
Suara MC acara talkshow live itu lantabg menyebutkan dua nama yabg tak asing di telingaku HADIRIN INILAH HAIKAL (Han yu) DAN (Han wa) FACHRI. " Nona Annora bisa anda ceritakan darimana asal nama kedua putra anda ini?" setelah lama melontarkan beberapa pertanyaan wawancara kini tiba saatnya aku menceritakan asal usul nama anakku " Ya karena di sini kita bersuku melayu jadi nama mereka sebenarnya Haikal dan fachri namun karena saya pergi berpindah negara untuk beberapa waku akhirnya mereka saya ganti nama." " Ooo jadi begitu asal muasalnya. terkahir nona Annora pertanyaan saya ini agak sensitif yaitu kisah asmara anda" Plokk!!!!... seketika suara penonton bersorak sorai menggempar begitu juga dengan aku dan kedua anakku " Ya saya dengar banyak laki-laki yang sudah anda tolak dan anehnya laki-laki yang mencoba mendekati anda ini adalah tipe idaman wanita di seluruh dunia... bisa anda ceritakan sedikit saja" " Maaf untuk yang satu ini saya tidak bisa" " Ayolah... hanya sedikit saja tidak apa-apa. penonton dan pengagum anda pasti penasaran" desaknya AYO...AYO..AYO...AYOOO suara gemuruh penonton kembali terdengar mendesakku. aku jadi serba salah " saya..saya... sebenarnya ini ... saya tidak.." Suara lantang MC kembali terdengar saat ia menampilkan seseorang untuk bergabung dengan kami HADIRIN SEMUANYA INI DIA TUAN LIN YO PENGUSAHA SUKSES DAN BERPENGARUH DARI NEGARA C MARI BERI TEPUK TANGAN YANG MERIAH
suara teriak histeris penonton tak terkendali bahkan para crew kwalahan mengatasi mereka lalu beberapa anak buah Lin ikut membantu untuk mengamankan " Tuan Lin Yo dari negara C ... wow.. tampan sekali .. lihatlah anda sudah memiliki banyak penggemar bahkan saya dengar seorang selebritis dunia sedang mendekati anda benarkah itu?"
Lin tersenyum sesekali menatap ke arahku " Kalau itu benar lalu untuk apa saya ada di sini?" " Oo so sweet...tuan muda apa anda siap untuk semua pertanyaan saya?" " Ya saya siap". Pembawa acara mulai melontarkan satu persatu pertanyaan umum kini giliran ia menanyakan kehidupan pribadi Lin " Baiklah Tuan Lin, perjalanan bisnis anda sangat mengagumkan. anda termasuk sosok berlian yang bersinar sepanjang abad ini. tentunya pasti ada sosok di balik berlian ini, iya kan?, siapa dia?" " Ya anda benar. yang pastinya tentu kedua orang tuaku. tapi poin utama tujuan aku di sini karena seseorang" "uuuuuu...oooo..!!!!" suara penonton " Wow... siapakah wanita beruntung itu?, apakah dia ada di negara A?" " Ya itu benar... sayangnya aku sangat.... sangat mencintainya dan kalau bisa sekarang aku ingin membawanya pergi dari sini" jelasnya ambigu "Uuuuuuuuhhhh" suara penonton bergemuruh " Dimana wanitamu itu tuan Lin?" tanya si MC " Dia dari negara ini dan berada di antara kita di sini" " Wwaaaaaa"
__ADS_1
semua melihat ke sekeliling, para selebritis memasang pose anggun jaga-jaga Lin akan memilih nama mereka. Aku sibuk mengechat ke ponsel Lin JANGAN. SENT. )Lin tersenyum membacanya TIDAK APA-APA SUDAH SAATNYA BUKAN. JANGAN CEMAS SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA. KAU AKAN AMAN DAN MENGENAI KELUARGAMU SUDAH AKU ATUR. SENT. Aku menarik nafas panjang dan Han yu melirik ke layar ponselku ikut membaca chat Lin.
Jimm datang dan menyerah sebuah kotak kepada MC lantas memberikannya kepada Lin. Lin lalu membukanya semua terkesima melihat cincin berlian yang sangat indah " Wwaaawww beautifull" sela si MC " siapakah wanita beruntung itu tuan Lin. saya sangat penasaran" " Malam ini di depan semua orang dan kepada keluarganya saya ingin melamar dan menikahinya saya mohon agar mereka memberi saya restu" jelasnya aku tidak sanggup melihat ke arah Lin dan membuang pandanganku ke arah kedua putraku. dag dig dug hatiku tak karuan ada bahagia juga cemas " Ooo saya mendapat berita kalau potret wanita itu sudah di krim mari kita semua lihat ke layar " intruksi si MC. kami melihat ke arah layar dan perlahan foto wanita itu muncul.
Si MC yang tak kalah bersemangatnya mengucapkan selamat kepada kami " Selamat tuan Lin dan nona Annora, kalian memang pasangan yang serasi di jagat ini" pujinya. Aku dan Lin duduk berdampingan , Lin tak melepas sedikitpun tanganku dari genggamannya. ia terus menggenggam dengan erat " Ya saya sangat berterimakasih kepada semua sudah memberi kami kesempatan di acara ini untuk membuktikan sekalaigus mengumumkan hubungan kami ini" sambut Lin " Waah bagaimana perasaan anda nona Annora?" " Saya bahagia... " " Hanya itu?" " ya hanya itu, karena saya tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi tentang kejutan ini. Dan untuk para lelaki yang pernah saya tolak.... setidaknya sekarang sudah terjawab alasan penolakan saya. Saya minta maaf dan semoga kalian mendapat pasangan hidup yang lebih baik dari saya" ucapku grogi.
__ADS_1
Lin dan Aku berdiri memberi sambut namun saat Lin menyampaikan kata-kata bahagianya sebuah tembakan melesat menuju ke arahku. seketikan aku tersungkur dan kesakitan hingga tak sadarkan diri. seisi podium dan para crew panik hingga langsung melindungi ku " Ann...!" " Mama..!" " Nona....!!" semua berlarian menangkap tubuhku yang tak berdaya " Ann... sadarlah... Ann... cepat panggil Ambulance..!, Jimm cepat!!" pinta Lin panik dan cemas. Lin terkejut melihat tanganya berlumhran darah " Ya tuhan pendarahan..." lirihnya.
selang beberapa saat tubuhku sudah dibawa ke rumah sakit terdekat utuk di tangani " Kalian tunggu mama kalian di sini, temani dia. Aku akan mengurus masalah ini" pinta Lin beranjak pergi dengan Jimm. keluarga dan kedua putraku menunggu dengan cemas di luar ruang bedah. hati mereka diliputi kecemasan dan ketakutan yang luar biasa " Yu yu kenapa dengan mamamu?, apa dia mempunyai musuh?" sela tante Vera " Apa sebenarnya pekerjaan mamamu?" sambung on Dion " ceritanya panjang Om tante, jika mama sudah sadar aku akan menceritakan kalian" jelas Han yu yang masih mondar mandir di depan ruang operasi. Selang satu jama lamanya akhirnya dokter keluar. nampak raut lelah terlihat di wajah dokter itu " Dokter bagaimana keadaan mama saya?" tanya Han wa yang tak kalah kahawatirnya " Maaf kami sudah berusaha keadaab ibu kalian sangat keritis, kami tidak bisa memprediksi apakah dia bisa selamat atau tidak" " Apa maksud dokter?!" tukas Han wa menarik kerah baju dokter itu. Han yu lantas datang melerai " Dokter apa yang harus kami lakukan ?" tanyanya menenangkan " Entahlan.... kami akan membawanya ke ruang ICU. dan hanya 1 orang kerabat saja yang boleh menjenguknya" jelas sang dokter beranjak pergi.
Tak lama beberapa perawat membawa tubuh Annora ke ruang Sterill. Han yu dan Han wa hanya bisa melihat lirih melihat ibu mereka terkapar tak berdaya. kenangan demi kenangan bahagia terlintas di benak mereka. Dan sekarang mereka hanya bisa mengamati wajah ibu mereka dari balik kaca ruang sterill.
__ADS_1