamu mas, kita masih pengantin baru mas, tapi kamu udah tega selingkuhin aku, dimana hati kamu mas? "


"Kamu kan udah tahu aku gimana Rina, aku belum siap menikah, tapi kamu dan keluarga kamu terus memaksa ku, pakai acara ngancem sama saham lagi, aku masih mau bebas, aku masih muda Rina"


"Terus gimana dengan aku mas, aku juga masih muda, bahkan aku mengorbankan masa mudaku, dan bahkan kuliah juga untuk menikah sama kamu mas, lalu gimana dengan aku sekarang"


"Ya iti terserah kamu Rina, kalau kamu mau cerai, ayo maka itu malah akan mempermudah semua rencana ku, karna aku masih ingin bersenang-senang, tapi jika kamu tidak mau cerai karna tidak ingin keluargamu malu, maka kamu harus siap menerima aku yang seperti ini, bagamana Rina? "


Plaaaakkk!!


Kata-kata itu sungguh membuat ku sakit, terlebih lagi, dulu memang aku yang meminta nya segera menikahiku karna aku sudah terlalu cinta, meskipun keluargaku menentangnya, namun tak pernah aku sangka, jika keputusan tersebut malah membuat luka dihati ku semakin sakit karna terjadi setelah kematian ibu ku.


"Brengsek kamu Aleeex, kamu bajingan" Aku berteriak histeris tanpa perduli aku berada dimana.


"Kamu yang berengsek Rina, kamu sudah menamparku didepan umum, ayo sayang tinggalkan wanita gila ini. "


Alex langsung pergi meninggalkan ku, dengan menggandeng selingkuhanya itu, Dia benar-benar sudah tidak memperdulikan aku.


"Alez, kamu mau pergi kemana, selesaikan urusanmu dengan ku dulu Alex, dasar bajingaaan!!".


Aku langsung keluar dan memacu mobilku dengan kencang, aku tidak memikirkan apapun lagi saat itu, hanya ingin mengejarnya, dan bahkan aku ingin membunuh mereka berdua.


" Bajingan kamu alex, akan aku bunuh kamu bersama wanita ****** itu".


Namun saat setengah perjalanan tiba-tiba ada seorang wanita hami yang menyebrang, dan aku tidak dapat menghindarinya lagi, aku mengerem mobilku dalam dalam namun sia-sia.


BRAAAAAAK!!


chiiiitzzzz!!


"Astaga, aku menabrak, aku nabrak orang, bagaimana ini, dia langsung ambruk".


Aku ingin turun, namun sudah terlalu banyak orang berkerumun dan menolong wanita itu.


" Tidak aku tidak mungki turun, aku akan dihabisi mereka nanti, aku bisa dipenjara, sebelum mereka melihat ku, aku harus pergi".


Aku langsung memacu mobilku lagi dengan kencang, berharap tidak ada yang melihat ku saat itu, dan tidak ada yang menyadari keberadaan ku.


Sampai dirumah, mobil langsung ku masukan kedalam Bagasi dan ku selimuti, aku langsung masuk Kekamar dengan perasaan cemas, aku memutar otak ku bagaimana cara nya agar tidak. Ketahuan.


Akhir ku ambil hp ku dan menelpon ayah ku.


"Halo ayah, yah tolong aku yah, sekali ini saja yah"


"Ada apa lagi Rina, kamu buat masalah apa lagi hari ini, barusan ada orang menelpon ayah, memberi tahu jika kamu sudah membuat keributan dengan alex" Jawab ayah ku setengah marah.


Aku pun semakin terpuruk, hingga menjatuhkan diriku kesamping tempat tidur dan menangis memohon padanya.


"Aku mohon ayah, tolong aku kali ini saja, yah, aku mohon, aku akan melupakan semua tentang bajingan itu, dan aku akan menuruti semua perintah ayah, tapi tolong ayah, untuk kali ini saja"


"Baik lah Rina, ayah pegang kata-katamu, apa sekarang? "


"A, aku nabrak orang yah, wanita hamil, tapi aku ngga tahu gimana dia sekarang yah, aku takut yah, tolong aku, aku takut dipenjara yah" Aku menangis dan memohon pada ayah.


"Astaga Rina! Permasalahan apa lagi ini, wanita hamil pula yang kamu tabrak, bodoh sekali kamu Rina, tolol kamu! "


"Yaaah, aku mohon tolong aku"


"Oke, kamu tenang, sebelum kasus ini ramai, kita tutup dulu kasusnya, katakan dimana kamu menabrak?"


"Dijalan pusat kota Yah, tadi aku tidak sempat keluar karna takut, jadi tidak ada orang yang sempat melihatku, karna mereka semua sibuk menolong wanita itu"

__ADS_1


"Oke, baiklah sepertinya posisi ini menguntungkan mu, jadi ayah akan suruh orang ayah mengecek kesana, mencari tahu, dan menutup mulut mereka, kamu sekarang siap-siap hari ini juga kamu harus pergi ke belanda, lanjutkan study mu, dan lupakan semua yang terjadi, termasuk Alex, ingat itu, dan moblil itu, tetap biarkan dia disana, karna itu mobil kesayangan mendiang ibumu"


"Iya ayah, akan aku turuti semua perintah ayah, ".


Aku langsung bersiap-siap membereskan semua barangku dan memesan tiket ke belanda, namun kecemasan itu membuat ku melupakan satu hal, yaitu bahwa mobil itu belum Aku bersihkan karna ternyata ada bercak darah disana.


Tanpa pikir panjang lagi, aku memesan taxi dan langsung kebandara, aku akan memulai hidup baru ku disana, tanpa harus memikirkan apapun, aku tidak perduli lagi dengan semua yang terjadi kemarin dan hari ini dan aku hanya fokus untuk esok hari saja. *


Sudah 15 tahun aku dibelanda, meneruskan hingga s3 disana, dan waktunya aku kembali ke indonesia, meskipun usiaku sudah kepala 3, tapi aku tidak berkeinginan menikah lagi karna trauma ku dimasa lalu, aku memilih fokus pada usaha salon kecantikan dan WO ku yang mulai berkembang, hingga akhirnya aku dipertemukan dengan seorang pria bernama Leo, seorang pria tampan, mapan, yang sangat menarik hatiku, meskipun Ia duda beranak satu, tapi aku tak mempermasalahkan nya.


Selama beberapa tahun perkenalan Leo sangat bersikap baik padaku, aku semakin terpsesona pada nya, hingga suati saat aku diperkenalkan dengan putrinya yang bernama Salma putri yang Cantik namun sedikit keras kepala menurutku, aku dipertemukan dengan nya karna Leo ingin memakai jasa ku dalam acara pertunangan Salma dan Juna.


Aku menyanggupinya, dengan harapan hubunganku dan Leo semakin intens dan aku berhasil mendekati anaknya serta mendapat restunya. Aku semakin sering datang kerumah mereka dengan berbagai alasan, dan ada saat malam dimana Salma baru pulang menjemput calon mertuanya ad sedikit respon nya yang membuatku sedikit tidak enak seperti dia tidak menyukaiku.


Hingga saat hari pertunangan tiba, aku dan anak buah ku mendekorasi halaman rumah itu sesuai permintaan, dan aku turun langsung menjadi MUA untuk. salma.


"Sayang udah siap make up nya, yuk kita mulai, acaranya bentar lagi".


" Ya tante, bentar, cuci muka lagi" Jawab Salma. Dan setelah itu kami mulai makeup.


"Sayang kamu ada bross ngga, kan. Lumayan buat tambahan accesoris dibaju".


" Oh ada tante, itu didalam laci ada beberap bross koleksi almarhumah ibu, jadi aku yang pake".


Aku menuruti instruksi Salma, dan Mengambilkan bross itu dilacinya, namun aku menemukan foto seorang wanita dengan menggunakan pakaian putih dengan perut yang besar karna sedang hamil, dan aku merasa familliar dengan wanita itu, tapi siapa.


"Tante, ketemu ngga? " Tanya Salma yang mengejutkan ku.


"Eh iya sayang, udah ketemu, ini, sini tante pasangin".


Acara dimulai dengan sakral, namun aku tidak terlalu menghirau kan nya, karna aku masih menerka-nerka dengan wanita difoto itu. Hingga selesai acara dan aku pulang


Dirumah, aku masih memikirkan nya, hingga aku tak sengaja memperhatikan lagi mobil Tua itu, dan mulai mengingat sesuatu.


Beberapa hari aku sedikit menjauh dari mereka, agar tidak terkesan aku benar-benar mengejar Leo, sambil sedikit menenangkan fikiran ku agar tidak terlalu cemas.


Hingga suatu saat Salma mengunjungi salon ku untuk melakukan perawatan, aku menyambutnya, aku berharap itu awal yang baik untuk hubungan kami karna gadis itu mulai ramah dan ingin mengetahui tentang kepribadianku, bahkan masa lalu ku.


Beberapa teatmen yang mu berikan sepertinya membuatnya nyaman, dan mulai mengajak ku ngobrol, banyak pertanyan yang Salma ajukan pada ku aku pun menjawabnya dengan senang hati tanpa curiga sama sekali.


Perawatan berakhir, ku lihat Salma pergi menerima telpon dari Juna, dan aku menghampirinya untuk mengajak nya makan.


"Eeeh tante, udah lama dibelakang? "


Tanya Salma padaku sedikit terkejut


"Baru aja kok, cuma heran aja kok lama banget, kenapa Juna nanyain? "


"Ya tan, biasa seharian ngga ada kabar" Jawabku mencari alasan.


"Oh, wajar itu, namanya juga lagi anget-ngetnya, eh iya, Salma laper ngga, kita makan yuk, biar tante traktir, sekalian kita ngobroo-ngobrol lagi, tante mau PDKT sama kamu".


"Owh, hah, iya tan ayok,. Pake mobil ku aja, ya. "


"Okee, yuk" Aku segera mengambil tas dan pergi bersamanya


Kami lanjut ngobrol disalah satu cafe langganan tante ku, banyak yang kami bicara kan disana, dari mulai hobi, hingga cita-cita kami, meskipun berbeda usia jauh, tapi berusaha masuk dalam percakapan ini.


Namun ada pertanyaan sedikit mengheran kan ku tentang semua kehidupan pribadiku yang sedang diulasnya seperti sedang mencari sesuatu dariku. Aku tidak terlalu meghirau kan nya,aku membalik kan pertanyaan yang sama oada nya hingga dia sempat bercerita tentang kekasih dalam mimpi nya atau apalah itu. Sosok Zayn pun ia ceritakan dengan penuh semangatnny , namun aku sebenarnya bukanlah orang yang terlalu ikut campur urusan orang, dan hanya menganggap aku hanya mimpi belaka dan tidak serius.


"Wah ternyata sudah sodah sore sekali tante, ngga terasa ya, daritadi asyik ngobrol"


"Owh iya sayang, kamu sudah mau pulang? Bentar ya tante bayar dulu makanannya" Jawab ku


Saat aku kembali dari membayar, aku pun kembali melihat nya menelpon, sepertinya Juna, awalnya aku kira biasa saja namun ada beberapa hal yang aku dengar, sepertinya mereka memang sedang mencari info tentang diriku.

__ADS_1


Aku mendengarnya hingga Dia menutuo telpon. Dan berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Juna udah nelpon lagi sayang" Sapaku ke Salma.


" Oh iya tante, ternyata dia nunggu dirumah daritadi" Jawabnya, namun akuntahu dia gugup.


"Oke kalo gitu, kamu pulang aja langsung, biar tante suruh supir tante jemput ya, kasian Juna, udah nungguin"..


" Oke tante, aku langsung ya, bye" Pamitnya dan langsung meninggal kan ku.


Aku pulang diantar supirku, dan supirku mengatakan jika salma pernah menanyakan alasan ku tarauma, aku langsung terkejut, dan takut, jika kasus ini naik lagi.


Aku berusaha bagaimana caranya agar Salma berhenti mengganggu hidupku, akhirnya aku mempunyai ide untuk membuatnya tidur dalam waktu yang lama, hingga saat bangun Ia lupa semuanya, aku tak ingin membunuhnya, karna jujur aku menyayangi anak itu.


Beberapa hari, kami tidak saling brekomunikasi karna sibuk dengan agenda masing-masing, hingga suatu pagi Salma menelponku.


" Hallo salma, ada apa nelpon tante? "


"Gini tante, aku rasanya ngga enak badan, pengen masage gitu, tapi mobil aku lagi dibengkel, bisa ngga supir tante jemput aku, nanti aku pulangnya dijemput Juna kok"


"Oh gitu, ehm kebetulan di salon juga lagi free, jadi tante bisa servis kamu langsung, bentar lagi supir tante jemput ya, kamu siap-siap aja".


" Oke tante, makasih sebelumnya"


Aku langsung menutup Telpon dan, mendapatkan ide akan melancarkan aksi ku hari ini.


"Baik lah Salma, sampai bertemu, hari ini akan aku lakukan semua rencanaku, karna kamu hari ini akan berada dalam genggamanku" Aku tersenyum sinis.


Aku menyuruh supirku menjemputmya, dan menjawab pertanyaan jika Salma melontarkan pertanyaan lagi.


Sengaja aku langsung yang turun melayaninya saat itu, membuatnya senyaman mungkin dengan ku, hingga dia tidak Curiga apapun, mengobrol seperti biasanya saja, dan setelah itu aku mengajak nya kerumah ku, untuk lebih cepat melaksanakan aksiku, dan demi melancarkanya aku meminta pembantuku libur, dan supirku cepat pulang.


Aku pamit kedalam untuk mengambil obat penenang dosis tinggi yang akan aku suntikan padanya, dan setelah kembali, terang saja dia sedang memotret seluruh bagian mobil tuaku itu dan berusaha mengirimnya.


Aku mengendap endap, dan ku suntikan obat itu langsung ke pembuluh darahnya, agar lebih cepat bekerja, dan sontak Dia pun terkejut dengan tindakan ku itu


"Aaargh, tante, ada apa, tante menyuntikan apa ke pembuluh darah ku? "Tanya nya lirih


" Aku sengaja membantu mu sayang, agar kamu bisa bertemu dengan oacar mimpi mu itu, bahkan bila perlu kalian akan bersatu disana, bagaimana, kamu suka? Kamu rindu kan dengannya" Jawab ku.


Aku puas dan tertawa puas dengan posisi masih memegang suntikan tersebut,melihat Salma mula terkulai lemah, terasa sangat lemah dan tidak. Bisa menggerakan tubuhnya.


"Aku sengaja, menyuntikan obat tidur dengan dosis yang sangat tinggi agar kamu bisa tidur nyenyaaak, bahkan selamanya salma, menyatu lah kamu dengan kekasih khayalanmu itu, sehingga tidak akan ada yang bisa menguak kasus itu lagi, karna kamu tidak bisa lagi menyelidiku aku iyaa kaaan sayang, hahaha"


"Tante, tante kenapa berubah jahat, seprti ini".


"Sejujurnya aku tidak jahat sayang, tapi kamu lah yang memancing aku untuk melakukan ini, iya kamu, kamu yang mempengaruhi ayah mu untuk menolak cinta ku kan, dan kamu, kamu diam-diam menyelidiki tentang kasus 23 tahun lalu kan, kenapa apa karna yang aku tabrak itu ibu mu? "


"Ya tante, kenapa tante kabur saat itu, kenapa tidak turun dan menyelamatkan ibu ku, pdahal tante tahu jika sudah meabrak wanita hamil kan, kenpa tante lari, tanpa mau bertanggung jawab tante"


"Oooouuuwh, maaf kan tante sayang, tante pun tidak tahu jika itu ibu mu, karna jika tante tahu, maka tante akan menabrak nya untuk Kedua kali nya dan membuat kalian mati bersama-sama, karna mungkin jika tidak ada kamu, maka aku dan Leo bisa bersatu, haahahaha!


"HENTIKAN, Rina!!!


Aku melihat Leo datang bersama Juna dengan membawa beberapa polisi, dan langsung menyergapku, menahan ku, rsut wajah Leo benar-benar sangat marah, dan aku lihat Juna sedang memeluk dan membujuk Salma agar segera bangun, namun itu mustahil, karna aku tahu dia akan tertidur sangat lama dan Juna pun langsung membawa Salma kerumah sakit.


"Ternayata kamu selama ini orang yang aku cari-cari Rina, tak kusangaka, kamu lah pembunuh istriku" Leo begitu gusar padaku.


"Mas, mas, dengarkan penjelasan ku dulu mas, aku tidak sengaja saat itu, aku lari karna aku gugup, aku tidak tahu dia itu ternyata istrimu mas, tapi jika aku tahu aku bahkan akan menabrak nya lebih kuat agar mereka berdua mati dan aku bisa bersama kamu tanpa ada ganguan sekarang hahahahhahahahaa iya kan sayang".


"Keterlaluan kamu Rina, pantas saja dari awal Salma tidak menyukaimu, aku menyesal telah membawa mu kedalam hidupku dan Salma, pak polisi cepat bawa dia, dan semua barang bukti nanti saya serahkan sendiri".


"Baik pak kami tunggu dikantor." Jawab pak polisi tersebut.


"Masss, maaasss, kamu ngga bisa begini ke aku mas, aku Cinta sama kamu, masssss kamu jahaaaattt!!" Mas Leo. Sudah terlanjur marah dan tak. Perduli lagi padaku, padahal aku sangat mencintai nya.

__ADS_1


__ADS_2