
pagi ini Lin Yo menerima telpon dari Jimm nampaknya ia sudah memukan lokasi tempatku berada. dan diam- diam ia mengikuti Mimi untuk sampai di tempatku.pagi ini Mimi meminta cuti datiku karena harus mengatur proyek milik Han Yu di luar negeri. akupun sudah merasa pulih tenagaku sudah kembali normal dan rencanya besok aku akan pulang ke apartemenku. menikmati wewangian bunga di taman sangat cocok untuk terapi hati yang kacau.
__ADS_1
di saat aku asik menikmati waktuku di taman bunga tiba-tiba suara yang sangat kukenal terdengar sayup-sayup aku melihat ke sekitar tapi tak seorangpun yang berada di sana selain aku. namun tiba- tiba sepasang tangan kuat melingkar di pinggangku dan merangkulku " nampaknya suasana hatimu sedang baik sayangku..." sela si pemilik suara. sontak aku menoleh ke belakang dan Ya Lin Yo di belakangku dengan wajah berseri serinya. seperti biasa ia terlihat tampan dan memikat " se..sedang apa kau di sini?" selaku seraya berusaha melepaskan diri dari rangkulannya " menurutmu?," " lepaskan aku Lin. aku... aku... di sini bukan rumahmu jadi jaga sikapmu" " ooo jadi kalau di rumahku aku boleh melakukannya denganmu?," " apa maksudmu?"
__ADS_1
Lin Yo tersenyum lebar bahkan suara tawanya sampai terdengar dan anehnya aku merasa malu dengan apa yang barusan aku katakan. yapp seperti dugaanku hatiku berdegup kencang aku juga bisa mendengar debaran jantung dari Lin yo nampaknya kami sedang merasakan hal yang sama hanya saja Lin Yo pandai menyembunyikan perasaannya sedang aku tidak " ya kau benar aku ke sini untuk memberikan ini..."
__ADS_1
Lin Yo mendekatiku dan ia menjelaskan semua yang ia ketahui tentang. aku cukup terkejut karena semua yang ia katakan tak ada yang melenceng bahkan mengenai keterlibatanku di dunia bawah dia tau kalau aku agen rahasia interpol dan dia juga tau agamaku dan keyakinanku tapi dari ucapannya meskipun ia tau semua itu bertentangan dengan dunianya ia tak mundur untuk memilikiku. " jangan mengejekku. aku tau aku bukan tipemu aku hanya seorang IBU dan itu bukan seleramu kan?" " Hmm..." ia tersenyum lantas mendekat ke telingaku dan berbisik " Aku sudah mencicipi IBU itu dan aku... ketagihan" sontak aku mendorongnya menjauh dan ingin rasanya menampar wajahnya tapi senyum nakalnya menghentikan hatiku " dasar mesum...!! apa di otakmu hanya ada pikiran itu? " itu salahmu dan kau harus bertanggung jawab atas semua kesalahanmu itu" " memangya apa salahku. apa aku mengganggumu?, tidak kan.?!," " kau salah karena kau cantik bahkan lebih cantik dari seluruh wanita di kota ini mungkin di dunia" " Hm... jangan terlalu memujiku. aku akan membunuhmu apa kau tau itu" " oya kalau begitu sebelum kau membunuhku aku akan mengingatkanmu mengenai malam pertma kita"
__ADS_1
Lin Yo mulai menggodaku dan dia tau aku tidak bisa menolaknya tapi kali ini beda aku tidak bisa karena aku belum siap dan ragu kepadanya meskipun ia sudah membuktikannya padaku "Lin. jangan aku... baru sembuh.aku..." " aku tau aku tidak bisa menahan diriku aku... hanya akan menciummu untuk ke depannya tolong jangan pernah menolak ku". Untuk pertama kalinya aku merasakan kehangatan dan kelembutan ciumannya. MENOLAK rasanya tidak akan
__ADS_1