
Rea kembali dari luar negeri dan sedang menunggu Lin Yo di kantornya aku rasa dia sudah mendengar berita Lin Yo mencium seorang wanita dan jatuh pingsan. aku rasa dia akan sangat cemburu karena dari yang aku dengar selama mereka berpacaran Lin Yo tidak pernah menciumnya jadi aku rasa dia juga belum menidurinya. aku tidak tau apa penyakit Lin. aku juga tidak begitu banyak tau tentang keluarganya karena semua informasi tentang dirinya hampir tidak ada " kau sudah kembali?" tanya Lin Yo begitu melihat bayangan Rea di kursi presdirnya
__ADS_1
Rea langsung memeluk Lin begitu mereka bertemu. seolah ingin meluahkan kerinduan yang sangat berat yang sudah ia tahan selama ini . namun ketika mulut Rea hendak mencium Lin Yo. Lin Yo langsung menghindar dan menjaga jarak "aku rasa aku ada rapat penting hari ini.ughh....aku sampai lupa.Jimm tolong ke ruanganku.!"
__ADS_1
tak lama Jimm masuk dan membawa file dokumen terbebas?,untuk sementara iya " Lin ... aku baru sampai apa begini cara kamu menyambut calon istrimu?," sela Rea mengetahui lagat ganjil Lin. " aku sudah dengar berita tentang kamu mencium seorang ibu-ibu... apa kamu sudah mulai ganti selera Lin?" " apa kau terlalu banyak waktu luang sehingga bisa sibuk dengan hal-hal tidak berguna seperti itu?," Rea mencoba mendekat lagi dan kali ini Lin tidak bisa menghindar lagi.
__ADS_1
seketika Lin beranjak ke arahku merebut dokumen yang ku pegang seraya langsung menyerahkannya pada Jimm " Jimm pegang ini dan antar nona Rea pulang..... Rea kau baru sampai tentu kau sangat lelah di perjalanan. istirahatlah Jimm akan mengantarmu, aku ada urusan penting" sekanya sambil menyeretku keluar dari ruangan itu Rea belum sempat menghentikan kami Jimm sudah menghalaunya sehingga terpaksa Rea menuruti Jimm "Nona Rea mari ku antar... nampaknya ada masalah di proyek.. makanya tuan presdir dan nona Annora tergesa-gesa" " oooo jadi namanya Annora ya?, baiklah kali ini aku biarkan mereka tapi tidak ada lain kali."
__ADS_1
Lin Yo menyeretku ke salah satu sudut ruangan kecil dekat pentris. ruangan itu selalu sepi karena dipakai sebagai tempat gudang.kotor dan pengap tapi semua itu tak berpengaruh bagi laki-laki yang terbawa gairah. Belum sempat aku terlepas dari kebingunganku di ruangan tadi Lin Yo malah semakin membuatku terkejut lagi. tanpa jeda waktu ia tak membuang kesempatan untuk melumatku. Ya kami berciuman. kali ini Lin mendominasi nampaknya ia sudah menahannya selama bersama Rea.apalagi Rea sedang mencoba menggodanya. dan kini ia melampiaskannya kepadaku... sungguh dramatis... ia di goda oleh wanita lain aku yang menanggung akibatnya.Hmm... sampai kapan ini akan terus begini "Lin.. kendalikan dirimu..!" selaku seraya mendorongnya"maafkan aku Annora... Rea mencoba menggodaku jika kamu tidak datang akan terjadi bahaya padaku.. tapi untung kau datang" "tapi apa yang akan terjadi jika..." " Annora aku akan pulang dulu... pikiranku sedang tidak baik, maafkan aku"
__ADS_1