Kekasihku Dari Dunia Lain

Kekasihku Dari Dunia Lain
episode 40


__ADS_3

Paman Go dan aku menghampiri Lin yang sudah tersadar. Asisten Jimm sudah menjelaskan padaku gangguan mental yang diderita Lin. sejak kejadian itu mental Lin terguncang apalagi setelah tau ia tak dapat berjalan lagi. Mengandalkan aktifitasnya bertumpu pada kursi roda. Daya tarik pesona yang dimilikinya tak lagi memikat, tak lagi membuatnya tak percaya diri menghadapi semua orang.


Namun Jimm tetap setia menamaninya di sampingnya menjadi tongkat dan kakinya dalam menjalankan bisnisnya. Jimm juga berusaha membuat Lin percaya diri dengan mengatakan hal- hal positif tentang diri Lin " Tuan muda ada nona Annora di luar. ia ingin sekali menemui tuan muda" lapor Jimm " biarkan dia masuk dan tinggalkan kami berdua" pinta Lin.


Dengan penuh rasa hormatnya yang masih sama seperti dulu Jimm meninggalkan Lin keluar dan memintaku masuk. Perlahan aku melangkah masuk dan mendekati Lin Yo. Di sudut ranjangnya aku melihat Lin menatapku dengan tenang dan tak lama menyungging senyum tipis ke arahku. seketika aku berlari dan berhambur dalam pelukannya. Airmata si kalimat terjujur di dunia tak bisa ku sembunyikan lagi. Perasaanku bercampur tak karuan. Yang tersirat dibenakku hanyalah aku ingin memeluk dan mencium orang yang sangat aku cintai itu " Lin..." desahku saat Lin berusaha untuk mencumbuku " diamlah...diamlah sejenak... biarkan aku melakukan ini sebentar saja..tolong.." sela Lin menjamahku

__ADS_1


Tak lama kemudian ia tersadar dan menggeram seraya mengepalkan tangannya dan meninju-ninju kasurnya, suara paraunya terdengar jelas di telingaku" Aku..cacat... aku cacat... aku tak berguna lagi...aku lumpuh" Lin mulai mengeluh dan sontak ia mendorong tubuhku untuk menjauhinya seketika aku meraih tubuhnya yang sudah berada di atasku " Kau jangan berkata begitu...bagaimanapun juga kau adalah orang yang sangat aku cintai... sangat apapun keadaanmu" jelasku berusaha menenangkannya. sudah satu jam ia mencumbuku hingga akhirnya kami tertidur. Aku tertidur nyenyak sekali hingga tak sadar kalau Lin sudah meninggalkanku. Malam itu aku gusar mencari Lin ke seluruh ruangan di Villanya namun tak menemukan dirinya sampai Paman Go datang membawa sebuah surat SURAT CERAI.


Memang selama ini aku dan Lin terikat kontrak. Kontrak nikah yang awalnya hanya kesepakatan di atas kertas namun seiring waktu berubah menjadi nyata. tapi kini sàat bunga cintaku dan cintanya bermekaran karena kejadian tak ku duga kami harus berpisah " Aku tidak mau cerai paman Go" jelasku tegas " Maaf nona saya juga tidak menduga tuan muda akan mengambil sikap seperti ini" " Katakan padanya aku akan selalu disampingnya meskipun dalam keadaan cacat seperti itu" aku berusaha meyakinkan paman Go tapi paman Go sepertinya juga tidak punya kuasa atas semua ini.


Aku berlari ke ruang labirin dan menghidupkan layar komunikasi " Ibu ratu apa yang harus aku lakukan?" tanyaku kepada ibu Lin Yo untuk meminta nasehat beliau setelah aku menceritakan apa yang sudah di alami oleh puteranya "Aku menyesal atas apa yang terjadi namun jika kau tanya aku apa yang bisa menyembuhkan Lin jawabannya adalah teratai bulan. dan itu hanya dimiliki oleh puteri bulan. kau harus ke sana dan memintanya" " Baiklah ibu aku akan ke sana semoga puteri bulan bisa memberikannya padaku " jelasku " Tidak sesederhana itu Annora" tukas ibu Lin Yo " Puteri bulan bukanlah orang yang dengan begitu saja memberi tanpa mendapat imbalan.. apalagi sesuatu itu adalah yang sangat ia inginkan" aku termenung berusaha mencernak maksud Ibu Lin " Apakah maksud ibu ratu Lin memiliki hubungan special dengan puteri bulan?" " Lebih dari itu Annora... bahkan dulu mereka hampir menikah"

__ADS_1


Akupun berdiri dan melangkah keluar dan menemui paman Go " Paman.. aku sudah memutuskan" selaku dengan tegas" Berikan aku surat cerai itu aku akan menandatanganinya tapi dengan satu syarat" " Syarat apakah itu nona ?" tanya paman Go penasaran " Tolong beritahu Lin aku ingin menemuinya sebentar saja untuk terakhir kalinya. baru aku akan menanda tangani surat ini dihadapannya" " Baiklah nona saya akan mengabari anda nona". Aku beranjak pergi serta surat cerai yang masih terselip dalam map itu.


Keesokan harinya aku menemui Lin di kediaman seorang wanita. wanita yang tidak aku kenal " Kamu siapa?" tanya wanita itu membuka pintu dengan gaun tidur seksinya " Aku ingin bertemu dengan Lin Yo" jelasku. tak lama terdengar suara Lin dari dalam " siapa itu sayang" suara Lin terdengar dari dalam apartemen wanita itu. Entah kenapa mengetahui kenyataan ini hatiku merasa tercabik-cabik. Tapi Aku harus mengendalikan perasaanku di hadapan Lin.


Aku menoleh ke dalam dan terlihat tubuh Lin yang mengendarai kursi rodanya mendekat ke arah kami " Sayang.. bisakah kau meninggalkan kami berdua" pintanya pada wanita itu. Dengan genitnya wanita itu mencium pipi Lin bermesraan dihadapanku lantas pergi meninggalkan kami berdua.

__ADS_1


Lin melirik ke arahku dan aku dengan tenangnya membalas pandangan itu " Masalah ini... aku hanya ingin memastikan apakah kau benar-benar ingin kita bercerai?" selaku " Aku hanya ingin menegaskan saja" tambahku tanpa melihat ke arah Lin lagi


__ADS_2