
Tiga hari lagi puncak acara perayaan aku dan Lin datang ke yayasan bersamaan Mimi membawa kami ke rumah singgahku di dekat gedung yayasan dia sudah menyiapkan kamar khusu buat tamuku yaitu Lin " Di sini laki-laki dan perempuan tidak boleh sekamar" jelasku " kenapa?" tanyanya sambil melihat-lihat sekeliling " karena kita buka suami-isteri" jawabku singkat " siapa bilang kita bukan suami-isteri.. kau adalah isteriku" tukasnya " Jangan lupa kau sudah menceraikanku tiga tahun yang lalu" timpalku singkat.
Aku beranjak pergi ke yayasan dan tiba-tiba Jimm datang " Oo Jimm, ada apa? " tanyaku " aku ke sini untuk mendampingi tuan muda" jelasnya " Oo kalau begitu kalau ada apa-apa tanya pada Mimi. Mbak tolong dampingi tamu kita biar Lisa yang temenin aku" pintaku seraya pergi sambil menggenggam gadgetku " Baik Ann" Mimi menemani Jimm dan Lin selama bérada di sana
__ADS_1
Aku memasuki aula pertemuan yayasan untung Han wa cepat-cepat meninfokanku jika tidak aku tidak tau apa yang terjadi selama ini. Rapat persiapan dimulai. Aku mengaktifka semua sarana teknologi canggih yang ada di ruangan itu, semua tertegun dan hening mengetahui betapa canggihnya sarana mereka, sehingga merek tidak perlu repot-repot untuk membawa Laptop dan LCD proyetor.. Bahkan mereka terkejut ketika aku memunculkan Telegrap berdimensi yang terkoneksi dengab jaringan seluler.
Wooww luar biasa canggih desas desus seluruh staf ruangan itu " Dilon aktifkan koneksi internal dan eksternal sekarang" pintaku lewat earphone blotoothku " Baik para hadirin materi yang akan anda sampaikan dalam meeting ini silahkan USB anda di sambungkan ke salah satu lubang di monitor depan anda masing-masing selanjutnya bagi yang punya giliran presentasi silahkan tekan tombol HIJAU maka akan langsung tersambungkan ke layar telegrap di depan"
__ADS_1
Setelah memberikan ilustrasi kami pun serempak melanjutkan meeting. Lima jam berlalu berbagai informasi telah aku sampaikan dan ada aura puas dan lega pada semua staf hari itu. Dengan datangnya kabar gembira yang ku sampaikan.
Satu persatu aku melihat wajah cemas kakak-kakak ku. " Kakakku semua... kedua putraky telah menjadi donatur 5 panti asuhan di luar negeri. dan yayasan kita ini di dukung oleh 12 kedutaan negara internasional... dengan donasi yang besar setiap bulannya bahkan jika aku dan anakku mati yayasan ini akan menjadi yayasan termegah sepanjang abad" " Kamu ngajak kita bermimpi ya Ann ?" tanya ka Ani " Tidak...!, ini fakta kak." jawabku singkat " Apa kakak tau konsep acara kita kali ini?" sambungku " Kita akan menyewa artis terkenal dunia dan dalam negeri kita dan mengundang perdana menteri perwakilan 12 negara itu dan bazar amal... itu lebih dari 3 trilliun. bahkan setelah 3 trilliun ini habis yayasan kita masih hidup bermegah-megah" jelasku semua terdiam mendengar penjelasanku, akupun mengaktifkan monitor cctv yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Lucu... bahkan kakak ku yang bertahun-tahun menempati ruangan itu tidak tau kalau ruangannya begitu canggih " Aku tidak tau ada layar hologram dimensi di sini, bagaimana kau menagktifkannya?" tanyanya heran, dan akupun menyungging senyum " Nanti aku ajari" jawabku singkat setelah meminta Dilon menampilkan beberapa ruang berangkas milik Yayasan . Dan semua mempeehatikan dengan seksama " Lihatlah ini ruang berangkas untuk yayasan saja rak kolom yang kalian lihat itu masing -masing berisi 2 trilliun.. sekarang hitung sampai ke atas atap ruangan itu" mereka tercengang tak habis pikir.. bahkan untuk menghitungnya mereka tak bisa " masing-masing departemen memiliki ruang brangkas dengan jumlah tak terhingga"
Aku mulai menhelaskan satu persatu isi berangkas departemen itu. Dan semua penjelasanku semakin membuat mereka tidak sadar kalau mulut mereka menganga lebar. Setelah itu suara tepuk tangan terdengar dari semua kakaku " Aku sudah memperhitungkannya kak, mengenai staf luar negeri,,, sampai staf kita yang di luar negeri siap pakai kita akan menukar mereka kembali. staf asing akan kita kembalikan ke negara mereka dan kita akan menggunakan orang-orang kita lagi dengan kemasan yang berbeda"
__ADS_1