
Rea membanting ponselnya dan diselimuti amarah dan emosi yang tak terbendung. Tuan Shin merasa aneh dengan sikap putrinya itu. Dengan dingin iapun mendekati Rea " Apa yang kau lakukan?, kenapa kamu marah begitu?" " Dasar tak berguna!!!" maki Rea menatap ngeri ke arah ponselnya " membereskan wanita satu saja tidak bisa" " apa maksudmu? siapa yang kau culik?" timpalnya tenang " Annora, wanita itu berhasil lolos melarikan diri" " Haha..ha..ha..ha..... dasar bodoh!!" sambut Tuan Shin " Ayah... ayah kenapa kau tertawa?!"" Kamu yang bodoh itu.. apa kamu tidak tau wanita itu adalah pembunuh bayaran terbaik di dunia mafia. dengan kemampuan SiJin Yu kamu masih jauh dari keunggulan wanita itu, bukankah Jian masih di tangan Jin Yu?, tenang saja asal Lin tidak tau kamu masih aman" jelasnya Rea sedikit lega mendengar usaha dari ayahnya yang membantu kejahatannya itu.
__ADS_1
Sementara itu di kediaman keluarga Shen ada Lin Yu yang membantuku mengobati lukaku di ruang kerjanya Lin dengan cermat dan penuh hati-hati membalut bekas goresan di lenganku " Terimakasih..." ucapku dengan suara rendah berharap Lin tak mendengarnya. Tapi sayangnya telinga Lin cukup tajam untuk auara kecilku " Terimakasih darimu aku tolak" timpalnya " Hm... kenapa?, bukankah menerima kebaikan seseorang harus mengucapkan terimakasih" " Tapi untukmu harus dengan cara yang berbeda baru aku menerimanya". sesekali terdengar rintihanku "Diamlah aku bisa memakanmu dengab suaramu itu?" " Ada apa memangnya dengan suaraku?" " Apa kau tidak tau,kalau suaramu itu seksi...dan sekali mendengarnya gairahku muncul" sela Lin mencoba menggodaku lagi. seketika aku berpaling membuang pandanganku.
__ADS_1
Tak lama ia menarikku keluar dan melangkah dengan cepat. kami mebelusuri setiap jengkal lorong rumah yang sangat besar itu. Hingga aku tiba di sebuah pintu berukir indah dan unik. Lin Yu mengeluarkan kalung bermata bintang dan bulan sabit dan kemudian menempelkannya di salah satu ukiran pintu itu dan... pintu besar itu terbuka lebar ada dinding penuh dengan tanaman mawar rambat membungkus seluruh lapisan luar dinding itu. Anehnya bunga yang tumbuh hanya beberapa aku merasakan hawa aneh dalam ruangan itu. Aneh... kenapa bunga bisa tumbuh di dalam ruangan kedap udara dan sinar matahari ya. gumamku dalam hati. Aku terus melangkah, Lin menggenggam tangaku erat dan erat sekali. dalam perjalananku mataku tak berpaling sedikitpun dari keadaan sekelilingku " Kita dimana ini?," selaku memberanikan diri bertanya " Nanti kau akan tau ikutlah. tenang kau aman kok. ini adalah tempat kehidupanku satu-satunya tempat teraman di sini" jelasnya meyakinkanku
__ADS_1